Sponsors Link

14 Gejala Xerostomia untuk Diwaspadai

ads

Xerostomia terdengar asing mungkin, tapi sebetulnya ini merupakan istilah medis bagi mulut kering. Kondisi mulut kering tentunya pernah dialami setiap orang sesekali waktu dan bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, xerostomia alias mulut kering bisa saja menjadi hal yang mengkhawatirkan kalau Anda terus-terusan mengalaminya, terutama kalau keadaan ini dialami dalam jangka panjang.

Lalu, adakah kira-kira gejala xerostomia yang bisa diketahui supaya dapat Anda waspadai dan cegah agar tidak menjadi lebih serius? Ketika mulut kering, itu tandanya produksi air liur tak seperti biasa dan normalnya. Berikut di bawah ini merupakan berbagai gejala atau tanda-tanda xerostomia yang bisa Anda kenali agar mampu mengatasinya sedari dini.

(Baca juga: jenis penyakit pada bibir)

  1. Bibir Mengering

Bibir bisa jadi kering ketika xerostomia menyerang dan jelas ini menjadi gejala yang paling umum. Karena mulut kering dikarenakan produksi air liur sedikit dan terbatas, maka otomatis bibir pun ikut menjadi kering dengan mudahnya. Karena kekurangan air liur, maka Anda bisa berupaya untuk melembabkannya dengan minum banyak air putih.

  1. Bau Mulut

Kondisi bau mulut juga bisa menjadi gejala utama mulut kering atau xerostomia. Ketika kita berpuasa, otomatis bau mulut pun menjadi kurang sedap dan ini karena mulut kita kekurangan asupan cairan dan juga kekurangan produksi air liur. Hati-hati karena terlalu sering mengalami bau mulut menandakan mulut Anda sedang kekeringan.

  1. Sering Haus

Mulut kering bisa menyebabkan Anda juga sering haus lebih dari biasanya dan membutuhkan air minum lebih banyak. Waspadai bahaya dehidrasi dengan minum banyak-banyak air putih supaya kondisi mulut senantiasa lembab dan segar. Bahaya akibat kurang minum air putih juga menjadikan mulut kering sehingga bakal merasa lebih cepat dan kerap haus.

(Baca juga: pencegahan bau mulut)

  1. Kering dan Lengket di Mulut

Gejala lain yang juga paling sering dialami pada penderita xerostomia adalah rasa kering dan lengket di mulut. Jika Anda terlalu sering dan bahkan terus-menerus mengalami hal ini, sebaiknya cobalah untuk meminum banyak asupan cairan. Pergilah menemui dokter apabila solusi alami ini kurang membantu.

  1. Sensasi Panas di dalam Mulut

Saat mengalami xerostomia, maka ada juga beberapa penderitanya yang mengalami sensasi panas di dalam mulut. Sensasi panas ini biasanya menyertai rasa kering, haus dan lengket pada mulut sehingga Anda bisa mencoba untuk mengatasinya dengan minum air putih lebih banyak dari biasanya.

  1. Bibir Pecah-pecah

Bibir juga dapat menjadi pecah-pecah ketika mulut dan bibir mengalami kekeringan hingga ekstrem. Kekurangan asupan cairan yang begitu serius begitu juga ditambah dengan adanya produksi air liur yang kurang pun menjadikan bibir pecah-pecah. Anda awalnya bisa memakai pelembab bibir, namun bila hal ini terjadi secara terus-menerus Anda bisa mencoba untuk ke dokter.

(Baca juga: penyebab bibir pecah-pecah dan kering)

  1. Tenggorokan Kering

Mirip seperti kondisi gejala flu atau batuk di mana rasa kering melanda tenggorokan, xerostomia pun demikian. Ini karena air liur yang biasa kita telan untuk membasahi bagian tenggorokan produksinya sedikit dan terbatas. Jika tenggorokan mudah kering dan terus-terusan demikian, cobalah untuk memeriksakannya ke dokter serta mengubah pola hidup.

  1. Suara Serak

Selain dari gejala-gejala yang sudah disebutkan tersebut, suara yang menjadi serak mirip dengan gejala batuk serta radang tenggorokan pun dapat dialami oleh penderita xerostomia. Apabila suara serak ini terjadi lebih dari 1-2 minggu tanpa batuk, Anda perlu untuk mengatasinya segera.

