Tips Kesehatan

Mudik Lebaran Rentan Kejahatan Hipnotis, Bagaimana Menyiasatinya?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Puncak-puncaknya arus mudik lebaran bukan hanya kemacetan yang perlu diantisipasi, melainkan juga tindak kejahatan dalam bentuk gendam atau hipnotis yang dapat terjadi di manapun, kapan pun dan pada siapapun. Ada banyak korban hipnotis orang tak dikenal yang awalnya hanya ditepuk bagian bahunya, lalu tahu-tahu harta bendanya sudah tak ada lagi.

Tak hanya tepukan pada bahu, tatapan mata pun bisa jadi awal hipnotis dan keraiban benda-benda berharga yang dibawa lho. Namun dilansir dari Detik Health, menurut dr Wira Prasetya selaku ahli hipnoterapi sendiri, hipnotis tak dapat dipergunakan sebagai motif kejahatan karena pada dasarnya orang-orang tak bisa dipaksa untuk melakukan yang mereka tidak ingin lakukan oleh tindakan hipnotis.

Hipnotis menjadi istimewa karena penyampaian pesan dari pelaku terhadap korbannya, sehingga hal ini menjadikan korban seakan terdorong untuk melakukan apa yang diminta oleh si pelaku. Pada dunia medis sendiri, hipnoterapi atau hipnosis merupakan sebuah terapi susah tidur atau juga untuk penderita gangguan kejiwaan dan mental, seperti gangguan kecemasan, stres, kecanduan suatu hal, atau juga ketakutan berlebih (fobia).

Para pemudik dapat dengan mudah terhipnotis atau tergendam karena faktor fisik dan mentalnya yang sedang lelah di perjalanan sehingga tingkat konsentrasinya menurun. Lalu, langkah apa yang sebaiknya dilakukan apabila ada orang asing yang mendekat dan bahkan berani menepuk bahu kita?

  • Meski bahu ditepuk, pastikan untuk tak mengobrol dengan orang tersebut.
  • Jika orang tersebut mengajukan pertanyaan, hindari memberi jawaban panjang lebar.
  • Ajuan pertanyaan dari si pelaku biasanya untuk memancing empati korban supaya terperangkap dan terlibat dalam pembicaraan.
  • Bila telanjur mengobrol dan berbicara panjang dengan orang tersebut, segera putuskan komunikasi yang sedang berjalan, lalu menjauhlah secara sopan.
  • Jangan sampai penampilan luar seseorang yang tidak kita kenal itu mengalihkan perhatian kita, sebab menurut dr Wira, penampilan pelaku-pelaku kejahatan dengan metode hipnotis justru rapi, cantik/tampan, bergaya eksekutif, sopan, dan tak seperti orang yang punya niat jahat tentunya.
  • Berdoa adalah yang utama saat maupun sedang dalam perjalanan mudik agar terlindung dan terluput dari orang-orang yang punya niat tak baik.
  • Sekalipun fisik sedang lelah-lelahnya, jangan sampai melamun dan tetap berusaha fokus.
  • Jangan sendirian apalagi ketika tempatnya sepi; kalaupun mudik sendiri, carilah tempat banyak kerumunan orang saat menunggu jemputan ataupun transportasi.
  • Jangan karena terlalu waspada, lalu kita terlihat begitu panik saat ada seseorang yang mendekati. Jika sampai menampakkan sikap panik, ini bisa jadi sasaran empuk si pelaku.

Selalu berhati-hati di manapun Anda berada dan tetap tenang serta fokus. Akan lebih baik juga kalau Anda tak membawa benda-benda berharga yang kiranya tak terlalu penting untuk Anda bawa pulang kampung supaya dalam perjalanan pun lebih nyaman dan rileks.