9 Gejala Awal Malaria yang Sering di Abaikan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Anda pasti sudah banyak yang mengetahui bahwa penyakit demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk. Tahukah Anda bahwa penyakit malaria juga ditularkan melalui gigitan nyamuk ? Malaria juga merupakan penyakit yang disebarkan melalui gigitan nyamuk. Namun terdapat perbedaan antara nyamuk malaria dengan nyamuk demam berdarah. Jarang sekali penularan penyakit ini terjadi akibat adanya kontak dengan penderita malaria. Kontak langsung dengan darah penderitalah yang memungkinkan untuk terjadinya penularan malaria. Selain itu, Jika seorang ibu hamil terserang malaria, janin dalam kandungannya juga beresiko tertular malaria dari darah ibunya.

Malaria disebabkan oleh parasit yang disebut plasmodium. Terdapat beberapa jenis plasmodium, namun plasmodium penyebab malaria yang umum terjadi di Indonesia adalah plasmodium falciparum dan plasmodium vivax. Jika penyakit demam berdarah disebarkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti, maka dalam penyakit malaria penyebarannya dilakukan melalui gigitan nyamuk anopheles betina.

Gigitan nyamuk biasanya terjadi di malam hari, kemudian parasit yang dibawa oleh nyamuk akan masuk kedalam darah. Penderita biasanya baru mengalami gejala awal malaria kira-kira 1-2 minggu setelah terinfeksi parasit. Selain melalui gigitan nyamuk, meskipun jarang terjadi, penularan malaria juga dapat terjadi melalui transfusi darah dan penggunaan jarum suntik yang dilakukan secara bergantian dengan pasien malaria.

Lalu bagaimana parasit bisa berada dalam tubuh kita ? Perhatikan siklus hidup parasit malaria berikut.

  • Nyamuk anopheles menggigit seorang penderita malaria, akibatnya nyamuk menjadi terinfeksi, nyamuk ini membawa parasit plasmodium yang siap untuk ditularkan ke orang sehat.
  • Jika nyamuk anopheles yang terinfeksi tersebut menggigit orang sehat, maka orang tersebut juga akan terinfeksi malaria.
  • Parasit yang telah masuk ke dalam tubuh bergerak menuju liver. Ada beberapa jenis parasit yang dorman (tidur) sampai setahun lamanya.
  • Ketika parasit sudah dewasa, ia meninggalkan liver dan mulai menyerang sel darah merah. Pada fase ini biasanya gejala mulai dirasakan.
  • Bila nyamuk anopheles lain menggigit orang yang terinfeksi malaria ini, maka ia akan membawa parasit untuk ditularkan pada manusia sehat lain yang digigitnya.

Untuk mendiagnosa penyakit malaria, perlu dilakukan tes diagnosa melalui rapid diagnostic test atau RDT. Untuk melakukan tes ini, akan diambil sampel darah dari pasien untuk melihat keberadaan dan jenis malaria yang dialami penderita. Seperti namanya yaitu “rapid”, tes ini hanya membutuhkan waktu sebentar, kira-kira 15-20 menit. Dari hasil tes ini akan diketahui jenis parasit yang menginfeksi penderita. Melalui informasi ini dapat ditentukan pengobatan yang sesuai dengan jenis malaria yang dialami. Namun ada pula cara diagnosa lain yang lebih konvensional, yaitu melalui pemeriksaan dibawah mikroskop. Penderita akan diambil sampel darahnya lalu sampel tersebut diamati menggunakan mikroskop.

Gejala Awal Malaria

Jika seseorang terinfeksi parasit malaria, beberapa gejala malaria yang dirasakan oleh orang tersebut antaralain:

1. demam tinggi

Dalam beberapa tipe malaria, demam terjadi dalam siklus 48 jam. Selama siklus ini biasanya gejala awal yang dirasakan adalah flu dan menggigil, baru kemudian merasakan demam, diikuti dengan tubuh lemas dan berkeringat. Gejala awal malaria ini bisa terjadi selama 6-12 jam.

2. sakit kepala

Pada masa inkubasi awal, biasanya pasien mengeluh demam tinggi dan sakit kepala, namun gejala yang dirasakan hanya gejala ringan. Sehingga sering disalahartikan sebagai penyakit yang lain. Namun, gejala malaria ini bisa berbahaya jika yang menyerang adalah plasmodium falciparum. Pasien malaria dengan kondisi ini harus segera ditangani agar tidak menimbulkan masalah yang lebih serius.

[AdSense-B]

3. keringat dingin

Ketika parasit menyerang sel darah merah, hal ini mengakibatkan pecahnya sel darah merah. Setiap pecahnya sel darah merah ini menyebabkan tubuh pasien demam, sakit kepala, dan berkeringat dingin.

