Sponsors Link

Sakit Kepala Belakang – Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

ads

Hampir setiap orang pasti pernah mengalami sakit kepala, sentah dalam bentuk migrain, sakit kepala belakang, pusing, atau lain sebagainya. Setiap sering sakit kepala memiliki gejala yang berbeda. Termasuk sakit kepala belakang. Akan tetapi, sebelum kita membahas mengenai sakit kepala belakang, terlebih dahulu kita akan membahas tentang jenis-jenis sakit kepala agar bagi Anda yang mengalami sakit kepala dapat mengatasinya sesuai dengan gejala yang ditimbulkan oleh jenis sakit kepala tersebut.

Jenis-Jenis Sakit Kepala

International Headache Society pada tahun 2007 telah menyepakasi bahwa sakit kepala dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Pengklasifikasian sakit kepala tersebut akan membantu penderita sakit kepala menemukan pengobatan yang tepat berdasarkan gejala sakit kepala yang dialami. Berikut ini beberapa jenis sakit kepala berdasarkan gejala yang ditimbulkan.

1. Sakit Kepala Primer

Ada 3 jenis sakit kepala yang diklasifikasikan ke dalam sakit kepala primer, yaitu sakit kepala migrain, sakit kepala tension, dan sakit kepala cluster.

  • Sakit kepala migrain merupakan jenis sakit kepala primer yang pertama. Menurut penelitian, sebanyak 12% populasi masyarakat Amerika pernah mengalami migrain. Migrain biasanya lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria. Sakit kepala migrain ditandai dengan gejala kepala terasa sakit dan berdenyut hanya pada satu sisi saja. Biasanya migrain akan diikuti dengan gejala lain seperti mual, muntah, kepekaan terhadap cahaya dan suara. Migrain terkadang akan didahului dengan gejala peringatan sensorik pada penglihatan seperti kilatan cahaya atau bintik-bintik buta. (baca juga: sakit kepala sebelah kanan atas kening)
  • Sakit kepala tension merupakan jenis sakit kepala yang paling umum. Biasanya gejala kepala terasa tegang dan berat. Sekitar 90% orang dewasa mengalami sakit kepala jenis ini. Adapun gejala sakit kepala tension adalah rasa sakit yang dimulai dari kepala bagian belakang dan leher atas, bagian kepala di atas alis terasa seperti ditekan, rasa sakit biasanya tidak diikuti dengan aura seperti mual setelah olahraga, muntah, ataupun gangguan sensorik, meskipun penderita merasakan sakit kepala tension namun biasanya penderita masih bisa melakukan kegiatannya seperti biasa.  (baca juga: pertolongan pertama benturan kepala)
  • Sakit kepala cluster adalah jenis sakit kepala primer selanjutnya. Sakit kepala cluster tergolong sebagai jenis sakit kepala yang jarang dialami oeleh kebanyakan orang. Penelitian menunjukkan penderita sakit kepala ini adalah 1 dari 1000 orang atau 0,1% dari jumlah poplasi. Sakit kepala cluster akan menyerang dalam kurun waktu tertentu dan akan hilang dalam kurun waktu tertentu pula.

2. Sakit Kepala Sekunder

Sakit kepala sekunder merupakan jenis sakit kepala yang terjadi karena adanya masalah struktural dengan kepala atau eher. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sakit kepala sekunder, di antaranya pendarahan otak, tumor, penyebab meningitis, dan ensefalitis. Internatinal Headache Society menyatakan ada delapan kategori yang menyebabkan sakit kepala sekunder, di antaranya:

  • Adanya trauma pada bagian kepala dan leher
  • Terdapat gangguan pembuluh darah pada kepala dan leher, misalnya karena bahaya stroke
  • Gangguan pada kepala seperti tumor otak atau kanker
  • Konsumsi obat-obatan dalam kurun waktu yang lama
  • Akibat beberapa jenis infeksi seperti meningitis, ciri-ciri HIV AIDS, gejala flu, dan lain sebagainya
  • Lingkungan fisik yang mengalami perubahan
  • Adanya masalah pada mata, telinga, hidung, tenggorokan, gigi, dan leher
  • Adanya masalah psikis

3. Sakit Kepala Neuralgia

Sakit kepala neuralgia terjadi karena adanya gangguan saraf di bagian leher dan kepala. Leher dan kepala yang mengalami gangguan saraf  lama kelamaan menjadi radang sehingga kepala menjadi sakit. Selain sakit kepala, biasanya sakit kepala neuralgia akan diikuti dengan rasa nyeri di bagian wajah.

