10 Penyakit yang Menyebabkan Rambut Rontok Parah dan Kebotakan

Penyakit memang salah satu hal yang paling banyak di takuti oleh manusia. Pasalya, ikon utama dari penyakit ini adalah kesedihan, kemurungan, di tinggal, meninggalkan, putus asa, dan lain sebagainya. Banyak alasan yang membuat seseorang ingin lepas dari suatu penyakit. Karena memang ekspektasi tertinggi manusia adalah menjadi sehat seutuhnya dalam waktu yang lama bersama orang yang di cintainya.

Sayangnya kenyataan yang ada saat ini berbeda. Setiap orang memang di takdirkan untuk sakit dan memiliki suatu penyakit. Banyak ragamnya dari penyakit yang parah sampai dengan penyakit yang ringan. Dari hanya yang pusing saja, sampai penyakit yang membuat penderitanya harus di opname dan tinggal lama di rumah sakit.

Bisakah penyakit membuat rambut rontok seseorang?

Rambut adalah mahkota wanita yang paling utama. Makanya mereka banyak yang mengeluhka ketika adanya kerontokan pada rambutnya.berbagai hal akan di lakukan demi mengatasi masalah rambut rontok ini. Misalnya dengan pemberian vitamin rambut, pemberian nutrisi penting, sampai dengan perawatan di salon. Hal ini bertujuan agar rambut menjadi baik.

Tentu saja bisa. Ada banyak penyakit yang ada di dunia ini. Gejalanya mungkin ringan ringan saja. Namun pada tingkat yang sudah parah, bisa membuat rambut penderitanya rontok. Awalnya hanya sekedar ronok satu persatu. Kemudian satu bundel aau satu ikat. Sampai lama lama, penderita dari penyakit ini akan mengalami kebotakan. Karena rambut yang ada di atas kulit kepalanya rontok dan jatuh semua. Berikut ini adalah penyakit yang bisa menyebabkan kerontokan :

  1. Alopecia Areata

Siapa sangka, salah satu penyakit yang  bisa menyebabkan kerontokan adalah Alopecia areata.  Merupakan salah satu jenis penyakit yang bisa terjadi karena adanya peradangan yang bersifat kronis. Keadaan bkan hanya terjadi satu sampai dua kali saja. Namun berulang kali,yang mana akibatnya sampai pada folikel rambut. Biasanya penderita yang terkena penyakit ini akan di tandari beberapa gejala umum. Misalnya adalah  dengan kemunculan yang terjadi secara mendadak, seperti patch melingkar halus. Kemudian di sertai pula dengan adanya bintik bintik pitak di kulit kepala. Bukan  hanya rambut yang ada pada kulit kepala saja. Namun bagi mereka yang berjenis kelamin laki laki, juga akan  mengalami masalah serupa yakni pada  jenggot. Selain itu, pada bagian bulu mata juga di temui kerontokan.

Terjadinya  radang yang  mengenai pasien  penderita alopecia areata mampu di picu oleh adanya  masalah atau gangguan pada sel T. Keberadaan sel ini bukan sekedar sel biasa. Melainkan salah satu bentuk  antibodi yang biasanya banyak di temukan pada struktur folikel rambut. Ini menjadi salah satu bentuk mekanisme autoimun. Memang biasanya terjadi secara genetik atau keturunan saja.

Baca : Bahaya rambut rontokPenyebab rambut rontok Bahaya menelan rambut

  1. Androgenetic Alopecia

Merupakan salah satu jenis gangguan atau penyakit yang di tandai dengan hilangnya rambut. Memang kerap terjadi pada pria dan juga wanita. Biasanya terjadi karena adanya  faktor genetik atau warisan keturunan dari orangtua. Pada pria, salah satu gejala yang paling mudah di ketahui adalah dengan kebotakan. Karena hal ini memang nampak dan terlihat. Kemudian pada wanita, bukan kebotakan. Tapi rambut yang ada di atas kepalanya semakin lama akan menipis. Meskipun ada yang sampai mengalami kebotakan total, walaupun kasus ini tebilang jarang sekali terjadi.


