Sponsors Link

14 Jenis Penyakit yang Menyerang Telinga

ads

Telinga merupakan salah satu indera manusia selain kulit, lidah, mata dan hidung. Telinga ini merupakan salah satu organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indera pendengar dan penjaga keseimbangan. Sebagai organ pendengaran, telinga memiliki reseptor khusus yang berfungsi untuk mengenali getaran suara. Namun telinga hanya memiliki batasan frekuensi untuk dapat didengar, yaitu antara 20 Hz – 20.000 Hz.

baca juga: efek menaruh bawang putih di telinga

Telinga dibagi menjadi 3 bagian secara luas, yaitu:

1. Telinga bagain luar

Telinga bagian luar ini terdiri atas:

  • daun telinga (aurikula),

Daun telinga memiliki bentuk khas dari sususan tulang rawan yang berfungsi untuk memusatkan gelombang suara untuk masuk ke telinga.

  • saluran telinga luar (analis auditoris esternal)

Dalam bagian ini, terdapat kelenjar sudorifera yang dapat menghasilkan serumen. Serumen merupakan kotoran telinga yang memiliki bentuk seperti lilin berwarna kuning yang berfungsi untuk melapisi kulit liang telinga,melicinkan dinding liang telinga, melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi serta mencegah masuknya serangga kecil, debu dan partikel lain ke dalam telinga.

  • gendang telinga (membran timpani)

Gendang telinga yang juga sebagai pembatas dengan telinga dalam ini berfungsi untuk menangkap gelombang suara.

baca juga: obat pembersih telinga

2. Telinga bagian tengah

Telinga bagian tengah merupakan rongga berisi udara yang menjaga agar tekanan udara tetap seimbang. Fungsi utama telinga bagian tengah ini adalah untuk meneruskan gelombang suara dari telinga bagian luar ke telinga bagian dalam. Di bagian ini, terdapat pula tuba eustachius yang berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga bagian luar dan telinga bagian tengah. Telinga bagian tengah terdiri juga atas beberapa bagian, yaitu:

  • Maleus (martil)
  • Incus (landasan)
  • Stapes (Sanggurdi)

baca juga: gendang telinga pecah

3. Telinga bagian dalam

Telinga bagian dalam yang disebut juga sebagai labirin ini terdiri atas:

  • Labirin tulang (labirin osea), yang merupakan rongga yang terbentuk pada tonjolan tulang pelipis dan berisikan cairan perilimfe. Labirin tulang sendiri terbagi atas koklea, vestibule dan kanalis semisirularis.
  • Labirin membrane, yang letaknya lebih dalam daripada labirin tulang, dilapisi oleh sel epitel, serta berisi cairan endolimfe.

baca juga: cara membersihkan telinga tersumbat

Sponsors Link

Jenis penyakit telinga

Mengingat telinga merupakan salah satu organ vital, penting bagikita untuk menjaga kesehatan telinga. Berbagai macam resiko penyakit dan gangguan pada telinga dapat menyerang. Penyakit yang menyerang telinga biasanya selain menyulitkan kita untuk mendengar, juga dapat memberi rasa sakit dan rasa pusing yang memicu sakit kepala. Mengingat, telinga tidak hanya menyediakan kemampuan untuk mendengar namun juga untuk membantu keseimbangan tubuh dalam bergerak.

Untuk itu, kita perlu mewaspadai berbagai macam penyakit yang dapat mengganggu kesehatan telinga. Namun, apa saja sih penyakit yang beresiko mengganggu kesehatan telinga kita? Berikut merupakan beberapa penyakit telinga yang perlu diperhatikan :

1. Othematoma

Othematoma juga sering disebut dengan penyakit bunga kol yang disebabkan oleh kelainan genetis. Sejak lahir, penderita Othematoma tidak memiliki aurikel dank anal auditori. Penyakit ini ditandai dengan adanya gangguan tulang rawan pada daun telinga yang biasanya disertai dengan pendarahan. Pendarahan ini akan sangat berbahaya apabila tidak segera ditangani dengan serius. Othematoma juga dapat menyebabkan bentuk telinga penderita ikut mengalami perubahan karena munculnya jaringan berlebih pada daun telinga.

baca juga: radang telinga

2. Neuroma Akustikus

Merupakan penyakit tumor yang menyerang saraf penghubung telinga dengan otak. Penderita Neuroma Akustikus memiliki gejala awal berupa gangguan saraf pendengaran, telinga berdengung serta hilangnya keseimbangan.

baca juga: penyebab telinga radang

3. Meniere

Meniere merupakan penyakit pada telinga bagian dalam yang terjadi karena kantung endolimfatikus mengalami pembengkakan akibat penumpukan cairan di dalam telinga. Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain telinga berdengung (tinnitus), gangguan pendengaran serta pusing. Penyakit ini biasanya tidak hanya menyerang satu telinga saja, namun juga kedua telinga dapat beresiko terkena penyakit ini.

baca juga: cara mengobati telinga berdengung

4. Perindokritis

Penyakit ini sebenarnya hampir sama dengan Othematoma. Bedanya adalah Othematoma disebabkan karena kelainan genetis, namun Perindokritis disebabkan oleh adanya infeksi. Infeksi pada penyakit Perindokritis ini dapat disebabkan  oleh bisul yang pecah ditelinga, luka maupun gigitan serangga. Biasanya, penyakit ini disertai dengan keluarnya nanah juga pendarahan pada telinga penderita. Celakanya, kontimanasi bakteri pada nanah tersebut dapat memotong pembuluh darah menuju tulang rawan telinga sehingga tulang rawan tersebut dapat rusak.

