Sponsors Link

10 Gejala Jantung Koroner : Resiko, Cara Perawatan dan Cara Pencegahan  

Sponsors Link

Penyakit jantung koroner sebenarnya adalah sebuah serangan ketika bagian arteri koroner jantung yaitu bagian otot yang memasok darah dan mengandung banyak oksigen, menjadi lebih sempit karena terhambat oleh lemak pada bagian dinding arteri. Proses penumpukan lemak ini akan terjadi secara bertahap, dalam istilah medis penyakit ini juga disebut aterosklerosis. Ketika arteri menjadi semakin sempit maka juga bisa menyebabkan potongan lemak menjadi darah beku dalam arteri. Semakin lama maka kondisi ini akan menghambat jantung untuk mendapatkan darah yang kaya oksigen. Kondisi inilah yang menyebabkan penderita mengalami serangan jantung yang bisa menyebabkan kematian.

ads

Baca juga: penyakit jantung koroner – gejala – penyebab – pengobatan – bahaya penyakit jantung koroner – ciri ciri penyakit jantung – koroner, lemah, bocor dan gagal jantung

Jantung koroner sering tidak menyebabkan gejala apapun dalam waktu dekat, hingga serangan itu terjadi. Berikut ini adalah beberapa gejala inti dari penyakit jantung koroner.

  1. Nyeri Dada (Angina)

Hal yang paling sering terjadi pada penderita jantung koroner adalah angina atau angin duduk. Nyeri dada terjadi ketika pasokan darah yang menuju jantung menjadi terbatas akibat adanya penyumbatan pada arteri. Penyumbatan bisa terjadi karena tumpukan lemak yang bisa membuat blok untuk aliran darah. Beberapa ciri khas dari angina adalah seperti nyeri yang berat, rasa sakit saat bernafas, nafas terasa sangat berat, rasa sakit bisa menyebar ke  lengan kiri, sakit pada leher, sakit punggung dan rahang. Kondisi seperti ini umumnya juga bisa terjadi akibat rasa lelah berlebihan, aktifitas fisik yang berlebihan dan stres.

Baca juga: nyeri dada kiri – penyebab dan penanganannya – penyebab dada sesak nafas –  penyebab dada sakit dan sesak – penyebab leher kaku dan tegang : gejala penyakit apa?

  1. Jantung Sering Berdebar-debar

Ketika jantung memompa darah maka biasanya akan bekerja normal, hal ini ditunjukkan dengan denyut jantung yang normal. Namun jantung juga bisa terlihat memiliki detak jantung yang sangat cepat dan terjadi secara tiba-tiba. Hal ini juga sering disertai dengan perasaan jantung berdebar secara tidak teratur dan biasanya hanya terjadi selama beberapa detik atau menit saja. Kondisi ini bisa berkembang dengan rasa tidak nyaman pada bagian tenggorokan. Jika disertai dengan sesak nafas dan sakit kepala mendadak maka ini menjadi masalah jantung yang serius.

Baca juga: penyebab jantung berdebar debar kencang dan terus menerus – cepat lelah dan jantung berdebar – penyebab, gejala dan pencegahannya – ciri – ciri jantung lemah dan cara mengatasinya – ciri ciri jantung bengkak paling sering terjadi.

  1. Mendadak Sesak Nafas

Penyakit jantung koroner juga sering disertai dengan rasa sesak nafas yang terjadi secara mendadak setelah sebelumnya  tubuh merasa sehat dan tidak ada keluhan apapun. Kondisi ini bisa menjadi pertanda ketika jantung tiba-tiba tidak berfungsi dalam waktu yang sangat singkat. Pertanda ini juga bisa menjadi hal yang berbahaya karena ketika jantung tidak bisa bekerja dan pasokan darah tidak cukup maka bisa menyebabkan kematian. Ketika jantung berhenti maka otot jantung menjadi sangat lemah lalu tidak berfungsi. Sesak nafas juga sering terjadi pada penderita penyakit asma meskipun tidak mengalami gangguan jantung.

Baca juga: pantangan asma – cara mengobati asma kambuh –faktor penyebab asma paling utama – gejala asma ringan dan akut – pertolongan pertama pada asma kambuh mendadak – penanganan asma pada anak di rumah secara alami – cara mencegah asma tidak kambuh lagi.

