6 Bahaya Deodorant Bagi Kesehatan

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Saat ini deodorant menjadi salah satu kebutuhan yang wajib selalu ada, bahkan selalu ada di tas dan dibawa kemana-mana. Deodorant menjadi solusi untuk keringat di ketiak yang berlebih, yang seringkali sangat mengganggu. Berbagai penelitian bahkan menyebutkan jika keringat yang berlebih pada ketiak bisa berdampak buruk pada kehidupan kita. Keadaan keringat yang berlebih yang disertai bau badan tidak sedap dapat membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri, bahkan yang lebih parah ia bisa kehilangan karirnya gara-gara keringat berlebih pada ketiak.

Apa yang menyebabkan ketiak menjadi bau ?

Keringat menjadikan area ketiak menjadi lebih lembab sehingga menjadi tempat tumbuh dan berkembang biaknya bakteri. Bakteri-bakteri tersebutlah yang sebenarnya menjadi penyebab bau yang tidak sedap. Dalam hal ini deodorant dapat mengatasi berbagai keluhan tersebut. Penggunaan wangi parfum, bau tidak sedap dari keringat yang berlebih tersebut bisa hilang dan mengembalikan kepercayaan diri. Tetapi permasalahannya sekarang adalah, apakah deodorant yang kita pakai merupakan deodorant yang aman bagi kesehatan? Ini karena penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini menemukan jika deodorant bisa menyebabkan dampak buruk pada kesehatan si pemakainya.

Waspadai Kandungan Di Dalam Deodorant

Berkeringat sebenarnya merupakan hal yang wajar. Hampir setiap hari kita berkeringat. Bahkan berkeringat menandakan jika kita sehat. Saat kita berkeringat, racun di dalam tubuh dikeluarkan sehingga tubuh menjadi lebih sehat dan bugar. Namun saat keringat menjadi berlebihan, itulah sebenarnya saat anda perlu mewaspadainya. Saat ini hampir semua orang memakai bantuan untuk menjaga ketiak agar menjadi kering, tidak lembab dan terhindar dari bau yang tidak sedap. Bahkan deodorant menjadi kebutuhan wajib yang harus dipenuhi.

Tetapi tahukah anda apa yang terkandung di dalam deodorant yang anda pakai? Karena berbagai penelitian akhir – akhir ini menemukan jika deodorant bisa menyebabkan anda terkena penyakit serius seperti kanker.

Aluminium – Kebanyakan deodorant yang saat ini beredar di pasaran mengandung unsur aluminum di dalamnya. Ini karena aluminium memiliki sifat yang dapat menyumbat kelenjar – kelenjar penghasil keringat. Dan kebanyakan, deodorant yang ada saat ini hampir sebagian besarnya mengandung aluminium.

Parabens – Parabens ini merupakan unsur yang sering dipakai dalam pembuatan berbagai jenis kosmetik. Unsur yang satu ini berfungsi untuk menjaga daya tahan kosmetik dan menghindarkan kosmetik dari tumbuhnya bakteri.

Pewangi – Kita tentunya sering menjumpai berbagai deodorant dengan berbagai aroma yang sangat menyenangkan. Namun penelitian menunjukan jika hampir sebagian besar wewangian yang digunakan pada deodorant merupakan wewangian sintesis. Dan sebagian besar di antaranya pula terbukti merupakan unsur yang berancun.

Minyak Emollient – Minyak emollient yang digunakan dalam deodorant ini cukup beragam. Produsen pembuat deodorant menggunakan bahan seperti castor, mineral maupun minyak biji bunga matahari guna menghasilkan campuran yang lembut dan saat deodorant mengering pada kulit, deodorant tersebut tidak mengelupas begitu saja. Inilah fungsi dari berbagai jenis minyak emollient.

Alkohol – Berbagai bahan aktif pembuat deodorant sering kali dilarutkan dalam alkohol. Terbukti, saat menyentuh kulit, deodorant akan terasa sejuk dan mudah kering. Ini karena kandungan alkoholnya. Kandungan alkohol ini dapat kita jumpai pada deodorant berbentuk spray, deodorant gel, deodorant roll-on serta aerosol.

PEG Distearates – Polyethylene glycol (PEG) distearates merupakan bahan peng-emulsi yang dapat ditemui pada berbagai macam jenis kosmetik termasuk pada deodorant dan antiperspirants. Bahan yang satu ini ditujukan agar deodorant yang menempel pada kulit kita bisa kita bersihkan dengan mudah.

Butylated Hydroxytoluene – Butylated hydroxytoluene atau BHT merupakan salah satu komposisi yang terdapat di dalam deodorant. Komposisi yang satu ini berguna untuk mencegah terjadinya pembusukan bahan-bahan pembuat deodorant lainnya akibat terpapar oksigen.

