Flek Paru-paru – Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Flek paru-paru atau yang biasa dikenal dengan Tuberkulosis (TB) merupakan sejenis penyakit menular yang dapat mengakibatkan suatu potensi yang fatal yang dapat mempengaruhi setiap bagian tubuh, terutama infeksi paru-paru. Penyakit ini disebabkan oleh adanya infeksi yang ditimbulkan oleh mikroorganisme bakteri yang dikenal dengan basil tuberkel atau Mycobacterium tuberculosis.

Flek paru-paru merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Namun penyakit paru-paru ini dapat diobati atau disembuhkan, serta dapat dicegah dengan penggunaan berbagai obat-obatan tertentu.

Penyebab

flek paru paruFlek paru-paru disebabkan oleh bakteri yang menyebar dari orang yang satu ke orang yang lainnya melalui tetesan mikroskopis. Hal ini bisa dilepaskan ke udara ketika seseorang penderita gangguan ini mengalami batuk, berbicara, bersin, meludah, tertawa atau bernyanyi. Meskipun gangguan ini menular, namun pada kebanyakan pasien yang mengalami gangguan flek paru-paru (TB) yang sudah mendapatkan terapi dengan tepat tidak akan lagi menularkan penyakit ini.

Sejak tahun 1980  penyebaran virus HIV AIDS  telah mengakibatkan peningkatan kasus flek paru-paru secara dramatis. Hal tersebut disebabkan karena infeksi HIV AIDS dapat menekan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh kesulitan mengendalikan bakteri penyebab flek paru-paru. Hal ini dapat menunjukkan bahwa seseorang yang terinfeksi virus HIV lebih memungkinkan untuk mengembangkan flek paru-paru.

Beberapa faktor yang dapat mengembangkan flek paru-paru diantaranya adalah :

1. Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

Beberapa jenis penyakit dan penggunaan obat-obatan tertentu dapat membuat sistem kekebalan tubuh seseorang menjadi lemah yang pada akhirnya dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan flek paru-paru.

  • Gangguan HIV / AIDS
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal stadium akhir
  • Beberapa jenis kanker tertentu
  • Penggunaan obat-obatan kemoterapi untuk pengobatan kanker
  • Penggunaan obat untuk transplantasi organ tubuh
  • Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis, penyakit Crohn dan psoriasis
  • Malnutrisi (kekurangan nutrisi dalam tubuh)
  • Anak-anak maupun lansia

2. Seseorang yang berkunjung atau tinggal di daerah-daerah yang berpotesi untuk perkembangan virus TB seperti Afrika, India, Pakistan, Rusia, Cina, dan beberapa negara lainnya.

3. Kurangnya perawatan medis yang diakibatkan oleh kemiskinan baik itu karena penghasilan yang rendah, tinggal di daerah terpencil yang minim akses kesehatan dapat meningkatkan resiko terjadinya penyebaran virus penyebab flek paru-paru.

4. Penyalahgunaan zat seperti penggunaan obat (bahaya narkoba) atau penggunaan alkohol dapat mengakibatkan lemahnya sistem kekebalan tubuh sehingga menjadikan lebih rentan terhadap infeksi virus penyebab flek paru-paru. Selain itu pengguanaan produk tembakau seperti rokok juga dapat meningkatkan resiko terkena flek paru-paru

5. Faktor tempat tinggal maupun jenis pekerjaan seseorang juga dapat mengembangkan resiko terkena flek paru-paru seperti :

  • Seseorang yang bekerja sebagai tenaga kesehatan yang melakukan kontak dengan orang-orang yang terinfeksi virus TB secara intens dapat meningkatkan peluang untuk mengembangkan infeksi ini. Untuk itu sebaiknya menggunakan masker dan selalu melakukan cara meencuci tangan pada saat dan setelah melakukan kontak dengan pasien dapat mengurangi resiko terkena flek paru-paru.
  • Seseorang yang tinggal atau bekerja di daerah-daerah yang padat penduduk serta memiliki ventilasi yang buruk seperti penjara, pusat imigrasi, maupun rumah jompo dapat meningkatkan resiko terjangkit virus flek paru-paru.
  • Seseorang yang tinggal di camp atau tempat-tempat pengungsian dengan kondisi yang buruk dapat meningkatkan resiko terkena flek paru-paru.

Gejala

Beberapa tanda atau gejala yang umumnya timbul pada penderita flek paru-paru diantaranya adalah :

  1. Timbulnya batuk yang telah berlangsung selama tiga minggu atau lebih
  2. Munculnya penyebab batuk berdarah
  3. Penyebab dada sakit (nyeri) atau rasa sakit pada saat bernapas atau batuk
  4. Penurunan berat badan
  5. Kelelahan
  6. Demam
  7. Berkeringat di malam hari
  8. Panas dingin
  9. Penurunan nafsu makan

Flek paru-paru juga dapat mempengaruhi ogan tubuh yang lain seperti  ginjal, tulang belakang, maupun otak. Jika Anda memiliki gejala-gejala seperti di atas sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk segera mendapatkan perawatan.