Penyebab

Sponsors Link

Sakit kepala belakang merupakan jenis sakit kepala primer dan juga sekunder. Meskipun disebut dengan sakit kepala belakang, namuan rasa sakit di kepala tidak hanya di bagian kepala belakang. Sakit kepala belakang akan dimulai dengan nociceptor di kepala. Nociceptor adalah neuron sensorik yang berguna untuk merespon rasa sakit. Dari reseptor tersebut, maka akan timbul rasa sakit di kepala bagian belakang, biasanya akan disebabkan oleh ketegangan otot, stres, serta pembuluh darah yang melebar. Beberapa hal yang menyebabkan sakit kepala belakang adalah:

1. Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang banyak dialami oleh orang dewasa. Gejalanya berupa rasa sakit dalam taraf ringan hingga sedang. Beberapa hal yang dapat menyebabkan sakit kepala tegang adalah kurang tidur, stres, tegang, dan rasa lapar. Pada saat sakit kepala kambuh, biasanya leher akan terasa tegang dan penderita akan merasakan tekanan di bagian dahi, bagian belakang kepala, dan bagian leher. Biasanya rasa sakit akan berkisar antara 30 menit hingga beberapa hari. Sakit kepala tegang dapat terjadi dalam periode tertentu, bisa kurang dari 15 hari dalam sebulan atau bahkan lebih dari 15 hari dalam sebulan. Meskipun terjadi dalam kurun waktu yang relatif lama, sakit kepala tegang biasanya tidak akan mengganggu penderitanya melakukan aktifitas sehari-hari. Sakit kepala tegang biasanya tidak diikuti dengan gejala aura seperti mual dan muntah. Lelah dan stres adalah penyebab utama dari sakit kepala tegang, karena itu ada baiknya Anda selalu mencukupi istirahat dan melakukan relaksasi. (baca juga: obat sakit kepala)

2. Sakit Kepala Harian Kronis

Sakit kepala harian kronis biasanya dialami oleh wanita. Sakit kepala kronis akan terjadi setiap hari dan dalam kurun waktu relatif lama yakni sekitar 3 bulan. Penyebab utamanya adalah cedera pada leher atau karena kelelahan. Berbeda dengan jenis sakit kepala lainnya, penderita sakit kepala harian kronis tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat pereda rasa sakit. Biasanya dokter akan memberikan penanganan medis berupa fisioterapi atau pemberian obat antidepresan. Konsumsi obat pereda nyeri bisa jadi akan menambah rasa sakit kepala harian kronis. (baca juga: cara mengatasi sakit kepala)

3. Sakit Kepala Ketika Beraktifitas Fisik

Sakit kepala karena aktifitas fisik biasanya disebut dengan exertional. Penyebab utama dari sakit kepala ini adalah aktifitas fisik yang beragam, biasanya berupa aktifitas fisik yang berat, berlari, berhubungan seks, batuk, dan juga pengencangan otot perut ketika melakukan buang air besar. Rasa sakit kepala exertional biasanya akan bertahan selama 20 menit. Rasa sakit berada di bagian belakang mata atau bahkan ke seluruh bagian kepala. Kebanyakan kasus menunjukkan bahwa sakit kepala exertional tidak menunjukkan gejala penyakit yang serius. Namun meskipun sangat jarang, kondisi tersebut bisa jadi sebagai gejala adanya gangguan pada pembuluh darah di otak. Untuk itu, bagi Anda yang mengalami sakit kepala exertional ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. (baca juga: bahaya mencabut uban)

4. Sakit Kepala Cervicogenic

Sakit kepala cervicogenic adalah jenis sakit kepala yang disebabkan oleh gangguan di bagian leher. Sakit kepala belakang yang disebabkan oleh cervicogenic biasanya hanya berada pada salah satu sisi saja. Rasa sakit biasanya akan dimulai dari area leher kemudian menjalar ke bagian kepala belakang, bagian samping, hingga mencapai bagian depan dekat mata. Sakit kepala ini pada awalnya hanya terasa selama beberapa saat, namun kelamaan menjadi sakit kepala yang berkepanjangan. Rasa sakit biasanya akan semakin parah karena pergerakan leher yang tidak sesuai atau posisi leher yang tidak sesuai ketika tidur. Kelelahan, posisi tidur yang salah, masalah pada tulang leher, cidera, sikap tubuh yang tidak sesuai, stres, dan ketegangan otot dapat memicu sakit kepala cervicogenic bertambah parah. (baca juga: cara mengatasi sakit kepala)

