Home Penyakit dan Kelainan Obesitas Libatkan Puluhan Petugas, Titi Wati Berhasil Dievakuasi ke Rumah Sakit

Libatkan Puluhan Petugas, Titi Wati Berhasil Dievakuasi ke Rumah Sakit

148

Beberapa hari ini heboh berita tentang seorang wanita asal kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah bernama Titi Wati yang mengalami obesitas. Dengan bobot tubuh mencapai 350 kg, wanita usia 37 tahun yang merupakan seorang ibu rumah tangga ini bahkan kesulitan untuk bangun dari tempat tidurnya.

Kabar terbaru dilansir dari iNews.id, Jumat (11/1/2019) pagi bahwa akhirnya Titi Wati berhasil dievakuasi ke RSUD Doris Sylvanus. Proses evakuasi pun tidak mudah karena harus sampai melibatkan 20 orang pria yang mengangkatnya hingga ke mobil bak terbuka. Bahkan untuk bisa keluar rumah saja pintu dan jendela depan saja harus dibongkar.

Sebelumnya, sempat ada penyelenggaraan doa bersama di kediaman Titi Wati untuk proses operasi yang hendak dijalaninya di rumah sakit. Theodorus Atmadja selaku Humas dari RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya menjelaskan tentang tindakan operasi yang hendak dijalani oleh Titi Wati. Operasi pemotongan lambung atau operasi dengan sistem bariatrik-lah yang perlu ditempuh sesudah melalui beberapa pemeriksaan.

Titi Wati harus lebih dulu melalui proses pemeriksaan yang meliputi tes fungsi ginjal, tes fungsi hati, tes darah, dan juga profil lemak, barulah dilanjutkan dengan rontgen, endoskopi, ekokardiografi, serta elektrokardiogram atau EKG. Ada kemungkinan bentuk pemeriksaan lainnya diperlukan olehnya sebelum akhirnya bisa menjalani tindakan operasi.

Untuk mengevakuasi Titi Wati pun harus penuh dengan upaya keras karena tim perlu mengeluarkannya dan memasukkannya ke mobil, hal ini sampai harus menjebol pintu bagian depan rumah kontrakan yang selama ini Titi huni. Setelah berhasil, tubuh Titi pun diangkat bersama-sama oleh 20 orang tadi dan berhasil menaikkannya ke mobil.

Dilaporkan bahwa memakan waktu 20 menit dari rumah kontrakan yang disewa oleh Titi Wati menuju RSUD Dorys Sylvanus. Pihak dari rumah sakit pun mengawal secara ketat dan bahkan menyediakan peralatan lengkap di dalam ambulans sebagai antisipasi dari kondisi Titi Wati. Sesampainya di RSUD, Titi ditempatkan di sebuah ruang khusus dan tim medis pun akan memantau secara seksama.

Disampaikan oleh Theodorus, diharapkan operasi pemotongan lambung yang tentunya dilaksanakan oleh para dokter profesional mampu menurunkan berat badan Titi hingga sekitar 20 kg dalam waktu 1 bulan. Untuk menangani kondisi Titi Wati, akan ada 3 orang perawat, seorang dokter anestesi, dan 2 orang dokter bedah yang akan didatangkan dari Bali sambil menunggu kesiapan dari pihak medis di RSUD di Palangkaraya tersebut.

Penyebab dan Cara Mengatasi Obesitas

Pada kasus Titi Wati, obesitas hingga berat badan mencapai 350 kg adalah karena kebiasaan ngemil makan makanan yang mengandung lemak jenuh dan minyak tinggi secara tak terkontrol. Sempat mencoba menggunakan minuman herbal, nyatanya bobot tubuh Titi tak berhasil turun dan akhirnya ia berhenti mengonsumsi karena biaya menjadi kendala utama.

Namun selain pola makan yang sembarangan ditambah kurang olahraga sehari-hari seperti yang dialami oleh Titi Wati, sebenarnya masalah obesitas umumnya juga dapat disebabkan oleh faktor lainnya seperti:

  • Efek penggunaan obat diabetes, obat kortikosteroid, obat antipsikotik, antidepresan, obat penghambat beta dan obat antikonvulsan.
  • Masalah medis tertentu seperti hipotiroidisme dan Sindrom Cushing.
  • Sering begadang yang pada akhirnya bisa menambah selera makan.
  • Faktor genetik atau keturunan.

Sebagai solusi utama dari masalah berat badan berlebih atau obesitas ini, perubahan pola makan dan pola hidup harus dilakukan secara ketat supaya penurunan berat badan dapat terlihat.

Ketika perubahan pola hidup tak berefek cukup baik, maka penderita obesitas memerlukan bantuan medis. Dokter akan lebih dulu memeriksa riwayat medis pasien sebelum dilakukannya pemberian obat khusus penurun berat badan. Jika pasien sudah pada tahap obesitas yang berlebihan seperti kasus Titi Wati, maka operasi bariatrik adalah yang perlu dilakukan sehingga asupan makanan yang tadinya terlalu banyak dapat dibatasi.