  1. Sakit Kepala Berat

Sakit kepala berat yang disertai dengan gejala lain seperti sesak nafas, tekanan yang sangat berat pada dada, berkeringat dingin dan ingin mual bisa menjadi pertanda penyakit jantung koroner. Gejala ini juga sangat mirip dengan serangan jantung yang datang secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa terjadi pada penderita diabetes tanpa pernah mengalami masalah jantung. Keadaan ini bisa terjadi karena bekuan darah pada arteri telah menghalangi jantung untuk mendapatkan pasokan darah yang kaya dengan oksigen.

Baca juga: cara mengatasi sakit kepala tanpa obat secara alami – sering sakit kepala : penyebab, gejala, penyakit, dan cara mencegah – cara menghilangkan sakit kepala sebelah dan menahun – obat sakit kepala paling ampuh dan aman – medis dan alami – kepala sering terasa berat, pusing dan mual – penyebab dan penyakitnya – penyebab sakit kepala – pengobatan dan pencegahannya.

  1. Gagal Jantung

Penderita jantung koroner juga bisa menghadapi sebuah kondisi yang disebut gagal jantung. Gagal jantung terjadi karena jantung tidak bisa memompa semua darah ke semua organ tubuh sehingga membuat tubuh menjadi sangat lelah. Selain itu tubuh akan kekurangan oksigen yang ditandai dengan sesak nafas, nafas yang sangat berat dan serangan panik atau cemas berlebihan.

Baca juga: gejala gagal jantung kiri dan kanan – penyebab dan penanganan – jenis – jenis penyakit jantung : ciri ciri, penyebab, dan gejalanya.

  1. Pembengkakan pada Pergelangan Kaki dan Tangan

Penderita jantung koroner juga bisa mengalami pembengkakan pada bagian pergelangan kaki dan tangan. Hal ini terjadi karena jantung tidak bisa memompa darah ke semua bagian tubuh. Sementara ada otot pada kaki dan tangan yang membutuhkan pasokan darah segar dan kaya oksigen. Pada penderita penyakit jantung maka juga mudah ditandai dengan adanya pembengkakan pada pergelangan kaki setelah berdiri atau duduk dalam waktu yang lama. Dan ini menjadi tanda yang paling sering diabaikan. (baca juga: bahaya duduk terlalu lama bagi kesehatan – bahaya berdiri terlalu lama bagi kesehatan)

  1. Gangguan Detak Jantung (Aritmia)

Kondisi gejala jantung koroner juga termasuk masalah gangguan detak jantung yang tidak normal atau aritmia. Masalah ini disebabkan karena salah satu atau beberapa bagian otot jantung mengalami kematian. Banyak penderita jantung koroner yang tidak memperhatikan kondisi ini sama sekali. Kondisi detak jantung yang tidak normal terbagi menjadi beberapa hal seperti:

  • Jantung berdetak tidak teratur dan lebih cepat dari kondisi umum yang sehat.
  • Denyut jantung yang tidak normal terasa lebih cepat lalu juga cepat kembali seperti semula.
  • Detak jantung terdengar atau terasa lebih lambat dari biasanya.
  • Detak jantung sangat lambat hingga penderita kehilangan kesadarah karena tidak mendapatkan oksigen yang cukup.
  1. Lelah Berlebihan

Penyakit jantung koroner juga sering ditandai dengan rasa lelah yang sangat buruk meskipun tidak bekerja terlalu berat. Penderita akan merasa tubuh sangat berat dan sulit untuk melakukan aktifitas dengan baik. Gejala akan lebih buruk jika disertai dengan sesak nafas atau nafas yang cukup berat. Kelelahan berlebihan dan tidak wajar sering menyebabkan serangan jantung atau gagal jantung pada penderita jantung koroner. Dan hal ini terjadi ketika semua bagian otot tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. (baca juga: kelelahan otot – cepat lelah dan jantung berdebar – penyebab, gejala dan pencegahannya)

