Categories: Batu Empedu

15 Gejala Batu Empedu yang Harus Diwaspadai

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Gejala batu empedu seringkali tidak muncul, hal ini mengakibatkan banyak orang tidak menyadari bahwa di dalam kantung empedunya terdapat batu empedu. Empedu sendiri adalah kantung yang letaknya ada di bawah hati, melekat karena memang kantung empedu ini adalah support system yang dimiliki oleh hati. Jadi semua orang memilikinya. Di dalam kantung empedu terdapat cairan empedu atau yang juga biasa disebut getah empedu. Getah empedu merupakan salah satu produk dari organ hati yang berfungsi untuk menghancurkan lemak dan kolesterol. Dengan kata lain kantung empedu adalah penampung getah empedu dari hati guna membantu proses pencernaan lemak dan kolesterol. (Baca Juga: Makanan Sehat untuk Penderita Liver)

Batu empedu adalah kristal batuan yang terbentuk dan mengisi kantung empedu bahkan bisa juga berada di saluran empedu yang menghubungkan empedu dengan hati dan sistem pencernaan. Kristal batu empedu ini tebentuk dari lemak dan kolesterol yang mengeras karena tidak tercerna dengan baik oleh getah empedu, ukurannya sangat beragam bisa berukuran seperti butiran pasi, sebesar seperti kerikil hingga seukuran bola bekel. Itulah mengapa sebaiknya jangan makan makanan berlemak secara berlebihan. Makanlah secukupnya saja.

Walau sebenarnya jika tanpa kantung empedu hati masih tetap bisa memproduksi getah empedu dan mencerna lemak, tapi sebaiknya menjaga setiap bagian tubuh agar tetap sehat. Karena batu mpedu tidak memberikan gejala yang spesifik malah seringnya tanpa gejala yang berakibat penderita baru mengetahui ada butu empedu di kantung atau saluran empedunya setelah lama dan jumlah batu empedunya banyak. Kalau pun ada gejala, sulit mendeteksi secara mandiri bahwa itu disebabkan batu empedu. Berikut adalah gejalanya:

Gejala Batu Empedu

1. Demam

Saat sedang sakit mu itu sakit flu, demam berdarah, tifus, radang tenggorokan atau penyakit lainnya, gejala pertama yang muncul adalah demam. Begitupun pada batu empedu, penderitanya akan mengalami demam. Demam bisa jadi indikasi adanya benda asing seperti virus, bakteri, jamur dan parasit di dalam tubuh, bisa juga menandakan terjadinya infeksi. Kantung empedu yang berisi batu empedu diterjemahkan sebagai benda asing dan penginfeksi shingga tubuh merespon dengan menaikkan suhu badan untuk melakukan perlawanan.

2. Seperti Gejala Flu

Seringkali orang yang memiliki batu empedu mengalami gangguan kesehatan seperti sedang terkena flu, kepala berat, mengeluarkan keringat dingin, meriang, suhu tubuh meningkat. Ini adalah isyarat dari sistem kekebalan tubuh untuk beristirahat dengan baik karena di dalam tubuh sedang ada upaya perlawanan terhadap penyakit.

Baca Juga:

3. Terasa Nyeri Saat Bernafas

Batu empedu yang keras menimbulkan rasa sakit ketika sedang bernafas. Karena letak kantung empedu yang berada tepat di bawah hati secara umum kita menyebut ini ada di bagian dada. Ketika menarik nafas yang dalam maka paru-paru akan membesar volumenya sehingga menghimpit berbagai organ di sekitarnya. Karena kantung empedu berisi batu yang keras maka akan timbul rasa nyeri di daerah sekitar perut atas dan dada.

