Friday, October 18, 2019

Sarkoidosis

Sarkoidosis dikenal sebagai adanya sel-sel inflamasi di dalam tubuh yang menjadi penyebab utama dari radang di bagian paru-paru. Tak hanya paru-paru saja, tapi peradangan juga bisa dialami di bagian tubuh lainnya, contohnya pada tulang, jantung, otak, mata, serta kulit. Sel-sel inflamasi pun mengumpul di jaringan tubuh yang terkena pengaruhnya.

Jaringan abnormal yang berkumpul tersebut kita bisa sebut dengan istilah granuloma di mana pada akhirnya bisa menjadi faktor penyebab rusaknya organ. Keadaan seperti sarkoidosis ini lebih diketahui sebagai sebuah respon sistem daya tahan tubuh yang alami terhadap zat/benda asing yang biasanya asalnya dari udara yang masuk ke dalam tubuh. Ada kasus-kasus sarkoidosis yang tak memerlukan pengobatan apapun dan dapat sembuh sendiri, namun lebih banyak kasus yang justru sudah diobati pun tak bisa sembuh.

Gejala

Karena bagian organ tubuh yang terserang oleh sarkoidosis sangat beragam, maka tentu gejalanya pun beragam karena tergantung dari organ manakah yang terpengaruh. Perkembangan sarkoidosis sendiri terjadi secara bertahap dan gejala yang terjadi pun akan muncul dan berlangsung hingga sampai bertahun-tahun.

Pada waktu yang lain, kemunculan gejala dapat tiba-tiba namun juga hilang secara tiba-tiba dengan cepat. Kebanyakan penderita sarkoidosis justru sama sekali tak mengalami gejala sehingga penyakit barulah terdeteksi ketika melakukan rontgen dada yang dilakukan karena tujuan awalnya ingin memeriksakan kondisi lainnya.

Gejala Umum

Pada sarkoidosis, ada beberapa gejala umum yang perlu untuk diperhatikan dan perlu untuk segera datang ke dokter memeriksakan diri. Tanda-tanda umum yang dimaksud antara lain adalah:

Gejala pada Kulit

Sarkoidosis yang terjadi pada kulit juga akan menimbulkan sejumlah gejala. Beberapa gejala yang dimaksud di sini antara lain adalah:

  • Ruam berwarna kemerahan.
  • Benjolan yang berwarna merah keunguan dan biasanya ruam/benjolan terjadi di pergelangan kaki/tulang kering yang berpotensi memiliki tekstur lembut dan ada rasa hangat sewaktu kita menyentuhnya.
  • Nodul, terutama sekitar tato dan bekas luka.
  • Daerah kulit lebih terang atau lebih gelap.
  • Lesi pada bagian telinga, pipi, dan hidung.

Gejala pada Jantung

Organ jantung pun dapat juga berkemungkinan mengalami peradangan di mana hal ini disebut pula dengan sarkoidosis jantung. Pada umumnya, kondisi ini akan menyebabkan beberapa gejala seperti kondisi-kondisi:

  • Sesak nafas
  • Sakit di bagian dada
  • Kelelahan
  • Detak jantung yang tak beraturan/aritmia
  • Palpitasi atau detak jantung berubah kencang
  • Bengkak di mana edema adalah penyebabnya.
  • Pingsan

Gejala pada Mata

Sarkoidosis bisa juga menyerang mata dan kondisi ini bisa saja sama sekali tak menyebabkan keluhan gejala apapun, namun pada beberapa kasus juga bisa memunculkan beberapa tanda, seperti:

  • Sakit di bagian mata
  • Kaburnya penglihatan
  • Sensitivitas cahaya meningkat
  • Kemerahan pada mata yang sangat parah

Gejala pada Paru-paru

Masalah pada paru-paru kerap dialami oleh para penderita sarkoidosis, terutama bila memang inflamasi terjadi di bagian organ paru-paru. Untuk gejala sarkoidosis di paru-paru, maka berikut inilah beberapa gejala yang patut diwaspadai dan segera diperiksakan bila Anda alami.

