Sponsors Link

31 Cara Mencegah Obesitas Secara Alami dan Ampuh

Sponsors Link

Obesitas menjadi salah satu perhatian yang sangat penting bagi semua orang. Awalnya obesitas sering menjadi masalah untuk penduduk di negara maju. Tapi sekarang obesitas juga banyak menyerang penduduk di negara berkembang seperti Indonesia. Obesitas merupakan sebuah kondisi ketika tubuh memiliki banyak lemak. Secara fisik orang yang menderita obesitas akan terlihat gemuk atau sangat gemuk. Secara umum orang yang menderita obesitas akan memiliki nilai BMI lebih besar dari 30. Hal yang paling berbahaya dari obesitas adalah tubuh lebih rentan terhadap beberapa komplikasi seperti penyakit jantung, diabates, hipertensi dan penyakit ginjal sehingga perlu dilakukannya cara mencegah obesitas agar tidak segera berlanjut.

ads

Mengingat ada banyak komplikasi penyakit kritis yang bisa terjadi pada orang obesitas, maka kita perlu menghindari atau mencegah obesitas. Berikut ini adalah beberapa cara mencegah obesitas serta cara menjaga kesehatan tubuh yang bisa Anda lakukan.

  1. Berikan ASI untuk Bayi

Bayi dengan usia 0-24 bulan juga sangat rentan terkena obesitas. Obesitas bisa berasal dari faktor orang tua maupun bakat dari tubuh bayi tersebut. Untuk mencegah obesitas pada bayi dengan usia antara 0-24 bulan adalah dengan memberikan ASI. ASI lebih baik daripada susu tambahan yang sering diberikan oleh orang tua. ASI mengandung nutrisi yang penuh dan seimbang dengan kebutuhan bayi itu sendiri. Sementara susu tambahan seperti susu formula memang disukai dan praktis tapi bisa menyebabkan obesitas. Susu tambahan juga penuh dengan nutrisi namun lebih banyak mengandung gula dan beberapa zat tambahan yang lain.

  1. Ijinkan Anak Melakukan Aktivitas di Luar Rumah

Anak-anak juga sangat rentan terkena obesitas. Perkembangan jaman menyediakan fasilitas yang sangat istimewa dan penuh untuk anak-anak. Karena itu sekarang banyak anak-anak yang lebih senang tinggal di dalam rumah untuk bermain dengan gadget atau melihat televisi. Kebiasaan ini bisa membuat peningkatkan berat badan karena anak-anak kurang gerakan fisik. Untuk mengatasi hal ini maka anak-anak harus diijinkan bermain di luar rumah dengan pengawasan orang tua atau orang dewasa. Berikan beberapa permainan tradisional yang membutuhkan banyak gerakan. Selain itu ajak anak untuk bermain dengan banyak teman sehingga memicu gerakan fisik yang lebih baik.

  1. Atur Kebiasaan Makan dalam Keluarga

Jika Anda sudah berkeluarga maka mencegah obesitas bisa dilakukan secara  bersama-sama. Anda bisa menerapkan aturan seperti makan bersama keluarga secara rutin. Acara ini akan mendorong semua anggota keluarga Anda memiliki jam makan yang tepat. Kebiasaan ini sangat baik untuk menurunkan berat badan. Hindari memberikan makanan camilan berlebihan pada anak-anak dan justru ajak anak untuk makan bersama. Cara ini juga akan membantu mengajari anak-anak untuk memiliki kebiasaan makan yang lebih baik.

  1. Berikan Contoh Makanan Sehat untuk Anak

Orang tua harus bisa menjadi contoh yang baik untuk anak-anak. Anak-anak bisa memahami tentang jenis makanan dan cara makan yang baik. Anda bisa memberikan contoh seperti makan sayuran ketika makan bersama. Kemudian ajari anak-anak untuk mengkonsumsi buah-buahan yang bisa menyehatkan tubuh. Contoh ini akan membantu anak-anak mengenal pola makan yang baik sejak kecil. Sedangkan orang tua bisa memelihara berat badan secara alami.

  1. Kurangi Waktu Melihat TV

Melihat berbagai jenis acara dan hiburan di depan televisi memang sangat menyenangkan. Anda bisa mendapatkan hiburan dan pikiran menjadi tidak terlalu tertekan. Namun jika kebiasaan ini dilakukan secara terus menerus maka bisa mengurangi aktifitas fisik. Selain itu juga bisa meningkatkan berat badan. Melihat televisi akan membuat badan Anda berada dalam posisi yang sama selama beberapa waktu. Bahkan jika Anda memindahkan saluran dengan remote maka aktifitas fisik juga menjadi sangat terbatas. Karena itu sebaiknya gunakan waktu istirahat tidak hanya untuk melihat TV tapi bisa keluar rumah, membersihkan halaman, merawat bunga atau sekedar berjalan-jalan di taman.