Sponsors Link

  1. Sulit Mengunyah

Ketika mulut kering terjadi, biasanya ada juga yang sampai-sampai harus mengalami kesulitan dalam mengunyah makanan. Ini karena bibir kemudian menjadi kering, kondisi di dalam mulut pun ikut kering dan lengket seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Otomatis agak tidak seperti biasanya saat Anda menikmati makanan.

(Baca juga: cara mengatasi bibir kering)

  1. Sulit Menelan

Air liur yang kurang bakal membuat tenggorokan juga menjadi seret dan menghambat proses menelan makanan. Apabila kondisi dari xerostomia sudah sampai pada tahap membuat Anda kesulitan dalam menelan, jangan abaikan lagi, apalagi bila terjadi terlalu lama. Cobalah awali dengan meminum air putih, namun bila kurang efektif, Anda bisa periksakan ke dokter supaya dokter dapat mengetahui penyebab pasti xerostomia yang dialami.

  1. Sulit Bicara

Selain sulit menelan, pada penderita xerostomia yang mengalami penurunan produksi air liur juga bakal mengalami yang namanya kesulitan bila mulut digunakan untuk bicara. Hal ini hal yang wajar apabila memang Anda sakit batuk, tapi bila gejala ini adalah xerostomia dan berkelanjutan, lebih baik segera temui dokter untuk melihat masalah pada kelenjar air liur Anda.

  1. Infeksi dan Nyeri pada Mulut

Penderita xerostomia juga ditandai dengan adanya kondisi infeksi serta rasa nyeri di bagian dalam mulut. Infeksi yang biasanya terjadi pada kebanyakan kasus xerostomia ini adalah infeksi jamur. Namun ada kemungkinan juga rasa nyeri dan infeksi tersebut merupakan sebuah kondisi yang dikenal dengan istilah cadisosis oral.

(Baca juga: penyebab mulut terasa pahit)

  1. Panas dan Kesemutan di Bagian Lidah

Jika Anda merasa ada sesuatu yang kurang nyaman pada lidah Anda, mungkin yang terbersit dalam benak Anda adalah gejala flu atau sedang tak enak badan biasa. Namun mulut kering atau xerostomia juga mampu menyebabkan hal ini. Jika berkelanjutan dan Anda merasakan ada sesuatu yang ganjil, segeralah ke dokter.

Sponsors Link
  1. Kerusakan Gigi

Kurangnya produksi air liur juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan gigi di mana kerusakan dan sakit gigi mampu menjadi gejalanya juga. Ingat bahwa air liur berperan penting bagi tubuh, seperti membuat pertumbuhan bakteri menjadi terbatas salah satunya. Jadi, bakteri akan lebih mudah berkembang ketika air liur berkurang.

Itulah mengapa salah satu gejala pada xerostomia yang sudah cukup serius adalah gigi yang menjadi rusak. Kerusakan pada gigi tentu tak lepas dari adanya bakteri yang menyerang dan bersarang di dalam mulut. Air liur juga biasanya memiliki peran dalam membersihkan mulut dari sisa-sisa makanan yang masuk ke dalam mulut kita.

(Baca juga: cara mencegah bibir kering saat puasa)

Ketika gejala mulut kering sudah mulai dirasakan, silakan untuk datang ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari xerostomia yang Anda derita. Kapan Anda perlu untuk memeriksakan diri ke dokter? Penting untuk ke dokter kalau memang gejala tak membuat Anda nyaman dan ketika xerostomia terjadi bukan dikarenakan kegugupan, rasa cemas maupun dehidrasi.

Biasanya dokter akan menangani sesuai dengan penyebabnya, di mana pemberian dekongestan adalah yang paling umum, terutama bagi yang terkena penyumbatan pernapasan. Tapi pada dasarnya, xerostomia dapat diatasi dan sembuh sendiri jika memang masih dalam tahap akut, namun bila memang di luar dari normalnya, bantuan medis akan jauh lebih baik untuk Anda peroleh.

 

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Thursday 20th, April 2017 / 15:43 Oleh :
Kategori : Xerostomia