Psoariasis

Kulit Tak Lagi Mulus, Kim Kadarshian Akui Psoariasis

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Baru-baru ini, Daily Mail merilis foto paparazi dari Kim Kadarshian disertai kritikan bahwa terdapat beberapa bintik gelap timbul di wajahnya serta menambahkan penjelasan ‘bad skin day’ atau hari kulit yang buruk.

Tak sampai 10 menit sejak postingan tersebut dirilis, Kim memberikan balasan yang menyatakan bahwa hal tersebut dikarenakan kulutnya tengah mengalami suatu penyakit. “Ini adalah psoarias, menyerang seluruh wajah saya”, tulis Kim Kadarshian dengan emoji sedih.

Dikutip dari American Academy of Dermatology (AAD), psoariasis adalah keadaan ketika sistem kekebalan tubuh mengalami kesalahan respon sehingga mengirimkan sinyal pada sel kulit untuk tumbuh lebih cepat. Seringkali kondisi ini disebut dengan autoimun, dimana sel darah putih yang disebut dengan sel limfosit T atau sel T menyerang sel kulit yang sehat dan menganggap seolah sel tersebut mengalami luka atau infeksi.

Pada sel kulit yang tumbuh lebih cepat, maka akan terbentuk lapisan kulit yang menpuk dan menyebabkan kulit tampak penuh bercak. AAD sendiri menyatakan bahwa psoariasis bukanlah penyakit menular atau bersifat kanker, hanya saja dapat diturunkan melaluin genetik.

Psoariasis merupakan penyakit yang cukup umum dan biasa terjadi pada orang dewasa. Tidak peduli pria maupun wanita, semua rentan mengalami penyakit ini. Gejala yang dikeluhkan pun beragam dari ringan hingga parah.

Sebelumnya, Kim sudah mengeluhkan munculnya bercak tersebut di awal tahun 2016. Bermula di bagian kaki, kini bercak tersebut menyebar ke area kulit. Biasanya, psoariasis ditandai dengan adanya ruam merah, kulit menebal hingga terkelupas, terasa kering, dan nampak bersisik. Tanda ini seringkali ditambah dengan sensasi gatal atau perih. Kurang lebih sekitar 25% penderita psoariasis juga mengalami gejala arthritis (sendi bengkak dan nyeri) seiring dengan psoariasis yang bertambah parah.

Penanganan psoariasis akan bergantung pada jenis serta tingkat keparahan gejala yang dikeluhkan pasien. Umumnya, psoariasis bisa ditangani dengan krim topikal/ oles, fototerapi, konsumsi obat-obatan melalui oral maupun injeksi. Pengobatan pada psoariasis tidak bisa menyembuhkan penyakit ini secara keseluruhan, namun hanya berfokus pada pengurangan gejala. Dokter akan menganjurkan pasien untuk menjaga kebersihan kulit, menghindari cedera dan paparan sinar matahari yang menyengat.

Orang dengan psoariasis diharapkan mengurangi kesibukan dalam bekerja dan meminimalisir tekanan yang dialami karena stres yang ditimbulkan dari hal tersebut dinilai dapat memicu psoariasis yang semakin menyebar. Pemicu lainnya bisa dikarenakan oleh cedera ringan, stres, infeksi, iklim yang terlalu dingin atau terlalu kering, obesitas, serta penyakit autoimun lainnya seperti HIV. Bagi Anda yang mengonsumsi obat-obatan seperti obat lithium, anti malaria, anti inflamasi termasuk ibuprofen, anti hipertensi yaitu inhibitor ACE dan beta blocker layak waspada.

Kira-kira, apakah kamu pernah mengalami hal serupa? Jagalah kesehatan mu sejak dini.