  1. Biasakan Makan Perlahan

Kebiasaan makan secara perlahan juga bisa membantu mencegah obesitas. Ketika Anda makan dengan lebih cepat karena terburu-buru atau kebiasaan maka perut Anda menerima banyak makanan yang tidak halus. Hal ini menyebabkan organ pencernaan bekerja sangat lambat untuk menghaluskan makanan. Penyerapan nutrisi makanan menjadi sangat lambat dan ada banyak karbohidrat yang mengendap dalam tubuh. Metabolisme tubuh juga berjalan sangat lambat dan membuat semua organ tubuh tidak bisa bekerja dengan baik. Karena itulan makan yang terlalu cepat akan membuat obesitas.

  1. Berhenti Makan Sebelum Kenyang

Kebiasaan berhenti makan sebelum kenyang juga sangat baik untuk tubuh Anda. Anda bisa mendapatkan sistem metabolisme yang lebih baik. Kebiasaan ini akan mengatur semua bagian organ pencernaan. Ketika tubuh Anda menerima makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh maka tidak terjadi penumpukan zat makanan dalam tubuh. Tubuh Anda hanya menerima makanan saat lapar dan sudah berhenti saat sebelum kenyang. Organ perut Anda menjadi lebih sehat dan bisa terhindar dari obesitas.

  1. Makan Saat Lapar

Banyak orang yang salah ketika makan, kebiasaan ini berhubungan dengan waktu ketika makan hanya karena ingin. Anda makan hanya karena ingin makan sementara tubuh mungkin tidak membutuhkan makanan. Atau jika tubuh Anda sebenarnya belum membutuhkan makanan. Kemudian kebiasaan ini akan mendorong Anda untuk mengkonsumsi makanan pendamping atau camilan. Camilan banyak mengandung kalori yang bisa meningkatkan berat badan dengan cepat. Karena itu biasakan hanya makan ketika Anda lapar, termasuk untuk makan camilan.

  1. Batasi Konsumsi Lemak Berlebihan

Salah satu pemicu kegemukan atau obesitas adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak secara berlebihan. Ketika Anda mengkonsumsi makanan yang berlemak maka Anda harus menyadari apa dampaknya untuk tubuh Anda. Lemak memang dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi atau tenaga, tapi ketika jumlahnya berlebihan maka lemak hanya akan menumpuk. Sementara proses pembakaran lemak membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan ketika Anda memasukkan lemak ke dalam tubuh. Jadi batasi kebiasaan mengkonsumsi lemak berlebihan.

  1. Minum Cukup Air

Banyak orang yang memiliki kebiasaan buruk seperti tidak cukup minum. Ada berbagai alasan yang berkembang seperti tidak nyaman, menyebabkan flu atau rasa tawar yang kurang menarik. Untuk mengatasi hal ini maka Anda bisa menggunakan botol dengan ukuran yang khusus, misalnya botol air mineral dengan kapasitas 1 atau setengah liter. Minum cukup air akan membantu mencegah obesitas dengan cara yang sangat alami. Air akan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan menjaga agar proses metabolisme berjalan dengan baik. Karena itulah air sangat penting untuk menjaga tubuh dari obesitas.

ads
  1. Minum Susu Rendah Lemak

Kebiasaan minum susu memang sangat baik untuk tubuh. Susu mengandung banyak mineral seperti kalsium, kalium dan fosfor. Kalsium penting untuk mendukung kepadatan dan pertumbuhan tulang. Sedangkan kalium akan mendorong tubuh memiliki detak jantung yang sehat. Fosfor akan membantu tubuh dalam menyerap vitamin dan mineral lain. Namun sebaiknya hindari terlalu banyak minum susu yang banyak mengandung lemak. Anda bisa menggantinya dengan susu rendah lemak yang lebih sehat. Rasanya memang tidak gurih dan lebih tawar, tapi ini susu yang menyehatkan.

