8 Cara Mencegah Cerebral Palsy Yang Mudah Dilakukan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Cara mencegah cerebral palsy ada beberapa macam. Cerebral palsy memang merupakan gangguan atau kelainan yang cukup berbahaya dan menyebabkan penderitanya tidak dapat beraktivitas layaknya orang normal. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya cerebral palsy.

1. Menjaga kesehatan selama masa kehamilan

Cerebral palsy selalu dijumpai pada bayi lahir. Hal ini tentu saja pada akhirnya dikaitkan dengan masa kehamilan ibu. Oleh karena itu setiap ibu hamil diharapkan agar dapat selalu menjaga kondisi kandungannya agar bayi yang nantinya lahir dapat lahir dengan selamat tanpa adanya gangguan atau cacat apapun.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk menjaga kesehatannya. Misalnya saja memiliki gaya hidup sehat yang antara lain dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan pencegah stroke ringan. Ibu hamil juga sebaiknya berada di lingkungan yang bersih sehingga baik ibu maupun janin akan terhindar dari berbagai jenis virus dan bakteri.

Selain itu ibu hamil harus rutin melakukan pemeriksaan kandungan ke dokter spesialis kandungan. Hal ini bertujuan agar dokter dapat memantau perkembangan janin dan melakukan upaya agar ibu dan bayi selalu dalam keadaan sehat.

2. Menghindari bayi lahir prematur.

Kondisi kehamilan yang sehat tentu akan menghindarkan bayi dari lahir prematur. Bila kehamilan ibu berjalan lancar dan normal hingga sampai ke masa persalinan maka bayi diperkirakan akan lahir selamat dan lahir normal. Namun bila selama masa kehamilan pernah terjadi gangguan atau masalah lainnya maka bisa saja bayi lahir prematur.

Salah satu penyebab bayi lahir prematur adalah ibu hamil mengalami stres yang berlebihan sehingga kondisi ini berdampak buruk pada janin dan berujung bayi lahir prematur. Bayi yang lahir prematur memang lebih berpeluang untuk mengalami cerebral palsy. Sebab bisa saja bayi ini mengalami gangguan selama masih berada di dalam kandungan.

Gangguan di dalam kandungan bisa saja terjadi jika ibu mengalami kondisi yang tidak kondusif selama masa kehamilan. Misalnya saja ibu mengalami gangguan emosional, ibu mengalami macam-macam penyakit saraf, dan lain sebagainya.

3. Melakukan tes darah sebelum melakukan pernikahan.

Selain menjaga kondisi kehamilan tentunya ibu bisa melakukan tes darah sebelum memasuki pernikahan. Tes darah perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi biologis ibu. Misalnya saja mengetahui Rh ibu. Beberapa kasus cerebral palsy diketahui terjadi karena adanya Rh ibu yang tidak cocok dengan bayi.

Kondisi ini menyebabkan ibu mengeluarkan antibodi yang kemudian dapat menyerang bayinya sendiri. Pada akhirnya kondisi janin bisa saja mengalami gangguan akibat dari serangan antibodi ibu. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan gangguan cerebral palsy.

Maka sebaiknya sebelum menikah lebih baik melakukan tes darah agar dapat mencegah ketidakcocokan Rh yang pada akhirnya dapat menyebabkan bayi mengalami cerebral palsy. [AdSense-B]

4. Memberikan imunisasi secara lengkap.

Cara mencegah cerebral palsy tidak hanya dapat dilakukan selama masa kehamilan saja. Dengan kata lain upaya pencegahan sebenarnya tidak hanya dilakukan pada saat anak masih berupa janin saja. Setelah anak lahir sebaiknya segera diberikan imunisasi secara lengkap untuk menhindarkan bayi dari berbagai macam penyakit yang beresiko menyerang sel saraf otaknya.

Sebab cerebral palsy dapat terjadi jika otak mengalami gangguan atau penyebab penyempitan saraf otak dan kerusakan. Dengan pemberian imunisasi secara lengkap maka bayi diharapkan selalu berada dalam kondisi sehat. Imunisasi juga perlu diberikan pada ibu yang diketahui memiliki Rh yang berpeluang tidak cocok terhadap bayi yang dikandungnya selama masa kehamilan pertama.

