Categories: Merk Obat E

Enbrel – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Enbrel termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

  • Etanercept merupakan obat berbentuk seiaan injeksi yang mengandung etanercept sebagai senyawa aktifnya

Indikasi

Mekanisme Kerja Obat

Ankylosing spondylitis adalah suatu kondisi dimana terjadi inflamasi (radang/pembengkakan) pada sendi tulang belakang. Tulang belakang kita terdiri atas puluhan ruas-ruas tulang pendek yang dihubungkan oleh sendi-sendi dengan demikian tulang belakang kita dapat bergerak secara fleksibel.

Namun, pada kondisi ankylosing spondylitis, terjadi inflamasi pada sendi-sendi tersebut dan ruas-ruas tulang belakang tersebut menjadi menyatu (tidak ada lagi jaringan sendi di antaranya) sehingga hal tersebut akan menimbulkan rasa sakit dan juga kekakuan pada tulang belakang.

Sedangkan rheumatoid artritis adalah inflamasi yang terjadi pada sendi akibat adanya respon autoimun, dimana sistem imun tubuh salah mengenali bagian tubuh sendiri sebagai benda asing. Pada rheumatoid artritis, sistem imun menyerang sinovium, yaitu suatu membran yang menyelubungi sendi sehingga lama kelamaan akan menimbulkan kerusakan tulang di daerah tersebut.

Kedua penyakit ini terjadi akibat inflamasi yang terjadi secara berlebihan. Etanercept adalah salah satu obat yang bisa digunakan untuk membantu meredakan kondisi tersebut. Etanercept bekerja dnegan cara menginaktivasi TNF, yaitu salah satu senyawa kimia di dalam tubuh yang dapat menimbulkan terjadinya inflamasi sehingga diharapkan kondisi penyakit tersebut dapat membaik.

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Dosis Enbrel untuk ankylosing spondylitis: 50 mg yang diberikan seminggu sekali, disuntikkan secara subkutan (disuntikkan ke jaringan di bawah kulit) atau 25 mg yang diberikan 2 kali dalam seminggu
  • Dosis Enbrel untuk artritis reumatoid: 50 mg yang diberikan seminggu sekali, disuntikkan secara subkutan
  • Pemberian Enbrel kepada pasien hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten, misalnya dokter atau perawat

Kontraindikasi

Pasien yang memiliki kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Enbrel:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap etanercept
  • Sepsis
  • Sedang mengalami penyakit infeksi serius
  • Digunakan bersamaan dengan vaksin

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Belum ada data yang memadai untuk mendukung penggunaan etanercept pada ibu hamil, namun beberapa penelitian pada populasi tertentu menunjukkan bahwa penggunaan etanercept pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan pada bayi yang dilahirkan
  • Etanercept dapat diekskresikan (dikeluarkan) oleh tubuh melalui ASI, namun efek sampingnya terhadap bayi yang disusui belum diketahui

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin timbul setelah penggunaan Enbrel

  1. Infeksi saluran pernapasan
  2. Sakit kepala
  3. Rhinitis
  4. Rasa tidak nyaman pada tempat penyuntikan
  5. Mual
  6. Muntah
  7. Pusing
  8. Faringitis
  9. Sakit perut

Tidak semua pasien akan mengalami efek samping di atas setelah menggunakan Enbrel. Namun, jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Enbrel, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker agar bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Enbrel:

  • Obat-obat berikut dapat menurunkan respon imun tubuh sehingga penggunaannya bersamaan dengan etanercept dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi: abatacept, adalimumab, alefacept, anakinra, azathioprine, canakinumab, everolimus, infliximab, metotreksat, rilonacept, siklosporin, takrolimus serta obat golongan kortikosteroid
  • Etanercept dapat menurunkan efektivitas berbagai vaksin jika digunakan secara bersamaan, antara lain vaksin antraks, BCG (vaksin untuk TBC), DPT (vaksin difteri, pertusis, tetanus), hepatitis, HPV (vaksin untuk kanker serviks), influenza, MMR (vaksin campak, gondongan dan rubella/campak Jerman), rabies dan cacar air

Selalu konsultasikan mengenai obat apapun (sintetis maupun herbal) yang sedang atau akan Anda gunakan kepada dokter dan/atau apoteker untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut bersamaan dengan Enbrel tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi Anda.

Jika Anda akan melakukan vaksinasi, beritahukanlah kepada dokter yang akan memberi vaksin bahwa Anda sedang mendapat terapi menggunakan Enbrel karena beberapa vaksin seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya tidak diberikan bersamaan dengan Enbrel atau obat lainnya yang mengandung etanercept.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan dengan menggunakan Enbrel tanpa menggunakan resep dokter karena pemberian obat ini memerlukan pertimbangan yang harus dilakukan dokter dengan seksama
  2. Enbrel diberikan kepada pasien dengan cara disuntikkan secara subkutan (disuntikkan ke dalam jaringan di bawah kulit), pemberiannya harus dilakukan dengan cara yang benar dan di tempat yang tepat untuk menghasilkan efek yang diinginkan dan menghindari terjadinya komplikasi. Selain itu, obat ini memerlukan penanganan khusus sebelum diberikan kepada pasien, oleh karena itu pemberian Enbrel hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten seperti dokter atau perawat
  3. Enbrel tersedia dalam bentuk serbuk di dalam vial, serbuk ini akan dilarutkan oleh tenaga medis sebelum diberikan kepada pasien
  4. Pelarut yang bisa digunakan untuk melarutkan serbuk Enbrel: API (Aqua pro Injection) atau air yang digunakan khusus untuk obat berbentuk sediaan injeksi
  5. Larutan Enbrel tidak boleh dicampurkan dengan obat-obatan lain
  6. Sebaiknya Enbrel disimpan pada suhu 2-80C
  7. Enbrel dapat disimpan pada sihu ruangan selama maksimal 14 hari di tempat yang sejuk, terlindung dari cahaya dan panas. Enbrel tidak boleh lagi digunakan jika sudah disimpan pada suhu ruangan lebih dari 14 hari