8 Perbedaan Stroke Hemoragik dan Iskemik Pada Orang Dewasa

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Penyakit stroke yang menyerang susunan saraf manusia ada bermacam-macam. Ada stroke hemoragik dan ada pula stroke iskemik. Keduanya walaupun memiliki kesamaan penyebab namun juga memiliki beberapa perbedaan. Karena itu dengan memahami perbedaan stroke hemoragik dan iskemik maka bisa jadi membuat kita lebih fokus menentukan cara menyembuhkan stroke. Ada baiknya untuk menghindari makanan penyebab stroke.

Sebelumnya terlebih dahulu kita ketahui apa itu stroke hemoragik dan apa itu stroke iskemik. Keduanya memiliki pengertian yang kurang lebih berbeda. Stroke hemoragik merupakan stroke yang disebabkan karena pembuluh darah pada system saraf otak pecah dan mengalami pendarahan. Akibatnya fungsi pembuluh darah terganggu dan dapat mengakibatkan kelumpuhan.

Sedangkan stroke iskemik merupakan stroke yang disebabkan karena terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang berada di sistem saraf otak. Ini biasanya diakibatkan oleh kandungan lemak darah atau kolesterol. Karena itu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan pencegah stroke ringan yang dapat mengurangi gejalanya. Adapun segala penyebab penyakit stroke secara umum dapat mengakibatkan terjadinya kedua penyakit ini.

Perbedaan Stroke Hemoragik dan Iskemik

Namun untuk lebih jelasnya berikut ini perbedaan stroke hemoragik dan iskemik:

1. Pada stroke iskemik pembuluh darah hanya tersumbat, namun pada stroke hemoragik pembuluh darah telah mengalami efek yang lebih fatal berupa pecahnya pembuluh darah.

2. Stroke iskemik bisa dikategorikan sebagai gejala stroke ringan karena akibatnya masih dapat diterapi dan kembali berfungsi normal. Namun pada stroke hemoragik fungsi saraf otak yang tergangu dapat mengakibatkan kelumpuhan dengan resiko lebih berat. Sehingga kemungkinan sembuhnya cukup kecil.

3. Stroke iskemik dapat disembuhkan dengan obat-obatan karena bersifat temporer. Sedangkan stroke hemoragik tidak dapat disembuhkan karene bersifat lebih permanen.

4. Pada stroke hemoragik lebih sering terjadi kejang dibandingkan pada stroke iskemik. Karena derejat penyakit stroke yang berbeda, dimana stroke hemoragik fungsi saraf otak sudah tidak terkontrol akibat pecahnya pembuluh darah.

5. Stroke hemoragik lebih beresiko terhadap kematian dibandingkan pada stroke iskemik. Ini karena pembuluh darah yang pecah seketika merusak peredaran darah dan suplai oksigen ke otak. Dimana suplai oksigen pada otak dan jantung dapat seketika terhenti akibat pendarahan yang tidak teratasi. Sementara penyumbatan biasanya hanya menghambat beberapa fungsi organ namun suplai oksigen tetap berjalan walau tidak maksimal.

6. Penanganan stroke iskemik dengan mengembalikan kelancaran aliran darah. Sehingga dapat mengkonsumsi obat-obatan yang memperlancar peredaran darah. Sedangkan pada stroke hemoragik penyembuhannya dengan jalan operasi untuk menghentikan pendarahan dan memulihkan pembuluh darah yang telah rusak. Dengan demikian tingkat pengobatan dan terapi stroke hemoragik jauh lebih sulit. [AdSense-B]

7. Perbedaan stroke hemoragik dan iskemik selanjutnya yaitu pada jenis obat yang digunakan. Stroke iskemik umumnya dapat disembuhkan dengan pemberian aspirin dengan efek samping obat yang cukup ringan. Sementara stroke hemoragik perlu mendapatkan terapi obat anti platelet. Dimana proses pembekuan darah harus segera terjadi untuk menghindari resiko terparah berupa kematian.

8. Perbedaan selanjutnya yaitu stroke hemoragik gejala terjadi dalam hitungan waktu yang lebih lambat dan jarang disadari oleh penderitanya. Sedangkan stroke iskemik biasanya gejalanya Nampak seperti penyakit lain misalnya kedutan atau kebas atau pusing. Gejala stroke iskemik bisa jadi merupakan permulaan terjadinya gejala stroke hemoragik.

Demikian perbedaan stroke hemoragik dan iskemik. Dengan perbedaan tersebut maka dapat dipilih terapi maupun pengobatan yang lebih sesuai. Karena efektifitas obat stroke dan alat terapi stroke akan mengalami pendekatan yang berbeda. Yang terpenting fokus dari semua ini adalah kesembuhan pasien penderita stroke.