Categories: Sumber Penyakit

3 Bahaya Cakaran Kucing di Tubuh Manusia

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kucing adalah binatang yang sangat digemari, bahkan kucing sangatlah lucu dan imut. Kucing biasa maupun kucing hias banyak digemari oleh masyarakat umum terutama bagi para gadis, namun taukah bahwa dibalik kecantikan, kelucuan dan keimutan kucing juga memiliki bahawa bagi pemiliknya atau orang orang yang ada disekitarnya. Kucing sering kali memanjat kesana dan kesini, kucingnuga memiliki cakar yang tajam dan dia akan mencakar bila ia sedang marah. Padahal cakaran kucing sangat berbahaya juga bagi kesehatan tubuh manusia. Oleh sebab itu anda harus benar-benar baik dalam menjaga dan merawat kucing anda agar jangan sampai terkena cakaran kucing. Jangan lupa juga untuk sering membawanya ke dokter hewan atau ke salon kecantikan untuk merawat kesehatan tubuh kucing tersebut.

Tak hanya cakarannya saja yang berbahaya bulu kucing juga berbahaya untuk kesehatan tubuh manusia. Anda harus tahu apa saja bahaya bulu kucing bagi kesehatan  tubuh manusia. Air liur kucing juga berbahaya sebab terdapat kuman Bartonella Henselea yang cukup berbahaya jika sampai masuk ke dalam tubuh manusia. Untuk ittu ketika setelah megang kucing lebih baik mencuci tangan. Berikut ini beberapa bahaya akibat cakaran kucing yang harus kita ketahui :

  1. CSD atau Cat Scratch Disease

Penyakit ini biasa disebut dengan Cat Scratch Disease (CSD). Gejala awalnya adalah demam, dimana demam ini disebabkan karena adanya bakteri , biasanya bakteri ini bisa hilang dengan sendirinya. Biasanya demam naik turun pada penderita CSD. Demam juga merupakan tanda tubuh mengalami infeksi dan merupakan tanda virus akibat bekas cakaran kucing sedang menginfeksi sistem imun manusia.
Selain cakaran, penyakit ini berasal dari jilatan kucing. Gejala lainnya terkena penyakit ini berupa malaise atau perasaan tidak nyaman, lesu dan kurang bersemangat seperti orang yang terkena anemia. Saat terkena penyakit ini biasanya kelenjar limfe akan membengkak setelah 2 minggu terkena cakaran kucing, hal itu disebabkan oleh luka karena cakaran kucing akan mudah terkena virus. Bengkak setelah dicakar kucing ini biasanya berwarna merah dan kadang terasa sakit bahkan ada yang sampai berdarah. Komplikasi pada penyakit CSD akibat cakaran kucing bukan tidak mungkin tidak terjadi, penyakt CSD ini akan membawa komplikasi seperti berikut ini:

  • Penyakit barah. Tahukah anda penyakit apa ini?, memang penyakit ini sedikit asing. Penyakit barah sejenis penyakit karena infeksi dimana disertai dengan nanah di dalamnya. Penyakit ini seperti penyakit kulit bisul. Bisul ini sangat gatal dan sangat mengganggu. ( Baca juga : Cara menghilangkan bisul di paha  – Jenis-jenis bisul ).
  • Membuat parah penyakit diabetes. Hati-hati bagi penderita diabet yang memelihara kucing, diabetes basah jika terkena cakaran kucing tidak akan bisa mengering dalam waktu yang singkat sehingga luka itu akan tetap menganga dalam waktu yang lama. Luka tersebut akan menimbulkan bau busuk dan menyengat. ( BACA JUGA : Gejala diabetes )

Tips Mencegah CSD

Ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk mencegah penyakit Cat Scratch Disease (CSD). Berikut ini adalah pencegahannya :

  • Selepas memegang kucing alangkah baiknya jika membasuh tangan atau mencuci tangan sebelum melakukan aktivitas lain. Anda harus tahu bagaimana cara mencuci tangan yang benar dan steril agar virus dan kuman di tangan anda menghilang.
  • Jangan terlalu sering membelai kucing atau bersentuhan dengannya, karena tubuh kucing pun mengandung virus Bartonella Henselea yang ada pada kutu kucing dan dibawa oleh kucing
  • Jika senang merawat kucing, maka sering-seringlah memandikan kucing agar kucing tetap bersih dan terjaga dari kutu kucing yang membawa virus Bartonella Henselea itu
  • Apabila ada kucing sedang bertengkar jangan coba-coba meleraikannya, agar tidak terkena cakaran kucing.

2. Rabies 

Siapa sangka jika cakaran kucing membawa virus rabies. Umumnya virus rabies ada pada anjing dan rubah namun kucing pun bisa membawa penyakit ini. Sebenarnya rabies tidak disebabkan cakarannya, namun air liur kucing yang ada di kaki kucing. Kita tahu bahwa kucing juga suka menjilati kakinya. Air liur itu menempel disana kemudian digunakan untuk mencakar itulah yang menyebarkan virus rabies. Virus rabies ini mudah sekali untuk menyebar, tapi ternyata virus ini mudah pula dimatikan.Yaitu dengan cara dipanaskan, menggunakan deterjen, menggunakan sabun dan membuat suhu tubuh menjadi asam maupun basa. Orang yang menderita penyakit rabies ini harus benar-benar secepatnya ditangani, agar tidak menular kemana-mana

Cara Mengatasi Rabies

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasi rabies :

  • Cuci bekas cakaran. Segera mencuci tubuh yang terkena cakaran kucing yang membawa virus rabies agar tidak menular, gunakan sabun atau ditergen untuk membersihkan nya, karena itu adalah benda efektif yang dapat digunakan untuk membasmi virus rabies
  • Dapatkan pertolongan medis. Sebelum virus itu benar-benar menyebar, maka segeralah membawanya ke pusat kesehatan agar diberi vaksin rabies pada manusia  untuk menghindari rabies.
  • Serum. Gunakan serum anti rabies. Anda bisa mendapatkannya di apotek atau di tempat medis.
  • Kontrol dokter. Rutinlah periksa kedokter agar penyakit rabies tidak merajalela dan menguasai tubuh

3. Penyakit Jantung 

Menurut Jon seperti yang dilansir oleh viva.co.id akibat dari cakaran kucing membuat bakteri streptokokus mudah masuk melalui aliran darah, setelah terkena cakaran kucing, jangka waktu enam hari dia menjadi lemas dan mengalami flu. Pada saat ia terbangun jari manis kirinya menjadi bengkak dan berubah warna menjadi warna ungu dan itu merupakan tanda keracunan pada darah.

Setelah dilakukan beberapa tes Jon dinyatakan mengalami gagal jantung dan juga pada organ lainnya seperti paru-paru, hati serta ginjal. Bahkan jantungnya pernah berhenti berdetak selama beberapa detik sebelum akhirnya berdenyut kembali. Bakteri streptokokus itu telah masuk dan meracuni darahnya sehingg membuat kinerja organ di dalam tubuh menjadi terganggu.

itulah sebabnya kita harus menjaga diri dari cakaran, bulu kucing dan juga air liur kucing. Menjaga diri tersebut bisa menghindarkan anda dari berbagai macam bahaya cakaran kucing.