Obat C

Cetrimide – Obat Apa – Kegunaan – Dosis – Efek Sampingnya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Obat apa?

Sebagai masyarakat awam, tentu kita tidak terlalu familiar dengan beragam jenis obat yang beredar di pasaran. Cetrimide, sebagai jenis obat yang mungkin pernah diresepkan dokter untuk mengatasi penyakit kita, termasuk jenis obat yang jarang kita dengar namanya dan tidak ketahui fungsinya. Padahal, sebagai orang awam pun kita perlu mengetahui jenis obat apa yang diberikan pada kita supaya kita lebih memahami fungsi dari obat tersebut serta efek samping apa yang mungkin muncul. Di artikel kali ini kita akan mencari tahu lebih lanjut tentang cetrimide, mulai dari kegunaan, dosis hingga efek samping apa yang mungkin ditimbulkan. Simak terus, ya!

Cetrimide adalah sebuah jenis obat-obatan yang memiliki fungsi untuk mengobati infeksi yang menyerang kulit dan menyebabkan radang kulit kronis atau juga sering disebut sebagai dermatitis seboroik. Obat ini memiliki fungsi sebagai antiseptik dan menghilangkan infeksi yang terjadi di kulit. Oleh sebab itu, cetrimide bisa digunakan untuk membersihkan luka di kulit dan membantu mencegah infeksi bakteri yang mungkin terjadi kulit terbuka. Obat cetrimide seringnya berbentuk krim yang mudah untuk dioleskan di kulit yang terinfeksi untuk membunuh bakteri, khususnya bakteri gram-positif.

Kegunaan

Jika sebelumnya telah dibahas secara singkat tentang fungsi dasar cetrimide, yaitu membunuh bakteri dan menyembuhkan infeksi, maka kita akan melihat lebih jauh apa saja kegunaan cetrimide di dunia medis. Kegunaan yang paling umum dari cetrimide ini tentu saja untuk mencegah, mengatasi dan mengontrol infeksi luka, mengingat kemampuan dari cetrimide dalam membunuh bakteri penyebab infeksi. Namun, ada kegunaan cetrimide lainnya yang bisa kita ketahui.

Cetrimide merupakan obat yang banyak digunakan untuk merawat, mengontrol, mencegah serta mengobati penyakit dengan gejala atau kondisi seperti berikut:

  • Grazes
  • Memar
  • Luka atau bentol akibat gigitan serangga
  • Luka terbuka
  • Luka yang terinfeksi
  • Luka bakar ringan

Pada dasarnya, obat ini bekerja di atas luka untuk mematikan bakteri yang berbahaya dalam proses penyembuhan luka itu sendiri. Obat ini juga sering digunakan untuk mengobati dermatitis seboroik di area kepala yang bisa menjadi penyebab kulit kepala gatal dan mengelupas. Namun, dengan mengikuti petunjuk dokter, cetrimide juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit kulit lainnya, terutama penyakit kulit yang berhubungan dengan infeksi bakteri seperti folikulitis, bisul dan infeksi kulit karena bakteri lainnya.

Dosis Penggunaan

Untuk bisa mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal dan meminimalisir dampak buruk dari penggunaan obat, tentu Anda harus mengikuti petunjuk dokter dalam menggunakan cetrimide ini. Jika pun Anda menggunakan cetrimide atas inisiatif sendiri, pastikan Anda membaca terlebih dahulu petunjuk penggunaan yang biasa tertera di label kemasan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk memastikan apakah dosis dan cara penggunaan yang Anda lakukan sudah benar.

Sebagai panduan umum, berikut ini akan dibahas dosis penggunaan cetrimide berdasarkan usia pengguna dan tujuan penggunaan. Pemberian dosis obat cetrimide terdapat dalam bentuk sediaan krim topikal, atau krim yang dioles langsung ke kulit yang bermasalah, dan dalam bentuk larutan yang juga bisa dioleskan topikal di kulit. Panduan dosis yang akan diberikan berikut ini bukanlah hal yang pakem. Anda perlu tetap berkonsultasi dengan dokter yang kompeten untuk mengetahui dosis yang tepat untuk mengatasi penyakit yang Anda alami.

  1. Penggunaan untuk orang dewasa

Orang dewasa tentu memiliki dosis yang berbeda dengan anak-anak. Hal ini merupakan hal yang umum dalam dunia pengobatan, dimana orang dewasa biasanya membutuhkan dosis obat yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak.

Jika cetrimide digunakan untuk membersihkan luka, maka pada orang dewasa biasanya dibutuhkan dosis 0,1% hingga 1% larutan cetrimide (cetrimide yang telah dicampur air) atau 0,5% cetrimide dalam bentuk krim yang dioleskan langsung di area kulit yang bermasalah. Sementara itu, jika cetrimide digunakan untuk mengatasi penyakit dermatitis seboroik atau radang kulit kronis, akan dibutuhkan dosis cetrimide kurang lebih 10% dalam bentuk shampoo yang bisa digunakan langsung di kulit kepala.

