Ileus – Jenis, Penyebab, Gejala, Diagnosa dan Pengobatan

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ileus merupakan peristiwa berhentinya gerakan usus yang membuat makanan tidak bisa disalurkan ke saluran cerna. Pada saluran cerna yang normal, hasil sisa atau residu yang berasal dari makanan akan dicerna dari usus dan diekskresikan dalam proses eliminasi yang merupakan tahap akhir pencernaan. Akan tetapi proses ini akan terhenti akibat obstruksi atau sumbatan yang ada pada usus yaitu mencegah berjalannya isi dari usus seperti feses yang keras.

Pengertian dan Jenis Ileus

Ileus obstruktif atau obstruksi usus adalah penyumbatan  usus yang membuat cairan atau makanan di saluran pencernaan mengalami gangguan. Obstruksi usus ini terjadi di usus halus atau usus besar yang memiliki sifat parsial atau sebagian dan juga total. Untuk obstruksi usus parsial hanya sedikit makanan atau cairan yang bisa lewat di usus, sementara untuk obstruksi ileus total membuat makanan atau cairan tidak bisa sama sekali masuk ke dalam usus.

Apabila tidak segera diobati, maka makanan dan cairan akan bercampur dengan asam lambung serta gas yang menumpuk di lokasi penyumbatan tersebut dan semakin lama akan semakin besar lalu menyebabkan usus bocor sehingga akan keluar dan masuk ke rongga perut.

Berhentinya gerakan usus disebabkan karena gangguan dari fungsi saraf serta otot pada usus dan jika dilihat dari keadaan ini, maka ileus bisa dibedakan menjadi 2 jenis yakni ileus obstruktif dan juga ilues paralitik.

  • Ileus obstruktif: Merupakan keadaan berhentinya jalan makanan karena tersumbat atau obstruksi di saluran pencernaan.
  • Ileus parilitik: Berhentinya jalan makanan karena tidak adanya gerakan peristaltik usus yang penyebabnya bukanlah dari sumbatan melainkan malfungsi sistem saraf serta otot saluran cerna. Ielus parilistik akan memperlihatkan obstruksi non mekanik sehingga ritme kontraksi otot usus berhenti.

Artikel terkait:

Penyebab dan Gejala Ileus Obstruktif

Ileus obstruktif bisa dialami siapa saja tidak terbatas karena umur. Jika pada orang dewasa disebabkan karena kanker usus serta adhesi usus yang lebih dikenal dengan istilah usus lengket. Sementara ileus obstruktif pada anak-anak terjadi karena intususepsi usus atau posisi usus yang terlipat ke arah dalam seperti sebuah teropong.

Tertelannya benda asing yang masuk lewatlubang pylorus yakni dari lambung ke usus dan tidak kesulitan untuk sampai ke usus halus kecuali jika ada adhesi sesudah operasi

  • Bezoars
  • Penyakit parasit seperti ascariatis.
  • Batu emepdu yang terjadi karena fistula chilcecystenteric.
  • Bolus makanan besar yang sulit dicerna pada usus bagian bawah.
  • Cairan mekonuium yang membuat obstruksi di daerah distal ileum karena kista fibrosis pada semua umur
  • Penyebab intramural atau relatif panjang karena adanya lesi di dinding usus halus.
  • Atresia dan striktur.
  • Penyakit crohn yang akan datang dan pergi serta obstruksinya parsial atau sebagian.
  • Tuberkolosis usus.
  • Ulserasi jika di induksi dengan pemberian tablet kalium, non steroid inflammatory agen serta terapi iradiasi sebagai pengobatan kanker kandung kemih atau kanker serviks
  • Hematoma pada dinding usus terjadi yang disebabkan oleh trauma atau juga bisa karena pernah memperoleh pengobatan berlebihan dengan penggunaan antikoagulan.
  • Lipomatous, leiomyomatous serta tumor carcinoid.
  • Tumor sekunder terutama colonic serta karsinoma lambung, kanker ovarium serta melano maligna yang bersatu pada lumen usus halus.
  • Banyak polipoid mukosa atau lesi submukosa yang membentuk kepala dari idiopatik dan menjadi keadaan darurat abdomen.
  • Kelainan intraperitoneal kongenital penyebab pendeknya mesenterik sehingga semua usus mengalami torsi.
  • Hernia
  • Intussuscepsi pada anak berumur kurang dari 2 tahun yang kebanyakan idiopatik.