Bagi Anda yang mungkin mengalami gejala gejala yang sudah di paparkan ini, akan sangat rentan terhadap kerontokan. Apalagi  jika anda memiliki keturunan dengan  kondisi rambut orangtua yang menipis. Sebab apa yang terjadi pada lapangan, rambut rontok akan menyebar sampai ke seluruh kulit kepala. Ini menjadi salah satu bentuk dari kondisi autoimun. Hal ini serupa terjadi pada pasien yang menderita penyakit, seperti penyakit tiroid, diabetes, vertigo, serta pengidap down syndrome.

Baca : Ciri ciri gula darah tinggiGejala kencing manis Gejala vertigoPenyebab down syndrome

  1. Hipotiroidisme

Merupakan salah satu penyakit yang menyerang pada bagian tiroid. Bentuk dari karakteristik yang terjadi adalah adanya produksi hormon  tiroid yang lebih rendah dari pada normalnya. Biasanya kondisi gangguan dan kelainan dari kasus hipotiroidisme ini banyak dialami oleh wanita. Sebab mereka cenderung lebih sedikit dari pada pria. Bagi penderita dari penyakit hipotiroidisme ini akan memproduksi hormon tiroid yang terlampau sedikit dari keadaan  normalnya. Padahal dalam penggunaannya, hormon ini memiliki tanggung jawab cukup besar dalam metabolisme tubuh. Selain itu, juga di perlukan dalam pengaturan denyut jantung seseorang. Sampai dengan pengontrolan terhadap mood serta suasana hati.

Mengapa penderita penyakit hipotiroidisme ini bisa mengalami masalah rambut seperti kerontokan? Ternyata dalam kinerjanya, hormon tiroid ini sangat di butuhkan dalam memberikan supply oksigen dan juga energi pada bagian rambut. Semakin banyak (dalam kondisi normal) kadar hormon tiroid seseorang, maka pertumbuhan rambut juga semakin baik. namun jika kadar hormon tiroid ini terlampau sedikit, maka pertumbuhan juga akan mengalami gangguan. Rambut yang tidak mendapatkan nutrisi sesuai dengan porsinya, tidak bisa menempel kuat akarnya pada bagian kulit kepala. Akhirnya mereka mengalami kerontokan.

Baca : Penyebab gondok

  1. Anagen Effluvium

Selain adanya pengaruh langsung dari penyakit, kondisi rambut rontok juga bisa di pengaruhi oleh beberapa hal. Misalnya karena keadaan yang harus terjadi karena adanya efek samping dari perawatan medis. Salah satunya adalah untuk penyakit kanker. Pasien penderita penyakit kanker harus melakukan pengobatan  medis yang di namakan dengan kemoterapi. Pada saat menjalankan kemoterapi, maka pasien akan di berikan penyinaran langsung dengan menggunakan sinar radiasi. Gunanya apa? Yakni untuk membunuh sel kanker yang ada di dalam tubuh pasien. Sifat dari sinar ini sangat kuat, sama kuatnya yang mamp membunuh sel kanker. Maka konsekuensinya adalah mematikan sel dan jaringan yang ada di sekitarnya. Salah satunya adalah sel folikel rambut.

Makanya tidak jarang bagi mereka yang kerap menggunakan kemoterapi akan mengalami masalah kerontokan fatal. Bahkan sampai kebotakan. Seperti pemain utama dalam film ‘Surat Kecil Untuk Tuhan’.

  1. Anemia

Merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan jumlah sel darah merah yang ada di dalam tubuhnya. Hal ini terjadi karena kandungan zat besi yang ada di dalam tubuhnya berada kurang dari batas normal. Akibatnya haemoglobin tidak bisa memenuhi proporsi tubuh yang dalam keadaan normal. Sayangnya, kondisi kekurangan sel darah merah atau eritrosit ini membawa dampak lain bagi sel yang ada. Salah satunya adalah bagi sel folikel tubuh. Akibatnya adalah penderita anemia ini akan sangat rentan terhadap kerontokan. Penderita akan mengalami suatu kondisi kelelahan yang ekstrim (amat sangat), dengan di tandai kulit yang memucat.