  1. Penggunaan untuk anak-anak

Hingga saat ini penggunaan cetrimide untuk anak-anak masih belum memiliki panduan khusus. Bahkan, terdapat dugaan bahwa obat ini bisa berbahaya jika digunaan untuk anak-anak. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak terburu-buru memberikan obat cetrimide ke anak jika terdapat infeksi kulit pada anak Anda. Ada baiknya jika Anda memeriksakan anak Anda ke dokter anak untuk mendapatkan resep obat yang lebih sesuai. Kalaupun dokter memberikan obat cetrimide ini, tentu dosis pemberiannya pun telah disesuaikan dengan kondisi anak tersebut.

Efek Samping

Obat-obatan merupakan zat kimia yang dibuat sedemikian rupa untuk bisa mengatasi penyakit-penyakit di dalam tubuh. Maka, obat-obatan tentu akan memberi reaksi tertentu ketika dikonsumsi. Oleh karena hal inilah, dalam mengkonsumsi obat-obatan apapun Anda sangat dianjurkan untuk mengikuti petunjuk dokter atau petunjuk penggunaan obat yang biasanya tercantum di label kemasan obat.

Demikian pula halnya pada obat cetrimide. Anda harus mengikuti petunjuk dokter dalam menggunakan obat ini. Selama menggunakan obat Anda juga disarankan untuk lebih peka terhadap reaksi tubuh Anda, apakah terjadi reaksi negatif atau positif dalam penggunaan obat. Penggunaan cetrimide, terutama penggunaan yang tidak sesuai petunjuk dokter, sangat mungkin menimbulkan efek samping tertentu. Efek samping tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Rasa mual dan muntah-muntah

Efek samping yang mungkin dirasakan selama penggunaan obat cetrimide adalah rasa mual dan tidak nyaman di dalam perut. Mual-mual ini mungkin juga akan berlanjut menjadi muntah yang menunjukkan efek samping dari penggunaan cetrimide semakin parah. Sebaiknya Anda berhati-hati jika gejala ini mulai Anda rasakan.

  • Kerusakan kerongkongan dan nekrosis

Penggunaan cetrimide juga bisa menyebabkan kerusakan kerongkongan hingga nekrosis. Nekrosis itu sendiri adalah kejadian dimana sel irreversible mati akibat sel-sel tersebut mengalami cedera berat. Nekrosis disebabkan oleh faktor eksternal yang mengenai sel atau jaringan seperti infeksi, racun, ataupun trauma tertentu.

  • Hemolisis

Efek samping selanjutnya yang bisa terjadi akibat penggunaan obat cetrimide adalah hemolisis. Hemolisis adalah rusaknya sel darah merah di tubuh. Jika hal ini terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan dapat terjadi komplikasi penyakit yang lebih serius, seperti radang paru-paru, kerusakan mata, gagal jantung, dan lain sebagainya.

  • Luka bakar

Efek samping ini jarang terjadi. Namun, tidak menutup kemungkinan jika penggunaan cetrimide, terutama penggunaan yang tidak sesuai dosis, menyebabkan luka bakar terjadi di kulit penderita. Jika Anda secara tidak sengaja mengenai mata dengan cetrimide, segera bilas dengan air hingga bersih. Apalagi jika Anda tidak sengaja menelan cetrimide, segeralah untuk meminta bantuan medis untuk mengeluarkan obat tersebut. Hal ini dikarenakan cetrimide merupakan obat luar, yang penggunaannya adalah dengan cara mengoleskannya di area kulit yang bermasalah.

Efek samping di atas memang tidak selalu dialami oleh orang yang menggunakan obat cetrimide. Bisa jadi Anda tidak mengalami sama sekali efek samping di atas, atau justru mengalami efek samping lain yang tidak disebutkan di atas. Segera konsultasikan diri ke dokter jika Anda merasakan gejala yang tidak biasa setelah menggunakan cetrimide.

Perlu Anda ketahui juga bahwa cetrimide mungkin bereaksi jika digunakan secara bersama-sama dengan obat lainnya. Interaksi obat ini bisa saja menimbulkan efek samping lain yang lebih serius. Pastikan Anda menyampaikan pada dokter obat-obatan yang sedang Anda konsumsi sebelum mulai menggunakan cetrimide, termasuk obat-obatan bebas dan obat-obatan herbal, seperti obat herbal cacar air maupun minuman penambah daya tahan tubuh.

Demikian pula halnya jika Anda memiliki kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol. Meski rokok dan alkohol memang memberikan dampak negatif bagi kesehatan tubuh Anda secara umum, rokok dan alkohol sering menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Akan tetapi, tahukah Anda jika rokok dan alkohol semakin berbahaya jika dikonsumsi ketika Anda sedang menjalani pengobatan tertentu? Rokok dan alkohol bisa menyebabkan interaksi terjadi yang dapat menimbulkan reaksi tidak baik pada tubuh Anda. Oleh karena itu, sebaiknya Anda meninggalkan kebiasaan ini atau mengkonsultasikan hal ini dengan dokter ketika Anda akan menjalani pengobatan penyakit tertentu.

Baca juga:

Lalu, bagaimana jika terjadi overdosis atau reaksi obat? Jika hal ini terjadi atau Anda merasakan gejala-gejala aneh setelah mengkonsumsi atau menggunakan obat tertentu, segera hubungi penyedia layanan gawat darurat atau periksakan diri Anda ke unit gawat darurat di rumah sakit terdekat. Stay safe, ya!