Penjelasan diatas adalah gejala awal malaria yang umumnya dialami oleh semua penderita malaria. Namun beberapa penderita lain juga mengalami gejala lain yang beragam. Gejala yang umum tersebut dapat diiringi dengan gejala lain sebagai berikut:

4. Mual, muntah dan diare

Beberapa pasien malaria juga mengalami gastroenteritis akut ditandai dengan muntah terus menerus dan diare yang encer. Muntah adalah hal yang biasa terjadi dalam malaria, disebabkan oleh tingginya demam, oleh penyakit itu sendiri, atau karena efek samping penggunaan obatnya. Muntah juga bisa menjadi masalah dalam pengadministrasian obat anti malaria.

5. Badan pegal atau nyeri sendi

Gejala ini dapat dirasakan bahkan sebelum timbulnya manifestasi klinik, karena itulah gejala ini kadang terabaikan. Bahkan dalam beberapa kasus, malaria hanya ditandai dengan terjadinya gejala ini saja, terutama ketika seseorang mengalami kekambuhan malaria.

6. Anemia

Pecahnya sel darah merah akibat serangan parasit malaria juga menyebabkan kadar sel darah merah dalam tubuh menurun. Akibatnya terjadilah gejala anemia pada penderita malaria. Anemia adalah kondisi ketika sel darah merah tidak mampu membawa oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya tubuh terasa lelah, letih, dan lesu.

7. Badan lemah

Gejala lain yang biasanya dialami adalah penderita merasa lemah pada seluruh tubuhnya. Biasanya pasien tidak sanggup untuk duduk atau berdiri. Tidak jarang penderita malaria juga nampak pucat (terutama di telapak tangan), darah rendah, dehidrasi, dll.

8. Kejang

Pasien dengan malaria yang berat biasanya mengalami kejang-kejang lebih dari 2 kali selama 24 jam. Beberapa obat-obatan antimalaria juga dapat menimbulkan efek samping kejang misalnya klorokuin, kina, mefloquine dan halofantrine.

[AdSense-A]

9. Jaundice

Jaundice ringan biasa terjadi pada kasus malaria, dan telah terjadi sebanyak 20-40% dalam kasus malaria. Penderita umumnya mengalami gejala berupa timbulnya warna kekuningan pada mata dan urin.

Jika anda mengalami gejala-gejala diatas, segera hubungi dokter untuk penangan lebih lanjut. Apalagi jika anda baru kembali dari perjalanan ke wilayah endemik malaria. Namun jika anda baru hendak bepergian ke wilayah yang beresiko tinggi malaria, tidak ada salahnya untuk mencegah infeksi malaria dengan mengkosumsi obat anti malaria sebelum, selama, dan sesudah bepergian.

Komplikasi Malaria

Perlu juga diwaspadai bahwa malaria bisa menyebabkan beberapa komplikasi penyakit lain jika tidak ditangani dengan baik. Komplikasi yang mungkin timbul antara lain adalah sebagai berikut.

1. Gangguan pernapasan 

Malaria dapat menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan bernapas yakni napasnya menjadi pendek-pendek atau memburu. Kesulitan bernapas dapat timbul akibat penumpukan cairan di dalam paru-paru atau edema paru.

2. Kadar gula darah rendah (hipoglikemi)

Malaria sendiri bisa mengakibatkan kadar gula darah menjadi rendah atau hasil laboratorium menunjukkan bahwa kadar gula darahnya <40 mg%. Beberapa obat malaria juga dapat menimbulkan efek samping kadar gula darah rendah, contohnya quinine.

3. Kegagalan fungsi organ tubuh

Malaria yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan komplikasi gagal jantung dan liver, serta menyebabkan kerusakan limpa. Jika seseorang mengalami salah satu kondisi ini dapat mengancam kehidupannya.

4. Celebral malaria

komplikasi ini termasuk yang jarang terjadi. Jika sel darah merah yang berisi parasit menyumbat pembuluh darah kecil ke otak, dapat mengakibatkan otak mengalami kerusakan bahkan menyebabkan koma.

Jika Anda tidak ingin mengalami komplikasi seperti yang dijabarkan diatas, segera periksakan diri Anda ke dokter ketika Anda mulai merasakan gejala awal malaria. Anda akan menerima penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Malaria umumnya diatasi dengan mengkonsumsi obat antimalaria. Pastikan Anda mengkonsumsi obat yang diberikan dokter sesuai dengan anjuran yang diberikan.

Bila Anda merasakan adanya efek samping dari obat yang Anda minum, segera konsultasikan kondisi Anda pada tenaga kesehatan terkait. Anda juga tidak perlu khawatir untuk berinteraksi dengan orang lain meskipun Anda sedang menderita malaria. Penyakit ini tidak menular melalui kontak dengan penderita.

Namun mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa tindakan pencegahan malaria dapat pula Anda lakukan. Misalnya dengan memasang kelambu, membersihkan bak mandi, menggunakan abate, menggunakan obat anti nyamuk bakar maupun spray, serta mengoleskan lotion anti nyamuk.