Featured

Tanda Lahir Tiap Tahun Makin Besar, Wanita Ini Jadi Harus Operasi Wajah

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ellahe Haghani seorang wanita berusia 37 tahun memiliki tanda lahir yang tak seperti normalnya. Kalau biasanya tanda lahir tak akan berpengaruh apapun dan bahkan tak dapat membesar, wanita ini memiliki tanda lahir yang tak normal karena bukan hanya tampak besar, setiap tahun justru tanda lahir ini makin besar saja sehingga sangat mengganggu penampilannya.

Menurut laporan dari The Sun, sindrom Sturge-Weber adalah nama kondisi dari kondisi Ellahe ini. Sindrom Sturge-Weber sendiri adalah sebuah kelainan neurokutaneus yang sebagai salah satu cirinya, di wajah terdapat angioma. Wanita asal Iran ini pun mengalami angioma yang tumbuh di wajah sampai-sampai mata sisi kanannya tak bisa melihat alias buta.

Bukan hanya bermasalah di bagian mata, kerusakan juga terjadi di bagian pipi dan juga bibirnya akibat pertumbuhan angioma. Gara-gara hal ini, orang-orang yang bertemu dengannya pun merasa ketakutan dan bahkan tak sedikit orang yang mengira bahwa apa yang terjadi pada Ellahe ini adalah jenis penyakit menular.

Sebagian lagi menganggap bahwa tanda lahir yang merusak wajah Ellahe merupakan sebuah bentuk cacatnya wajah yang diakibatkan oleh paparan kimia berbahaya. Ellahe sendiri mengakui bahwa lesi di wajahnya itu terus bertumbuh, bahkan semakin besar dan berwarna gelap yang membuat dirinya sendiri ketakutan.

Pada usianya yang ke-26 tahun itulah ia menyadari bahwa semakin besarnya lesi, hal tersebut bukan hanya mengganggu penampilan, tapi juga kesehatannya. Karena khawatir lesi tersebut bersifat membunuh, para dokter yang Ellahe datangi tak mengoperasinya. Namun pada akhirnya, Ellahe memulai pengobatan di New York, Amerika Serikat di tahun 2009 meski para dokter sempat khawatir saat menyentuh lesinya, maka terjadi perdarahan yang tak bisa berhenti.

Beruntung wajah Ellahe semakin membaik walau masih nampak tanda lahir pada dahi dan hidungnya, itu semua berkat dr Milton Waner yang menangani Ellahe sebanyak 20 kali operasi supaya angioma-nya hilang sekaligus membuat struktur wajahnya lebih benar. Operasi ini meliputi juga pencangkokan kulit pada kelopak mata, hidung serta pipi.

Ellahe diketahui menjadi mahasiswi keperawatan dan kini ia sedang fokus untuk bisa lulus, menikah lalu memiliki momongan. Hal ini membuktikan bahwa kondisi angioma untungnya tak berpengaruh pada rasa percaya diri Ellahe, sebab ia mengatakan bahwa dirinya tak didefinisikan oleh wajahnya karena kemampuannyalah serta apa yang ia lakukan dalam hidupnya merupakan definisi dirinya yang sebenarnya.