6 Penyebab Paru-paru Basah dan Cara Mencegahnya

Paru-paru basah dalam bidang kedokteran sering disebut dengan pneumonia. Penyakit ini disebabkan karena adanya infeksi pada paru-paru, lebih tepatnya pada alveolus. Alveolus merupakan salah satu bagian paru-paru yang berbentuk kantung yang berfungsi untuk menyampaikan oksigen yang kita hirup untuk diberikan ke dalam darah. Pneumonia atau paru-paru basah akan menyebabkan radang pada alveolus yang berakibat pada gangguan sistem pernapasan dan menurunnya asupan aksigen ke dalam tubuh.

Di dunia, paru-paru basah menjadi penyakit infeksi nomor satu yang meyebabkan kematian, terutama pada anak-anak. WHO menyebutkan bahwa sekitar dua juta anak setiap tahunnya meninggal karena paru-paru basah. Di Indonesia, penyakit pneumonia sudah menjadi gejala umum yang banyak dialami oleh semua usia. Bahkan, pneumonia menjadi penyakit ke-6 yang menyebabkan kematian terbanyak di Indonesia. Penyakit paru-paru basah memang jarang menginfeksi orang-orang pada usia produkstif. Namun, kewaspadaan juga harus tetap dimiliki, tentunya dengan memperhatikan gejala-gejala yang muncul. Pneumonia paling sering menginfeksi anak di bawah 1 tahun. Pada usia produktif gejalanya akan menurun, namun pada usia senja (biasanya di atas 65 tahun), penyakit ini akan lebih mudah menyerang dan lebih cepat berkembang.

Ciri-ciri Paru-paru Basah

Paru-paru basah merupakan gangguan infeksi kesehatan pada paru-paru yang disebabkan oleh gangguan bakteri, virus, dan atau jamur. Penyakit paru-paru basah bisa dialami oleh anak-anak hingga dewasa, dengan kata lain penyakit ini dapat menjangkiti siapa saja. Penyakit paru-paru basah biasanya ditandai dengan gejala batuk secara terus-menerus. Gejala tersebut bisa diakibatkan karena adanya infeksi pada tenggorokan atau saluran pernafasan. Paru-paru basah bisa bertambah parah, bahkan bisa menjadi penyakit yang menahun apabila tidak dilakukan pemeriksaan sejak dini. Saat penyakit paru-paru basah tidak diberikan tindakan secara medis, penyakit ini akan bertambah parah dan menurunkan sistem imun tubuh sehingga tubuh mudah terserang berbagai penyakit.

Secara umum, penyakit paru-paru basah ditandai oleh beberapa gejala awal, di antaranya:

  • Batuk-batuk disertai lendir. Batuk tersebut biasanya tidak mudah sembuh seperti halnya batuk yang diderita orang biasa (penderita influenza). Batuk akan sulit sembuh, bahkan bertambah parah karena mikroorganisme berkembang dalam tubuh. Sebagian orang akan menyepelekan kondisi ini. Mereka akan menganggap batuk sebagai suatu penyakit musiman. Pada penyakit paru-paru basah, pertanda batuk biasanya diawali dengan batuk kering kemudian batuk yang disertai dengan dahak yang tak kunjung membaik. (baca juga: obat batuk)
  • Tubuh biasanya banyak mengeluarkan keringat meskipun sedang tidak melakukan aktifitas apapun seperti saat tidur. Telapak tangan biasanya juga akan mudah berkeringat. Keringat juga bisa keluar pada bagian telapak kaki. Meski tidak beraktifitas dan juga cuaca tidak panas, keringat yang dikeluarkan tubuh relatif banyak. Keringat tersebut merupakan respon yang diberikan tubuh karena asupan oksigen ke dalam tubuh kurang mencukupi. (baca juga: telapak tangan dan kaki berkeringat)
  • Mengalami gangguan sesak napas. Meskipun tubuh sudah istirahat namun sesak napas tisak kunjung membaik. (baca juga: sesak nafas)
  • Tubuh merasa cepat lelah dan ngantuk meskipun sudah beristirahat secara cukup. Rasa lelah dan ngantuk tersebut merupakan respon alami tubuh dikarenakan asupan dan juga suplai oksigen ke seluruh tubuh kurang. Ketika oksigen yang seharusnya disuplai ke seluruh tubuh tidak mencukupi, tubuh akan merasa cepat lelah dan tenaga terasa lebih terkuras. (baca juga: cepat lelah)
  • Saat berusaha mengambil napas panjang, ada rasa mual dan ingin muntah.
  • Kepala sering pusing atau sakit. Hal tersebut diakibatkan karena asupan oksigen ke dalam tubuh dan juga ke otak kurang sehingga tubuh lemas dan kepala terasa pusing.
  • Nafsu makan berkurang disertai dengan penurunan berat badan. Gejala ini akan muncul jika keadaan paru-paru basah sudah dalam kondisi buruk. Nafsu makan akan berkurang hingga berat badan akan mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Itulah beberapa gejala awal dari penyakit paru-paru basah. Gejala tersebut biasanya akan ditemui pada remaja atau orang-orang yang berabjak dewasa. Namun, penyakit paru-paru basah juga dapat menyerang anak-anak bahkan ketika mereka masih bayi. Anda perlu waspada jika anak Anda mengalami gejala berikut ini, bisa jadi anak Anda terkena penyakit paru-paru basah. Berikut gejala-gejala yang timbul saat anak terkena paru-paru basah.