Talcum Powder – Talcum powder atau bubuk talcum digunakan dalam deodorant agar dapat menyerap keringat dan minyak pada ketiak. Dan bahan deodorant yang satu ini juga akan menjaga kulit ketiak agar tetap kering.

Pernah mendengar isu deodorant sebagai penyebab kanker? Ya, berbagai kandungan di dalam deodorant disinyalir dapat menjadi penyebab penyakit kanker khususnya kanker payudara. Hal ini dikatakan karena bahan-bahan aktif, yang sudah disebutkan di atas, bisa terserap kulit dan masuk ke dalam jaringan tubuh. Lalu, apakah isu tersebut benar adanya? Untuk lebih lengkapnya, yuk simak berbagai bahaya yang mungkin dapat ditimbulkan dari pemakaian deodorant berikut ini :

1. Menyebabkan penyakit asma

Deodorant khususnya yang berbentuk spray, menurut para ahli, dikhawatirkan dan menyebabkan penyakit asma. Hal ini dikarenakan berbagai bahan kimia yang terkandung di dalam deodorant dapat terhirup saat cairan deodorant disemprotkan. Ketika di dalam saluran pernafasan, bahan-bahan kimia tersebut dapat mengiritasi organ-organ di dalam sistem pernafasan.

Bagi penderita asma perlu mengetahui beberapa berikut ini :

2. Menyebabkan Eksim

Para ahli juga mengemukakan jika bahan-bahan yang terkandung di dalam deodorant dapat menyebabkan alergi pada kulit seperti eksim. Bahkan bagi mereka yang tidak memiliki terhadap bahan-bahan yang terkandung di dalam deodorant tetap dapat mengalami kulit sensitif terhadap bahan-bahan kimia dari deodorant yang dipakai.

Kondisi eksim ini juga bisa dipengaruhi oleh :

3. Mengakibatkan Serangan jantung

Pada kondisi yang sudah sangat mengkhawatirkan, deodorant khususnya kandungan-kandungan bahan kimia di dalamnya bisa menumpuk di dalam tubuh, dan berdasarkan penelitian dari para ahli, kondisi tersebut dapat mengarah pada serangan jantung yang fatal. Kondisi yang membahayakan jantung ini bisa ditandai dengan :

4. Menyebabkan Kanker Payudara

Bahaya deodorant yang lainnya adalah menyebabkan penyakit kanker payudara yang merupakan salah satu penyakit yang bisa berakibat fatal. Bahan-bahan aktif yang terkandung di dalam deodorant bisa terserap masuk ke dalam tubuh, mengendap dan lama kelamaan bisa menyebabkan tumbuhnya sel kanker. Namun, hal yang satu ini belum terbukti 100 persen benar adanya. Tetapi kita sebagai konsumen tetap harus mewaspadai dan cermat dalam memilih produk deodorant yang akan kita pakai.

Beberapa kebiasaan yang sering dilakukan juga menimbulkan resiko kanker payudara seperti :

5. Menyebabkan Kematian

Salah seorang remaja berusia 16 tahun di Amerika ditemukan tidak bernyawa di kediamannya. Setelah melalui proses otopsi akhirnya pihak kepolisian menyimpulkan jika penyebab kematian mendadak remaja laki-laki tersebut adalah karena adanya butane dan propane di dalam darahnya dalam jumlah yang tidak wajar. Dua zat ini disinyalir disebabkan oleh terhirupnya aerosol di dalam bahaya deodorant yang dipakai oleh si remaja tadi.

6. Menyebabkan Noda Kuning Membandel

Deodorant entah bagaimana caranya, bisa meninggalkan noda kuning yang tidak dapat hilang di baju kita, khususnya pada daerah ketiak. Bahkan produsen-produsen deodorant sendiri pun tidak mengetahui kenapa hal tersebut bisa menjadi demikian.

Solusi Pengganti Deodorant

Tahukah anda jika kita sebenarnya bisa membuat sendiri deodoran untuk menjaga ketiak tetap kering, wangi dan kita pun tetap merasa percaya diri. Bahan-bahan untuk membuat deodorant yang satu ini pun cukup sederhana dan bisa temui dengan mudah. Bagaimana caranya, yuk simak langkah-langkahnya berikut ini:

Siapkan bahan-bahan :

  • Minyak kelapa
  • Baking soda
  • Shea butter
  • Bubuk arrowroot (opsional)
  • Minyak esensial (opsional)

Cara pembuatannya :

  1. Cairkan shea butter dan minyak kelapa dengan menggunakan panas sedang
  2. Matikan api, lalu tambahkan baking soda dan arrowroot (tambahkan lebih banyak baking soda jika anda tidak menggunakan arrowroot)
  3. Aduk merata
  4. Tambahkan minyak esensial (jika ada)
  5. Tuangkan adonan terebut pada wadah. Bisa juga pada wadah deodorant anda yang lama sehingga memudahkan dalam penggunaan.

Selamat mencoba..

fbWhatsappTwitterLinkedIn