Merk Obat A

Aminefron – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ginjal merupakan sebuah organ didalam tubuh yang disebut sebagai organ ekskresi dalam verbrata yang memiliki bentuknya seperti kacang dengan ukuran yang cukup kecil, ginjal bekerja untuk mengatur sistem urine didalam tubuh. Selain itu, ginjal juga akan menyaring berabgai jenis kotoran seperti Urea dari dalam darah dan membuangnya dalam bentuk urine.

Ketika ginjal mengalami gangguan, maka urine tidak akan dapat dikeluarkan dengan sempurna. Gangguan inilah yang sering kita dengar sebagai fungsi ginjal tidak bekerja, gagal ginjal, infeksi ginjal, batu ginjal, dan lain sebagainya. Adapun Ciri Ciri Ginjal Tidak Sehat atau Tanda Awal Gagal Ginjal Akut adalah :

  1. Sesak nafas, tubuh mudah lelah, mudah menggigil
  2. Sakit pinggang, sakit saat buang air kecil
  3. Urin berwarna gelap dan berbuih
  4. Mual, muntah hingga perut kembung
  5. Diare, lemas, letih, lesu hingga wajah pucat, dan lain sebagainya

Ketika seseorang terserang gejala tersebut dan sudah dipastikan melalui diagnosa dokter bahwa orang tersebut terkena gangguan ginjal, maka harus dilakukan penanganan secepat mungkin. Pengangannya berupa tindakan tradisional ataupun medis. Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas sebuah obat medis bernama Aminoral yang digunakan sebagai salah satu Cara Mengatasi Ginjal Bermasalah, misalnya gangguan pada ginjal. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mencoba untuk membahas saudara dari Aminoral. Obat apakah yang menjadi saudara dari Aminoral? yuk simak langsung penjelasan berikut ini.

Obat Apa

Saudara Aminoral yang kami maksud adalah Aminefron. Aminefron adalah sebuah merk dagang dari obat yang diproduksi oleh PT. Dexa Medica. Obat ini dibuat dengan menggunakan berbagai jenis Asam Amino, kalsium dan Keto atau asam hasil hidroksi secara enzimatik yang ditransmisikan. Bentuk dari Aminefron adalah tablet salut selaput dan dikemas kedalam kemasan strips yang masing – masing stripsnya terdapat 4 tablet. Dibawah ini adalah komposisi lengkap dari Aminefron.

1. Komposisi

  • α-Ketoisoleucine garam kalsium 67 mg
  • α-Ketoleucine garam kalsium 101 mg
  • α-Ketophenylalanine garam kalsium 68 mg
  • α-Hydroxymethionine garam kalsium 59 mg
  • α-Ketovaline garam kalsium 86 mg
  • L-tryptophan 23 mg
  • L-threonine 53 mg
  • L-histidine 38 mg
  • L-tyrosine 30 mg
  • L-lysine acetate105 mg
  • Kalsium per kaplet 50 mg.

2. Produsen

  • Dexa Medica

3. Kemasan

  • Strips 25 x 4 tablet

4. Klasifikasi

  • Amino acids, Vitamins, Mineral, Carbohydrates, Combinations
  • Golongan obat K merah (Keras)
  • Hanya bisa didapatkan melalui resep dokter

Fungsi

Fungsi dari Aminefron adalah untuk melakukan pengobatan terhadap kelainan yang terjadi pada fungsi ginjak kronik, dimana obat ini biasanya diberikan ketika penderita sedang melakukan diet rendah protein tapi tinggi kalori dengan retensi yang dekopensasi atau terkompensasi.

Dosis

Dibawah ini kamu cantumkan dosis penggunaan, namun bukan berarti dosis ini dapat digunakan sebelum berkonsultasi dengan dokter. Dosisnya adalah :

  • Insufiensi ginjal kronik , Retensi dekompensasi dan Retensi terkompensasi adalah 4 – 8 tablet sebanyak 3x per hari diberikan pada saat makan.

Untuk pemberian dosis terhadap Influensi kronis, maka pastikan laju filtrasi Glomerulusnya berada pada angka 5 – 50 Ml per menit. Sedangkan untuk Retensi dekompensasi, pemberian dilakukan secara bersamaan dengan makanan yang mengandung nutrisi protein rendah 0.3 – 0.4 gram per Kg berat badan per harinya dengan kadar kalori sekitar 20 – 30 gram atau 150 – 170 Kj (35-10Kcal) per Kg berat badan per hari.

Untuk pemberian Aminefron bagi pengidap retensi terkompensasi harus diberikan bersamaan dengan makanan yang mengandung nutrisi protein sekitar 0.5 – 0.6 gram dengan kadar kalori 35 – 45 gram dan 150 – 170 Kj (35 – 10 Kcal) per Kg berat badan per hari.

Selain dosis umum diatas, tentunya masih banyak sekali dosis lainnya untuk penggunaan Aminefron. Oleh sebab itu untuk mendapatkan dosis penggunaan yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh, konsultasikanlah dengan dokter.