  • Sakit dada
  • Mengi
  • Sesak nafas
  • Batuk kering persisten atau terjadi secara terus-menerus

Penyebab

Penyebab utama dari sarkoidosis sebetulnya belumlah diketahui, dan bahkan kemungkinan dokter Anda pun akan sulit untuk menjelaskan penyebab utamanya. Hanya saja faktor-faktor tertentu yang menjadikan penyakit ini bisa berkembang pada tubuh seseorang tetap ada yang kita sebut dengan faktor risiko.

Ada sejumlah orang yang diketahui mampu memiliki predisposisi genetik yang bisa mengembangkan penyakit satu ini. Perkembangan sarkoidosis dapat dipicu oleh bahan-bahan kimia, debu, virus atau bahkan bakteri. Setelah masuknya faktor-faktor tersebut ke dalam tubuh, reaksi berlebihan datang dari sistem daya tahan tubuh. Namun, Anda pun tetap perlu mengetahui sejumlah faktor risiko yang dapat terjadi pada Anda.

  • Ras – Sarkoidosis lebih besar risikonya terjadi atau diderita oleh orang Afrika-Amerika dan potensi tersebut jauh lebih tinggi ketimbang orang kulit putih Amerika. Bahkan pada orang Afrika-Amerika, risiko sarkoidosis menjadi lebih parah serta memicu gangguan paru-paru pun lebih besar. Sarkoidosis pada ras tersebut juga akan lebih mudah kambuh nantinya.
  • Jenis kelamin dan usia – Penyakit ini tak sembarang terjadi pada siapapun, melainkan lebih umum menyerang wanita dan pada orang-orang yang rentang usianya antara 20 dan 40 tahun. Bukan berarti pria tak mampu menderita penyakit ini, hanya saja kemungkinan wanita yang memilikinya lebih tinggi sedikit.
  • Riwayat kesehatan keluarga – Saat salah satu anggota keluarga ada yang memang memiliki riwayat sarkoidosis atau sedang menderita penyakit ini, terutama orang tua, maka sang anak jelas memiliki potensi untuk mengidapnya juga. Bahkan risiko untuk mengembangkan penyakit ini jauh lebih besar ketimbang mereka yang keluarganya tak mempunyai riwayat kesehatan sarkoidosis.

Diagnosa

Karena gejala dan tanda dari sarkoidosis ini pada beberapa kasus tidaklah begitu kelihatan berikut perkembangannya yang cukup lambat, maka akan lebih sulit terdeteksi. Bila melihat gejala-gejala yang telah disebutkan pun, tampak bahwa kondisi-kondisi gejala tersebut mirip dengan gejala kondisi penyakit lainnya. Berikut adalah langkah pemeriksaan atau metode diagnosa demi membantu mendeteksi sarkoidosis serta penyebabnya.

  • Pemeriksaan fisik – Pemeriksaan akan selalu dimulai dari fisik dan dokter akan melakukannya lebih-lebih pada kondisi gejala yang terjadi di bagian kulit. Tak hanya itu, bila gejala terjadi pada paru-paru maupun jantung, dokter biasanya akan mendengarkan secara hati-hati serta melakukan pemeriksaan kelenjar getah bening bila memang bengkak.
  • X-ray – Rontgen dada adalah contoh pemeriksaan yang tepat apabila hendak mengetahui kondisi kerusakan paru-paru. Pemeriksaan ini juga sesuai bila ingin memeriksa pembesaran yang terjadi di kelenjar getah bening.
  • Pemeriksaan mata – Gejala pada mata atau penglihatan perlu diperiksa bila ada karena sarkoidosis juga bisa menyebabkan masalah penglihatan.
  • Tes fungsi paru-paru – Dilakukannya metode diagnosa ini adalah untuk melakukan pengukuran volume paru-paru serta tingkat oksigen yang paru-paru dapat bawa ke darah.
  • Tes darah – Tes ini bertujuan untuk mendeteksi kesehatan pasien secara menyeluruh serta seberapa baik kondisi dari organ hati serta ginjal dalam menjalankan fungsinya.
  • CT-scan – Apabila dokter mencurigai adanya komplikasi, maka CT-scan diperlukan.
  • Pemeriksaan MRI – Ketika sarkoidosis dicurigai mampu berpengaruh pada jantung maupun sistem pada saraf pusat, MRI scan juga akan dokter sarankan pada pasien.
  • Biopsi – Langkah pemeriksaan ini adalah dengan mengambil sampel kecil dari jaringan yang terpengaruh oleh sarkoidosis untuk bisa mendapatkan lokasi dan letak granuloma.