  1. Kurangi Makanan yang Digoreng

Kebiasaan yang sangat banyak terjadi di masyarakat adalah mengkonsumsi makanan yang digoreng. Terlebih saat musim penghujan maka makanan yang digoreng dianggap makanan penghangat. Namun semua jenis makanan yang digoreng dengan minyak sayur bisa mengandung lemak yang lebih tinggi. Jenis lemak jenuh ini akan masuk ke dalam pembuluh darah dan meningkatkan jumlah kolesterol. Jika terjadi penumpukan kolesterol maka bisa menyebabkan obesitas. Karena itu batasi konsumsi makanan yang digoreng. (baca : akibat kelebihan lemak)

  1. Gunakan Minyak Zaitun atau Minyak Canola

Jika Anda tetap suka mengkonsumsi makanan yang digoreng, maka Anda bisa mencoba beberapa cara. Salah satunya adalah mengganti minyak zayur dengan minyak zaitun atau minyak canola. Kedua jenis minyak ini memang lebih mahal namun juga lebih sehat. Minyak zaitun dan minyak canola mengandung lemak tak jenuh yang lebih sehat. Minyak ini bisa menurunkan kandungan kolesterol dalam tubuh. Selain itu juga tidak mengandung lemak trans sehingga bisa membuat jantung Anda menjadi sehat. Anda bisa menambahkan minyak zaitun untuk salad dan ini sangat menyehatkan.

  1. Ganti Cara Memasak Anda

Apakah Anda masih sering memasak makanan dengan cara digoreng? Ya, ini termasuk cara memasak yang mudah dan bisa menghasilkan rasa yang lezat. Namun makanan yang digoreng memang kurang sehat dan bisa membuat tubuh Anda menimbun banyak lemak atau kolesterol. Karena itu Anda bisa mencoba untuk menggantikan makanan yang digoreng dengan cara di panggang, dikukus atau rebus. Cara memasak ini lebih aman karena tidak menambahkan jumlah lemak dan kolesterol pada makanan.

  1. Penuhi Kebutuhan Sayuran dan Buah

Kebiasaan mengkonsumsi buah dan sayuran memang sangat menyehatkan. Sayuran dan buah-buahan banyak mengandung serat yang bisa mendorong kesehatan organ pencernaan. Sayuran dan buah yang kaya serat akan membantu gerakan usus dalam menyerap sari makanan dan membantu proses BAB yang lebih lancar. Beberapa jenis sayuran dan buah paling tidak bisa dikonsumsi setiap hari. Anda bisa membuat berbagai kreasi seperti olahan salad, sayuran rebus, sayuran kukus, maupun masakan tradisional seperti urap dan pecel.

  1. Minum Jus Buah Tanpa Gula

Minum jus bisa menjadi cara untuk mengurangi potensi obesitas. Anda bisa membuat jus sendiri yang lebih alami dibandingkan jus dalam kemasan. Jus dalam kemasan biasanya sudah ditambah dengan gula, bahan pengawet atau bahkan bahan pengganti gula. Yang paling sehat adalah membuat jus sendiri secara alami tanpa gula atau susu. Beberapa jenis buah yang bisa menjaga obesitas dan bisa dikonsumsi dalam bentu jus misalnya ; alpukat, mangga, stroberi, tomat, anggur dan jenis buah lain. Anda juga bisa mengkombinasikan dengan sayuran seperti bayam atau kale.

  1. Konsumsi Makanan Pengganti Nasi

Kebiasaan makan nasi memang tidak pernah bisa lepas dari masyarakat Indonesia. Ini termasuk kebiasaan yang sudah lama dan sulit untuk dihilangkan. Namun nasi ternyata mengandung nilai glikemik yang lebih tinggi. Nasi bisa menjadi sumber gula halus yang akan meningkatkan kadar gula dalam tubuh. Bahkan sari makanan nasi juga sulit diserap oleh tubuh sehingga bisa membuat tubuh menjadi lebih cepat gemuk. Karena itu Anda bisa mengkonsumsi beberapa makanan pengganti nasi seperti gandum, quinoa, barley atau jagung.

  1. Pilih Beras Merah Dibandingkan Berat Putih

Jika Anda sama sekali tidak bisa menggantikan nasi putih dengan makanan lain, maka Anda bisa memilih jenis beras merah. Nasi beras merah sangat menyehatkan karena mengandung nilai glikemik yang lebih rendah. Bahkan nutrisi seperti mineral dalam beras merah kadarnya lebih tinggi dibandingkan dengan jenis beras putih. Beras merah juga mengandung serat yang lebih tinggi sehingga bisa meningkatkan kerja usus dan mendukung penyerapan nutrisi tubuh.