  • Anak akan mengalami sesak napas.
  • Pada bayi berusia di bawah 2 bulan biasanya akan bernapas dengan cepat, biasanya mencapai lebih dari 60 kali setiap menitnya.
  • Pada bayi di atas 2 bulan hingga mencapai 1 tahun, kecepatan napas bisa mencapai 50 kali per menit.
  • Pada anak usia 1 hingga 5 tahun, kecepatan napas mencapai 40 kali per menit.
  • Anak-anak yang terkena penyakit paru-paru basah akan bernapas dengan cepat dan disertai gerakan hidung yang kembang kempis.
  • Pada kondisi yang sudah parah, dapat terjadi tarikan pada dinding dada bagian bawah ke dalam.
  • Nafsu makan anak menurun, biasanya diikuti dengan penurunan berat badan yang signifikan.

Itulah beberapa tanda dan gejala yang menunjukkan adanya penyakit paru-paru basah, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Lalu apa saja yang menyebabkan munculnya penyakit paru-paru basah? Berikut penjelasannya.

Secara umum penyakit paru-paru basah dapat disebabkan oleh adanya infeksi akibat bakteri, virus, atau jamur dalam paru-paru. Paru-paru akan mengandung banyak cairan yang menyebabkan sirkulasi udara menjadi tidak lancar sehingga timbullah sesak napas. Berikut beberapa hal yang dapat menjadi penyebab paru-paru basah :

1. Daya Tahan Tubuh yang Buruk

Seseorang yang memiliki daya tahan tubuh tidak baik akan mudah terkena paru-paru basah. Paru-paru basah akan menginfeksi seseorang ketika mikroorganisme seperti jamur, bakteri, dan virus masuk ke dalam paru-paru. Mikroorganisme tersebut tentunya masuk ke organ manusia karena tidak ada sistem imun yang baik untuk menangkal berbagai mikroorganisme tersebut. Salah satu jenis mikroorganisme yang menyebabkan paru-paru basah ialah Streptococcus pneumoniae. Mikroorganisme tersebut biasanya bersarang permanen pada tenggorokan. Pada seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, hal tersebut tidak menjadi permasalahan. Namun bagi seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, mikroorganisme tersebut akan turun ke paru-paru dan menginfeksi.

2. Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol

Merokok dan konsumsi alkohol merupakan kebiasaan yang dapat menurunkan kesehatan tubuh, temasuk menjadi salah satu penyebab munculnya paru-paru basah. Umumnya, perokok dan pecantu alkohol memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk sehingga mikroorganisme penyebab paru-paru basah juga mudah masuk ke dalam organ tubuh. (baca juga: penyakit akibat merokok)