Kontraindikasi

Aminefron termasuk kedalam golongan obat keras, sehingga dapat memberikan kontraindikasi yang berbahaya terutama ketika digunakan oleh orang orang yang memiliki Hipersensitifitas terhadap senyawa asam amino atau senyawa lain yang terkandung didalamnya. Selain itu, Aminefron juga dapat berkontraindikasi ketika :

  1. Pengguna yang sedang hamil, sedang menjalankan program kehamilan atau ibu menyusui
  2. Pengguna yang masih berusia anak – anak atau balita
  3. Pengguna dengan asupan kalori dibawah 35-40 kCal per Kg berat badan
  4. Dapat menimbulkan overdosis kalsium atau keracunan kalsium jika digunakan dengan dosis tinggi dan jangka waktu pemakaian yang cukup lama
  5. Dapat memberikan kontraindikasi yang buruk ketika digunakan bersamaan dengan obat yang dapat memberntuk kombinasi kalsium seperti Tetrasiklin.

Karena dapat berkontraindikasi dengan berbagai kondisi tubuh, maka sebelum memberikan Aminefron kepada seseorang, maka pastikanlah dan monitorlah kondisi asupan kalorinya terlebih dahulu. Jika asupan kalori dibawaj 35-40 kCal per Kg berat badan, maka sebaiknya jangan berikan obat ini.

Interaksi

Aminefron diketahui dapat berinteraksi ketika digunakan oleh obat – obatan lain secara bersamaan. Adapun beberapa interaksinya adalah :

  1. Ketika digunakan secara bersamaan dengan berbagai obat yang memiliki fungsi sebagai MAO non selektif, kemungkinan akan menyebabkan Hipertensi
  2. Dapat menghambat absorpsi dari Aminefron ketika digunakan secara bersamaan dengan Tetrasiklin

Selain kedua jenis obat diatas, diperkirakan masih banyak obat lain yang dapat berinteraksi dengan obat Aminefron. Untuk itu sebelum menggunakan Aminefron, beritahukan segala jenis obat-obatan yang masih digunakan.

Efek Samping

Efek samping dari Aminefron belum diketahui terlalu banyak, hanya saja efek samping yang sudah jelas diketahui adalah dapat menimbulkan Hiperkalemia bagi penggunanya. Namun jika melihat kepada efek samping yang bisa ditimbulkan oleh senyawa aktif pembuat Aminefron, maka efek samping yang dapat ditimbulkan adalah :

  1. Meningkatkan Bahaya Darah Tinggi atau Hipertensi
  2. Hiperkalemia
  3. Penyebab Mual tapi Tidak Muntah, Penyebab Muntah Darah, Pusing hingga kebingungan
  4. Gangguan kehamilan dan janin
  5. Dapat menjadi penyebab dari sebab Akibat kelebihan Kalsium
  6. Dapat meningkatkan risiko sebab Akibat Kelebihan Asam Amino dan sebagainya

Karena efek sampingnya belum terlalu diketahui, maka pastikanlah dosis yang digunakan sudah tepat sebelum menggunakannya. Selain itu, selalu ikuti petunjuk dokter.

Perhatian 

Perhatikanlah beberapa hal dibawah ini sebelum, saat dan setelah mengonsumsi obat Aminefron.

  1. Sebelum mengonsumsi obat ini, periksalah kemasan obat dan tanggal kadaluarsa obat untuk menghindari penggunaan obat kadaluarsa dan obat rusak
  2. Sebelum mengonsumsi obat ini, takarlah obat sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter untuk menghindari terjadinya over dosis
  3. Pada saat mengonsumsi obat ini, konsumsilah langsung melalui oral. Sebaiknya tidak dipecah, dihancurkan ataupun dilarutkan
  4. Konsumsilah air minum secukupnya setelah mengonsumsi obat ini.
  5. Setelah mengonsumsi obat simpanlah obat pada tempat yang aman, jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  6. Setelah obat ini habis, buanglah kemasan obat pada tempat sampah yang aman atau bakarlah kemasan bersama dengan sampah lainnya.
  7. Obat ini kemungkinan besar dapat menjadi Penyebab Sering Mengantuk dan Lemas atau rasa lelah pada badan, oleh sebab itu jangan lakukan aktifitas berat yang membutuhkan konsentrasi seperti mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin.

Dari penjelasan diatas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa Aminefron baik digunakan untuk mengobati gangguan fungsi ginjal serta mengurangi berbagai gejala yang ditimbulkannya. Meskipun begitu, selalu perhatikan interaksi obat, kontraindikasi hingga efek sampingnya. Usahakan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter ketika ada gejala lain yang muncul. Tujuannya adalah untuk meminimalisir bahaya sedini mungkin. Gunakan juga dosis yang dianjurkan oleh dokter dan jangan pernah berikan obat ini kepada orang lain tanpa persetujuan dokter.

Demikianlah penjelasan kami mengenai Aminefron pada tulisan kali ini, kami berharap tulisan ini dapat membantu kamu dalam menentukan dan memilih obat yang akan kamu gunakan. Tapi, kami tegaskan bahwa tulisan ini hanya sebagai pembanding saja dan tidak dapat dijadikan sebagai acuan utama pemilihan obat. Pemilihan obat hanya dapat dilakukan oleh dokter dan dengan berkonsultasi kepada dokter. Sampai jumpa pada artikel berikutnya.