5. Oksipital Neuralgia

Ada beberapa faktor yang menyebabkan sakit kepala neuralgia, di antaranya trauma (seperti pukulan), kompresi tulang belakang, gangguan saraf, adanya infeksi atau peradangan lokal, asam urat, diabetes, pembuluh darah mengalami peradangan, dan tumor otak. Oksipital neuralgia biasanya menimbulkan beberapa gejala seperti rasa sakit yang relatif intens, biasanya terasa seperti ditusuk-tusuk, serta bagian belakang kepala dan leher terasa seperti terkena setrum. Gejala lain yang mengikuti rasa sakit tersebut berupa rasa sakit yang terasa membakar dan berdenyut-denyut, biasanya akan dimulai dari bagian dasar kepala, kemudian menyebar ke area kulit kepala, rasa sakit pada satu sisi atau kedua sisi kepala, rasa sakit di belakang mata, dan rasa sakit akan terasa semakin parah ketika penderitanya menggerakkan leher. (baca juga: benjolan di kepala)

6. Migrain

Migrain atau sakit kepala sebelah ternyata juga dapat menyebabkan sakit kepala bagian belakang. Sekitar 40% kasus migrain merasakan sakit kepala bagian belakang yang bersamaan dengan sakit kepala sebelah. Gejala tersebut biasanya akan diikuti dengan rasa mual, muntah, serta penurunan nafsu makan. Suara yang terlalu keras, cahaya terlalu terang, dan aktifitas terlalu berat bisa memperburuk kondisi penderita migrain. Karena itu, penderita migrain biasanya akan beristirahat di tempat yang relatif gelap dan tenang.

Gejala bahaya sering migrain biasanya akan diawali dengan gejala kilatan cahaya pada penglihatan, telinga berdenging, serta pusing kepala. Jika migrain hanya terjadi sekali dalam sebulan maka Anda tidak perlu khawatir. Namun jika migrain menyerang lebih dari 5 kali dalam sebulan maka Anda patut memeriksakan diri. Migrain tersebut bisa jadi adalah gejala dari penyakit lain seperti tumor otak. Dalam kasus ini, migrain akan menjadi jenis sakit kepala sekunder yang mengikuti penyakit utama yang menyebabkannya. (baca juga: cara mengatasi migrain)

7. Ice Pick Headache

Ice pick headache adalah jenis sakit kepala yang terasa parah dan menusuk kepala. Namun, meskipun tarafnya terasa parah, biasanya ice-pick headache tidak akan terjadi dalam kurun waktu yang lama. Biasanya rasa sakit hanya akan menyerang dalam beberapa saat saja. Rasa sakit biasanya tidak hanya berkisar di bagian kepala belakang, tetapi bisa menyebabr ke seluruh bagian kepala. (baca juga: cara mengatasi sakit kepala)

8. Ice Cream Headache

Ice Cream Headache merupakan jenis sakit kepala yang muncul ketika penderitaya mengkonsumsi es krim, es batu, atau beberapa jenis minuman yang terlalu dingin. Penderita biasanya akan merasakan sakit kepala, beberapa kasus menunjukkan sakit kepala di bagian depan, terkadang rasa sakit juga di bagian belakang. Untuk menangani ataupun mencegah sakit kepala ini, ada baiknya penderita menghindari minuman dengan suhu yang terlalu rendah (terlalu dingin). (baca juga: mata kunang-kunang kepala pusing)

9. Sakit Kepala Sinus

Sakit kepala belakang juga bisa disebabkan oleh sinusitis. Sinus merupakan ruangan yang teridiri dari empat pasang yang berisi udara dan terletak pada tengkorak kepala. Selaput lendir yang melapisi rongga-rongga tersebut mengeluarkan lendir dan membuat hidung basah. Infeksi sinus tersebut akhirnya juga dapat menimbulkan sakit kepala. Sinus sphenoid yang mengalami peradangan juga akan menyebabkan sakit kepala belakang. (baca juga: penyebab sinusitis)

10. Arteritis Temporal

Arteritis temporal adalah peradangan yang terjadi pada pembuluh arteri besar. Penyebab utama dari peradangan tersebut memang belum diketahui pasti, namun kebanyakan peneliti menyatakan bahwa kemungkinan peradangan disebabkan oleh respon imun dalam tubuh. Biasanya orang-orang yang mengalami infeksi berat atau orang-orang yang mengkonsumsi antibiotik dalam jumlah besar sangat rentan terhadap penyakit ini. Sakit kepala belakang yang disebabkan oleh arteritis temporal biasanya berada pada salah satu sisi. Biasanya sakit kepala juga akan diikuti dengan gejala sakit pada rahang dan nyeri otot. (baca juga: cara mengobati radang tenggorokan pada anak)