4. Kolik Bilier atau Nyeri Perut

Seringnya orang salah menganggap sakit perut yang dirasakan adalah penyakit biasa yang bisa sembuh dengan sendirinya. Diare, kembung, masuk angin, asam lambung tinggi dan maag menimbulkan rasa sakit yang hampir mirip satu sama lain. Tapi rasa sakit karena kehadiran batu empedu sedikit berbeda. Rasa nyeri di perut akibat batu empedu belangsung dalam hitungan jam, lebih lama dibanding sakit di daerah perut karena penyakit ringan. Rasa nyeri yang merupakan gejala batu empedu berawal dari bagian perut atas tempat empedu berada, kemudian rasa nyeri itu menyebar ke perut tengah dan kanan bahkan bisa sampai ke punggung, dada dan tulang belakang. Ketika nyeri perut terjadi penderita akan merasa kaku dan nyeri dimana-mana yang membuat sulit beraktivitas.

[AdSense-B]

5. Perut Terasa Nyeri Setelah Konsumsi Makanan Berminyak

Batu empedu berasal dari lemak dan kolesterol yang mengkristal. Kristal yang terbentuk ini memenuhi kantung empedu yang seharusnya berisi cairan empedu. Sudah menjadi tugas dari kantung empedu dan cairan empedu dari hati untuk menghancurkan minyak, sehingga setelah konsumsi makanan berminyak hati akan memproduksi lebih banyak cairan empedu. Namun karena kantung empedu terisi kristal batu empedu tugas ini tidak dapat berjalan mulus akibatnya menimbulkan rasa nyeri di daerah perut atas.

Baca Juga:

6. Kram Perut

Kram perut dapat menjadi gejala batu empedu, tekanan yang diberikan oleh batu empedu membuat otot-otot perut dan dada terdesak sehingga melakukan kontraksi yang disebut dengan kram perut. Pada masa awal rasa sakit yang ditimbulkan masih bisa ditolerir, berlangsung singkat dan akan hilang dengan sendirinya. Tapi jika sudah semakin parah maka rasa sakitnya bisa tidak tertahankan, berlangsung lama dan membuat sulit bergerak.

7. Perut Terasa Selalu Penuh

Rasa nyeri pada perut, dada dan kram perut bisa menjadi kombinasai yang saling mendukung dalam mengganggu masalah pencernaan. Karena rasa sakit dan tidak nyaman, ditambah dengan kondisi pencernaan yang mulai kacau dapat membuat penderita kehilangan selera makan dan perut terasa selalu penuh.

8. Mual

Empedu juga berperan dalam produksi asam lambung. Ketika hati atau kantung empedu mengalami masalah produksi asam lambung bisa meningkat sehingga perut terasa penuh dan tidak nyaman bahkan bisa mengakibatkan munculnya rasa mual.

Baca Juga:

9. Gangguan Pencernaan

Rasa mual karena kenaikan produksi asam lambung juga sering berujung pada muntah dan gangguan pencernaan. Orang sering salah duga masalah tersebut dikarenakan maag, penyakit asam lambung atau produksi gas berlebih di dalam perut. Ini lah mengapa penderita batu empedu bisa mengalami masalah pencernaan yang parah, karena salah mengobati dan tidak benar-benar memeriksakan diri ke dokter.

10. Depresi

Seringnya terjadi nyeri perut, sesak saat bernafas, kram perut bahkan gangguan pencernaan membuat penderita batu empedu harus banyak beristirahat untuk meminimalkan rasa sakit yang muncul. Kurangnya melakukan gerak dan beraktivitas dapat memicu depresi ditambah dengan rasa sakit yang sebentar-sebentar datang membuata depresi semakin parah.

Baca Juga:

11. Penyakit Kuning (Jaundice)

Tidak hanya ganguan pada hati yan dapat mengakibatkan penyakit kuning. Penderita batu empedu juga bisa mengalami hal serupa. Penyakit kuning ini adalah tanda yang paling jelas dan mudah dikenali. Keadaan ini mempermudah tenaga medis untuk memfokuskan pemeriksaan di daerah sekitar organ hati tapi di sisi lain juga menunjukkan kondisi pasien sudah parah.

12. Warna Feses dan Urin Lebih Gelap

Meski telah mengkonsumsi berbagai makanan dengan wana yang beragam, feses dan urin orang normal akan berwarna kekuningan. Salah satu penyebabnya adalah cairan empedu yang memang memiliki peranan dalam proses pencernaan. Ketika kantung empedu terisi batu empedu proses pencernaan juga menjadi terganggu sehingga membuat feses dan tinja menjadi lebih gelap dari biasanya.