Setelah melirik penyebabnya, perlu juga untuk mengetahui serta mewaspadai gejala-gejala di bawah ini:

  • Nyeri atau kram pada perut yang timbul dan hilang secara bergantian
  • Konstipasi
  • Muntah
  • Perut bengkak
  • Susah buang angin atau gerakan usus mengalami gangguan
  • Nafsu makan menurun atau hilang

Artikel terkait:

Komplikasi Ileus Obstruktif

Penyakit ileus obstruktif ini jika tidak segera mendapat penanganan, maka akan menimbulkan beberapa penyakit lain karena komplikasi dari ileus tersebut.

  1. Penyakit crohn
  2. Hernia
  3. Mengerasnya tinja di usus besar
  4. Radang divertikula atau divertikulitis
  5. Penyakit volvulus atau usus terpelintir
  6. Matinya jaringan usus karena pasokan darah berhenti
  7. Infeksi atau peritonitis yang membuat dinding usus robek dan isi usus akan keluar di rongga perut
  8. Prognosis

Diagnosa Ileus Obstruktif

Dokter terlebih dahulu akan menanyakan gejala yang di derita pasien serta riwayat medis dari pasien. Kemudian apabila pasien di anggap menderita ileus obstruktif, maka akan dilihat apa ada pembengkakan atau rasa nyeri serta benjolan di perut.

  1. X-ray dan CT Scan

Ileus obstruktif mungkin sudah bisa di deteksi oleh dokter dengan mendengarkan suara di area perut dengan memakai stetoskop dan untuk melakukan pemeriksaan lokasi penyumbatan, maka akan dilakukan pemeriksaan X-ray serta CT scan. Kedua pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dari ileus obstruktif.

CT scan dilakukan jika foto polos abdomen memperlihatkan adanya strangulasi dan ini akan memperlihatkan lebih teliti tentang kelainan yang terjadi pada usus, mesenetrikus serta peritoneum. CT scan dilakukan dengan memasukkan zat kontras ke pembuluh darah.

  1. Kolonoskopi

Kolonoskopi juga mungkin akan dilakukan untuk pemeriksaan lanjutan atau tambahan apabila ditemukan penyumbatan pada usus besar.

  1. Cairan Barium Enema

Pemeriksaan berikutnya dengan memakai cairan barium enema juga kemungkinan akan dilakukan untuk beberapa kasus yang juga mungkin akan dilakukan pada kasus intususepsi pada anak sehingga tidak diperlukan terapi berkelanjutan.

  1. Pemeriksaan Radiologi

Ini akan menghasilkan foto abdomen dengan posisi tegak atau terlentang yang akan memperlihatkan dilatasi lengkung pada usus halus disertai dengan batas antara air dan udara atau gas yang membentuk pola seperti tangga.

  1. USG

Pemeriksaan USG ini dilakukan untuk memperlihatkan gambaran serta penyebab dari ileus obstruktif

  1. MRI

Pemeriksaan ini memang bisa digunakan untuk deteksi ileus obstruktif, akan tetapi teknik serta kontras yang ada saat ini belum bisa terpenuhi dengan baik dan teknik ini dilakukan untuk evaluasi iskemia mesenterik yang kronis.

  1. Angiografi

Angiografi mesenterik superior bisa digunakan untuk diagnosa adanya herniasi internal, volvulus, intussuscepsi, malrototaion serta adhesi.

  1. Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium yakni leukositosis juga mungkin akan dilakukan supaya memperlihatkan adanya strangulasi di utinalisa yang mungkin memperlihatkan tanda dehidrasi.

Artikel terkait:

Pengobatan Ileus Obstruktif

Untuk pasien yang menderita ileus obstruktif parsial, mungkin tidak diperlukan operasi dan hanya direkomendasikan beberapa jenis makanan berserat rendah sehingga bisa lebih dicerna dengan mudah untuk penderita. Penderita diwajibkan mengkonsumsi beberapa makanan itu sampai ileus obstruktif bisa sembuh. Akan tetapi, jika ileus obstruktif total, maka diperlukan beberapa operasi.

  1. Laparotomi

Laparotomi merupakan prosedur dimana dokter akan membuat irisan di bagian perut yang dilakukan untuk mencari penyebab dari penyumbatan usus tersebut dan baru dilanjutkan dengan penanganan.

