18 Gejala Malaria pada Anak Orang Tua Wajib Tahu

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Penyakit malaria merupakan penyakit yang cukup berbahaya dan tergolong salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di daerah beriklim tropis. Penyakit malaria merupakan penyebab seperempat angka kematian pada anak di daerah sub-Sahara (Afrika). Untungnya di negara Indonesia angka kematian akibat penyakit malaria tidak sebesar di daerah Afrika, namun tetap penyakit malaria perlu diwaspadai dan ditanggulangi secepatnya terutama pada anak – anak. Untuk daerah Indonesia, daerah yang paling sering terjadi kasus malaria adalah di Indonesia bagian timur, namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini dapat terjadi pada daerah lainnya, mengingat seluruh daerah kepualauan Indonesia berada di daerah beriklim tropis. Untuk itu, penting mengetahui gejala malaria pada anak.

Gejala malaria pada anak – anak kadang lebih bervariasi dan mirip dengan gejala penyakit lainnya seperti penyakit yang berkaitan dengan pencernaan, meningitis, atau pneumonia. Untuk penyakit malaria pada anak, demam dan sakit kepala merupakan gejala kunci yang dapat mengindikasikan penyakit tersebut. Namun untuk karakter jenis malaria seperti tertiana dan quartana jarang diamati. Gejala malaria yang terjadi pada usia anak – anak tidak memiliki karakteristik pathognomonic (karakteristik atau gejala khusus yang mengindikasikan penyakit). Tanda Tanda Malaria yang umum terjadi adalah demam, gangguan kesadaran, kejang – kejang, mual serta kesulitan bernapas. Untuk gejala penyakit malaria yang bisa diketahui dari laboratorium adalah anemia akut, hypoglycemia (kekurangan glukosa pada darah), asidosis metabolisme (kondisi asam berlebihan pada metabolisme) dan hyperlactatemia (kondisi asam laktat yang tinggi dalam darah).

Gejala penyakit malaria yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum terjadi pada anak – anak bisa menyerupai gejala keracunan pada darah. Terapi yang tepat serta konsultasi dengan pakar medis seperti dokter dapat mengatasi penyakit malaria hanya dalam waktu 3 hari, hal ini bisa dilakukan dengan penggunaan kombinasi obat Artemisinin-based Combination Therapy (ACT) dengan tutunan obat antimalaria lainnya. Berikut dijelaskan beberapa gejala penyakit malaria pada anak – anak.

1. Demam

Demam merupakan gejala yang paling penting dalam mengindikasikan penyakit malaria. Namun untuk jenis penyakit malaria yang mempunyai periode demam yang unik yaitu malaria tertiana (48 jam sekali gejala demam dan lainnya) dan malaria quartana (72 jam sekali gejala demam dan lainnya) jarang ditemukan pada anak – anak. Gejala malaria tertiana dan kuartana ditemukan kurang dari 25% pada penderita usia anak – anak. Gejala demam pada anak bisa mencapai suhu tubuh berkisar lebih dari 40 derajat Celsius, yang dapat menyebabkan demam akut hingga kejang -kejang. Penobatan yang tepat bisa membantu meredakan gejala demam akibat malaria. Cara Mengobati Malaria bisa dengan obat herbal maupun obat antimalaria.

2. Panas Dingin

Panas dingin dirasakan pada anak – anak yang menderita penyakit malaria. Perasaan panas dingin pada anak berkaitan dengan kerja tubuh dan juga demam yang mempengaruhi anak. Panas dingin bisa menjadi akibat samping dari tubuh yang mencoba menjaga keseimbangan suhu tubuh yang terganggu.

3. Mual

Anak yang mengidap penyakit malaria kemungkinan akan mengalami gejala mual – mual. Gejala mual kemungkinan bisa terjadi diakibatkan kondisi metabolisme yang tidak berjalan lancar serta menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan anak. Gejala mual ini paling sering ditemui pada penyakit malaria yang diakibatkan oleh infeksi Plasmodium falciparum.

[AdSense-B]

4. Muntah

Muntah diakibatkan kondisi mual yang tidak sanggup lagi ditahan oleh anak – anak, ataupun karena kondisi gasifikasi yang berlebihan pada lambung. Kondisi anak yang muntah – muntah ini dapat menyebabkan anak pengidap penyakit malaria susah sembuh karena kekurangan nutrisi yang membantu proses penyembuhannya. Oleh karena itu, perlu menggunakan obat atau terapi herbal untuk mengatasi muntah – muntah pada anak. Gejala ini khususnya terjadi pada penyakit malaria yang disebabkan oleh infeksi Plasmodium falciparum.

