Tindakan Medis

Transiluminasi – Penjelasan Lengkap

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kegiatan mendiagnosa suatu penyakit adalah sebuah hal yang sangat penting. Ketepatan dan kecepatan dalam mendiaknosa sutu penyakit sangat berhubungan dengan ketepatan dan kecepatan dalam menangani suatu penyakit. Terkadang sebuah penyakit yang terlambat di diagnosa akan menyebabkan akibat yang berbaya bagi pasien itu sendiri. Hal ini karena terkadang beberapa penyakit dapat mengakibatkan kematian atau kelumpuhan dan kehilangan beberapa fungsi organ tubuh.

Metode untuk mediaknosa penyakit suatu pasein itu sendiri memiliki ragam yang sangat banyak. misalnya untuk mendiaknosa penyakit leukimia atau anemia bisa melaluai jalan tes darah. Namun, terkadang hasil dari diagnosa itu sendiri memiliki waktu yang cukup lama untuk dapat dilihat hasilnya. Tapi, ada metode untuk mendiagnosa penyakit suatu pasien denagn cara yang lebih ceapt. Metode ini sendiri disebut dengan transiluminasi. Sebuah metode yang jamak di gunakan untuk mendiagnosa penyakit seorang pasien dengan cepat.

Metode transiluminasi sendiri sering digunakan untuk mendiagnosa beberapa penyakit. Biasanay penyakit yang didignosa adalah penyakit yang bisa dilihat secara umum di dalam tubuh seseorang. Untuk lebih mengenal dan mengetahui apa itu transiluminasi maka sebaiknya kita memperhatikan beberapa hal seperti berikut.

Pengertian Transiluminasi

Transiluminasi atau dalam bahasa lain di sebut denagn transillumination meruapakan sebuah metode mendiagnosa penyakit dengan bantuan cahaya. metode ini menggunakan cahaya untuk mendeteksi kelianan dalam tubuh seorang pasien. Metode mudah untuk memahami trasiluminasi ini sendiri dapat kita lakukan sendiri. rapatkan jari tangan kita kemudian letakan sumber cahaya di bawah jari-jari tangan kita. Ketika cahaya melewati lapisan jaringan pada jari tangan, maka kita bisa melihat beberapa pembuluh darah di dalamnya. Hal tersebut adalah metode sederhana yang bisa kita lakukan untuk dapat memahami transiluminasi itu sendiri.

Metode transiluminasi sendiri secara garir besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu

  1. Microscopy Transiluminasi pada metode ini sendiri dilakukan dengan mengambil sampel jaringan pada pasien. Sampel jariangan itu sendiri kemudian akan disinari denagn cahaya tertentu. Penyinaran ini sendiri biasanay menggunakan teknik tertentu dan melalui beberapa proses.
  2. Transiluminasi Medis metode ini adalah metode yang jamak digunakan dalam beberapa kasus untuk dapat mendeteksi kebearadaan suatu kelainan jaringan pada pasien. Contoh sederhana dari metode ini adalah penyinaran jari tangan tadi. Jari tangan akan menyalah merah terang. Hal ini dikarenakan aliran darah menyerap gemlombang cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya tersebut. Penggunaan metode ini sendiri biasanay di tujukan untuk mendiaknosa beberapa jenis penyakit seperti kanker payudara dana beberapa masalah pada skrotum.

Biasanya pada proses penyinaran ini sendiri jaringan yang mengalai gangguan akan menunjukan gejala tertentu saat dilalui oleh gelombang cahaya. Pada kasus tertentu jaringan yang megalami masalah akan menujukan bagian yang gelap. Hal ini karena gelombang cahaya tak bisa melewati jaringan tersebut. Setelah adanaya tanda-tanda seperti itu kemudian barulah dapat di tentukan metode pengobatan yang tepat dan sesuai.

Penggunaan Metode Transiluminasi

Penggunaan metode transiluminasi sendiri memiliki ruang lingkup penggunaan yang cukup luas. Beberapa jenis pemyakit dan kelianan dalam tubuh manusia kadang dapat di identifikasi menggunakan metode transiluminasi ini sendiri. Meskipun biasanya metode diagnosa yang menggunakan transiluminasi meruapan sebuah deteksi awal saja.