Penderita anemia juga akan mengalami gejala lain. Misalnya adalah mengalami sakit kepala sampai membuatnya sulit untuk berkonsentrasi. Bagian tangan dan kaki terasa dingin, karena kurangnya supplay dari oksigen. Selain itu juga mengalami masalah rambut seperti kerontokan. Makanya, jika anda adalah salah satu penderita anemia, sangat di sarankan mengonsumsi makanan kaya akan zat besi. Sebab kandungan zat besi ini sangat aktif untuk membantu memproduksi sel darah merah bisa normal.

Baca : Ciri ciri anemiaPenyebab anemia

  1. Trichotillomania

Merupakan salah satu penyakit yang memiliki efek membuat masalah rambut, yakni kerontokan. Salah satu bentuk dari gangguan kompulsif, yang maa akan membuat rambut mengalami kerontokan pada kulit kepala. Bukan hanya itu, rambut yang ada pada bagian alis dan juga bulu mata akan mengalami  hal yang serupa. Jika di biarkan saja, lama kelamaan gangguan ini bisa menyebabkan kerontokam rambut yang parah. Bahkan penderitanya berpotensi mengalami kebotakan.

  1. Penyakit Lupus

Lupus merupakan salah satu penyakit yang di tandai dengan menuanya kulit seseorang, padahal usianya baru anak anak. Penderita akan terlihat memiliki kulit yang keriput. Beberapa menyebut penyakit ini sebagai masalah kanker kulit. Penyebab seseorang menderita penyakit ini karena salah satunya adalah pola makan yang tidak sehat. Seperti terlalu banyak mengkonsumsi makanan dan minuman instan yang mengandung Natrium Siklamat terlalu tinggi.

Kondisi medis dan perawatan untuk penderita penyakit lupus di nilai sangat keras. Apalagi penyakit ini menyerang bagian kulit, yang mana dekat dengan folikel rambut. Salah satu efek dari penanganan medisnya adalah membuat pasien mengalami masalah kerontokan pada rambutnya. Dalam jangka waktu yang lama, mereka mengalami kebotakan permanen.

Baca : Kelainan autoimunPenyebab lupusGejala lupus

  1. Polycystic ovary syndrome (PCOS)

Merupakan salah satu penyakit yang menyerang pada wanita. Yakni merupakan gangguan, yang mana satu indung telur hanya mampi mengandung 12 folikel atau lebih. Meskipun ini merupakan gangguan yang menyerang sistem reproduksi, ternyata juga memberikan efek pada organ lain. Misalnya adalah bagian rambut. Penderita PCOS akan mengalami masalah kerontokan rambut.

Mereka juga mengalami kelainan yang unik, misalnya adalah adanya pertumbuhan rambut pada wajah. Wanita yang terkena penyakit ini akan mengalami masalah menstruasi yang tidak teratur. Bahkan sangat beresiko terkena kista pada ovariumnya.

  1. Perubahan Hormon

Pada wanita rambut rontok kerap d ikaitkan dengan perubahan hormonal. Contohnya adalah karena pengaruh kehamilan, perubahan siklus pasca kelahiran anak, adanya fluktuasi menopause, sampai perubahan siklus menstruasi.

  1. Infeksi Jamur Pada Kulit Kepala

Masalah rambut rontok juga bisa di hubungkan dengan adanya infeksi jamur di kulit kepala. Salah satunya adalah adanya kurap. Solusinya adalah dengan pemberian obat anti jamur. Maka rambut rontok mungkin juga bisa di atasi dan bisa tumbuh kembali.

Itulah beberapa penyakit yang menyebabkan rambut rontok parah, penyakit tersebut tidak boleh disepelekan terutama bagi kaum wanita yang sangat menjaga keindahan dan kecantikan rambutnya.

, , ,
Post Date: Wednesday 06th, April 2016 / 03:31 Oleh :
Kategori : Kesehatan Rambut