Penyakit dan Kelainan

Kenali Gejala Campak pada Anak

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Penyakit campak merupakan infeksi yang terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, yang disebabkan oleh virus serta penyakit ini hampir selalu dapat dicegah dengan vaksin.

Biasa disebut juga dengan nama rubeola, campak bisa menjadi serius dan fatal bagi anak kecil, di mana penyakit ini dapat membunuh lebih dari 100.000 orang per tahunnya yang sebagian besar merupakan anak di bawah usia lima tahun. Umumnya gejala campak pada anak sama dengan gejala campak yang terjadi pada orang dewasa.

Sebelum vaksin untuk campak tersedia secara luas dan menyeluruh, epidemi campak terjadi setiap 2 atau 3 tahun, di mana penyakit ini biasa dialami oleh anak pra-sekolah atau usia sekolah. Walaupun hampir semua orang sudah melakukan vaksin campak, tetapi tetap saja penyakit ini masih sering terjadi di negara lain.

Tiap tahunnya, di seluruh dunia ada sekitar 10 juta orang terinfeksi campak dan menyebabkan kematian pada beberapa ratus ribu orang termasuk juga anak-anak di dalamnya.

Pada tahun 2019, ada sebanyak 1.282 kasus campak telah dilaporkan ke CDC (The Centers for Disease Control and Prevention), di mana jumlah kasus ini lebih tinggi daripada yang dilaporkan sejak tahun 1992.

Peningkatan kasus campak ini bisa dikarenakan dari anak-anak yang jarang menerima vaksin campak, sebab orang tuanya tidak mengizinkan anaknya untuk mendapatkan vaksin.

Kasus campak ini juga dapat meninggi karena virus tersebut ditularkan dari para wisatawan atau imigran yang berasal dari daerah yang kasus campaknya tinggi. Kemudian, kasus campak yang dilaporkan ke CDC pada tahun 2020 silam, di mana saat pandemi berlangsung, hanya ada 13 kasus campak yang terjadi.

Wanita yang pernah mengalami campak atau sudah pernah menerima vaksin campak, memberikan kekebalan yang berupa antibodi kepada anaknya. Namun, kekebalan imun ini hanya akan berlangsung selama satu tahun kehidupan si kecil.

Dan setelah itu, anak akan mulai rentan tertular virus campak sampai mereka menerima vaksin. Orang yang sudah pernah terinfeksi campak juga akan memiliki antibodi sehingga tidak akan tertular lagi.

Campak merupakan penyakit yang menular, karena penyakit ini disebabkan oleh virus yang bereplikasi pada hidung dan tenggorokan anak maupun orang dewasa yang terinfeksi

Droplets atau tetesan dari orang yang terinfeksi campak akan ditularkan ketika orang tersebut berbicara, batuk, atau bersin lewat udara yang kemudian dihirup oleh orang lain, seperti anak-anak.

Droplets dari orang yang sakit campak juga bisa berada di permukaan benda, di mana virus akan tetap aktif dan dapat menular ke orang lain dalam waktu hitungan jam.

Gejala Campak pada Anak

Gejala awal campak yang muncul pada anak biasanya akan meliputi:

  • Hidung berair dan tersumbat.
  • Bersin.
  • Mata berair.
  • Kelopak mata membengkak.
  • Mengalami sakit atau nyeri, dengan mata merah yang mungkin menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Demam yang termasuk tinggi, dapat mencapai suhu 40 derajat celcius.
  • Adanya bintik putih keabu-abuan.
  • Sakit dan nyeri.
  • Batuk.
  • Kehilangan napsu makan.
  • Kelelahan, mudah marah, dan kekurangan energi secara umum.

Gejala campak pada anak umumnya muncul pada seminggu sampai dua minggu setelah anak berkontak dengan virus campak, biasanya gejala ini termasuk dengan demam tinggi, batuk dan pilek, serta mata berair. Sedangkan ruam dan campak akan muncul saat 3 sampai 5 hari setelah gejala awal terlihat.

7-14 Hari Setelah Infeksi: Gejala Pertama Muncul

Pada dasarnya campak bukanlah hanya muncul ruam kemerahan kecil yang biasa, justru campak bisa sangat membahayakan terutama bagi bayi dan anak-anak.

Tanda gejala campak pada anak awalnya dimulai dengan demam yang sangat tinggi di mana bisa melonjak hingga 40 derajat celcius, mengalami batuk dan pilek, serta mata yang merah dan berair.

2-3 Hari Setelah Gejala Pertama Terjadi: Koplik Spot

Gejala campak pada anak selanjutnya adalah munculnya bintik-bintik kecil (bintik koplik) yang dapat muncul di dalam mulut anak saat dua sampai tiga hari setelah gejala pertama dimulai.

Kemudian, satu sampai dua hari sebelum ruam kemerahan muncul, anak yang terinfeksi campak akan mengalami bintik kecil berwarna keabuan di dalam bulut mereka, namun tidak smeua orang yang terkena campak akan muncul bintik pada mulutnya. Selain itu, bintik pada mulut ini umumnya akan berlangsung selama beberapa hari saja.

3-5 Hari Setelah Gejala Pertama: Ruam Campak

Setelah tiga sampai lima hari tanda gejala campak pada anak dimulai, ruam kemerahan akan muncul, biasanya gejala ini dimulai dengan bintik merah datar yang timbul di wajah, seperti di garis rambut dan dapat menyebar hingga ke bawah leher, batang tubuh, lengan, dan seluruh bagian kaki. Namun, ruam ini akan memudar setelah sekitar seminggu, dan bagi beberapa orang ruam ini akan terasa sedikit gatal.

Cara Mengatasi Campak Pada Anak

Gejala campak pada anak memang akan sangat terlihat sehingga orang tua akan mudah mengetahuinya. Namun, ada baiknya jika orang tua tetap siaga ketika anak mengalami campak karena penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

Salah satu cara mencegah atau mengatasi campak pada anak dengan memberikan vaksin. CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) merekomendasikan anak-anak maupun orang dewasa untuk menerima vaksin campak untuk mencegah terjangkitnya penyakit campak.

Untuk mencegah campak pada anak-anak, para dokter biasanya akan memberikan dosis pertama vaksin pada anak di antara usia 12 dan 15 bulan, kemudian dosis keduanya diberikan saat anak berusia 4 dan 6 tahun.

Namun, orang tua bisa membicarakan dengan dokter untuk mendapatkan vaksin campak lebih awal ketika berusia 6 sampai 11 bulan saat ingin berpergian ke luar negeri.