Merk Obat A

Abirom – Obat Apa – Fungsi Obat – Dosis – Efek Samping Dan Kontraindikasi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Abirom merupakan jenis obat yang diindikasikan untuk pengobatan infeksi saluran pernafasan, penyakit infeksi kulit karena bakteri dan jaringan lunak, pengobatan pada pasien dengan ganguan sistem imun, pada pasien untuk perawatan pneumonia, keracunan darah, febrile serta antibiotik untuk infeksi saluran kemih. Zat aktif yang terkandung didalam obat abirom adalah Cefpirome. Cefpirome adalah sejenis antibiotik golongan cephalosporin, biasanya obat ini tersedia dalam bentuk powder. Cara kerja obat ini meningkatkan kondisi pasien dengan melakukan fungsi-fungsi penghambat yang mensistesis dinding sel bakteri. Cefpirome sendiri aktif pada bakteri gram negatif, termasuk pseudomonas aeruginosa juga bakteri gram positif dan tidak aman dipakai untuk anak usia dibawah 18 tahun.

Zat Aktif yang terkandung:

  • Cefpirome

Cefpirome adalah suatu antibiotik generasi ke empat yang terdapat pada golongan cephalosporin. Antibiotik jenis ini biasanya digunakan untuk mengobati infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih dan kelamin. Memang tidak begitu sulit menemukan obat ini di pasaran, karena obat ini termasuk salah satu jenis obat yang di jual bebas. Biasanya berupa Cefpirome 1g injection. Penggunaannya harus selalu dipantau untuk paisen yang mengidap alergi pada penisilin dan gangguan ginjal sefalosporin.

Informasi penting mengenai Abirom

  1. Abirom termasuk jenis obat yang aman, meski obat ini mudah di dapatkan di pasaran akan tetapi sebaiknya dalam pemakaian obat jenis abirom sebaiknya di konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter untuk meminimalisir segala bentuk jenis efek dalam penggunaannya.
  2. Sebagian besar jenis obat ini tidak memiliki potensi penyalahgunaan dan ketagihan, biasanya pada suatu obat yang membuat ketagihan dalam penggunaannya pemerintah sudah mengkategorikan jenis obat itu dalam jenis obat -obatan yang dikendalikan.
  3. Dalam mengkonsumsi obat abirom sebaiknya dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan dokter. Apabila anda kelupaan atau melewati dosis yang sudah ditentukan, sebaiknya sesegera mungkin anda mengkonsumsinya,namun dengan syarat apabila jaraknya tidak terlalu berjauhan. Namun pertimbangan lainnya yang harus difikirkan ketika jadwal dosis sudah terlampau jauh sebaiknya secepatnya konsultasi pada dokter.
  4. Sebaiknya dalam mengkonsumsi obat ini harus sesuai dosis dari resep yang diberikan oleh dokter,  jangan mengkonsumsi lebih banyak dari dosis yang sudah ditentukan, karena bukan memperbaiki gejala penyakit yang ada, malah akan menimbulkan efek samping seperti keracunan obat.
  5. Jangan memberikan obat ini kepada sembarangan orang tanpa anjuran dosis dari dokter, meski anda sudah mengetahui kondisi mereka, karena akan berakibat overdosis dan tidak semua orang tahu cara menetralisir overdosis obat
  6. Konsultasikan kepada apoteker atau sebaiknya dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut.

Penyimpanan obat :

Penyimpanan obat cukup dilakukan pada suhu ruang dan jauhkan dari terkena sinar matahari langsung, dilarang untuk membekukan obat ini kecuali memang diperlukan dan sudah tercantum pada kemasan. Dilarang untuk membuang obat ini ke drainase pembuangan atau toilet karena dapat mengkontaminasi lingkungan, sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk lebih mendapatkan informasi yang tepat.

Indikasi Obat

  • Penyakit Keracunan darah
  • Penyakit infeksi pada neutropenia
  • Penyakit Bronkopneumonia dan lobar pneumonia
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak
  • Infeksi saluran kemih dan kelamin

Interaksi obat Abirom.

Dalam mengkonsumi obat apapun apabila dilakukan secara bersamaan biasanya efek yang terjadi akan berbeda pula, begitu pun dengan mengkonsumsi Abirom, sebiknya dalam mengkonsumsi obat ini konsultasikan dulu kepada dokter mengenai segala jenis obat-obatan, vitamin, maupun suplemen herbal yang sedang anda konsumsi. Sehingga dokter akan mengatur interaksi obat dan juga mencegah efek yang akan terjadi. Salah satu jenis obat yang dapat berinteraksi dengan Abirom yaitu produk probenecid.

