5 Cara Menghilangkan Virus Hepatitis B dengan Tepat

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Salah satu jenis penyakit hepatitis B terjadi karena virus hepatitis B dimana pada beberapa kasus yang terjadi lebih dari 6 bulan akan sangat berbahaya. Beberapa faktor risiko yang bisa berkembang dari hepatitis B ini adalah gejala awal kanker hati, sirosis hati dan juga gangguan fungsi organ hati lainnya.

Hepatitis B akut menjadi salah satu penyakit hepatitis yang cukup sulit disembuhkan dan jika tidak segera ditangani maka berkembang menjadi hepatitis B kronis. Namun, dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini, maka cara menghilangkan virus hepatitis B sudah ditemukan dimana mampu menekan aktivitas dari virus hepatitis B sehingga tidak berkembang.

Walau virus hepatitis B tidak bisa dihilangkan secara menyeluruh, namun virus tersebut tidak akan berpotensi menimbulkan penyakit lain pada orang yang terinfeksi akibat penyakit hepatitis B. Selain sudah terdapat obat farmasi, saat ini juga sudah banyak obat herbal yang digunakan untuk membunuh hepatitis B tersebut.

Cara Mengatasi Hepatitis B

Saat ini sudah ditemukan cara menghilangkan virus hepatitis B khususnya dalam kasus yang kronis. Meskipun tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan secara menyeluruh, namun terbilang efektif untuk menurunkan kadar virus hepatitis B sehingga tidak bisa berkembang atau bereplikasi.

  1. Biopsi Hati

Cara menghilangkan virus hepatitis B yang pertama adalah dengan biopsi hati untuk mengatasi hepatitis B kronis. Cara ini terbilang jarang dilakukan sebab bisa mempengaruhi fungsi hati sebagai alat ekskresi. Biopsi hati adalah langkah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara mengambil sampel hati dalam bentuk kecil dan kemudian akan di periksa pada laboratorium. Biopsi ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat sel kanker dalam organ hati dan jika memang ditemukan, maka akan dilanjutkan dengan pengobatan intensif.

  1. Peginterferon Alfa 2a

Cara penyembuhan tanda tanda penyakit hepatitis B berikutnya adalah dengan memakai Peginterferon Alfa 2a untuk mengatasi hepatitis B kronis yang bisa dikonsumsi oleh orang dengan hepatitis B kronis namun tidak terdapat kerusakan pada organ hati sebab masih memiliki kekebalan tubuh yang baik sehingga tubuh masih mampu untuk menekan aktivitas virus.

  1. Tenofovir

Jika dalam pemeriksaan terlihat tanda tanda kerusakan organ hati dan tidak cocok saat diberikan obat jenis penginterferon alfa 2a, maka dokter akan memberikan obat penekan virus yakni Tenofovir yang memiliki tingkat efektifitas berbeda di setiap penderita. Seorang penderita yang mempunyai sistem kekebalan tubuh baik akan berpeluang tinggi dalam melemahkan virus lebih cepat. Apabila konsumsi obat ini dihentikan, maka virus akan kebal terhadap obat antivirus yang di konsumsi sehingga hanya akan menyebabkan kerusakan hati yang tidak bisa dihindari.

[AdSense-B]

  1. Fibroscan

Fibroscan merupakan pemeriksaan dan juga pengobatan untuk hepatitis B kronis. Scan berguna untuk mengetahui tingkat parah dari jaringan luka di organ hati yang sudah terbentuk. Selain itu, scan juga berfungsi untuk mengetahui apakah organ hati mengalami pengerasan atau pengerutan sehingga bisa menyebabkan komplikasi sirosis hati.

  1. Mahkota Dewa

Mahkota dewa merupakan tanaman yang mengandung tanin, fenol, flavonoid, linan dan minyak atsiri yang sangat berguna sebagai obat tradisional hepatitis B akut.

  • Siapkan beberapa buah mahkota dea matang dan jangan gunakan yang mentah. Buah ini nantinya akan diolah terlebih dahulu dan tidak boleh di konsumsi dalam keadaan mentah sebab beracun jika masih mentah.
  • Rebus buah mahkota dewa dengan 3 gelas air sampai tersisa setengahnya saja.
  • Saring dan tunggu sampai hangat lalu minum sebanyak 3 kali sehari untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Beberapa cara menghilangkan virus hepatitis B yang sudah kami berikan menjadi cara terampuh dalam membunuh virus hepatitis B meskipun tidak seluruhnya namun sudah sanggup menghambat penyebaran virus sehingga tidak berpotensi menyebabkan komplikasi lanjutan yang jauh lebih berbahaya.