  1. Mengatur Porsi Makanan

Untuk mencegah obesitas maka Anda juga bisa mengatur porsi makanan. Lebih baik jika Anda mengurangi porsi makan menjadi lebih kecil. Jika Anda menggunakan cara ini maka juga bisa lebih sering makan. Kebiasaan makan dalam porsi besar dan jarang justru meningkatkan resiko obesitas. Makan dengan porsi lebih kecil akan meningkatkan penyerapan nutrisi makan dan membuat organ pencernaan menjadi lebih sehat.

  1. Jaga Jumlah Kalori Makanan

Kalori makanan menyumbang berat badan yang sangat tinggi. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang berlebihan akan meningkatkan berat badan. Anda bisa mencoba untuk mengatur jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Cara ini bisa dilakukan dengan beberapa ide seperti mengatur apa saja zat padat yang masuk dalam menu, sayuran dan buah apa saja yang harus masuk dalam makanan dan hindari terlalu banyak makan. Selain itu pertimbangkan untuk memilih bahan makanan sesuai kegiatan Anda. Cara ini akan membantu pembakaran kalori yang lebih cepat.

  1. Timbang Berat Badan Anda

Menimbang berat badan secara teratur juga akan membantu menjaga tubuh agar tidak terkena obesitas. Cara ini akan mendorong agar tubuh Anda menjadi lebih sehat. Awalnya memang akan membuat Anda merasa malu, tapi cara ini bisa mengetahui kondisi kesehatan dari berat badan. Menimbang berat badan juga bisa membantu Anda untuk menentukan cara diet yang lebih sehat.

  1. Olahraga di Siang Hari

Olahraga memang bisa membantu untuk menurunkan berat badan. Kebiasaan melakukan olahraga biasanya dilakukan pada pagi atau sore hari. Namun untuk mencegah obesitas maka Anda bisa mencoba untuk olahraga pada siang hari. Cara ini bisa dilakukan dengan mudah. Jika Anda bekerja dikantor, maka cobalah untuk berjalan-jalan di blok kantor selama 15 atau 20 menit. Jika Anda banyak melakukan kegiatan dirumah, maka Anda bisa keluar rumah dan berjalan-jalan. Olahraga pada siang hari akan membantu menjaga berat badan dan menghindari penumpukan berat badan berlebihan.

  1. Selalu Sarapan Setiap Pagi
Sponsors Link

Kebiasaan sarapan setiap pagi biasanya banyak ditinggalkan dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah ketakutan bahwa sarapan bisa menyebabkan tubuh menjadi lebih gemuk. Namun ternyata hal ini tidak benar. Justru ketika Anda sarapan maka bisa membantu tubuh untuk mengurangi kalori. Ketika Anda makan pagi maka perut Anda mendapatkan makanan dan tubuh merasa lebih berenergi. Selain itu juga bisa mengurangi jumlah makanan atau kalori selama satu hari penuh. Anda juga bisa mengurangi jumlah makanan pada siang hari. Jadi sarapan pagi bisa mengurangi resiko obesitas.

  1. Konsumsi Makanan Tinggi Serat

Mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung tinggi serat juga bisa menurunkan resiko obesitas. Makanan yang mengandung serat bisa mendorong sistem pencernaan bekerja lebih baik. Selain itu juga bisa membantu membakar kalori dalam tubuh. Makanan yang mengandung serat biasanya juga mengandung beberapa sumber nutrisi penting seperti vitamin dan mineral. Makanan berserat biasanya terdiri dari buah dan sayuran seperti alpukat, pepaya, stroberi, anggur, mangga, kale, bayam, brokoli, dan jenis sayuran lain. Semua makanan ini mengandung bahan antioksidan yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  1. Konsumsi Sayuran Hijau

Mengkonsumsi sayuran hijau sebagai sayuran harian akan sangat menyehatkan tubuh. Sayuran hijau seperti bayam, kale, arugula, brokoli,selada dan jenis sayuran lain akan mendukung sistem kesehatan tubuh. Bahkan sayuran hijau sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Sayuran ini akan membantu mengelola berat badan karena kandungan kalori yang cukup rendah. Namun perhatikan untuk mengkonsumsi sayuran hijau dengan cara yang benar. Sayuran hijau juga rentan dengan bahan pestisida sehingga harus dicuci dengan cara yang benar dan sampai bersih.

  1. Konsumsi Makanan Mengandung Protein Tinggi

Dibandingkan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak, maka lebih baik untuk menggantinya dengan makanan yang mengandung protein tinggi. Berbagai jenis makanan yang mengandung protein tinggi bisa menjadi sumber tenaga dan energi. Selain itu kelompok makanan ini tidak mengandung lemak dalam jumlah yang tinggi. Beberapa jenis makanan ini termasuk seperti dada ayam, daging sapi tanpa lemak, biji-bijian, ikan dan kacang-kacangan. Protein bisa membantu membakar kalori lebih cepat dibandingkan dengan lemak. Lemak sering menumpuk dalam tubuh dan menjadi sumber kolesterol.