Komplikasi

Pada saat flek paru-paru tidak segera mendapatkan penanganan medis, hal tersebut akan dapat mempengaruhi sisem paru-paru maupun beberapa organ tubuh lainnya. Adapun komplikasi yang bisa ditimbulkan oleh flek paru-paru adalah :

  1. Nyeri tulang belakang yang merupakan komplikasi umum dari gangguan flek paru-paru
  2. Kerusakan persendian seperti Arthritis yang dapat  mempengaruhi pinggul dan lutut.
  3. Meningitis, yaitu pembengkakan yang terjadi pada selaput yang menutupi otak yang dapat menyebabkan sakit kepala abadi selama berminggu-minggu maupun terjadinya perubahan mental.
  4. Gangguan fungsi hati atau ginjal yang berfungsi untuk membantu menyaring racun maupun kotoran dalam darah.
  5. Gangguan jantung yang dapat menyebabkan peradangan serta penumpukan cairan yang mengganggu kemampuan hati untuk memompa darah.

Diagnosa

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa terjadinya flek paru-paru antara lain adalah :

  1. Pemeriksaan fisik untuk mengetahui pembengkakan dan memeriksa paru-paru dan sistem pernafasan.
  2. Tes Darah yang digunakan untuk mengukur reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri penyebab felk paru-paru.
  3. Tes pencitraan yaitu dengan menggunakan X ray mapun CT scan untuk mendapatkan gambar yang lebih t=rinci mengenai kondisi paru-paru.
  4. Tes dahak yaitu dengan mengambil sample dahak pasien untuk menguji strain yang resistan terhadap obat TB atau flek paru-paru.

Pengobatan

Untuk mengobati gangguan flek paru-paru dibutuhkan waktu yang lebih lama dari pada waktu yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit lainnya.Seseorang yang terkena gangguan ini harus menjalani pengobatan yaitu dengan mengkonsumsi obat-obatan jenis antibiotik setidaknya selama enam hingga sembilan bulan lamanya secara teratur. Namun penelitian telah menunjukkan adanya jangka yang lebi pendek untuk mengobati gangguan ini, yaitu memakan waktu sekitar 4 bulan. Penggunaan obat-obatan maupun lamanya pengobatan gangguan ini sangat tergantung pada usia, kondisi kesehatan secara menyeluruh, maupun adanya kemungkinan terjadinya resistensi obat-obatan.


Adapun beberapa jenis obat-obatan yang biasa dipakai untuk menangani pasien dengan flek paru-paru diantaranya adalah : isoniazid, Rifampisin (Rifadin, Rimactane), Etambutol (Myambutol), serta pirazinamid.

Bagi mereka yang memiliki flek paru-paru dimana bakteri penyebab gangguan tersebut resisten terhadap obat, maka biasanya akan dilakukan dengan mengkombinasikan penggunaan antibiotik yang disebut fluoroquinolones dan obat suntik, seperti amikasin, kanamisin atau kapreomisin yang biasanya digunakan selama 20 sampai 30 bulan.

Penggunaan obat-obatan felk paru-paru dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti :

  • Mual dan muntah
  • Penurunan nafsu makan
  • Jaundice (warna kulit menjadi kuning)
  • Urin berwarna gelap
  • Demam tanpa sebab yang jelas yang bisa terjadi selama 3 hari atau lebih.

Adalah sangat penting bagi seorang penderita flek paru-paru untuk menyelesaikan tempo pengobatan sesuai dengan anjuran dari dokter. Karena jika ia tidak dapat menyelesaikan terapi yang telah ditentukan oleh dokter, maka hal tersebut dapat memungkinkan bakteri penyebab flek paru-paru yang masih hidup menjadi resisten terhadap obat, sehingga dapat menyebabkan gangguan yang lebih berbahaya dan pada akhirnya akan lebih sulit untuk diobati.

Pencegahan

Seseorang yang telah didiagnosa memiliki gangguan flek paru-paru sebaiknya melakukan tindakan-tindakan yang dapat mencegah timbulnya penularan bakteri, seperti :

  1. Lebih memilih untuk tinggal di dalam rumah selama beberapa minggu pengobatan.
  2. Mengatur kelembaban udara dalam ruangan. Hal ini dilakukan karena bakteri penyebab gangguan ini dapat menyebar dengan mudah pada ruangan yang tertutup tanpa adanya sirkulasi udara. Untuk itu sebaiknya pasien flek paru-paru tinggal dalam ruangan yang mempunyai sirkulasi udara yang memadai.
  3. Selalu menutup mulut dengan menggunakan tissu atau sapu tangan pada saat tertawa, batuk, maupun pada saat bersin.
  4. Menggunakan masker selama tiga minggu pengobatan guna mencegah terjadinya penularan.
  5. Menyelesaikan terapi pengobatan yang telah dianjurkan oleh dokter.
  6. Mendapatkan vaksinasi terutama pada anak-anak yang baru dilahirkan.

, ,
Post Date: Tuesday 23rd, June 2015 / 07:12 Oleh :
Kategori : TBC