Featured

Akibat Proses Bleaching Rambut, Terjadi Luka Bakar pada Kulit Kepala Gadis Ini

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Usai kabar karena bleaching rambut dua kali Iko Uwais sempat dirawat di rumah sakit, ada lagi kasus yang juga diakibatkan oleh proses bleaching rambut. Kali ini berita datang dari seorang gadis Inggris yang kulit kepalanya mengalami luka bakar, kemerahan, dan terasa begitu panas usai dibleaching.

Jika mewarnai rambut bertujuan agar penampilan lebih baik dan bahkan bisa membuat wajah tampak segar, kita juga perlu tahu serta mewaspadai apa saja resikonya, di mana salah satunya adalah luka bakar di kulit kepala. Jasmine Schofield yang berusia 19 tahun mengatakan bahwa di kepalanya serasa ada banyak serangga merayap di sana selain rasa panas terbakar dan gatal yang begitu hebat.

Bleaching pada dasarnya merupakan suatu prosedur pengurangan pigmen berwarna gelap pada rambut; krim bleaching dengan senyawa kimia cukup keras adalah yang digunakan untuk proses pewarnaan rambut ini. Bleaching diperlukan khususnya bagi orang-orang yang ingin mewarnai rambut dengan warna menyala dan terang.

Awalnya, Jasmine menempuh prosedur bleaching seperti yang sebelumnya ia pernah lakukan, namun sang penata rambut justru meninggalkannya selama 70 menit dalam kondisi krim bleaching masih ada di kulit kepala Jasmine, barulah keluhan muncul. Penata rambutnya pun mengatakan kalau luka minor seperti lecet umum terjadi dan normal, namun rupanya di malam hari sensasi panasnya lebih kuat.

Penata rambut di salon tempat Jasmine menempuh bleaching rambut memintanya untuk tak mencuci rambut 4-5 hari dan menyarankan agar ia memakai kondisioner dengan kelapa sebagai bahan utamanya. Namun belum sampai 5 hari saja keesokannya kulit kepala mulai melepuh. Usai menemui dokter untuk memeriksakan diri, dokter memberi obat untuk menangani luka bakar tersebut dalam bentuk gel.

Disebutkan bahwa ini bukan kali pertama Jasmine melakukan bleaching, hanya saja ini pertama kalinya ia mengalami luka bakar karena memang terdapat lepuhan pada kulit kepalanya. Bahkan setelah mengobati dengan gel dari dokter pun, kepalanya masih sakit sampai seminggu, bahkan kulit kepalanya mulai bersisik, kering dan rambut juga alami kerontokan.

Bagi yang ingin mengecat rambut dengan warna terang dan harus melalui proses bleaching terlebih dulu, diharapkan untuk mempertimbangkan berbagai hal ini sebelum melakukannya.

  • Proses bleaching yang membuat lapisan kutikula rambut terbuka menyebabkan rambut jadi mudah rapuh dan mengering.
  • Bleaching rambut pada umumnya tak hanya sekali; tipe rambut dan warnanya menentukan berapa kali harus dibleaching. Namun dengan pengulangan prosedur bleaching inilah yang meningkatkan risiko kerusakan kulit kepala dan rambut.
  • Setelah melalui proses bleaching pun belum tentu warna rambut seperti yang kita harapkan; terkadang rambut tak langsung berwarna terang.
  • Usai dibleaching dan diwarnai, tidak berhenti di situ tentu saja; kita perlu rajin memberi toner dan perawatan ekstra sebagai tips agar rambut yang diwarna tetap bagus dan sehat. Pemakaian kondisioner khusus rambut dicat, mengurangi penggunaan alat penata rambut, serta pemakaian heat protectant untuk melindungi rambut dari efek panas hair styling tools adalah beberapa cara merawat rambut berwarna agar tetap awet.
  • Jika rambut rontok akibat terlalu sering dibleaching dan diwarna, sebaiknya berhenti dari proses sering mengecat rambut dan mulai gunakan obat rambut rontok alami.

Kalaupun ingin melakukan di salon agar tidak repot, pastikan salon yang didatangi adalah salon dengan penata rambut profesional. Bila penata rambut yang menangani kita terpercaya, kerusakan rambut serta hal-hal tak menyenangkan seperti kasus Jasmine tadi dapat kita cegah.