Sponsors Link

  1. Mual Berlebihan

Penderita jantung koroner juga bisa mengalami mual berlebihan. Hal ini terjadi ketika sudah ada gejala yang lain seperti sesak nafas, lelah dan detak jantung yang tidak teratur. Mual hanya menjadi gejala tambahan akibat tubuh tidak mendapatkan jumlah oksigen yang cukup. Namun ini bisa menjadi tanda yang sangat serius karena perawatan awal sangat penting untuk mencegah serangan. (baca juga: kepala sering terasa berat, pusing dan mual – penyebab dan penyakitnya – penyebab sering mual setelah makan)

  1. Keringat Dingin

Penderita jantung koroner juga bisa mengalami keringat dingin yang berlebihan dan biasanya terjadi pada malam hari. Kondisi ini bisa terjadi bersama dengan gejala lain seperti sesak nafas, tubuh yang sangat lelah atau sakit kepala. Keringat dingin berarti ketika semua baju yang dipakai menjadi basah kuyup dan terasa dingin pada kulit sementara suhu ruangan normal. Masalah ini menjadi sangat serius jika detak jantung menjadi lebih cepat atau jantung berdebar-debar kencang. Untuk mencegah serangan sebaiknya penderita harus segera bertemu dengan dokter. (baca juga: keringat dingin – gejala – penyebab – penyakit)

Siapa yang Bisa Terkena Penyakit Jantung Koroner

  1. Perokok Aktif dan Pasif

Merokok menjadi hal yang sangat berbahaya untuk jantung Anda. Merokok akan merusak jantung secara perlahan kemudian menyerang ketika sudah sangat berat. Berikut ini alasan mengapa merokok bisa menyebabkan penyakit jantung koroner.

  • Ketika Anda merokok maka merusak lapisan arteri secara alami yang kemudian menyebabkan penumpukan lemak bahan ateroma yang membuat arteri menjadi lebih sempit. Jika hal ini terjadi maka jantung koroner, jenis penyakit jantung lain dan stroke bisa mengancam nyawa.
  • Kandungan bahan karbon monoksida dalam asap tembakau akan mengurangi jumlah oksigen normal dalam darah. Kemudian membuat jantung akan bekerja keras untuk memompa darah ke semua anggota tubuh.
  • Rokok mengandung nikotin yang bisa masuk ke dalam tubuh kemudian membuat jantung bekerja sangat keras, menyebabkan tekanan darah tinggi serta membuat detak jantung lebih cepat.
  • Darah dalam tubuh akan lebih cepat membeku sehingga meningkatkan peluang jantung koroner, stroke dan serangan jantung.
  • Perokok pasif yang menghirup asap rokok akan sangat berbahaya karena semua bahan aktif dalam rokok juga akan masuk ke tubuh sama seperti perokok aktif.

Baca juga: bahaya merokok bagi remaja – macam macam penyakit akibat merokok – bahaya merokok bagi kesehatan tubuh yang mematikan – bahaya merokok sehabis makan 10 kali lebih besar – bahaya asap rokok hingga menyebabkan kematian – bahaya perokok pasif bagi kesehatan – bahaya rokok elektrik yang dilarang di dunia.

  1. Penderita Panyakit Tekanan Darah Tinggi

Orang yang menderita penyakit tekanan darah tinggi juga bisa mengalami penyakit jantung koroner. Tekanan darah tinggi membuat aliran darah dalam pembuluh darah menjadi sangat tinggi sehingga membuat jantung bekerja sangat keras. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan arteri jantung yang meningkatkan resiko jantung koroner. Berikut ini alasan mengapa hipertensi bisa merusak arteri.

  • Ketika darah mengalir dalam tekanan yang sangat tinggi maka arteri bisa mengalami luka yang kemudian berkembang menjadi jaringan parut.
  • Kerusakan atau luka pada arteri kemudian menjadi tempat untuk penumpukan kolesterol, lemak, plak dan trombosit darah.
  • Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan kerusakan untuk arteri karena menjadi tidak elastis dan kemudian membuat arteri mengalami pengerasan.