Pengobatan

Sarkoidosis diketahui tak memiliki pengobatan khusus karena pada sebagian kasus penyakit ini dapat hilang atau sembuh dengan sendirinya. Apabila gejala signifikan tidaklah dialami penderita, biasanya perawatan tak akan pasien perlukan sama sekali. Hanya saja, bila gejala cukup nampak, ada beberapa perawatan atau pengobatan yang bisa diterapkan, yakni:

  • Terapi Obat

Apabila gejala cukup serius, maka ada beberapa obat yang akan diberikan oleh dokter, seperti misalnya kortikosteroid yang merupakan obat anti-inflamasi. Obat yang diresepkan dapat dalam bentuk krim untuk dioles ke kulit yang mengalami gejala. Sementara itu, ada pula obat khusus penekan sistem kekebalan tubuh sehingga membantu menurunkan peradangan.

Ada pula obat penghambat faktor nekrosis faktor alpha yang tujuan penggunaannya adalah supaya peradangan yang ada kaitannya dengan rheumatoid arthritis dapat diobati. Hydroxychloroquine merupakan obat lainnya yang kemungkinan bisa diberikan oleh dokter kepada pasien supaya gejala pada kulit bisa berkurang dan mampu membuat kadar kalsium dalam darah meningkat.

  • Operasi

Ketika sarkoidosis sudah sangat merusak organ hati, jantung, maupun paru-paru, maka operasi adalah jalan terakhir untuk ditempuh. Obat-obatan dalam hal ini sudah tak akan efektif lagi, maka transplantasi organ pun menjadi solusinya. Operasi akan disarankan oleh dokter di mana kondisi sudah cukup parah untuk mendapatkan pengobatan lanjutan setelah pemberian obat-obatan.

Apa risikonya ketika sarkoidosis tidak ditangani secara tepat?

Tentu seperti jenis penyakit lainnya, ada beberapa bahaya komplikasi yang mengintai apabila gejala terlambat diketahui. Masalah-masalah kesehatan jangka panjang yang bisa terjadi antara lain adalah:

  • Jaringan parut permanen. Sarkoidosis paru-paru bisa menjadi penyebab jaringan parut permanen apabila tak ditangani secara tepat. Keadaan ini akan membuat penderitanya menjadi sulit untuk bernafas.
  • Gangguan sistem saraf. Adanya masalah yang berhubungan dengan sistem saraf pusat dialami oleh beberapa orang yang mengidap sarkoidosis, di mana hal ini disebabkan oleh pembentukan granuloma pada sumsum tulang belakang serta otak. Kelumpuhan wajah adalah bahaya yang perlu diwaspadai.
  • Masalah jantung. Ketidaknormalan irama jantung adalah kasus komplikasi sarkoidosis jantung paling umum. Meski jarang terjadi, tetap ada risiko kematian bila hal ini dibiarkan.
  • Peradangan mata. Ketika peradangan dibiarkan dan gejala terlambat ditangani atau sudah ditangani namun kurang tepat, bagian mata seluruhnya dapat terkena dan akhirnya mengakibatkan kebutaan. Walau jarang dan risiko kecil, sarkoidosis juga merupakan kondisi penyebab glaukoma dan katarak.
  • Gagal ginjal. Ingat bahwa sarkoidosis mampu memengaruhi kinerja tubuh dalam mengontrol kalsium dalam tubuh dan bila salah, hal ini bisa menjadi faktor penyebab gagal ginjal.

Sarkoidosis bukanlah penyakit yang bisa disepelekan. Dengan informasi gejala, penyebab, metode diagnosa hingga cara mengobati dan risiko komplikasinya, kiranya kita semua dapat mewaspadai penyakit ini dan menanganinya secara serius.

No posts to display

Recommended