  1. Laparoskopi

Laparoskopi adalah prosedur yang dilakukan pada penderita adhesi usus atau penyumbatan yang tidak terlalu besar. Dokter akan memasukkan alat khusus yakni laparoskop dengan membuat irisan kecil pada permukaan perut.

  1. Koloroskopi

Koloroskopi adalah prosedur untuk ileus obstruktif karena usus yang terpelintir. Dokter akan memasukkan sebuah selang khusus lengkap dengan kamera serta lampu di bagian ujung bersama dengan selang karet panjang atau flatus tube yang dilakukan untuk mengurangi tekanan pada usus serta menguraikan organ tersebut.

  1. Pemasangan Stent Endoskopik

Pengobatan ileus obstruktif ini dilakukan untuk penderita yang berusia lanjut atau pasien yang juga menderita kanker serta sedang menjalani perawatan paliatif. Stent dipakai untuk menyangga usus supaya bisa tetap terbuka dan pemasangan alat ini dilakukan dengan endoskopi.

  1. Kolostomi

Kolostomi merupakan prosedur yang dilakukan untuk ileus obstruktif parah dimana dokter akan membuat stoma atau lubang alternatif untuk mengalirkan kotoran keluar dari tubuh ke dalam kantong plastik.

  1. Obat-Obatan

Beberapa pengobatan dengan jalan operasi ini hanya dilakukan pada pasien yang memenuhi syarat kesehatan tertentu dan untuk pasien yang tidak dapat menjalani operasi, maka akan diberikan obat untuk meredakan gejala sementara waktu yakni obat pereda nyeri golongan opioid, obat steroid, obat antiemetik atau anti muntah dan juga obat antispasmodik atau anti kontraksi.

  • Penggantian Elektrolit

Infus atau cairan intravena dilakukan untuk mengganti makanan tanpa harus melewati saluran cerna.

Artikel terkait:

Persiapan Sebelum Operasi Ileus Obstruktif

Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum menjalankan operasi pada penyakit ilues obstruktif yakni sebagai berikut.

  • Pemasangan Pipa Nasogastrik

Ini bertujuan untuk mencegah muntah dan mencegah usus meregang karena masuknya udara atau dengan kata lain mencegah distensi abdomen.

  • Resusitasi Elektrolit

Resustasi cairan dan juga elektrolit dilakukan agar mengganti cairan serta elektrolit yang hilang sekaligus memperbaiki keadaan umum dari pasien dan juga dilakukan pemberian antibiotik khususnya strangulasi.

  • Saat Operasi

Operasi akan dilakukan jika rehidrasi sudah dicapai dan organ vital sudah berfungsi secara baik. Bila ditemukan bahwa penyebab utama ileus obstruktif adalah karena hernia skrotalis, otomatis dokter perlu dan harus menciptakan sebuah sayatan di daerah tersebut dan kalau terpaksa sayata abdomen pun juga perlu dibuat dengan luas bergantung dari obstruktif tersebut. Lengketnya usus yang mengalami obstruktif akan dibuang dan usus yang mengalami strangulasi akan di potong.

  • Pasca Bedah

Sesudah dilakukan pembedahan, maka akan dilanjutkan dengan pengobatan yang juga penting khususnya dalam mengganti cairan serta elektrolit. Ini dilakukan supaya gagal ginjal tidak terjadi dan memberikan asupan kalori yang cukup. Sesudah menjalani beda, maka pasien akan berada di masa ileus paralitik.

Pengertian Ileus Paralitik

Ileus paralitik umumnya terjadi pada pasien sesudah menjalani operasi perut dan berlangsung antara 24 sampai 27 jam. Gerakan peristaltik adalah aktivitas otot polos yang dikoordinasi dengan sangat baik yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti keadaan otot polos usus halus, keseimbangan elektrolit, hormon intestinal dan sistem saraf simpatik serta parasimpetik.

Ileus paralitik adalah kondisi di mana usus diketahui tak mampu lagi atau telah gagal dalam proses kontraksi perilastik untuk penyaluran isi pada usus.