Baca juga: bahaya darah tinggi – akibat sangat mematikan – cara mencegah darah tinggi secara alami – pantangan darah tinggi – makanan & kegiatan – ciri ciri darah tinggi dan cara mencegahnya – cara mengatasi darah tinggi dengan cepat secara alami – makanan penurun darah tinggi super cepat – makanan penyebab darah tinggi naik dengan cepat

  1. Kadar Kolesterol Tinggi

Orang yang mengalami gangguan seperti kolesterol tinggi bisa mengalami penyakit jantung koroner. Kolesterol merupakan salah satu jaringan lemak jahat yang ada di tubuh dari makanan yang masuk ke tubuh. Kemudian kolesterol akan diikat oleh protein yang kemudian disebut menjadi lipoprotein. Kolesterol jahat atau LDL menyalurkan kolesterol lewat darah dari jantung ke semua bagian tubuh. Kolesterol akan menumpuk dan membentuk plak pada arteri. Kemudian hal ini bisa menyebabkan suplai darah dari jantung ke bagian tubuh lain terhambat. Plak kolesterol menyebabkan arteri semakin sempit dan suatu saat bisa menjadi jantung koroner.

baca juga:  gejala kolesterol tinggi – pencegahan dan cara mengatasinya – jenis penyakit yang disebabkan kolesterol tinggi – cara mengatasi kolesterol tinggi secara alami dengan cepat – tanda kolesterol tinggi dalam tubuh – ciri ciri kolesterol tinggi dalam tubuh.

  1. Penderita Penyakit Diabetes

Penyakit diabetes terjadi ketika kadar gula dalam darah berlebihan akibat tubuh tidak memiliki insulin yang cukup untuk memecah gula menjadi sumber tenaga. Penyakit diabetes juga bisa terjadi jika tubuh mengalami resistensi insulin. Kadar gula bisa dikontrol dengan gaya hidup yang baik, namun jika lepas dari pengawasan bisa menyebabkan penyakit jantung koroner. Kondisi ini bisa terjadi karena penderita sangat rentan terkena tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kurang olahraga dan obesitas. Pembuluh darah yang mengangkut kadar gula yang tinggi menyebabkan sirkulasi oksigen tidak berjalan dengan baik. Selain itu kadar gula berlebihan bisa menyebabkan kombinasi darah dan asam lemak atau kolesterol merusak pembuluh darah dengan cepat. Arteri menjadi lebih tebal dan menyempit kemudian terjadilah jantung koroner.

baca juga:  bahaya diabetes bagi tubuh – gejala diabetes melitus awal pada pria dan wanita – ciri ciri diabetes melitus kering – basah – tipe 1 & 2 dengan mudah)

  1. Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Obesitas bisa terjadi pada semua orang termasuk laki-laki dan perempuan. Bahkan sekarang obesitas bisa terjadi pada semua usia. Orang yang menderita obesitas biasanya memiliki beberapa kondisi lain seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabates dan gangguan masalah irama jantung. Selain itu peluang terjadinya pengerasan arteri akibat lemak juga lebih tinggi pada penderita obesitas. Hal inilah yang kemudian menyebabkan penyakit jantung koroner. (baca juga: bahaya obesitas terhadap kesehatan hingga kanker – cara mencegah obesitas secara alami dan ampuh)

  1. Kurang Latihan / Olahraga

Olahraga sangat penting untuk tubuh dan semua organ tubuh. Bahkan jantung membutuhkan latihan seperti olahraga agar bisa berfungsi dengan baik. Ketika kurang olahraga atau gerakan maka arteri jantung tidak terlatih. Kondisi ini juga sangat rentan karena kurang aktifitas justru bisa menyebabkan diabetes, penyakit tekanan darah tinggi, dan kelainan jantung. Jika tubuh olahraga teratur maka arteri dalam tubuh bisa bekerja dengan baik dan kolesterol dalam tubuh juga tidak terlalu tinggi. (baca juga: manfaat olahraga bagi kesehatan tubuhcara melakukan olahraga yang baik dan benar bagi tubuh)

  1. Riwayat Keluarga

Berbagai pakar kesehatan dunia mengatakan jika penyakit jantung bukan merupakan penyakit turunan. Namun kondisi garis keluarga sangat penting berpengaruh terhadap penyakit jantung yang diwariskan. Beberapa jenis penyakit jantung yang bisa dipengaruhi dari garis keluarga termasuk jantung koroner, gagal jantung, stroke dan serangan jantung. Seseorang bisa memiliki resiko yang tinggi jika memenuhi syarat berikut:

  • Keluarga inti seperti ayah atau saudara laki-laki ayah Anda menderita penyakit jantung pada usia dibawah 55 tahun.
  • Keluarga inti seperti ibu atau saudara perempuan ibu Anda menderita penyakit jantung pada usia dibawah 65 tahun.
  1. Pengaruh Ras / Etnik Tertentu