5. Kesulitan Bernapas atau Sesak Napas

Penyakit malaria pada anak memiliki gejala yang sama dengan penyakit pneumonia, yaitu kesulitan bernapas atau sesak napas. Kesulitan bernapas ini diakibatkan kesulitan kontraksi pada sistem pernapasan akibatnya terganggunya sistem homeostasis pada tubuh anak – anak. Kesulitan bernapas ini bisa terkait dengan kekakuan yang dialami pada tubuh selama terkena penyakit malaria.

6. Badan Kaku

Badan terasa kaku juga bisa menjadi gejala penyakit malaria. Badan kaku diasosiasikan dengan gejala malaria yang disebabkan oleh Plasmodium vivax. Badan yang kaku akibat penyakit malaria dapat disebabkan oleh kandungan asa laktat yang tinggi pada darah dan jaringan otot serta karena rasa sakit yang cukup menyiksa pada sendi – sendi.

7. Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan salah satu gejala umum yang terjadi pada malaria. Bagi anak – anak sakit kepala yang disebabkan oleh malaria bisa sangat menyakitkan, tergantung jenis malaria yang diidap oleh anak tersebut. SAkit kepala bisa terjadi pada saat yang bersamaan dengan demam maupun tidak dengan demam. Sakit kepala yang paling parah tentunya malaria karena Plasmodium falciparum. Perlu diketahui, malaria merupakan penyakit yang menyerang sel darah merah. Sel darah merah merupakan urat nadi metabolisme semua sel – sel yang ada dalam tubuh kita. Sakit kepala yang terjadi bisa dikarenakan kurangnya distribusi sel darah merah ke otak, hingga menyebabkan otak kekurangan oksigen dan asupan makanan. Sakit kepala yang diderita oleh anak akibat malaria dapat menyerupai gejala penyakit lain seperti migrain maupun sinusitis.

8. Diare

Salah satu gejala yang terjadi pada penyakit malaria adalah diare. Diare yang akut bisa terjadi pada anak – anak yang mengidap penyakit malaria. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, malaria merupakan penyebab rusaknya kesetimbangan metabolisme pada tubuh, hal ini berakibat pada gangguan sistem pencernaan.

9. Kondisi Tubuh Melemah

Anak – anak pengidap penyakit malaria biasanya mengalami kondisi tubuh yang melemah. Badan susah digerakkan, kecapaian saat berjalan hingga tidak sanggup berdiri dalam waktu lama. Faktor fisik yang melemah ini diakibatkan minimnya pasokan energi yang didapat jaringan otot serta jaringan tubuh lainnya. Hal ini bisa dikarenakan berkurangnya kadar Hemoglobin yang disebabkan menurunnya jumlah sel darah merah akibat aktivitas parasit Plasmodium.

10. Sakit pada Otot

Anak – anak yang menderita malaria dapat mengalami rasa sakit pada otot. Otot yang sakit dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan dan keseimbangan metabolisme pada tubuh. Kondisi tubuh yang melemah ini juga bisa diakibatkan oleh kandungan asam laktat yang tinggi pada tubuh. Pada saat terjangkiti malaria, kondisi asam laktat dalam tubuh akan meningkat atau yang dikenal sebagai hyperlactatemia. Asam laktat dapat menyebabkan rasa nyeri pada otot. Walaupun begitu, faktor yang lain juga dapat menyebabkan rasa sakit pada otot. Pentingnya pemeriksaan dini, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat apakah anak terjangkit penyakit malaria atau bukan.

[AdSense-A]

11. Sakit pada Perut, Punggung dan Sendi

Rasa sakit pada bagian perut, punggung dan sendi bisa menjadi gejala malaria yang dialami oleh anak. Sakit pada perut sering terjadi pada tahap awal malaria. Hal ini bisa terjadi karena pembesaran hati dan limpa yang dapat menyebabkan peradangan dan rasa sakit di daerah perut. Pembesaran hati dan limpa ini dikarenakan banyaknya sel darah merah yang mati dan menumpuk di hati dan limpa. Sakit pada punggung juga merupakan salah satu gejala malaria. Selain itu rasa sakit pada sendi,apalagi saat menggerakkannya juga termasuk gejala malaria. Gejala sakit pada bagian perut, punggung dan sendi tergolong umum pada malaria. Gejala – gejala ini dapat terjadi pada masa prodormal (masa antara fase awal penyakit dan timbulnya gejala klinis dan akut).

