Categories: Merk Obat F

Facenol – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Facenol merupakan obat kulit yang sering digunakan untuk mengobati jerawat. Obat ini hanya bisa diperoleh melalui resep dokter. Bahan utama dari obat ini adalah Tretinoin yang merupakan viamin A derivatif atau turunan dari vitamin A. Tretinoin bekerja dengan cara merangsang sel-sel kulit agar mati lebih cepat dan meggantinya dengan sel-sel kulit yang baru.

Pengobatan ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melihat perubahan pada kulit. Penggunaan awal dari obat ini, akan memberikan efek berupa iritasi kulit untuk beberapa saat, hal ini membuktikan bahwa obat tersebut telah bekerja pada kulit. Tidak seperti pelembab kulit atau tabir surya yang digunakan sehari-hari, Facenol dapat mengantisipasi kanker yang terdapat pada darah.

Komposisi

Tretinoin 0,1 %.

Fungsi

Komponen dari obat ini sering kita temukan dalam beberapa merk obat dengan nama brand yang berbeda-beda, namun obat-obatan ini memiliki fungsi atau indikasi yang sama yaitu untuk mengatasi macam-macam penyakit kulit. Indikasi obat Facenol, diantaranya:

  1. Dapat digunakan untuk perawatan kulit,
  2. Mengurangi kerutan,
  3. Mencerahkan bintik hitam,
  4. Mengatasi kulit kasar,
  5. Mengobati benjolan merah pada kulit,
  6. Verruca Plana,
  7. Hiperpigmentasi,
  8. Mengobati Leukemia promyelocytic akut.

Dosis

  • Penggunaan Facenol dapat ditentukan berdasarkan kondisi penyakit yang diderita oleh pasien. Dosis dapat ditambah atau dikurangi jika pasien telah berkonsultasi pada dokter. Berikut dosis yang dapat digunakan:
  • Dosis untuk leukemia akut: kurang dari 45 mg/ m2/ hari selama 30 hari setelah remisi atau 90 hari perawatan.
  • Dosis pada pasien anak (pediatric) dapat diturunkan berdasarkan pertimbangan yang matang, akan tetapi hal ini dapat mengurangi efektifitas kerja obat dan keampuhan obat dalam penyembuhan penyakit.

Kontraindikasi

Setiap pasien yang memiliki masalah kulit, atau penyakit leukemia akut akan menjalani kemoterapi setelah terapi induksi. Namun pasien yang memiliki hipersensitif terhadap tretinoin, atau senyawa retinol lainnya tidak boleh menggunakan obat ini. Kontraindikasi lain dari Facenol, berupa sensitivitas terhadap paraben, sehingga pasien tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsinya.

Efek Samping

Penggunaan obat Facenol yang berlebihan tidak akan mempercepat penyembuhan, hal yang akan terjadi justru sebaliknya, yaitu obat akan menimbulkan efek samping bagi penderita. Efek samping yang ditimbulkan dapat berupa:

  • Kulit terbakar,
  • Pengelupasan kulit,
  • Kulit menjadi kering,
  • Urtikaria,
  • Eritema,
  • Dermatitis, dan
  • Gangguan pernafasan.

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Facenol berbeda dengan produk perawatan kulit seperti pelembab, tabir surya, atau produk kosmetik lain yang sering digunakan sehari-hari. Facenol memiliki zat kimia yang mudah terbakar, sehingga dalam penggunannya terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:

  1. Facenol tidak dapat meregenerasi kulit yang disebabkan oleh faktor alami, seperti penuaan, atau kerutan alami pada kulit.
  2. obat topical ini hanya digunakan untuk bagian luar, obat tidak digunakan untuk penggunaan oral.
  3. Jangan gunakan obat pada luka terbuka.
  4. Cucilah tangan sebelum dan sesudah menggunakan obat.
  5. Iritasi yang terjadi pada pemakaian awal adalah hal yang biasa terjadi, namun apabila iritasi berlangsung lama dan semakin memburuk, segera perisakan pada dokter.
  6. Tutup dengan rapat, dan simpanlah obat di tempat yang sejuk (15-25 derajat celcius), serta hindarkan obat dari paparan sinar matahari dan udara yang lembab.
  7. Jangan mengkonsumsi kafein, aminofilin, theophilin karena dapat meningkatkan plasma darah sehingga memiliki efek racun di dalam tubuh.
  8. Obat ini masuk ke dalam golongan B, dimana obat memiliki kemungkinan resiko pada kehamilan, namun obat masih dapat diberikan apabila manfaatnya lebih besar daripada resiko yang diterima.
  9. Resiko terhadap ibu menyusui terjadi pada penyerapan ASI, sehingga penggunaan obat harus dionsultasikan terlebih dahulu pada dokter.