Penyakit yang termasuk dalam kategori penyakit telinga luar ini memberikan bentuk aneh pada telinga. Proses Perindokritis pun seringnya bertahap dan cernderung tidak terlihat sehingga penderita jarang menyadarinya. Pemberian salep anti bakteri atau obat herbal pada luka dapat dijadikan sebagai penanggulangan penyakit ini.

5. Infeksi Telinga

Merupakan jenis penyakit telinga yang umum terjadi. Infeksi dapat disebabkan bakteri dan virus yang masuk ke telinga manusia. Infeksi telinga ini dapat menyerang setiap bagian telinga.

6. Infeksi Telinga Luar (Otitis Externa)

Infeksi telinga luar dapat disebabkan oleh kebersihan yang buruk seperti mengorek telinga secara berlebihan maupun membiarkan kotoran telinga menumpuk. Gejala yang muncul pada penyakit ini berupa sakit pada telinga, sakit saat membuka mulut serta gangguan pendengaran apabila terjadi pembengkakan pada liang telinga.

baca juga: bahaya kapas tertinggal di telinga

sponsored links

7. Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media)

Merupakan penyakit yang menyebabkan telinga bagian tengah mengalami peradangan. Biasanya, otitis media disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan karena virus dan bakteri penyebab infeksi menyebar dan melewati saluran eustachius. Hal ini menyebabkan gangguan berupa peradangan, pembengkakan saluran hingga gangguan pendengaran. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak dikarenakan saluran eustachius anak-anak lebih pendek dan lebih datar sehingga memudahkan penyebaran kuman. Penyakit ini harus diobati dengan baik, karena penyakit ini dapat berlangsung lama beresiko merusak ossicles (tulang telinga tengah) dan bahkan menyebabkan gendang telinga pecah.

baca juga: obat tradisional telinga berdengung

8. Tinnitus

Merupakan gejala timbulnya bunyi seperti desiran, dengungan maupun suara lain di dalam telinga. Sebenarnya penyakit ini tidak begitu mengganggu, namun apabila dibiarkan dapat menimbulkan penyakit yang sangat berbahaya seperti munculnya tumor pada telinga. Meskipun demikian, resiko munculnya tumor ini sangat jarang terjadi karena kebanyakan orang akan cepat tanggap dalam menangani tinnitus. Penyakit ini biasanya muncul dengan sendirinya ketika penderita sudah terbiasa dengan tempat bising.

9. Kanker Telinga Luar

Kanker ini menyerang jaringan kulit dan terjadi di tepi bagian atas telinga bagian luar yang telihat dari dari adanya luka koreng yang tidak teratur dengan pengerasan kulit. Koreng ini dapat terjadi selama bertahun-tahun dan disertai maupun tidak dengan adanya pembengkakan ataupun benjolan di leher. Biasanya, kanker jenis ini disebabkan oleh paparan sinar matahari lansung dalam jangka waktu yang panjang.

10. Kanker di Liang Telinga

Penyebab kanker di liang telinga belum lah pasti, namun biasanya dikaitkan dengan sejarah kanker pada telinga luar. Gejala kanker di liang telinga ditunjukkan dengan tanda-tanda sebagai berikut.

  • Cairan pada liang telinga
  • Gangguan pendengaran
  • Sakit telinga
  • Terkadang dapat menyebabkan kelumpuhan wajah

11. Kanker Telinga Tengah

Penyebab kanker di liang telinga belum lah pasti, namun biasanya terjadi pada orang dewasa dengan riwayat keluarnya cairan telinga dalam waktu yang lama. Adanya kanker telinga tengah dapat ditandai dengan munculnya gejala-gejala berikut.

  • Cairan pada telinga dalam waktu yang lama
  • Cairan disertai dengan darah
  • Gangguan pendengaran
  • Kelumpuhan wajah

12. Otosklerosis

Merupakan penumpukan jaringan spons pada telinga telinga tengah yang mengurangi penghantaran suara pada telinga. Otosklerosis biasanya menghasilkan gangguan pendengaran yang disebabkan oleh masalah di bagian luar atau tengah atau gangguan pendengaran konduktif. Belum diketahui secara pasti penyebab penyakit ini, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara otosklerosis dan perubahan hormonal yang berhubungan dengan kehamilan dan juga virus.

13. Tuli Konduksi

Merupakan kondisi yang terjadi apabila telinga tidak dapat mendengar karena adanya gangguan pada penghantaran getaran suara. Berikut merupakan penyebab terjadinya gangguan ini, antara lain:

  • Penyumbatan serumen
  • Penebalan atau pecahnya membran timpani
  • Pengapuran tulang pendengaran
  • Adanya kekakuan hubungan stape pada tingkap oval
  • Tuli karena kerusakan saraf auditoria (tuli saraf)

baca juga: cara membersihkan telinga tersumbat

14. Herpeps Zozter Otitis

Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella zoster yang juga menjadi penyebab cacar air dan penyakit telinga. Herpeps Zozter Otitis terjadi karena infeksi viral yang menyebar ke syaraf wajah dan telinga dalam. Penyakit ini ditandai dengan adanya rasa sakit pada telinga, kemerahan di daerah telinga dan wajah yang terkadang mati rasa. Penderita mungkin menderngar suara abnormal ataupun mengalami gangguan pendengaran, vertigo dan sakit kepala.

baca juga: cara mengeluarkan air dari telinga

Demikian merupakan informasi yang dapat kami sampaikan mengenai jenis-jenis penyakit telinga. Setelah Anda membaca informasi ini, silahkan Anda waspada terhadap gangguan-gangguan yang mungkin muncul pada telinga Anda. Selain itu, jangan lupa jaga kesehatan telinga ya! Terimakasih sudah membaca dan semoga bermanfaat!

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Monday 26th, September 2016 / 03:57 Oleh :
Kategori : Kesehatan Telinga