3. Memiliki Penyakit Tertentu

Penyakit yang dimaksud ialah penyakit HIV. Seseorang yang mengidap HIV juga rentan terkena penyakit paru-paru basah. Alasannya, HIV adalah salah satu penyakit yang mengakibatkan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Makin menurun sistem kekebalan tubuh, maka makin rentan tubuh terkena berbagai penyakit, termasuk paru-paru basah. Penyakit paru-paru basah pada penderita HIV disebabkan oleh mikroorganisme jamur yang bernama Pneumocystis carinii. Jenis jamur tersebut tidak berbahaya bagi seseorang yang tidak terkena HIV. Namun pada penderita HIV, jenis jamur tersebut dapat menyebabkan perkembangan paru-paru basah menjadi lebih agresif dan berkembang cepat. (baca juga: gejala HIV AIDS)

4. Lingkungan yang Kotor

Lingkungan kotor akan menyebabkan mikroorganisme berkembang lebih pesat dan bisa saja menyebabkan infeksi pada seseorang yang tinggal di lingkungan kotor tersebut. Menjaga lingkungan tetap bersih dapat dilakukan untuk menghindari paparan berbagai mikroorganisme.

5. Terkena Zat Kimia

Zat kimia yang bisa menimbulkan paru-paru basah adalah ketidaksengajaan saat menghirup makanan atau zat yang berasal dari muntahan. Semisal yang bisa terjadi adalah menghirup atau menelan kembali muntahan yang berasal dari lambung. Makanan muntahan telah mengalami proses pencernaan di lambung sehingga menyebabkannya menjadi asam. Cairan muntahan yang masuk ke paru-paru akan menyebabkan paru-paru terisi cairan dan membuatnya terkena infeksi.

6. Virus RSV

Virus RSV merupakan jenis mikroorganisme yang menyebabkan paru-paru basah pada anak-anak dan bayi. Virus tersebut biasanya menjadi penyeybab lebih dari separuh kasus paru-paru basah. Biasanya kondisi yang disebabkan oleh virus tersebut tidak mengancam kehidupan. Namun , pada kondisi tertentu, terutama jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, tentu akan menyebabkan kondisi serius.

7. Penularan

Kasus ini memang jarang terjadi. Namun paru-paru basah dapat ditularkan seperti halnya penyakit influenza pada umumnya. Virus yang menyebabkan paru-paru basah dapat menyebabkan penyakit pilek seperti halnya kasus influenza biasa. Namun, jika virus tersebut mencapai tenggorokan, saluran pernapasan atas, dan sinus, hingga  mencapai paru-paru tentu paru-paru basah tidak dapat terhindarkan.

Jenis-jenis Penyakit Paru-paru Basah

Paru-paru basah memiliki beberapa jenis golongan yang didasarkan pada tingkat keparahan paru-paru basah tersebut. Meskipun dalam kondisi tertentu penyakit paru-paru basah tidak selalu berada dalam kondisi parah, namun pemeriksaan harus tetap dilakukan agar resiko perkembangan penyakit dapat dihindari. Berikut ini 4 tingkatan penyakit paru-paru basah yang didasarkan pada tingkat keparahan penyakit, mulai dari yang ringan hingga yang berat.

  • Community-acquired pneumonia (CAP). Kondisi ini merupakan jenis penyakit paru-paru basah yang paling sering dialami oleh orang-orang. Seseorang yang CAP biasanya masih bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik. Penyakit jenis ini paling umum disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan jamur yang berada di luar lingkungan kesehatan.
  • Hospital-acquired pneumonia (HAP). Kondisi ini merupakan efek lanjutan dari CAP. Ketika CAP tidak kunjung ditangani, kondisi akan semakin buruk dan berimbas pada menurunnya kondisi tubuh dan berakibat pada HAP. Kondisi semacam ini akan terjadi ketika seseorang melakukan perawatan di rumah sakit setelah 48 jam. Seseorang yang telah berada dalam kondisi HAP harus melakukan perawatan serius karena mikroorganisme yang berada di dalam tubuh biasanya akan lebih sulit diobati.
  • Aspirasi paru-paru basah, terjadi pada saat adanya cairan atau penyebab iritasi lainnya yang masuk ke dalam paru-paru. Kondisi semacam ini biasanya terjadi ketika seseorang muntah dan secara tidak sengaja cairan muntahan tersebut kembali tertelan dan masuk ke paru-paru. Akibatnya, paru-paru akan dimasuki cairan dan dapat menimbulkan infeksi.
  • Pneumonia oportunistik. Kondisi ini akan dialami oleh orang-orang dengan tingkat daya tahan tubuh yang rendah. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang-orang pengidap HIV. Saat virus, bakteri, atau mikroorganisme lainnya tidak bereaksi dan tidak memberikan dampak pada orang biasa, penderita HIV akan mengalami dampak negatif dari mikroorganisme tersebut. Mikroorganisme yang tidak berbahaya bagi orang pada kondisi biasa, justru akan berkembang pesat dan menginfeksi penderita HIV. Selain itu, orang-orang yang menderita penyakit tertentu seperti kanker dan juga sedang melakukan transplantasi organ juga rentan pada kondisi ini.