Beberapa ras atau etnik tertentu memiliki resiko tinggi terkena penyakit jantung koroner dan jenis penyakit jantung lain. Ras tersebut termasuk dari Pakistan, India, Bangladesh, dan Asia Selatan. Kondisi ini bisa disebabkan karena penduduk di negara tersebut memiliki resiko penyakit tekanan darah tinggi yang sangat besar. Namun sekarang banyak orang yang berasal dari berbagai negara tetap memiliki resiko terkena penyakit jantung koroner karena gaya hidup yang kurang sehat.

Cara Perawatan Penyakit Jantung Koroner

ads

Pada umumnya memang penyakit jantung koroner sama sekali tidak bisa diobati hingga penderita dinyatakan sembuh. Namun sekarang banyak perawatan penunjang yang dilakukan secara medis untuk menjaga kesehatan penderita jantung koroner dan mengendalikan penyakit ini. Berikut ini tindakan utama untuk merawat penyakit jantung koroner.

  1. Perawatan penyakit jantung koroner yang dilakukan oleh dokter dengan memberikan obat-obatan medis. Berikut ini adalah jenis-jenis obat yang sering diresepkan oleh dokter.
  • Obat golongan Anti-platelets : Beberapa obat yang masuk ke dalam golongan ini adalah seperti asam asetilsalisilat (aspirin), dipyridamole dan clopidogrel. Obat ini akan bekerja untuk mencegah semua resiko pembekuan darah, mengurangi resiko gagal jantung dan juga stroke. Efek samping obat termasuk resiko gangguan pembekuan darah, pendarahan yang sulit untuk dihentikan, dan iritasi lambung.
  • Obat golongan angiotensin- converting enzyme (ACE) inhibitor: adalah jenis obat yang diberikan untuk penderita jantung koroner dengan tekanan darah tinggi. Obat ini juga biasanya diberikan oleh dokter kepada penderita jantung koroner yang sudah pernah mengalami serangan jantung. Obat bisa mengurangi serangan jantung dan stroke. Obat ini bisa memberikan efek samping seperti sakit kepala, batuk kering, pusing, diare, mual dan rasa kering pada mulut.
  • Obat golongan Beta-blocker: obat ini biasanya diberikan untuk penderita sakit jantung, tekanan darah tinggi, angina dan orang yang memiliki kelenjar tiroid tidak normal atau terlalu berlebihan. Obat bekerja dengan cara memblokir saraf beta untuk melambatkan detak jantung, menurunkan tekanan darah dan membuat kerja jantung tidak terlalu berat. Efek samping obat termasuk lelah berlebihan, mengantuk, lemah, pusing, rasa kering pada mulut, kulit dan mata.
  • Obat golongan Calcium channel blockers: obat ini sering diberikan untuk penderita tekanan darah tinggi, angina, jantung koroner dan denyut jantung tidak teratur. Obat bekerja dengan cara membuat pembuluh darah menjadi lebih lebar sehingga darah bisa mengalir lebih baik. Kemudian juga akan menurunkan tekanan darah dan jantung bisa bekerja lebih santai. Efek samping obat termasuk pusing, mual, mulas, diare, dan pembengkakan pada bagian pergelangan kaki atau semua bagian kaki.
  • Obat golongan Nitrat (Nitrogliserin): yaitu obat yang sering diberikan untuk penderita angina, serangan jantung, gagal jantung dan gangguan arteri koroner. Obat bekerja dengan cara membantu pembuluh darah menjadi lebih lebar, membuat aliran darah lebih lancar dan mengurangi kerja jantung yang terlalu berat. Efek samping obat termasuk pusing, pingsan, kehilangan kesadaran, tekanan darah rendah dan detak jantung tidak teratur.
  1. Tindakan atau prosedur medis dengan angioplasty (PCI : Percutaneous Coronary Intervention): yaitu sebuah tindakan medis tanpa melakukan bedah dengan cara mengguankan kateter yang berfungsi untuk membuka bagian pembuluh darah di jantung ketika ada pembekuan lemak atau plak pada pembuluh darah. Tindakan ini bisa membantu mengurangi rasa sakit akibat detak jantung yang tidak teratur.
  2. Tindakan operasi bypass arteri koroner : yaitu sebuah tindakan operasi penanaman bypass dengan cara meningkatkan aliran darah dengan tujuan untuk meningkatkan aliran darah yang terhambat akibat penumpukan plak. Tindakan ini bisa membantu mengurangi resiko serangan jantung koroner.

