Merk Obat B

Bevizil – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Obat bevizil merupakan salah satu jenis vitamin yang di dalamnya mengandung Beta karoten, Vitamin C, Vitamin E, Zinc dan juga selenium. Obat bevizil di gunakan dalam pemenuhan tubuh terhadap kebutuhan vitamin dan juga mineral, sehingga dapat digunakan sebagai antioksidan, dan juga baik bagi system imun tubuh. Kandungan vitamin E yang ada di dalamnya bermanfaat dalam peremajaan kulit dan karotene sebagai antioksidan.

Kandungan obat

  • Betacarotene 10% atau sebnayak 30 mg (5000iu)
  • Vitamin C 200 mg
  • Vitamin E 50 mg
  • Zinc 15 mg
  • Selenium 25 mcg

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat bevizil.

  1. Sebelum menggunakan obat sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter, agar pasien mendapatkan manfaat obat yang lebih detail lagi.
  2. Untuk lebih berhati-hati pada pasien yang memiliki riwayat penyakit gangguan fungsi hati dalam menggunakan obat ini, karena dapat menimbulkan resiko yang tidak diinginkan.
  3. Obat bevizil masuk ke dalam golongan vitamin dalam menjaga kesehatan tubuh, sehingga masih bisa digunakan oleh ibu hamil, namun untuk meantioksidanndapatkan informasi yang lebih jelas diharapkan menghubungi dokter
  4. Gunakan dosis obat sesuai dengan petunjuk dan juga anjuran dokter.
  5. Simpan obat pada suhu ruang, jangan dekatkan dengan sinar matahari secara langsung.
  6. Untuk lebih berhati- hati pada pasien yang memiliki riwayat penyakit gejala gagal ginjal saat akan menggunakan obat ini.
  7. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan juga hewan peliharaan.
  8. Jangan membuang obat yang sudah tidak digunakan lagi ke dalam toilet karena dapat mengkontaminasi lingkungan, lakukan konsultasi pada dokter dan juga apoteker agar pasien mendapatkan informasi mengenai cara membuang obat yang baik dan benar.
  9. Sebaiknya dalam mengkonsumsi obat ini dilakukan sesudah makan.
  10. Belum diketahui penggunaannya untuk anak dibawah umur sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Dosis obat
Dalam mengkonsumsi jenis obat appaun, pastikan penggunaannya sesuai dengan resep dari dokter ataupun yang tercantum pada kemasan obat. Jangan menggunakan obat di luar dosis yang sudah ditetepkan karena dapat menimbulkan overdosis obat, untuk itu sebaiknya gunakan obat secara teratur agar pasien mendapatkan manfaat obat dengan baik. Untuk dosis yang dianjurkan dalam mengkonsumsi obat bevizil sendiri dapat diminum sebnayak 1 kali dalam sehari.

Efek samping obat

Biasanya pada beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping apabila penggunaannya dilakukan tidak sesuai dengan anjuran dan juga resep yang diberikan oleh dokter, untuk itu sebaiknya pasien emlakukan konsultasi terlebih dahulu agar dapat meminimalisir efek samping yang diberikan nantinya. Data yang disebutkan disini memang bukan data yang komperensif, meski sangat jarang ditemukan namun apabila terjadi dapat menimbulkan efek samping ataupun resiko yang tidak diinginkan. Berikut beberapa efek samping yang memungkinkan terjadi saat menggunakan obat ini.

  1. Obat bevizil umumnya tidak memiliki efek samping yang sering dilaporkan, namun apabila penggunaannya secara berlebihan dapat menimbulkan rasa mual dan juga muntah secara tiba-tiba pada pasien.
  2. Efek ssamping terjadinya gagal ginjal.
  3. Efek samping sirosis hati.
  4. Efek samping sering sakit kepala.
  5. Efek samping overdosis apabila digunakan secara berlebihan.
  6. Efek samping tidak nafsu makan.
  7. Efek samping gangguan fungsi hati.
  8. Efek samping insomnia atau gangguan tidur.

Kontraindikasi

  • Jangan memberikan obat ini pada pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap kandungan yang terdapat di dalam obat bevizil seperi betakaroten, vitamin C, vitamin E, Zinc dan juga selenium.
  • Jangan memberikan obat ini pada pasien yang memiliki gangguan alergi tertentu.
  • Jangan menggunakan obat bersamaan dengan alcohol, penyalahgunaan alcohol dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.
  • Penggunaan jangka panjang yang tidak terkontrol dapat beresiko gangguan ginjal.