13. Sering Gemetar

Kondisi pencernaan yang buruk hingga mengganggu selera makan membuat nutrisi yang masuk ke tubuh semakin sedikit, akibatnya tubuh kekurangan energi. Ditambah rasa nyeri yang tak kunjung hilang membuat keadaan penderita batu empedu semakin tak karuan. Hal ini membuat tubuh kehilangan keseimbangan dan gemetar, bahkan bisa juga membuat Anda pingsan.

[AdSense-A]

14. Detak jantung Semakin Cepat

Keberadaan kristal batu empedu sangat mengganggu proses pencernaan seperti yang telah dijelaskan di atas. Karena pencernaan terganggu nutrisi dalam darah juga berkurang dan bahkan kadar oksigen bisa ikut turun. Ketika keadaan seperti in terjadi jantung akan mempercepat kinerjanya untuk membantu metabolisme dalam tubuh sehingga jumlah detakkannya meningkat.

15. Diare dan Gas Berlebihan yang Kronis

Gejala awal dari batu empedu dapat berupa rasa kembung yang sering terjadi dan tak kunjung hilang. Semakin lama ini akan berkembang mempengaruhi pencernaan yang membuat penderitanya memiliki feses yang cair atau biasa disebut diare. Jika terus dibiarkan maka lama-kelamaan diare menjadi kronis dan penderita kehilangan banyak cairan tubuh sehingga badan akan terasa lemas dan berat badan berkurang.

Baca Juga:

Selain gejala batu empedu Anda juga harus mengetahui berbagai penyebab timbulnya batu empedu. Berikut adalah penyebab terbentuknya batu empedu:

1. Diet Tinggi Lemak dan Gula

Diet yang menganjurkan konsumsi makanan tinggi lemak dan gula akan membuat asupan lemak dan kolesterol ke dalam tubuh meningkan tajam melebihi biasanya. Kolesterol dan lemak yang tinggi membuat hati harus memproduksi getah empedu yang cukup banyak untuk menetralisir. Jika diet ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama maka timbunan kolesterol yag ada dalam tubuh akan semakin banyak dan tidak menutup kemungkinan hati kesulitan memenuhi kebutuhan getah empedu sehingga kolesterol dan lemak akan mengendap di dalam darah dan kantung empedu hingga mengkristal dan menjadi batuan empedu. Kolesterol dan lemak yang tinggi juga membuat kantung empedu tidak memiliki kesempatan untuk mengosongkan kantung empedu yang membuat getah empedu juga tertimbun lalu mengeras.

2. Obat Penurun Kolesterol

Ketika kadar kolesterol di dalam darah sangat tinggi maka dibutuhkan obat untuk menurunkan kolesterol dalam darah. Obat-obatan semacam ini memang ampuh mengusir kolesterol dalam darah tapi membuat empedu bekerja ekstra. Karena kolesterol dari darah akan di bawa ke kantung empedu untuk tindakan lanjutan yang dianggap sebagai pembuangan akhir yang bertanggung jawab menghancurkan kolesterol. Jika kadar kolesterol sangat tinggi da berlangsung lama maka pengendapan kolesterol di dalam kantung empedu dapat terjadi, kemudian mengeras menjadi batu empedu.

3. Obesitas

Sudah banyak studi medis yang menunjukan hubungan antara obesitas dan terbentuknya batu empedu. Semakin tinggi tingkat obesitas maka resiko terkena penyakit batu empedu semakin tinggi pula. Hal ini dikarenakan semakin seseorang obesitas maka kadar lemak tubuhnya semakin banyak. Hal ini diperburuk dengan pola makan berlebihan dan tidak sehat yang membuat berbagai organ dan sistem pencernaan kewalahan. Salah satunya kantung empedu yang akan sulit mencerna semua lemak dan kolesterol yang ada dalam tubuh dan terus dipaso melalui makanan. (Baca Juga: Jenis Penyakit Hepatitis)

4. Menderita Penyakit Diabetes

Penderita penyakit diabetes beresiko tinggi terserang batu empedu. Penderita diabetes memiliki kadar asam lemak trigliserida yang tinggi di dalam tubuhnya. Asam lemak trigliserida ini berpotensi memicu terbenuknya batu empedu.