Cara Mencegah Jantung Koroner Secara Alami

  1. Biasakan untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan atau minuman yang bisa mencegah peradangan dalam tubuh. Beberapa jenis makanan ini termasuk makanan yang mengandung antioksidan tinggi dan manfaatnya, makanan yang mengandung omega 3 tinggi , makanan yang mengandung vitamin C paling tinggi, buah yang mengandung vitamin C super tinggi dan manfaatnya dan hindari makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi.
  2. Biasakan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung zat polifenol tinggi seperti teh, sayuran hijau dan buah kiwi.
  3. Biasakan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi super sehat. Serat sangat baik untuk membantu menjaga sistem pencernaan, mendorong gerakan usus yang baik serta membantu melarutkan lemak dalam tubuh. Selain itu serat sangat baik untuk membantu menghilangkan plak dalam arteri sehingga menurunkan resiko penyakit jantung koroner. (baca juga: akibat kurang serat bagi tubuh)
  4. Biasakan untuk mengkonsumsi semua jenis makanan yang mengandung lemak sehat. Beberapa jenis lemak sehat yang bisa Anda dapatkan termasuk minyak kelapa, minyak zaitun, alpukat dan biji chia. Selain itu konsumsi kacang-kacangan dan semua jenis makanan yang mengandung vitamin E tinggi dan manfaatnya. (baca juga: daftar 25 buah yang mengandung vitamin E tinggi)
  5. Biasakan untuk melakukan latihan atau olahraga yang bisa membantu kerja jantung dan melatih kemampuan otot jantung agar bekerja dengan baik. Latihan atau olahraga juga bisa membantu menjaga keseimbangan hormon dan menurunkan produksi hormon kortisol pemicu stres.
  6. Hindari kebiasaan mengkonsumsi semua jenis makanan yang digoreng secara berlebihan. Makanan ini bisa menyebabkan serangan jantung karena mengandung lemak yang sangat tinggi. Selain itu juga bisa meningkatkan resiko obesitas.
  7. Hindari melakukan kebiasaan buruk seperti merokok. Rokok bisa menyebabkan serangan jantung koroner karena meningkatkan aktifitas nikotin yang menghambat aliran darah dan menyebabkan pembentukan plak.
  8. Biasakan untuk tidur tepat waktu atau memiliki waktu khusus untuk istirahat. Tubuh Anda membutuhkan waktu istirahat seperti tidur yang cukup untuk menghilangkan rasa lelah, memperbaharui kerja sel tubuh dan memelihara kesehatan organ tubuh. (baca juga: bahaya akibat kurang tidur malam bagi kesehatan – pria – wanitapenyakit akibat kurang tidur malam – ciri-ciri kurang tidur yang cukup – bahaya tidak tidur di malam hari – akibat begadang malam terus menerus bagi kesehatan – bahaya akibat tidur larut malam bagi kesehatan)
  9. Hindari kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji. Ingat bahwa makanan cepat saji mengandung lemak dan natrium atau kadar garam yang cukup tinggi. Minyak dan garam akan membuat tubuh Anda memiliki resiko obesitas yang cukup besar. (Baca juga: dampak bahaya makanan cepat saji bagi kesehatan – bahaya junk food bagi kesehatan : dampak mematikan)
  10. Jika Anda memiliki peluang obesitas maka segera kendalikan dengan cara yang baik. Kendalikan berat badan untuk mencegah resiko penyakit jantung. Lakukan cara alami untuk menurunkan berat badan.

Semua orang memang bisa memiliki resiko untuk terkena penyakit jantung koroner. Bahkan sekarang hampir semua usia memiliki resiko yang sama. Namun sebenarnya selalu ada cara untuk mencegah penyakit ini yaitu mengetui penyebabnya dan menghindari semua penyebab yang bisa meningkatkan resiko jantung koroner.

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Thursday 10th, March 2016 / 04:23 Oleh :
Kategori : Penyakit Jantung