Xerostomia

7 Ciri-Ciri Anak Autis Ringan Sebaiknya Diperhatikan Orang Tua

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sering kali ada banyak ciri-ciri anak autis ringan yang terlewatkan oleh para orang tua. Hal ini cukup wajar karena gejala yang minim bisa saja membuat orang tua berpikir bahwa anaknya baik-baik saja. Apalagi tidak ada kecenderungan sejak dini bahwa anak mengalami kondisi penyakit autisme. Sehingga orang tua berpikir pertumbuhan mental dan fisik anak tidak mengalami kondisi yang berbeda satupun.

Namun tentunya hal inilah yang membuat autisme pada anak tumbuh dengan cara yang tidak sengaja. Karena sering kali tidak diperhatikan, maka ciri-ciri ringan ini terabaikan begitu saja. Supaya hal ini dapat dihindari, maka sebaiknya para orang tua lebih baik waspada dan mengawasi pertumbuhan anak dengan baik. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa ciri-ciri anak autis ringan yang mudah terbaca saat usia anak masih dini.

1. Susah Memahami Sesuatu

Sering kali anak yang tidak dapat memahami sesuatu dipandang sebagai hal yang wajar oleh orang tua. Tanpa menyadari bahwa hal ini bisa saja menjadi salah satu ciri bahwa ternyata anak mengalami kondisi mental yang berbeda.

Oleh sebab itu ada baiknya jika orang tua memperhatikan dengan benar apakah kondisi ini berlarut-larut atau hanya terjadi sementara saja. Apabila memang anak susah untuk menangkap maksud sesuatu yang diberikan oleh orang tua, maka sebaiknya segera lakukan konsultasi. Karena bisa jadi ini merupakan gejala dini yang mengarah pada autis dan tidak disadari oleh orang tua.

2. Komunikasi Yang Kurang Lancar

Anak yang terlambat bicara dan susah untuk berkomunikasi sejak dini sering kali dianggap remeh oleh para orang tua. Terutama jika bukan anak pertama dan berdalih bahwa hal ini sebenarnya normal saja. Akan tetapi ada ciri khusus dimana perkembangan komunikasi yang terhambat ini merupakan salah satu gejala autisme. Oleh sebab itu sebaiknya catat perkembangan komunikasi anak dengan seksama.

Sekalipun tidak dapat bicara tepat waktu, anak normal umumnya bisa mengungkapkan sesuatu dengan jelas. Akan tetapi anak yang mengalami kondisi autisme lebih tepatnya memang susah untuk melakukan komunikasi pada orang lain di sekitarnya bahkan termasuk pada orang tuanya sendiri. Hal ini yang menandakan bahwa anak mengalami kondisi autisme sejak dini tetapi gejalanya terabaikan atau terlewatkan oleh orang tua.

3. Perkembangan Fisik Yang Terlambat

Ciri-ciri anak autis ringan berikutnya yaitu apabila mengalami pertumbuhan serta perkembangan fisik yang tidak lancar atau terhambat. Beberapa orang tua menganggap bahwa hal ini merupakan suatu hal yang wajar. Padahal bisa jadi perkembangan yang terlambat ini merupakan salah satu ciri autisme yang terabaikan. Oleh sebab itu sebaiknya selalu konsultasikan pertumbuhan anak secara teratur pada dokter anak. Sebaiknya catat apa saja yang membuat anak tertinggal berkembang secara fisik.

Tentunya ada rentang waktu yang wajar untuk keterlambatan anak secara fisik. Apabila dokter telah menyatakan terlambat dan tidak lagi waktunya, maka sebaiknya orang tua mulai mengambil sikap yang tepat. Supaya kondisi yang dialami oleh anak tersebut tidak menuju pada kondisi autisme yang pada akhirnya nanti dapat mengganggu perkembangan anak secara keseluruhan. Dengan terapi yang tepat umumnya hal ini bisa diatasi dengan baik sejak awal. [AdSense-B]

4. Berperasaan Sensitif

Tanpa kita sadari sering kali anak yang sensitif dan terlalu perasa bisa jadi mengalami kelainan kondisi pada sarafnya. Oleh sebab itu sebagai orang tua sebaiknya awasi dengan tepat apakah anak yang kita didik dan besarkan termasuk memiliki perasaan yang sangat sensitif. Dalam hal ini umumnya anak dengan gejala ringan kondisi penyebab autisme akan lebih mudah untuk tersinggung sehingga mudah merasa marah dan cepat menangis atau rewel.