Cara Mencegah Paru-paru Basah

1. Pemberian Vaksinasi Pneumonia

Vaksin pneumonia tidak hanya diberikan pada balita saja, vaksin ini juga dapat diberikan kepada dewasa dan orang tua, mengingat paru-paru basah dapat menginfeksi seluruh lapisan usia. Pemberian vaksin tersebut dapat mencegah perkembangan virus, bakteri, dan jamur yang menyebabkan pneumonia. Karena mencegah lebih baik dai pada mengobati, maka ada baiknya Anda melakukan vaksin ini meskipun Anda tidak memiliki tanda-tanda paru-paru basah.

2. Menjaga Kebersihan Diri

Bagaimana virus, bakteri, dan jamur masuk ke dalam tubuh? Salah satunya berasal dari makanan. Untuk itu, pastikanlah makanan yang Anda konsumsi terjaga kebersihannya agar kemungkinan masuknya mikroorganisme penyebab paru-paru basah dapat dihindari.. Selain itu, cucilah tangan Anda sebelum makan agar berbagai mikroorganisme yang ada di tangan Anda tidak masuk ke dalam tubuh.

3. Menggunakan Antibiotik

Antibiotik, meski tidak disarankan, dapat Anda konsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk Anda yang sudah terkena paru-paru basah, konsumsi antibiotik dapat menekan perkembangan paru-paru basah sehingga prosesnya dapat diperlambat. Untuk menekan perkembangan paru-paru basah ataupun mencegahnya hadir di tubuh Anda, Anda juga dapat melakukan istirahat secara teratur. Istirahat teratur penting untuk mengembalikan stamina tubuh agar tetap bugar dan terhindar dari berbagai penyakit.

4. Berhenti Merokok

Apa saja dampak negatif rokok terhadap paru-paru? Rokok memiliki kandungan zat kimia yang dapat memperburuk paru-paru. Zat kimia dalam rokok juga berpotensi melumpuhkan sistem kekebalan dalam tubuh. Asap rokok yang masuk ke dalam saluran napas juga berpotensi merontokkan bulu-bulu di saluran napas yang memiliki fungsi untuk menangkap berbagai mikroorganisme yang melewati saluran napas. Dengan kata lain, merokok dapat meningkatkan resiko paru-paru basah. Untuk itu, berhentilah merokok jika tidak ingi terkena paru-paru basah atau berbagai jenis penyakit lainnya. (baca juga: 74 bahaya merokok bagi kesehatan tubuh yang mematikan)

5. Mengetahui Setiap Cirinya

Tambahlah pengetahuan Anda mengenai ciri-ciri dan juga gejala yang timbul pada penderita paru-paru basah. Jika Anda, atau orang terdekat Anda memiliki gejala yang dimaksud, maka ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan. Pemeriksaan dini akan mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih parah.

6. Berolah Raga

Olah raga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Lakukanlah olah raga secara rutin, setidaknya 20 menit per hari untuk memperoleh tubuh yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit, salah satunya penyakit paru-paru basah.

baca juga: jenis penyakit paru-paru

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk mencegah paru-paru basah. Ada yang mengatakan bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Maka lakukanlah pencegahan sejak dini agar kesehatan selalu Anda miliki. Jika Anda sudah terlanjur terkena paru-paru basah, maka Anda wajib melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk pengobatan dan mencegah penyakit tersebut berkembang lebih cepat.

artikel lainnya yang berkaitan:

, , , ,
Post Date: Wednesday 23rd, March 2016 / 04:14 Oleh :
Kategori : Pneumonia