Beberapa Hal yang Perlu Diwaspadai

Sakit kepala adalah penyakit umum yang sering dialami oleh kebanyakan orang. Kebanyakan orang bahkan cenderung membiarkan sakit kepala dan tidak menghiraukan beberapa kemungkinan buruk yang menyertai sering sakit kepala. Meskipun sakit kepala belakang adalah penyakit umum, namun jika sakit kepala tersebut diikuti dengan beberapa gejala seperti di bawah ini, maka Anda wajib melakukan pemeriksaan medis. Dikhawatirkan, sakit kepala belakang yang diikuti dengan gejala berikut menandakan komplikasi yang serius.

  • Diikuti dengan gejala demam tinggi, mual setelah mengonsumsi kopi, muntah, dan mata merah.
  • Sakit kepala diikuti dengan perubahan postur tubuh, penyebab batuk berdahak, atau bersin-bersin.
  • Kemampuan berbicara dan keseimbangan mengalami gangguan.
  • Sakit kepala mengakibatkan perubahan perilaku dan gangguan memori.
  • Sakit kepala terjadi setelah terjadi cidera kepala selama tiga bulan terakhir.
  • Rasa saki yang dialami sangat menyiksa, terasa berbeda dengan sakit kepala yang biasa dialami, serta sakit yang dialami datang secara tiba-tiba.
  • Sakit kepala tidak hilang meski sudah diobati, bahkan cenderung semakin parah.
  • Imunitas tubuh semakin menurun, bisa jadi tubuh terinfeksi ciri-ciri HIV AIDS.
  • Pernah atau mungkin tubuh sedang terkena kanker sehingga rasa sakit menyebar ke seluruh tubuh, termasuk ke bagian kepala.

Pencegahan

Kebanyakan berbagai jenis sakit kepala, termasuk sakit kepala bagian belakang dipicu oleh berbagai aktifitas yang tidak baik dan pola hidup yang tidak sehat. Untuk mencegah sakit kepala bagian belakang, Anda dapat melakukan beberapa hal seperti:

sponsored links
  • Mengatur asupan makanan. Pilihlah makanan dengan nutrisi seimbang. Usahakan agar Anda selalu mencukupi kebutuhan nutrisi agar tubuh bisa bekerja lebih optimal. Usahakan pula untuk selalu menghindari makanan dengan MSG atau makanan yang terlalu asin. Makanan dengan MSG dan yang terlalu asin dapat memicu tekanan darah tinggi dan memicu penyumbatan pada pembuluh darah. Sebagian kasus juga menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi bisa menyebabkan bahaya stroke. Stroke adalah gejala di mana pembuluh darah di otak pecah. Gejala tersebut juga dapat menyebabkan sakit kepala bagian belakang.
  • Cukupi kebutuhan cairan. Mencukupi kebutuhan cairan tidak hanya mencegah sakit kepala saja, tetapi juga baik untuk kesehatan, seperti melancarkan sistem pencernaan, menjaga kesehatan ginjal, dan lain sebagainya. Cukupilah kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih sebanyak 8 gelas per hari secara bertahap. (baca juga: akibat kekurangan caira otak)
  • Olah raga secara teratur. Lakukanlah olah raga secara teratur dan jangan melakukan olah raga yang terlalu berat. Olah raga terlalu berat terkadang juga bisa menyebabkan sakit kepala belakang. Lakukanlah olah raga ringan selama 20 menit per hari. Selain dapat mencegah sakit kepala belakang, olah raga juga dapat melancarkan aliran darah sehingga tubuh menjadi lebih bugar. (baca juga: kurang olahraga)
  • Hindari merokok. Merokok bisa jadi memicu sakit kepala belakang. Rokok mengandung nikotin, racun berbahay bagi tubuh. Merokok berarti menimbun racun di dalam tubuh. Selain menyebabkan kanker, bau asap rokok juga bisa menyebabkan sakit kepala belakang bagi sebagian orang yang sensitif terhadap bau asap rokok. (baca juga: bahaya merokok bagi alat pernafasan)
  • Hindari minum minuman beralkohol. Minum minuman beralkohol terbukti tidak memberikan dampak positif apapun bagi tubuh. Selain itu, minum minuman beralkohol juga bisa menyebabkan sakit kepala. Karena itu, hindarilah minuman beralkohol. (baca juga: bahaya minum alkohol 70 persen)
  • Istirahat secara cukup. Cukupi istirahat setiap harinya. Istirahat cukup akan membantu kondisi tubuh tetap sehat. Selain itu, tidur selama 6 sampai 8 jam per hari dapat membantu tubuh tetap rileks sehingga peredaran darah menjadi lebih lancar. Tidur cukup juga akan membantu proses regenerasi sel. (baca juga: penyakit akibat kurang tidur)
  • Hindari stres. Salah satu pemicu sakit kepala belakang adalah stres. Lakukanlah relaksasi di tengah kesibukan Anda. Relaksasi akan membantu Anda untuk terhindar dari stres. Selain memicu sakit kepala, stres juga akan menyebabkan gangguan jantung karena stres adalah salah satu penyebab tekanan darah tinggi. (baca juga: makanan untuk menghilangkan stres)
  • Perhatikan posisi Anda saat beraktifitas. Gangguan leher dan tulang belakang merupakan penyebab utama sakit kepala belakang. Gangguan leher dan tulang belakang bisa terjadi salah satunya karena posisi tubuh Anda yang salah ketika beraktifitas. Untuk itu, mulai saat ini perhatikan posisi tubuh Anda ketika bekerja atau sedang melakukan aktifitas apapun. Posisi yang salah bisa menyebabkan cedera tulang leher dan tulang belakang sehingga kepala menjadi sakit. Jika leher dan tulang belakang merasa pegal atau tegang saat beraktifitas maka usahakan agar Anda beristirahat sejenak untuk melakukan peregangan. Peregangan akan membuat tulang leher dan tulang belakang menjadi lebih nyaman sehingga sakit kepala belakang dapat dicegah.