Beebrapa penyakit yang biasa di deteksi melalui trasniluminasi seperti

  1. Hydrocephalus penggunaan metode transiluminasi ini sendiri digunakan untk melihat bagian kepala dari pasien. Seberapa besar kandungan cairan yang berada di dalam kepala. Untuk mengobati hydrocephalus sendiri biasannya melalui cara pengeluaran cairan dari dalam kepala. apabila kondisi hydrocephalus ini dibiarkan maka dapat membahayakan dari kondisi pasien itu sendiri.
  2. Hydrocele kondisi adalah diamana adanaya lubang yang terdapat dalam skrotum. Keberadaan lubang ini sendiri menyebabkan adanya cairan yang bocor ke dalam skrotum. Lubang ini biasanaya akan menutup sendiri atau jika dalam keadaan kritis maka pasien akan mengalami operasi lanjutan. Keadaan ini biasanay terjadi pada bayi yang baru lahir.
  3. Hydranencepahly kondisi ini meruapakn sebuah kondisi medis yang cukup langka. Dimana bayi yang baru lahir memiliki kekurangan pada bagian kepala. kekurangan ini berupa tidak lengkapnya bagian otak dari bayi tersebut. kondisi ini sendiri memutuhkan penangan yang cukup serius.
  4. Retak Pada Gigi metode transiluminasi ini sendiri dapat digunakan untuk mengidentifikasi beberapa ganguan yang terajdi pada gigi. Seperti keretakan dan beberapa luka lain.
  5. Penyakit Mata transiluminasi pada organ mata digunakan untuk mendetekasi beberapa penyakit seperti kista atau katarak dan tumor atau kanker pada organ mata. Selain itu metode ini sendiri juga dapat digunakan untuk mengecek kesehatan organ mata itu sendiri.

Proses Transiluminasi

Proses pemeriksaan transiluminasi sendiri tergolon cepat dan cukup sederhana untuk dilakukan. Biasnay proses ini sendiri akan dilakukan pada ruangan gelap. Hal ini untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Proses ini sendiri biasanya dilakukan dengan cara dokter akan memberikan penyinaran pada area terdekat dari organ yang akan mengalami pemeriksaa. Dari penyinaran ini dokter dapat menetukan keadaan dari suatu organ tersebut. apakah penyakitnya dalam kondisi berbahaya atau tidak.

Penentuan kondisi penyakit pasien ini sendiri dapat dinilai dokter dari warna organ yang disininari. Pada organ normal biasanaya akan berwarna merah terang, karena sel darah merah yang menyerap gelombang cahaya. selain warna kondisi lain yang bisa dijadikan acuan seperti ada tidaknya area gelap disekita organ yang mengalami penyinaran. Hal ini karena biasanay beberapa organ yang mengalami gangguan akan menunjukan adanya titik gelap yang tak bisa dilalui oleh cahaya, akibat kepekatan yang terjadi.

Ketika di deteksi adanaya ganguan pada organ tertentu maka dokter akan denagn segera memberitahukan pada pasien. Setelah itu dokter akan menyarankan pasien untuk mendapatan pengobatan yang lebih lanjut untuk dapat mengurangi kemungkinan semakin parahnya penyakit yang diderita oleh pasien.

Penggunaan Metode Transiluminasi Pada Pasien Sinusitis

Sinusitis merupakan sebuah gejala infeksi yang terjadi pada mukosa paranasal.  Biasanya penyakit ini terjadi akibat peradangan. Gejala awal yang sederhana berupa flu biasa. Namun, jika pada gejala flu ini sendiri mengakibatkan terjadinya peradangan maka akan menyebabkan penyakit sinusitis. Penyakit sinusitis sendiri biasanya dapat dibahi menjadi dua macam. Apabila infeksi hanya terjadi pada salah satu sinus maka biasanay disebut sebagai pansinusitis. Jika infeksi menyerang pada beberapa sinus maka biasa adisebut multisinusitis.

Sinus sendiri terdiri dari 8 buah. Pada kiri dan kanan masing-masing terdapat empat pasanga sinus. Jenis sinus yang ada pada manusia seperti sinus frontal yang masing-masing satu buah pada kiri dan kanan, sinus ethmoid masing-masing satu buah pada kiri dan kanan, sinus maksila juga masing-masing terdiri dari satu buah pada kiri dan kanan, serta yang terakhir adalah sinus sfenoid yang juga terdiri dari satu buah pada kiri dan kanan. Sinus ini sendiri dilapisi oleh kelenjar mukosa yang masing-masing berhubungan pada rongga hidung.