Oleh karena itu ibu memerlukan imunisasi agar tidak sampai menimbulkan munculnya cerebral palsy pada anak yang dilahirkannya nanti.

5. Menghindari penyakit toksoplasmosis.

Toksoplasmosis pada dasarnya merupakan infeksi yang terjadi karena adanya parasit. Parasit tersebut ada di dalam kotoran kucing ataupun dalam daging yang dimasak secara kurang matang. Toksoplasmosis pada dasarnya dapat dihindari dengan cara tidak mengonsumsi daging.

Misalnya seperti daging babi atau daging dari hewan lainnya yang tidak dimasak secara matang. Oleh karena itu masaklah daging dengan matang benar agar parasit yang ada di dalamnya dapat mati dan tidak mengganggu kesehatan Anda.

Toksoplasmosis juga dapat dihindari dengan cara menghindari kotoran kucing. Hal ini harus dilakukan terutama oleh ibu hamil agar janin yang ada dalam kandungan selalu berada dalam kondisi sehat hingga pada proses persalinan nanti. Sebab toksoplasmasis merupakan salah satu faktor resiko cerebral palsy sehingga harus dihindari. [AdSense-A]

6. Memperhatikan perkembangan anak.

Setiap anak memang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda. Ada yang cepat berjalan, cepat bicara, tidak dapat merangkak, tidak dapat berlari, dan sebagainya. Namun orang tua harus tetap memperhatikan dan mewaspadai perkembangan anak.

Bila anak tampak lambat dan mengalami keanehan dalam masa pertumbuhan sebaiknya segera periksakan ke dokter. Beberapa kasus cerebral palsy juga terjadi di masa pertumbuhan anak. Seperti terjadinya cedera pada kepala anak yang akhirnya dapat menimbulkan kerusakan pada otak sehingga anak kemudian menderita cerebral palsy.

Bisa juga terjadi kecelakaan lalu lintas yang kemudian mengakibatkan anak atau pengendara mengalami benturan keras sehingga terjadilah cerebral palsy. Banyak hal yang memungkinkan terjadinya cerebral palsy. Oleh karena itu orang tua sebaiknya mengajarkan anak untuk selalu berhati-hati dalam melakukan segala aktivitasnya sehingga terhindar dari kecelakaan.

Selain itu ajarkan anak untuk memiliki gaya hidup sehat agar tak mudah terserang berbagai macam pendarahan otak akibat kecelakaan yang bisa menjadi faktor resiko cerebral palsy.

7. Mencegah penyakit kuning.

Bila bayi terlahir kuning maka kondisi bayi perlu diperhatikan lebih dan segera dicek kesehatannya. Sebab bayi kuning seringkali terjadi jika bilirubin menumpuk secara berlebihan di dalam darah dan akhirnya blirubin ini mengendap di organ hati.

Kondisi ini bisa saja menyebabkan terjadinya cerebral palsy pada bayi. Memang tidak semua bayi yang berwarna kuning mengalami penumpukan bilirubin pada organ hatinya. Namun tidak ada salahnya bila orang tua tetap selalu waspada sehingga bila terjadi suatu penyakit pada bayi tidak akan terlambat penanganannya.

Umumnya dokter bisa tahu lebih pasti mengenai kondisi bayi yang baru lahir sehingga penanganan pada bayi bisa segera dilakukan.

8. Melindungi kepala agar tidak sampai cedera.

Kepala adalah organ penting yang harus selalu dilindungi karena terdapat organ otak di dalamnya. Otak merupakan pusat dari segala aktivitas kita. Sebaiknya lindungilah selalu kepala Anda agar tidak sampai mengalami benturan keras. Sebab benturan yang terlalu keras dapat mengakibatkan terjadinya gegar otak ringan.

Jika otak mengalami gangguan maka kinerjanya tidak akan maksimal. Pada akhirnya terganggunya kinerja otak ini akan berpengaruh pada kemampuan kognitif dan motorik yang lambat laun akan mengalami penurunan kinerja.

Cara mencegah cerebral palsy seperti di atas sebaiknya dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat. Hal ini supaya Anda dan orang-orang yang Anda kasihi terhindar dari bahaya cerebral palsy.