Categories: Herbal

Amankah Henna Untuk Ibu Hamil Yang Ingin Mempercantik Diri? Ini Penjelasan dan Tipsnya!

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tentu sebagian dari kita sudah cukup sering mendengar istilah henna di mana henna ini sendiri dikenal sebagai jenis tumbuhan paling tua yang sudah kerap dimanfaatkan dalam dunia kecantikan dan sebagai bagian dari kosmetik. Henna sering dimanfaatkan dalam seni menghias tubuh mulai dari rambut hingga kulit tubuh dan diketahui tak berefek samping berbahaya. Namun, amankah henna untuk ibu hamil?

Boleh dan aman tidak sih kalau ibu hamil menggunakan henna?

Secara umum, para ibu hamil yang ingin menghias tubuh atau mengecat rambut menggunakan henna sangatlah aman, tapi juga hal ini tergantung pada jenis henna itu sendiri. Henna yang digunakan tentu harus benar-benar aman dan alami sebab henna sendiri seperti sudah disebutkan, adalah sebuah jenis tumbuhan tropis sehingga seharusnya aman bila tak dicampur dengan bahan kimia apapun.

Penggunaan henna seperti tato tubuh dan cat rambut herbal yang sifatnya non-permanen ini walaupun alami juga terkadang pada beberapa orang bisa saja menyebabkan efek tertentu. Jika kulit sang ibu hamil jauh lebih sensitif sejak kehamilan, ada kemungkinan besar kalau reaksi alergi dapat terjadi, terutama bila ada zat-zat kimia lain di dalam henna.

Jika Anda tertarik dengan seni menghias tubuh menggunakan henna saat sedang hamil, Anda bisa coba untuk memilih henna yang bukan warna hitam. Henna 100% alami dengan warna merah marun, coklat, merah, kuning, warna kopi dan juga oranye tergolong lebih aman, sementara yang warna hitam justru tidak direkomendasikan.

Adakah alasan tertentu tentang tidak dianjurkannya penggunaan henna berwarna hitam? Kalau tidak pada kondisi hamil saja warna henna yang hitam kurang begitu dianjurkan, hal ini lebih-lebih tak direkomendasikan ketika Anda tengah hamil karena:

  • Ada kandungan PPD di dalam henna hitam, yaitu para-phenylendiamine yang menjadikan henna warna hitam tidak dapat digolongkan sebagai henna alami.
  • Kandungan PPD mampu menjadi pemicu reaksi kulit, mulai dari luka lecet dan luka bakar serta lainnya.
  • Jika ingin membeli atau memakai pun, harus melakukan pengujian atau tes pada kulit lebih dulu.

Ingat pula, henna juga dapat menjadi berisiko buruk bagi para ibu hamil apabila sang ibu hamil memiliki kondisi kesehatan tertentu. Bila Anda pada waktu hamil mengalami beberapa masalah kesehatan atau keluhan-keluhan di bawah ini, maka Anda tak dianjurkan memakai henna (warna apapun).

  • Gangguan peredaran darah.
  • Gangguan sistem imunitas tubuh.
  • Anemia
  • Hiperbilirubinemia
  • Kurangnya G6DP dalam tubuh.

Tips Mempercantik Diri dengan Henna pada Ibu Hamil yang Aman

Sekalipun henna yang 100% alami dianggap aman bagi para ibu hamil, penting untuk lebih dulu melakukan tes pada kulit melalui pengolesan henna sedikit pada area tubuh yang ingin dipercantik atau dihias. Untuk mengetahui apakah kulit Anda bisa menerimanya atau tidak, biasanya harus menunggu 24 jam.

  • Anda perlu lebih dulu cari tahu jenis-jenis henna dan memastikan bahwa yang Anda pilih untuk terapkan pada kulit merupakan henna yang memang dari tumbuhan atau bahan alami asli.
  • Setelah memang Anda sudah memastikan bahwa produk henna tersebut aman, Anda perlu melakukan ini (menghias tubuh dengan henna) di tempat yang benar-benar Anda dapat percayai karena profesionalitasnya.
  • Baik Anda mengaplikasikannya sendiri atau di tempat tertentu, jika gejala yang tak wajar Anda rasakan, hentikan penggunaannya sesegera mungkin.
  • Pastikan ketika menghias diri dengan henna, postur tubuh yang bisa memicu rasa kram dan nyeri Anda hindari.
  • Segera hubungi dokter ketika beberapa keluhan terjadi setelah penerapan henna ke kulit, seperti tekanan darah tinggi, mual, sakit kepala, kram, perdarahan, muntah, sendi yang nyeri hingga demam.

Jadi, amankah henna untuk ibu hamil yang ingin mempercantik dirinya? Henna pada umumnya aman, namun jika Anda tak berhati-hati dan tidak jeli dalam mengecek kealamian dari produk henna yang digunakan, zat kimia yang terkandung di dalam henna tersebut ditakutkan mampu meresap ke kulit dalam lalu sampai pada peredaran darah dan meningkatkan risiko gangguan pada janin.

Itulah kenapa, penting untuk menghindari henna yang berkandungan PPD yang berisiko tinggi menyebabkan kulit teriritasi. Tak hanya penggunaan henna saja yang para ibu hamil wajib waspadai, tapi juga sebaiknya tak menindik pada bagian tubuh mana saja karena bahaya infeksi sangat berpotensi besar yang lagi-lagi dikhawatirkan dapat sampai di peredaran darah dan mengganggu perkembangan kesehatan janin.

Jika Anda masih tetap ragu karena henna bisa saja kurang aman bila Anda tak begitu mengenal bahan-bahan yang terkandung di dalamnya, penggunaan bisa Anda tunda. Ya, tunggulah sampai pada waktu pasca persalinan sehingga proses mempercantik diri yang Anda harapkan tak akan mengganggu kehamilan karena sang bayi sudah lahir. Konsultasikan pula lebih lanjut dengan dokter kepercayaan Anda sebelum memutuskan menggunakan henna.