Merk Obat A

Ariski – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ariski merupakan obat yang banyak digunakan untuk membantu mengatasi gangguan bipolar, ititabilitas yang berkaitan dengan penyakit autisme, serta juga umum digunakan sebagai obat anti depresi. Obat ariski termasuk ke dalam obat jenis skizofrenis. Skizofrenia adalah suatu gangguan mental yang dialami oleh seseorang dimana orang tersebut akan mengakibatkan halusinasi, delusi, serta menyebakan pikirannya menjadi kacau atau tidak bisa berpikir dengan baik dan normal.

Orang yang mengalami skizofrenia akan mengalami kesulitan dalam membendakan kejadian nyata atau cuma pikirannya sendiri (tidak nyata). Penyakit ini dapat menjangkit atau menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak sampai dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi usia yang paling rentan terkena skizofrenia yaitu antara umur 15 sampai umur 35 tahun. Obat ariski dibuat untuk membantu mengobati gangguan penyakit mental yang anda alami. Di bawah ini beberapa informasi penting mengenai obat ariski termasuk dosis dan efek samping ditimbulkan.

Kandungan

Setiap kemasan obat ariski mengandung setidaknya:

  • Ariprazole sebanyak 10 mg per tablet
  • Ariplazole sebanyak 15 mg per tablet

Kemasan

Ariski di kemas dan dipasarkan dalam kemasan:

  • Dos 10’s tablet 10 mg
  • Dos 10’s tablet 15 mg

Golongan : Obat yang harus didapatkan dengan resep dokter

Harga : –

Pabrik : Actavis

Informasi Seputar Zat Ariprazole

Ariprazole merupakan obat yang termasuk ke dalam jenis antipsikotik atipikal yang berfungsi sebagai obat untuk seseorang yang mengalami penyakit skizofrenia dan juga seseorang yang mengalami gangguan bipolar. Obat ini merupakan agen antipsikotik derivat quinolinone. Namun tidak seperti obat antipsikotik lainnya seperti olanzapine, ziprasidone, quetiapine, clozapine, dan risperidone yang mekanisme kerjanya yaitu sebagai antagonis terhadap reseptor D2, ariprazole bekerja dengan cara sebagai agonis parsial D2. Ariprazole diketahui juga bertindak sebagai agonis terhadap reseptor 5-HT1A, dan juga seperti antipsikotik atipikal lainnya yang menampilkan profil antagonis pada reseptor 5-HT2A.

Indikasi Obat

Ariski memiliki beberapa indikasi atau kegunaan seperti di bawah ini:

  • Sebagai pengobatan penyakit skizofrenia tingkat akut yang di alami oleh anak remaja maupun orang dewasa.
  • Digunakan juga sebagai suatu terapi tambahan bagi seseorang yang sedang mengalami depresi.
  • Obat ini juga ampuh digunakan sebagai pemeliharaan terhadap pasien yang sedang menderita penyakit skizofrenia serta juga sebagai pemeliharaan bagi anak-anak, remaja, maupun orang dewasa yang mengalami gangguan bipolar.
  • Untuk mengobati seseorang atau pasien yang sedang mengalami penyakit mania yang parah.
  • Bisa juga digunakan untuk membantu mengatasi iritabilitas yang berkaitan dengan gangguan autisme yang sedang mengganggu anak-anak maupun remaja.

Kontraindikasi

Berikut ini merupakan beberapa kontraindikasi yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan obat ariski

  • Obat ini tidak ditujukan atau digunakan oleh penderita yang mengalami gangguan psikosis yang berkaitan dengan gangguan kebingungan, dimensia terhadap pasien lansia atau lanjut usia.
  • Jangan pernah menggunakan obat ini jika anda merupakan pasien yang sedang mengalami penyakit ginjal, dan atau sedang mengalami penyakit depresi maupun mengakibatkan maag dispepsia.
  • Tidak direkomendasikan menggunakan obat ariski untuk pasien yang memiliki riwayat masalah pada hati maupun jantungnya.
  • Hindarkan obat ariski kepada pasien yang sedang mengalami gangguan hipersensitifitas. Hipersensitifitas adalah suatu kondisi dimana orang yang mengalaminya akan lebih merasakan sensitifitas yang tinggi dari kondisi orang normal pada umumnya.

Dosis Ariski

Berikut ini beberapa dosis yang dianjurkan sesuai dengan rekomendasi medis:

Untuk penderita skizofrenia:

  • Bagi anak-anak yang berusia lebih kurang 15 tahun, dosis awal yang diberikan yaitu sebanyak 2 mg selama 2 hari, kemudian ditingkatkan menjadi 5 mg untuk 2 hari sebagai tambahan untuk mencapai dosis yang dianjurkan yakni 10 mg untuk setiap hari. Dan perlu anda ketahui bahwa setiap kenaikan harus diberikan dosis sebanyak 5 mg, dan dosis maksimal sebanyak 30 mg.
  • Bagi orang dewasa, dosis awal yang diberikan sebanyak 10 mg atau juga bisa diberikan dosis awal 15 mg untuk satu kali pemeliharaan dan dikonsumsi sekali sehari. Dianjurkan untuk menyesuaikan dosis dengan waktu atau interval minimal selama 2 minggu. Sementara untuk dosis maksimalnya sebanyak 30 mg sebanyak 1 kali dalam sehari.
  • Bagi pasien lansia atau lanjut usia disarankan untuk mengurangi dosis awal yang disarankan karena mereka rentan terkena gangguan hipersensitifitas.