12. Batuk

Batuk dapat menjadi salah satu gejala anak mengidap penyakit malaria, terutama jenis malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum (malaria tropika). Pengidap dapat mengalami tenggorokan mampat dan gejala bronkitis ringan. Penyakit malaria biasanya bersamaan dengan jenis penyakit lain seperti pneumonia. Hal ini bisa diakibatkan karena infeksi yang masuk saat tubuh melemah akibat malaria.

14. Mengigau

Anak – anak yang terkena malaria ada kemungkinan mengalami ngigau. Mengigau yang dialami oleh anak – anak karena malaria tidak seperti ngigauan biasa, namun bisa sampe bersuara keras dan bahkan bergerak – gerak saat tidur. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh demam tinggi yang dialami anak serta sakit kepala hingga menggangu kesadaran pada saat tidur.

15. Kejang

Pada saat tertentu dimana malaria yang menjangkiti anak sudah parah dapat menyebabkan kejang – kejang. Kemungkinan kejang – kejang terjadi akibat terganggunya pembuluh kapiler darah pada otak. Malaria yang mengakibatkan gangguan hingga ke otak disebut sebagai celebral malaria. Gejala malaria cerebral ini termasuk gejala malaria tropica. Gangguan pada otak ini akan sangat berbahaya bagi kesehatan otak anak dan bila berlanjut dapat menyebabkan koma serta kerusakan otak, Penanganan yang tepat dan cepat perlu dilakukan untuk mencegah kejang – kejang berlanjut. Tentunya hal ini perlu dikonsultasikan dengan dokter.

16. Pucat

Wajah dan badan anak yang menderita penyakit malaria dapat menjadi pucat dikarenakan kekurangan sel darah merah atau anemia ringan. Kekurangan sel darah merah menyebabkan rona di wajah dan badan akan berkurang dan mengalami perubahan warna menjadi nampak lebih putih atau pucat.

17. Sakit di Dada

Sakit pada bagian dada dapat diakibatkan oleh membesarnya organ limpa yang mengakibatkan peradangan yang menjalar pada bagian dada atau bagian prekordial. Rasa sakit pada dada yang disebabkan oleh malaria menyerupai gejala radang selaput dada dan penyakit neuralgia.

18. Kebingungan

Anak – anak yang mengidap malaria dapat mengalami kebingungan bahkan kehilangan kesadaran. Kebingungan dapat diakibatkan oleh gangguan pembuluh darah kapiler pada otak maupun kekurangan asupan nutrisi pada jaringan otak. Bila hal ini terus berlanjut, dapat mengakibatkan anak kehilangan kesadaran. Segera konsultasikan ke dokter bila ada keluhan seperti ini pada anak.

Di atas telah dijabarkan beberapa gejala malaria yang kemungkinan terjadi pada anak – anak. Gejala – gejala di atas merupakan gejala yang tampak dan bisa diamati secara langsung. Namun dari gejala – gejala yang telah disebutkan, beberapa memiliki kemiripan dengan penyakit yang lainnya seperti pneumonia, flu, migrain dll. Untuk itu, gejala – gejala yang lebih pasti dan ilmiah perlu didiagnosa demi mengetahui penyakit yang sedang diderita oleh anak. Pentingnya konsultasi secara dini pada dokter maupun pihak medis profesional terkait yang memang ahli di bidangnya.

Gejala – gejala yang ilmiah tentunya didapatkan dari hasil tes laboratorium. Gejala – gejala tersebut seperti menurunnya kadar hemoglobin dalam darah (kebanyakan ditemukan pada anak), thrombocytopenia (menurunnya jumlah trombosit dalam darah), gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, serta gangguan pada kadar elektrolit seperti sodium dalam tubuh. Gejala – gejala seperti ini hanya bisa dibuktikan di lab dan ditentukan diagnosisnya atau ditegakkan diagnosis oleh dokter. Bila tidak ditangani dengan cepat dan dengan terapi medis yang tepat, gejala – gejala malaria bisa mengalami komplikasi hingga berakibat pada kerusakan otak, anemia akut, gagal ginjal pembengkakan hati serta kegagalan fungsi hati hingga koma.