5. Faktor Usia

Orang dengan usian di atas 50 tahun beresiko tinggi menderita batu empedu. Aktifitas yang telah banyak berkurang, turunnya metabolisme dan pola hidup yang tidak sehat di usia kisaran 50 tahun dapat mengakibatkan batu empedu mudah terbentuk. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk komplikasi penyakit mudah terjadi.

Bahaya batu empedu

1. Peradangan Kantung Empedu

Jika akumulasi kristal kolesterol di dalam kantung empedu banyak maka ukuran dan jumlah batu empedu yang berada di dalam kantung empedu akan banyak pula. Sifat fisik batu empedu ini keras sehingga dapat menimbulkan peradangan pada kantung empedu. Kantung empedu yang mengalami peradangan akan menimbulkan rasa nyeri di bagian dada kanan atas, hal ini tentu sngat mengganggu penderita.

2. Pembengkakan Katung Empedu

Peradangan yang terjadi pada kantung empedu disertai kelalaian dalam jangka panjang untuk melakukan pengobatan dapat membuat batu empedu semakin besar dan mendesak diding kantong empedu. Desakan kristal – kristal empedu ini akan menimbulkan peradangan yang ada berlanjut lebih parah. Jika terus dibiarkan maka empedu akan membengkak dan ini sangat membahayakan karena bisa mempengaruhi kinerja organ lainnya.

3. Saluran Empedu Tersumbat

Kantung empedu memilik saluran yang menghubungkannya dengan hati untuk dapat mengalirkan getah empedu yang diproduksi oleh organ hati ke kantung mpedu. Selain itu, kantung empedu juga memiliki saluran yang menghubungkan kantung empedu ke saluran pencernaan yang berperanpenting dalam proses pencernaan makanan. Ketika kantung empedu diisi oleh batu empedu maka saluran-saluran tersebut dapat menglami penyumbatan. Akibatnya getah empedu yang dihasilkan oleh organ hati akan terakumulasi di hati dan tidak dapat memasuki kantung empedu. Dan jika saluran empedu menuju pencernaan yang tertutup maka getah empedu tidak dapat disalurkan untuk membantu proses pencernaan.

Baca Juga:

4. Kantung Empedu Pecah

Peradangan yang disebabkan oleh batu empedu yang kemudian berdampak pada pembengkakan kantung empedu jika dibiarkan akan berakibat fatal. Batu empedu yang terus menerus terbentuk akan semakin mengisi ruang kantung empedu hingga penuh. Kemudian peradangan dan pembengkakan dapat terus berlanjut lama-kelamaan kantung empedu tidak bisa menahan batu empedu yang ada karena jumlah dan ukurannya melebih kapasitas ditambah dengan adanya peradangan dapat berakibat pada pecahnya kantung empedu. Jika kantung empedu pecah maka rasa sakit dibagian dada akan timbul dan sulit ditolerir. Apabila tidak segera dilakukan penanganan medis maka kantung empedu yang pecah ini bisa membusuk di dalam dan menimbulkan masalah kesehatan lain.

5. Menjadi Penyebab Infeksi Organ Hati

Seperti yang telah dijelaskan di poin sebelumnya bahwa kantung empedu yang pecah dapat mengakibatkan masalah kesehatan lain, salah satunya adalah infeksi hati. Selain karena pecahnya kantung empedu yang beresiko menimbulkan pembusukan kantung empedu sehingga memicu terjadinya infeksi pada organ hati. Infeksi organ hati juga dapat terjadi akibat akumulasi getah empedu yang terakumulasi di hati, tidak tersalurkan ke kantung empedu karena terjadi penyumbatan di saluran empedu yang menghubungkan dengan organ hati.