Artikel terkait:

Penyebab dan Gejala Ileus Paralitik

  • Infeksi seperti radang rongga perut, infeksi sistemik berat, pneumonia dan urosepsis
  • Metabolik seperti gangguan keseimbangan elektrolit khususnya hipokalemia atau kadar kalium rendah dalam darah, uremia atau peningkatan kadar ureum dalam darah dan juga komplikasi penyakit gula atau DM
  • Neurogenik seperti keracunan timbal, pankreatitis atau radang kelenjar pankreas, sesudah melakukan operasi, kerusakan pada medula spinalis dan obat-obatan seperti antihistamin
  • Iskemia usus baik dari oklusi vaskular atau distensi usus
  • Adanya infark miokard
  • Terdapat fraktur pada tulang rusuk
  • Penyakit paru seperti pneumonia lobus bawah
  • Pielonefritis parah
  • Hematoma retroperitoneal yang berhubungan dengan fraktur vertebrata
  • Operasi yang berhubungan dengan rongga perut

Jenis ileus paralitik juga akan menimbulkan gejala yang sedikit memiliki pernedaan dengan ileus obstruktif seperti berikut ini.

  1. Mual
  2. Perut kembung atau perut terasa penuh
  3. Nafsu makan menurun
  4. Sembelit
  5. Muntah
  6. Nyeri pada perut yang proksimal
  7. Suara bising pada usus

Diagnosa Ileus Paralitik

Diagnosa yang dilakukan untuk ileus paralitik dilakukan berdasarkan hasil dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang juga diperlukan untuk konfirmasi diagnosis serta menemukan etiologi. Etiologi pada penyakit ileus paralitik sangatlah penting agar bisa merencanakan pelaksanaan diagnosa dan penanganan yang tepat.

  • Anamnesis

Anamenesis terstruktur dan terarah ini dilakukan untuk mengetahui pemeriksaan fisik apa yang dibutuhkan dan harus dilakukan oleh dokter. Diagnosa yang didapat dengan anamnesis ini umumnya adalah dema, susah buang air besar, rasa tidak nyaman pada perut namun tanpa sakit kolik, sering muntah namun tidak profuse, sendawa dan sebagainya.

  • Pemeriksaan Laboratorium

Laboratorium seperti memeriksa kadar sel darah putih atau leukosit, kadar elektrolit, ureum, gula darah, kadar enzim amilase.

  • Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk konfirmasi diagnosis dan mencari etiologi ileus paralitik. Jika dilihat secara garis besar, pemeriksaan penunjang dibagi menjadi pemeriksaan laboratorium dan radiologi.

  • Radiologi

Foto polos perut yang akan memperlihatkan gambaran air fluid level dan pada prosesnya, radiologi ini akan menggunakan radiasi baik untuk mendeteksi penyakit maupun mengobati.

Artikel terkait:

Pengobatan dan Pencegahan Ileus Paralitik

Ileus paralistik harus segera diobati dan harus mendapat penanganan dokter untuk mendeteksi penyakit ini. Di rumah sakit, dokter akan melakukan beberapa cara untuk menangani penyakit ileus paralitik ini yaitu:

  • Tabung Nasogastrik: Tabung nasogastrik akan dimasukkan ke dalam perut lewat hidung yang kemudian isi dari usus akan disedot keluar.
  • Pembedahan: Pada beberapa kasus ileus paralitik yang kronis yang melibatkan penyumbatan mekanis maka pembedahan juga mungkin akan dilakukan.
  • Perawatan patiosis paralitik: Ini bertujuan untuk membuat usus bisa bergerak kembali dengan normal dan terapi obat akan digunakan untuk menggerakkan otot usus kembali. Beberapa obat seperti vasopressin serta cisapride yang biasanya diberikan pada pengobatan ini.
  • Celiotomy: Distensi usus bisa diobati secara berulang kali dan membuat usus kecil melebar dan melepaskan adhesi fibrinpous yang berguna untuk mengobati keadaan ini.

Hasil dari sindrom ini akan berbeda bergantung dari metode pengobatan yang dilakukan dan waktu pemulihannya sendiri juga sangat bervariasi sesuai dengan penyebab utama dari ileus paralitik yang di derita pasien.

Sedangkan untuk langkah pencegahan agar kamu terhindar dari ileus paralitik ini adalah dengan melakukan diet sehat yakni dengan menghindari asupan yang berlemak dan memperbanyak asupan serat seperti buah dan sayuran setiap hari.

Apapun jenis penyakit ileus merupakan penyakit yang serius dan jika tidak ditangani bisa mengakibatkan kematian. Agar tidak sampai terkena penyakit ileus ini, akan lebih baik jika kamu mulai memperbaiki asupan nutrisi ke dalam tubuh supaya kesehatan usus bisa selalu terjaga dengan baik. Demikian ulasan lengkap dari kami tentang penyakit ileus, semoga bisa bermanfaat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn