Xerostomia

9 Ciri-Ciri Fisik Anak Autis yang Sangat Mudah Dikenali

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Banyak orang tua bisa jadi kurang paham apa saja ciri-ciri fisik anak autis. Hal ini cukup wajar karena secara fisik terkadang susah untuk membedakan antara anak normal dan sehat dengan anak yang mengalami gangguan saraf atau mental seperti kondisi autisme. Oleh sebab itu memahami apa saja ciri-ciri fisik yang umumnya dialami oleh anak-anak penderita autisme cukup penting.

Karena melalui ciri tersebut, dapat membantu mengetahui sejak dini kemungkinan penyakit autisme pada anak. Sehingga penanganan dan terapi yang tepat juga bisa dilakukan sejak awal. Untuk memberikan informasi terkait dengan penyakit tersebut, berikut ini beberapa ciri fisik anak autis yang sebaiknya diketahui oleh para orang tua.

1. Kepala Berukuran Tidak Normal

Umumnya anak yang menderita autisme bisa dilihat dari ciri fisik anak yang memiliki ukuran kepala kurang normal. Hal ini karena cairan otak anak dengan kondisi menderita penyakit autisme umumnya lebih banyak daripada anak yang tumbuh secara normal.

Oleh sebab itu sebaiknya perhatikan sebaik mungkin, karena bisa jadi saat anak lahir dengan kondisi ukuran kepala yang kurang normal maka bisa merupakan tanda bahwa anak mengalami gejala penyakit autisme.

2. Motorik Kurang Sempurna

Ciri fisik berikutnya bisa diamati dengan jelas dari respon maupun kondisi motorik anak yang kurang sempurna. Umumnya anak yang menderita penyakit autis akan mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya. Termasuk salah satunya yaitu kondisi motorik anak yang tidak seperti anak normal pada umumnya.

Oleh sebab itu jika menemukan keanehan dari respon motorik anak dalam melakukan hal yang fisik seperti misalnya bermain atau merespon terhadap lingkungannya, maka bisa jadi anak mengalami kondisi penyakit autisme. Sehingga ada baiknya segera konsultasikan pada dokter yang kompeten untuk bisa mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

3. Otot Tubuh Melemah

Ciri berikutnya bisa dilihat pula pada kondisi otot tubuh anak yang lebih lemah dari pada teman-teman sebayanya. Karena biasanya anak yang menderita bahaya autisme cenderung untuk tidak banyak melakukan kegiatan secara fisik dan menjadi tidak fokus dalam melakukan perkembangan fisik tubuhnya.

Oleh sebab itu perhatikan kondisi otot tubuh anak terutama sejak anak baru lahir. Lihat secara perlahan bagaimana perkembangan otot tubuh anak. Jika mengalami keterlambatan dan cenderung melemah, maka bisa jadi terdapat kemungkinan bahwa anak menderita kondisi yang kurang normal seperti misalnya akibat autisme.

4. Pandangan Mata Melemah

Perhatikan pula ciri-ciri fisik anak autis seperti misalnya berupa pandangan mata anak yang seolah meredup dan lemah. Karena anak yang autis umumnya tidak bisa fokus dengan baik kepada satu hal. Mereka lebih banyak tidak bisa berkonsentrasi atau mudah terpecah konsentrasinya.

Oleh sebab itu jika diajak berkomunikasi anak yang menderita kondisi autisme akan memalingkan pandangan dan cenderung memiliki pandangan mata yang kurang fokus. Tidak sama seperti anak yang normal yang sanggup merespon melalui pandangan mata yang tegas dan pasti. [AdSense-B]

Oleh sebab itu sebaiknya perhatikan dari cara anak merespon sesuatu. Termasuk melihat kondisi pandangan mata anak saat diajak berkomunikasi atau melakukan sesuatu hal.

5. Terlambat Bicara

Sudah cukup umum bila ciri fisik penderita komplikasi autisme salah satunya yaitu mengalami keterlambatan bicara. Hal ini karena umumnya anak penderita autisme seolah memiliki fokus dan dunia sendiri sehingga sering acuh terhadap orang lain di sekitarnya.