Hal ini bisa dilihat saat kondisi anak yang sedang bermain tiba-tiba mengalami perubahan kondisi emosi tanpa penyebab. Sebaiknya hal ini segera dikonsultasikan pada dokter anak untuk mendapat penjelasan yang tepat apakah hal ini merupakan awal dari gejala kondisi penyakit autisme atau tidak. Karena bila anak mudah rewel dan sensitif tanpa sebab maka bisa jadi ini merupakan gejala awal dari kondisi autisme tersebut.

5. Mengabaikan Lingkungannya

Salah satu ciri terbesar dari bakal autisme umumnya yaitu bila anak merasa terlalu cuek dan acuh terhadap lingkungannya. Oleh sebab itu salah satu hal yang sebaiknya diperhatikan adalah salah satu gejala tersebut. Misalnya apakah anak sejak awal tidak mau memperhatikan orang lain di sekitarnya atau susah untuk mengabaikan orang lain yang mengajak berkomunikasi dengannya. [AdSense-A]

Karena ciri ringan yang bisa saja terlihat sejak awal salah satunya yaitu bila anak dengan mudahnya selalu mengabaikan lingkungan sekitarnya. Baik itu teman bermainnya maupun komunikasi dengan orang terdekatnya.

Apabila gejala tersebut terlihat samar, sebaiknya tanyakan saja pada dokter yang menangani tumbuh kembang anak secara psikologis. Sehingga dapat diketahui apakah anak cenderung mengalami autisme atau tidak.

6. Susah Fokus

Ciri berikutnya yaitu jika anak susah untuk fokus terhadap suatu hal. Kebanyakan anak yang mengalami komplikasi autisme tidak dapat fokus dengan pasti dan jelas. Oleh sebab itu sebaiknya perhatikan dengan seksama apakah anak dapat fokus melakukan sesuatu atau sering kali tidak fokus dan berpindah-pindah aktivitas.

Apabila anak memang sering kali cepat berganti-ganti kegiatan dalam bermain, maka bisa jadi hal ini merupakan salah satu ciri dia mengalami kondisi autisme dan butuh untuk terapi maupun penanganan lebih lanjut.

Karena umumnya anak yang tidak fokus pada akhirnya nanti bisa mengarah pada kondisi penyakit autisme tersebut dan membutuhkan terapi yang tepat untuk mendukung pemulihannya.

7. Terlalu Aktif

Sebaiknya berhati-hati juga apabila mendapati anak yang terlalu aktif dalam melakukan sesuatu. Dalam hal ini yaitu anak tidak bisa diam sama sekali dan sering kali mencari-cari kegiatan yang akan dilakukannya. Walaupun  kondisi tersebut terlihat sepele, namun anak yang hiperaktif atau tidak bisa diam sama sekali bisa mengarah pada kondisi autisme.

Karena dalam hal ini mereka susah untuk fokus melakukan suatu aktivitas tertentu dan memilih untuk banyak bergerak ke sana dan kemari sehingga perhatiannya teralihkan setiap waktu dan tidak fokus pada satu kegiatan saja. Oleh sebab itu jika menemui anak yang hiperaktif sebaiknya konsultasikan pada dokter apakah kondisi tersebut masih wajar atau membutuhkan penanganan yang lebih tepat dan terarah.

Itulah beberapa ciri-ciri anak autis ringan yang sebaiknya diwaspadai dan diketahui sejak dini. Sebaiknya apabila ada perbedaan yang mendasar pada pertumbuhan anak jangan dicuekkan begitu saja. Tetapi alangkah baiknya jika diperhatikan dengan seksama apakah memang menjurus pada kondisi bahaya autisme.

Jika memang menunjukkan gejala tersebut, maka ada baiknya segera konsultasikan pada dokter anak yang kompeten dalam bidang tersebut. Sehingga penanganan dapat dilakukan sejak dini dan tidak mengalami keterlambatan dalam proses penyembuhan. Dengan demikian pertumbuhan anak menjadi lebih maksimal dan terhindar dari resiko autisme yang makin parah di kemudian hari.