Pengobatan

Dari berbagai faktor pencegah sakit kepala belakang yang telah disebutkan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kunci untuk mencegah sakit kepala belakang adalah menerapkan pola hidup sehat. Namun, bagaimana jika saat ini Anda mengalami sakit kepala belakang? Berikut ini ada beberapa jenis obat yang bisa Anda konsumsi untuk meredakan sakit kepala belakang.

  • Parasetamol merupakan obat pereda nyeri yang bisa Anda konsumsi saat sakit kepala. Parasetamol adalah jenis obat yang bisa dikatakan paling aman untuk dikonsumsi, baik oleh ibu hamil atau bahkan anak-anak. Namun, konsumsi jangka panjang parasetamol tentu akan menyebabkan gangguan, salah satunya gangguan pada hati. Selain itu, mengkonsumsi parasetamol saat perut kosong juga tidak baik untuk kondisi lambung.
  • Jika sakit kepala belakang Anda muncul karena sakit kepala tegang, maka Anda dapat mengkonsumsi jenis obat aspirin, ibuprofen, dan parasetamol. Ketiga jenis obat tersebut dapat meredakan rasa sakit kepala belakang akibat sakit kepala tegang.
  • Jika sakit kepala belakang muncul karena migrain, maka beberapa jenis obat yang dapat dikonsumsi adalah obat golongan triptane, dihidroergotamin, dan glucocorticoids. Selain dengan metode obat, Anda juga bisa melakukan pemijatan, istirahat di tempat yang agak gelap, dan mengompres kepala dengan handuk yang telah dibasahi dengan air hangat.
  • Jika sakit kepala belakang disebabkan oleh sakit kepala cluster, maka pengobatan dapat dilakukan dengan obat injeksi sumatriptan, resep semprotan hidung yang mengandung triptan, dan menghirup oksigen melalui masker.
  • Jika sakit kepala belakang terjadi karena sakit kepala kronis ada baiknya Anda tidak mengambil tindakan medis sendiri. Sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan medis sehingga dokter bisa memberikan penanganan yang tepat dengan berdasarkan pada penyebab rasa sakit yang dialami pasien.

Itulah beberapa jenis obat sakit kepala belakang yang bisa Anda konsumsi. Konsumsilah obat sesuai dengan gejala sakit kepala belakang yang Anda alami. Meskipun melakukan pengobatan bisa dianggap penting, namun yang lebih utama adalah melakukan tindakan pencegahan. Mulailah dengan menerapkan pola hidup sehat. Jika mengalami sakit kepala belakang yang tidak tertahankan segera lakukan pemeriksaan medis.

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Monday 18th, April 2016 / 05:34 Oleh :
Kategori : Sakit Kepala