Obat S

Suprofen: Manfaat, Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Suprofen adalah senyawa aromatis ketone yang memiliki sifat sebagai obat antiinflamsi non steroid. Obat ini menghambat sintesis prostaglandin.

Suprofen ditemukan oleh Wood dan rekannya. Obat ini diterima FDA pada tanggal 23 Desember 1988.

Apa itu Suprofen?

Di bawah ini adalah informasi tentang suprofen yang disajikan dalam bentuk tabel. Informasi tersebut indikasi, kontraindikasi, dan lain sebagainya:

Indikasi Menghambat miosis intraoperasi
Kategori Obat resep
Konsumsi Dewasa
Kelas Obat mata
Bentuk Larutan tetes mata
Kontraindikasi Keratitis herpes simplex aktif (kerusakan kornea akibat infeksi herpes simplex virus tipe 1)
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui Oftalmik (Diteteskan ke mata)
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Suprofen

Suprofen diberikan untuk mengurangi nyeri dan peradangan pada mata. Obat ini mampu mencegah konstriksi pupil mata (pengecilan ukuran pupil mata) selama dilakukan operasi pada mata.

Dosis Suprofen

Suprofen hanya digunakan pada pasien dewasa. Berikut ini adalah dosis yang diberikan:

Oftalmik/ Ditetesi melalui mata
Menghambat miosis intraoperasi
→ Sebagai larutan 1%
→ Teteskan sebanyak 2 tetes setiap 4 jam sekali selama siang hari sebelum operasi dilakukan
→ Teteskan 2 tetes 3 jam, 2 jam dan 1 jam sebelum operasi

Efek Samping Suprofen

Selain dapat mencegah pengecilan ukuran pupil mata, suprofen dapat menimbulkan beberapa efek samping yaitu:

  • Munculnya rasa tidak nyaman pada mata
  • Mata gatal
  • Mata merah
  • Iritis (peradangan pada iris mata)
  • Nyeri pada mata
  • Chemosis (pembengkakan pada konjungtiva mata)
  • Fotofobia (kondisi mata terasa sakit atau tidak nyaman saat melihat cahaya terang)
  • Hipersensitif
  • Punctate epithelial staining (kondisi permukaan mata kering yang ditunjukkan dengan adanya kehilangan lapisan sel epitelium sehingga memberikan hasil positif pada uji pewarnaan dengan fluorosens)

Berikut ini beberapa gejala overdosis dari suprofen:

  • Pendarahan atau mata merah atau pembengkakan pada mata atau kelopak mata
  • Pandangan kabur atau perubahan penglihatan
  • Demam atau menggigil
  • Mata gatal atau berair
  • Mual atau muntah
  • Sakit
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Sesak napas
  • Bulu mata lengket
  • Pembengkakan wajah
  • Dada sesak
  • Sulit bernapas
  • Mengi (munculnya suara napas tinggi dan nyaring)

Adapun efek samping yang penting diketahui oleh tenaga medis adalah sebagai berikut:

  • Okular: timbulnya rasa tidak nyaman pada mata, iritasi, mata merah, gatal, chemosis, iritis, fotofobia, punctate epithelial staining
  • Hipersensitivitas: dermatitis kontak (peradangan kulit yang diakibatkan kontak langsung terhadap bahan kimia tertentu)
  • Sistem pencernaan: rasa tidak nyaman pada perut, mual, diare, sembelit, gastralgia (nyeri pada perut) atau dispepsia
  • Sistem saraf: sakit kepala, mengantuk, pusing
  • Ginjal: munculnya disfungsi ginjal atau memburuknya disfungsi ginjal yang sudah ada sebelumnya
  • Kardiovaskular: peningkatan tekanan darah
  • Hematologis: anemia hemolitik (anemia yang disebabkan tubuh terlalu cepat menghancurkan sel darah merah), leukopenia ringan (rendahnya kadar sel darah putih dalam tubuh)

Detail Suprofen

Berikut ini adalah data suprofen secara lebih rinci seperti interaksi dengan obat lain dan cara kerja:

Cara Kerja Deskripsi: suprofen terikat ke isoenzim cyclooxygenase-1 (COX-1) dan cyclooxygenase-2 (COX-2), menghambat sintesis prostaglandin dan mengurangi tanggapan peradangan. Cyclooxygenase mengkatalisis pembentukan prostaglandin dan thromboxane dari senyawa asam arakidonat (senyawa ini merupakan derivat dari phospholipid bilayer seluler oleh phospholipase A2). Prostaglandin bekerja sebagai molekul penyampai pesan pada proses terjadinya peradangan. Proses ini menhasilkan pengurangan rasa sakit dan peradangan pada mata dan mencegah pupil mata menyempit selama prosedur bedah. Normalnya, trauma pada segmen anterior mata (khususnya iris) meningkatkan sintesis prostaglandin endogen yang menyebabkan penyempitan otot sfingter iris.
Farmakokinetik
Penyebaran: terikat 20% pada protein
Metabolisme: dimeatbolisme terutama melalui hati  cytochrome P450 isozyme 2C9
Interaksi dengan obat lain → Pemakaian bersama cetylcholine dan sediaan carbachol oftalmik dapat menginaktivasi kerja kedua obat tersebut
Overdosis Gejala: Pendarahan atau mata merah atau, pembengkakan pada mata atau kelopak mata, pandangan kabur atau perubahan penglihatan, demam atau menggigil, mata gatal atau berair, mual atau muntah
sakit, sensitif terhadap cahaya, sesak napas, bulu mata lengket, pembengkakan wajah, dada sesak, sulit bernapas
mengi

Pertanyaan Seputar Suprofen

Apakah suprofen memiliki kegunaan yang sama dengan ibuprofen?

Kedua obat tersebut termasuk ke dalam golongan obat yang sama yaitu obat antiinflamasi non steroid (OAINS). Suprofen dipergunakan pada wilayah lebih spesifik yaitu pada operasi mata.

Bisakah ibu menyusui diberikan obat suprofen?

Ya, bisa. Penelitian menunjukkan sejumlah kecil suprofen dapat dikeluarkan melalui ASI. Tidak ada laporan efek samping pada bayi yang menyusui.

Apakah pemberian suprofen dapat menyebabkan mata penggunanya sensitif terhadap cahaya?

Efek samping pemberian obat ini salah satunya adalah fotofobia. Hal ini menyebabkan mata mejadi tidak nyaman atau sakit saat melihat cahaya terang. 

Apakah penggunaan suprofen dapat menimbulkan pembengkakan pada wajah? 

Pembengkakan pada wajah merupakan salah satu gejala overdosis dari suprofen.

Benarkan suprofen telah ditarik dari pasar?

Di Amerika suprofen telah ditarik dari pasar. Penarikan ini disebabkan oleh efek samping yang ditimbulkannya pada ginjal.

Contoh Obat Suprofen (Merek Dagang) di Pasaran

Di bawah ini adalah beberapa merek dagang dari suprofen:

Brand Merek Dagang
Srendam
Sulprotin
Topalgic