Home Merk Obat A-Z Merk Obat G Glauseta – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

Glauseta – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

1275

Glauseta merupakan tablet produksi Sanbe Farma yang mengandung acetazolamide 250 mg.

Indikasi Glauseta

Acetazolamide seringkali digunakan untuk membantu mencegah dan mengurangi berbagai gejala penyakit terhadap suatu ketinggian tertentu. Bahkan, obat ini dapat mengurangi rasa sakit kepala, kelelahan, mual, pusing, dan napas pendek yang seringkali terjadi saat memanjat suatu ketinggian tertentu sekitar 10,000 kaki atau 3,048 meter atau bahkan lebih tinggi lagi dengan sangat cepat.

Obat ini umumnya digunakan pada situasi dimana Anda tidak dapat melakukan pendakian perlahan. Cara terbaik untuk mencegah penyakit ketinggian adalah memanjat secara perlahan, berhenti selama 24 jam selama pendakian untuk membantu tubuh melakukan penyesuaian dengan ketinggian yang baru dicapai, dan adaptasi dalam waktu 1 – 2 hari pertama.

Obat ini juga dapat digunakan bersamaan dengan obat lain untuk mengatasi gangguan mata seperti glaukoma sudut terbuka. Acetazolamide merupakan obat diuretic yang membantu menurunkan jumlah cairan yang ada di mata.

Selain itu, obat ini juga mampu menurunkan peningkatan cairan tubuh (edema) yang disebabkan gagal jantung kongestif atau obat lain.  Acetazolamide hanya akan bekerja dengan baik apabila digunakan dalam waktu singkat. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan bersamaan dengan obat lain untuk mengatasi kejang (petit mal).

Cara Penggunaan Glauseta

  • Apabila Anda mengonsumsi tablet, minumlah obat ini secara oral, biasanya 1 hingga 4 kali sehari seperti yang diinstruksikan oleh dokter.
  • Apabila Anda mengonsumsi kapsul kerja panjang, maka gunakan obat ini secara oral dalam waktu 1 – 2  kali sehari seperti yang diberi tahukan oleh dokter.
  • Telanlah kapsul jangka panjang secara utuh. Jangan buka, hancurkan, atau kunyah kapsul. Melakukan hal seperti itu akan menghancurkan aksi kerja panjang obat dan mungkin akan meningkatkan efek samping.
  • Acetazolamide dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Minum banyak cairan kecuali diinstruksikan yang sebaliknya oleh dokter. Dosis akan didasarkan pada kondisi medis dan respon terapi.

Untuk mencegah penyakit ketinggian, gunakan acetazolamide 1 hingga 2 hari sebelum mulai mendaki. Lanjutkan mengonsumsi obat saat pendakian paling sedikit 48 jam setelah Anda mencapai ketinggian akhir. Anda mungkin perlu melanjutkan konsumsi obat saat berada pada ketinggian yang tinggi untuk mengontrol gejala.

Apabila gejala penyakit ketinggian ini bertambah parah, maka alangkah baiknya untuk perlahan mendaki turun secepat mungkin. Acetazolamide akan melindungi Anda dari efek samping yang serius.

Apabila Anda mengonsumsi obat lain untuk glaucoma atau kejang, maka perlu menggunakan obat ini secara rutin agar memperoleh hasil optimal.

Efek Samping Glauseta

  • Obat ini dapat menurunkan kadar kalium di dalam darah. Oleh karena itu, dokter akan merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi makanan kaya kalium (pisang atau jus jeruk) saat mengonsumsi obat.
  • Obat ini dapat mengakibatkan efek samping berupa pusing, atau peningkatan urinasi, khususnya pada penggunaan fase awal karena tubuh akan melakukan penyesuaian terhadap obat. Selain itu, penglihatan kabur, mulut kering, keadaan mengantuk, sakit kepala, dan kelelahan mungkin terjadi. Apabila terdapat gejala yang memburuk, maka segeralah konsultasikan dengan dokter.
  • Segera konsultasikan dengan dokter apabila terdapat efek samping serius yang terjadi seperti peningkatan bulu di tangan, kehilangan pendengaran, telinga berdengung, kelelahan yang tidak biasa terjadi, mual/muntah yang persisten, nyeri perut yang parah.
  • Reaksi alergi yang serius terhadap obat juga perlu dikonsultasikan dengan dokter, seperti nyeri pada mulut, ruam, gatal/bengkak (khususnya pada wajah/lidah/tenggorokan), kesulitan bernapas.

Peringatan

  1. Obat ini sebaiknya tidak digunakan apabila memiliki kondisi medis tertentu, seperti gangguan kelenjar adrenal (seperti penyakit Addison), penurunan kadar natrium atau kalium di dalam darah, gangguan ginjal yang parah, gangguan hepatic parah seperti sirosis hati, gangguan metabolic tertentu seperti asidosis laktat
  2. Segera beri tahukan kepada dokter terkait riwayat medis yang pernah diderita yaitu kesulitan bernapas (emfisema, bronkitis kronis), tingginya kadar kalsium, dehidrasi, diabetes mellitus, gout, glaucoma sudut tertutup, tiroid hiperaktif (hipertiroid)
  3. Obat ini dapat mengakibatkan Anda pusing atau mengantuk, serta penglihatan Anda menjadi kabur. Oleh karena itu, hindari penggunaan alkohol karena penggunaan alkohol akan membuat Anda lebih mengantuk