Sinus sendiri memiliki beberapa fungsi yang sangat penting bagi tubuh, seperti

  1. Memiliki fungsi untuk membentuk pertumbuhan wajah, pada sinus sendiri terdapat sebuah rongga udara. Keberadaan rongga udara ini memudahlan tulang untuk tumbuh. Jika tak ada rongga ini maka tulang yang tumbuh akan saling mendesak denagn bagian tulang lain.
  2. Sebagai pengatur udara pengaturan udara ini sendiri berfungsi seperti air conditioning yang sering kita temukan.
  3. Memperingan cranium dengan adanaya kantong udara yang ada pada sinus, hal ini membantu untuk mengurangi bobot cranium bagi tubuh. Jika tak ada kontong udara pada sinus,maka bobot cranium sendiri akan bertambah
  4. Sebagai ruangan untuk resonansi suara yang dikeluarkan oleh mulut dan organ yang berhubungan.
  5. Membantu produksi mukus yang berfungsi untuk menyaring beberapa benda-benda asing yang masuk melalui hidung.

Bisanya jika terjdi seniah infeksi pada  bagian kelenjar, maka akan menyebabkan bagian yang bertugas untuk memproduksi mukus akan saling melekat. Bagian yang melekat ini biasanya terjadi pada ruang sinus yang saling berhadapan satu samal lain. Jika kedua bagian yang memproduksi mukus ini saling melekat maka akan menyebabkan terjadinya gangguan pada produksi mukus. Ganguan ini biasanya berupa kelenjar yang dihasilkan akan lenih pekat daripada biasanya. Kelenjar yang pekat ini merupakan tempat yang sangat pas untuk dijadikan media tumbuh bagi beberapa patogen yang ada di udara.

Jika hal tersebut dibiarkan maka akan timbul infeksi yang semakin parah. Kemungkinan lain yang terjadi dalah akan timbulnya penyakit baru yang dapat mengganggu inerja dari pernafasan kita seperti polipoid, hioertrofi dan pembentukan kista. Polip ini sendiri dikarekana tumpukan kelenjar mukosa yang berada dalam ruangan yang menghubungkan antara sinus dengan rongga hidung. Kelenjar mukosa yang terkumpul secara kelamaan akan membuat semacam percabangan yang dapat mengganggu jalur pernafasan dari pasien polip itu sendiri.

Jenis-jenis sinus sendiri dapat dibagi menjadi beberapa kelas dan bagian, seperti

  • Sinusitis maksilaris atau biasa disebut juga antrum Higmore.
  • Sinusitis Ethmoidalis biasanya gejala ini sangat lazim ditemukan pada anak.
  • Sinusitis Frontalis gejala sinus ini biasanay selalu berbarengan dengan gejala sinusitis Ethmoidalis.
  • Sinusitis Sfenoidalis sebuah gejala sinus yang sering di ikuti dengan jenis gejala sinus yang lainnya.

Biasanya pada mereka yang mengalami ganggguan sinusistis akan dapat mengalami beberapa hal seperti kepala pusing, gangguan pernafasanan sebagai penyebab dada sesak. Jika dibiarkana sinusitis dapat menjalar menjadi penyakit lain seperti polip, stroke, meningitis, asma dan beberapa penyakit berbahaya lain.

Untuk medeteksi keadaan ini  biasanaya dapat menggunakan beberapa metode diagnosa yang ada. Namun, yang paling cepat digunakan adalah emnggunakan metode transiluminasi. Pada metode ini sendiri biasanya akan digunakan dua buah sumber cahaya seperti lampu senter kecil. Kedua lampu tersebut akan diletakan masing-masing pada organ sinus yang berada di bawah kantung mata. Untuk beberapa saat dokter akan melihat rekasi yang terjadi pada organ sinus tersebut. Pada sinus yang mengalami gangguan maka warna yang terlihat adalah suram dan gelap. Hal ini berhubungan dengan penumpukan beberapa mukosa yang ada pada organ tersebut. Warna yang terlihat inilah yang menjadi salah satu acuan untuk dapat menentukan jenis sinusitis yang dialami oleh pasien tersebut.

Kekurangan Transiluminasi

Perlu dipahami lebih dahulu bahwa transiluminasi ini sendiri meruapakan sebuah metode awal yang kemudian akan dilanjutkan oleh beberapa metode lain yang lebih akurat. Hasil yang didapat dari pemeriksaan memalui metode Transiluminasi ini sendiri tak bisa sepenuhnya dijadikan acuan bagi dokter untuk menemtukan secara pasti jenis gejala penyakit serta tingkatanannya. Namun, hasil dari pemeriksaan ini sendiri bisa dijadikan sebuah pertimbangan untuk lebih terfokus pada area yang diidentifikasi memiliki kelainan tersebut.

Nah, itu tadi beberapa informasi menganai metode Transiluminasi. Metode ini sendiri merupakan sebuah metode tercepat untuk dapat mendiagnosa gejala penyakit pada pasien. Namun, hasil yang ada masih harus melalui serangkaian pengujian lain yang lebih komplit dan lebih pasti. Semoga informasi tadi bermanfaat.