Sementara untuk maniac akut terhadap gangguan biolar dosisnya sebagai berikut:

  • Anak-anak yang berusia kurang lebih 13 tahun, dosis awal yang diberikan yaitu sebanyak 2 mg selama 2 hari kemudian bisa meningkat sebanyak 5 mg agar bisa sebagai tambahan untuk mendekati dosis yang telah dianjurkan yakni 10 mg setiap hari. Setiap kenaikan dosis harus sebanyak 5 mg. Dosis maksimalnya sebanyak 30 mg.
  • Bagi pasien orang dewasa, dosis awal yang diberikan yaitu sebanyak 15 mg untuk sehari sekali, dan dapat ditingkatkan 2x lipat menjadi 30 mg per hari disesuaikan dengan respon dan kondisi tubuh.
  • Bagi pasien lanjut usia dianjurkan untuk mengurangi takaran pada dosis awal.

Untuk iritabilitas yang ada keterkaitannya dengan gangguan autis:

  • Bagi pasien yang menderita padiatric selama antara 5 sampai 18 tahun maka dosis yang diberikan yaitu sebanyak 5 sampai 15 mg per hari.
  • Untuk pasien individual harus disesuaikan dengan tolerabilitas dan juga disesuikan dengan respon tubuh.
  • Dosis awalnya yaitu 2 mg per hari dan bisa ditingkatkan sebanyak 5 mg per hari dengan kenaikan masing-masing 10 maupun 15 mg per hari jika memang diperlukan.
  • Perlu anda perhatikan bahwa penyesuaikan dosis hingga mencapai 5 mg setiap harinya harus dilakukan secara berkala pada interval atau jarak yang tidak boleh kurang dari satu minggu.

Efek Samping

  • Efek umum yang terjadi yaitu akan mengakibatkan sakit kepala, mual, dan juga muntah.
  • Untuk orang dewasa, efek samping yang sering terjadi yaitu seperti kehilangan nafsu makan, berat badan yang tiba-tiba naik, agitasi atau gelisah, dan juga mengakibatkan hidung tersumbat atau mampet.
  • Perlu anda ketahui bahwa obat ariski akan mengakibatkan kantuk. Jadi bagi anda tidak disarankan untuk mengemudikan kendaraan ataupun melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi serta dapat menguras tenaga.
  • Bisa juga mengakibatkan seseorang akan mengalami penyakit sembelit atau konstipasi.
  • Adapun efek samping berkaitan dengan perilaku yang tidak terkendali seperti gelisah, tremor, menyebabkan otot menjadi kaku yang dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa.
  • Adapun efek samping yang berpotensi sangat fatal yaitu Neuroleptic sindrom ganas.

Perlu  anda cermati bahwa tidak semua orang akan mengalami efek samping yang sama antara orang yang satu dengan yang lainnya karena dipengaruhi oleh kondisi tubuh termasuk dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh.

Interaksi Obat

Ada beberapa jenis obat yang bisa digunakan secara bersamaan namun tidak sedikit pula yang dilarang untuk dikonsumsi bersama-sama. Maka dari itu anda harus memberitahukan kepada ahli kesehatan mengenai obat-obatan maupun suplemen yang sedang anda konsumsi agar dapat terhindar dari interaksi obat ariski.

Perhatian

  • Anda harus segera menghentikan atau mengurangi dosis jika muncul gejala atau tanda indikasi sindrom neuroleptik ganas.
  • Pemakaian obat ariski harus segera anda hentikan jika anda terindikasi mengalami alergi seperti ruam, sakit tenggorokan, demam, gatal, pucat, maupun tanda-tanda lain yang dimungkinkan muncul karena jika dibiarkan malah akan mengakibatkan efek samping yang lebih fatal.
  • Sangat dianjurkan untuk berhati-hati memberikan obat ini kepada pasien yang mempunyai riwayat kejang.
  • Perhatian khusus harus diberikan kepada pasien yang mengalami penyakit cardiovaskular, penyakit serebrovaskular, dan juga terhadap kondisi yang dapat mempengaruhi hipotensi, misalnya seperti dehidrasi maupun hipovolemia, serta juga kondisi seseorang yang mengalami hipertensi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Perlu anda ketahui bahwa takaran dosis orang kemungkinan akan berbeda karena hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dan juga kondisi tubuh seseoran. Maka dari itu penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan manfaat dan resiko yang mungkin bisa anda dapatkan selama menggunakan obat ariski.