6. Memicu Pertumbuhan Sel Kanker

Gangguan akibat keberadaan batu empedu membuat kemungkinan untuk sel abnormal tumbuh. Salah satu sel abnormal yang tidak diinginkan tumbuh adalah sel kanker. Sel kanker dalam kantung empedu ini sama seperti batu empedu, tidak memiliki gejala yang spesifik namun jika dibiarkan dalam waktu yang lama dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius. (Baca Juga: Cara Mencegah Sirosis Hati  , Cara Mencegah Hepatitis B )

[AdSense-C]

Pencegahan Batu Empedu

Telah terbukti bahwa faktor utama terbentuknya batu empedu adalah lemak dan kolesterol. Keadaan dapat semakin buruk jika kadar kalsium dalam tubuh penderita tinggi karena kemungkinan pembentukan batu empedu akan semakin tinggi pula. Selain itu komplikasi batu empedu dan penyakit lain seperti diabetes, sirosis dan kanker hati dapat meningkatkan pembentukan batu empedu. Oleh karena itu lakukanlah tindakan pencegahan sedini mungkin karena jika tidak maka batu empedu dapat terbentuk. Yang lebih mencengangkan adalah tidak ada gejala spesifik dari penyakit batu empedu. Sehingga seringnya keberadaan batu empedu diketahui di saat sudah banyak dan butuh tindakan medis yang serius. Berikut cara mencegah pembentukan batu empedu:

1. Kurangi Konsumsi Lemak

Lemak adalah penyebab utama dari terbentuknya batu empedu. Pada dasarnya secara berkala kantung empedu memerlukan kegiatan pengosongan dimana seluruh getah empedu yang ada dikeluarkan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi endapan getak empedu di dalam kantung empedu yang dapat mempermudah terbentuknya batu empedu. Bila konsumsi lemak tinggi dan terus menerus dilakukan maka empedu akan terus bekerja untuk menghancurkan lemak dan kolesterol sehingga tidak ada kesempatan untuk megosongkan kantung empedu. Kemudian terjadilah timbunan getah empedu yang mengendap ditambah lemak dan kolesterol tinggi yang kemudian mengeras menjadi batu empedu.

2. Hindari Diet Ekstrim dan Jaga Berat Badan

Salah satu penyebab batu empedu adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Alih-alih melakukan diet yang ketat untuk menurunkan berat badan, malah muncul efek tak terduga yaitu pembentukan batu empedu. Pola makan yang berubah secara drastis akan mumbuat sistem pencernaan kaget dan sulit melakukan penyesuaian. Dari pada melakukan diet yang menyiksa ketika badan sudah obesitas lebih baik lakukan pencegahan dengan menjaga berat badan melalui olah raga dan pola makan sehat yang teratur. Karena ketika diet sehat dilakukan bisa jadi tubuh memerintahkan hati untuk melepas cadangan lemak yang ada untuk dijadikan makanan sehingga banyak kolesterol digelontorkan yang pada akhirnya memberatkan kinerja empedu. Jangan terlalu menuruti keinginan makan enak tanpa pertanggung jawaban. Makan enaklah secukupnya dan imbangi dengan makanan tinggi serat dan olah raga agar metabolisme tubuh bisa lebih cepat dan tidak ada timbunan kolesterol berlebih di dalam tubuh.

Baca Juga:

3. Kurangi Konsumsi Gula dan Karbohidrat

Ketika tubuh Anda menerima banyak karbohidrat dan gula maka secara otomatis tubuh akan fokus memproduksi insulin guna mencerna gula dan karbohidrat. Kegiatan menghancurkanlemak dan kolesterol bisa terabaikan. Selain itu adanya trigliserida dalam makanan yang tinggi gula dan karbohidrat akan membuat peluang terbentuknya batu empedu semakin besar. Itu lah mengapa pada penderita diabetes peluang untuk terserang penyakit batu empedu sangat besar. Gantilah karbohidrat sehari-hari dengan karbohidrat kompleks seperti beras merah dan gandum. Selain baik untuk mengontrol kadar gula daran, karbohidrat kompleks juga membantu menyerap lemak dan kelesterol jahat dalam tubuh anda. Sehingga anda bisa terhindar dari diabetes dan batu empedu.