Kontraindikasi

Obat Abirom kontraindikasi untuk penderita penyakit porfiria.

  • Sebaiknya jangan memberikan obat Abirom pada kepada pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap cefpirome dan pada antibiotik yang masuk ke dalam golongan cephalosporin.
  • Jangan mengkonsumsi obat ini apabila sedang memberi ASI (menyusui)
  • Jangan mengkonsumsi obat ini apabila dalam keadaan kondisi hamil.

Dalam mengkonsumsi obat ini sebaiknya informasikan terlebih dahulu jenis obat obatan atau suplemen yang sedang anda konsumsi, berilah penjelasan juga kepada dokter apakah anda memiliki alergi tertentupada suatu jenis obat-obatan. Beri penjelasan juga mengenai jenis penyakit apa saja yang pernag di derita, Karena beberapa kondisi kesehatan biasanya akan menimbulkan kekebalan terhadap obat sebaiknya  dalam mengkonsumsi obat ini sesuai petunjuk yang diberikan dokter.

Poin konseling

  • Menggunakan jenis obat cefpirome dalam waktu yang sudah lama
  • Mengambil penisilin
  • Memonitor tes fungsi ginjal anda.

Dosis Obat Abirom

  • Untuk pengobatan saluran kemih atas dan bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak

Dosis yang diberikan untuk jenis penyakit diatas yaitu sebanyak 1 g dan diberikan secara intravena setiap 12 jam sekali, dosis ini kemudian ditingkatkan sampai sebanyak 2g namun hal ini berlaku hanya untuk kasus penyakit yang sangat parah.

  • Untuk pengobatan infeksi saluran pernafasan bawah

Dosis yang diberikan sebanyak 1-2 g obat abirom, kemudian diberikan secara intravena setiap 12 jam sekali.

  • Untuk pengobatan infeksi pada pasien neutropenia, bateremia

Dosis yang diberikan sebanyak 2 g. Obat abirom diberikan secara intravena setiap 12 jam sekali.

Apakah obat ini aman?

Apabila anda mengkonsumsi obat jenis abirom dan dalam penggunaanya dilakukan bersamaan dengan obat lain atau produk toko dikhwatirkan akan meningkatkan efek dari obat abirom yang tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga pengobatan yang anda lakukan bisa saja tidak ada hasilnya.

Jika dalam menggunakan obat jenis abirom terjadi efek mengantuk, sakit kepal tegang, ini mungkin efek samping yang terjadi ketika anda memakan obat abirom, sehingga obat ini memang tidak aman di konsumsi saat anda akan akan mengendarai kendaraan. Dokter juga biasanya menyarankan untuk tidakmeminum minuman keras/alkohol karena akan mengingkatkan efek samping seperti mengantuk.

Efek samping penggunaan Abirom

Pada dasarnya setiap jenis obat pasti memiliki efek samping yang berbeda-beda. Alangkah baiknya kita memperimbangkan manfaat dari obat tersebut harus lebih besar dari pada efek yang akan diberikan nantinya. Efek samping yang mungkin akan terjadi ketika mengkonsumsi abirom:

  1. Saat mengkonsumsi abirom antibiotik yang terdapat didalamnya bisa menyebabkan thrombophloebitis dan nyeri.
  2. Efek samping pada organ tubuh seperti sakit perut sebelah kanan atas (ginjal) misalnya nefritis interstitial bahkan gagal ginjal akut.
  3. Efek samping yang akan terjadi pada kulit seperti gatal. ruam, pruritus, urtikaria,
  4. Efek samping yang terjadi pada saluran pencernaan seperti rasa mual, muntah, sakit perut dan diare. Karena kebanyakan abirom atau antibiotik cefpirome dapat mnyebabkan penyakit diare yang dikhawatirkan pertanda dari infeksi baru.
  5. Obat ini juga memiliki efek samping peningkatan enzim hati, y-glutamil transferase, LDL atau bilirubin.
  6. Dapat menyebabkan, demam, kejang-kejang dan sakit kepala.
  7. Efek samping yang paling fatal adalah Pseudomembranosa kolitis.
  8. Ensefalopati reversibel.
  9. Reaksi hipersensitivitas, efek neurologik.