Akibatnya anak susah memulai atau melakukan komunikasi dengan sekitarnya. Sehingga hal ini memicu anak untuk malas memulai pembicaraan dan berakhir dengan kondisi anak yang terlambat bicara. Oleh sebab itu sebaiknya cek kondisi anak kapan mulai memiliki banyak kosa kata dalam belajar berbicara.

Karena hal ini bisa jadi merupakan tolok ukur kondisi anak apakah tumbuh dengan normal ataukah menderita kondisi seperti misalnya gejala penyakit autisme yang berbahaya bagi tumbuh kembang anak.

6. Tangan Lebih Aktif

Adapun ciri fisik yang lainnya termasuk yaitu memiliki tangan yang lebih aktif dibandingkan anggota tubuh yang lainnya. Karena kebanyakan anak dengan kondisi autisme umumnya lebih banyak melakukan hal secara fisik dari pada dihadapkan pada kondisi harus berkomunikasi dengan orang lain. Anak penderita autisme umumnya memiliki dunia tersendiri dan susah untuk berkonsentrasi pada hal lain yang ada di sekitarnya. [AdSense-A]

Oleh sebab itu jika menemui anak dengan kondisi tangan yang terlampau aktif, maka salah-salah bisa jadi hal ini merupakan ciri dari cikal bakal timbulnya penyakit autis. Sehingga ada baiknya melihat kecenderungan saat anak terlalu aktif tersebut.

7. Suka Menggerakkan Kepala

Sering kali anak autis memang tidak bisa diam. Oleh sebab itu cukup normal jika penderita penyebab autisme sering kali suka menggerakkan kepala tanpa aturan atau tanpa penyebab yang jelas. Jika anak sering kali melakukan hal ini tanpa sebab, maka bisa jadi anak menderita kondisi autisme yang terlihat sejak awal.

Karena saat anak terlalu banyak menggerakkan kepala, maka bisa jadi merupakan tanda awal mula kondisi anak yang hiperaktif dan tidak bisa diam. Sebaiknya hal ini dipandu dengan terapi tumbuh kembang supaya perkembangan anak tetap normal dan maksimal.

8. Warna Kulit Pucat

Masih banyak orang tua yang kurang mengetahui hubungan antara warna kulit dengan kondisi mental dan perilaku anak. Oleh sebab itu ada baiknya melihat apakah kulit anak berwarna pucat atau cenderung segar. Karena bila cenderung berwarna pucat maka kemungkinan terserang kondisi autisme akan jauh lebih besar daripada anak dengan warna kulit segar dan sehat.

Oleh sebab itu perhatikan jika wajah anak terlihat pucat, karena mungkin saja hal tersebut terjadi akibat dari ciri autisme. Namun akan lain halnya jika hal ini terjadi karena masalah dengan pigmen kulit atau karena merasa kelelahan sehingga suplai pembentuk sel darah merah menjadi menurun.

9. Tidak Merespon

Hal yang paling mudah dilihat yaitu dari respon anak saat dipanggil namanya. Karena kebanyakan anak autis umumnya merasa cuek dan tidak peduli pada orang yang ada di sekitarnya. Oleh sebab itu perhatikan anak Anda dengan baik, apakah jarang memberikan respon saat dipanggil atau akan dengan cepat melakukan respon.

Jika sering kali anak tidak merespon panggilan atau komunikasi dari orang lain di sekitarnya, maka kemungkinan besar anak tersebut mengalami kondisi autisme. Untuk lebih yakin sebaiknya bawa anak melakukan konsultasi dan melakukan pemeriksaan menyeluruh yang tepat untuk mengatasi kondisi anak tersebut.

Itulah beberapa ciri-ciri fisik anak autis. Dengan mengetahui secara pasti apa saja tanda dan ciri dari gejala autisme pada anak-anak, maka terapi serta penanganan yang tepat sejak dini bisa dilakukan. Sehingga kondisi anak yang diperkirakan mengalami autisme tidak makin parah dan bisa diatasi sedini mungkin.

Dengan demikian pertumbuhan serta perkembangan anak tetap normal dan bahkan diharapkan bisa pulih dari kondisi penyakit autisme yang dideritanya.