  1. Konsumsi Makanan Mengandung Kalsium Tinggi

Makanan yang mengandung kalsium tinggi bisa menjadi makanan yang paling sehat untuk menghindari obesitas. Ketika makanan yang mengandung kalsium tinggi masuk ke dalam tubuh maka bisa membantu proses pemecahan lemak menjadi sumber tenaga. Semakin banyak kalsium dalam tubuh maka semakin banyak lemak yang menjadi tenaga dan energi. Kalsium juga akan membantu menurunkan berat badan. Karena itu Anda bisa mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung kalsium tinggi. Beberapa sayuran yang mengandung kalsium juga bisa menjadi menu harian seperti brokoli, jeruk, kacang-kacangan dan kelompok biji-bijian.

  1. Hindari Alkohol dan Rokok

Kebiasaan merokok dan minum alkohol juga bisa meningkatkan resiko obesitas. Alkohol akan masuk ke dalam tubuh lewat pembuluh darah. Kemudian akan menghambat aliran darah dari jantung ke semua bagian tubuh. Hal ini juga terjadi untuk orang yang merokok. Rokok mengandung nikotin yang bisa menjadi plak dalam pembuluh darah. Aliran darah yang tidak lancar akan memicu obesitas karena bisa menghambat kerja sistem metabolisme tubuh. Bahkan proses pembakaran kalori juga akan berjalan lambat. Karena itu hindari minum alkohol dan merokok.

  1. Batasi Minuman Bersoda

Kebiasaan mengkonsumi minuman yang mengandung soda juga bisa menyebabkan obesitas. Hal ini tidak hanya disebabkan karena kandungan karbon dalam minuman ini. Minuman ini biasanya mengandung bahan gula tambahan dan pemanis buatan. Bahan-bahan ini menyebabkan kegemukan karena bisa meningkatkan kadar gula dalam tubuh. Untuk mencegah kegemukan maka hindari terlalu sering mengkonsumsi minuman yang bersoda. Anda bisa menggantinya dengan air mineral atau jus buah tanpa gula.

  1. Hindari Penggunaan Bahan Pengganti Gula

Jangan menggunakan gula pengganti dalam menu masakan Anda. Atau hindari semua jenis makanan kemasan yang mengandung gula pengganti. Gula pengganti mengandung zat pemanis yang lebih tinggi dibandingkan gula alami. Zat ini juga lebih berbahaya daripada jenis gula biasa. Semua jenis bahan pemanis bisa menyebabkan kenaikan kadar gula darah dan menghambat proses metabolisme. Sehingga gula pemanis juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

  1. Batasi Konsumsi Makanan Cepat Saji

Berbagai jenis makanan cepat saji bisa menyebabkan kegemukan atau obesitas. Hal ini disebabkan karena makanan cepat saji rata-rata dimasak dengan cara digoreng. Selain itu makanan cepat saji mengandung jumlah lemak dan garam yang lebih tinggi. Karena itulah makanan ini akan meningkatkan berat badan dengan cepat. Kandungan  kalori dan rendah serat bisa menjadi bahaya dari makanan cepat saji.

Faktor Pendukung Obesitas

  1. Pengaruh dari keturunan atau sifat genetik. Orang yang memiliki riwayat gemuk atau obesitas dalam keluarga memiliki resiko terkena obesitas. Hal ini disebabkan karena obesitas dipengaruhi oleh faktor genetik. Jadi orang yang sudah memiliki riwayat obesitas harus menjaga berat badan.
  2. Pengaruh dampak fisik. Kelainan metabolisme juga bisa menyebabkan tubuh menderita kegemukan atau obesitas. Hal ini sering terjadi pada orang yang makan dalam jumlah sedikit namun tetap gemuk. Bahkan kebiasaan mengkonsumsi makanan rendah kalori juga tidak bisa menurunkan resiko obesitas.
  3. Kebiasaan makan yang buruk. Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi bisa menyebabkan obesitas. Hal ini bisa terjadi karena menderita gangguan makan atau kebiasaan gaya hidup yang buruk. Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita yang lebih sering merasa tertekan dan melampiaskan kondisi buruk dengan mengkonsumsi banyak makanan dan camilan.
  4. Gaya hidup yang buruk. Kebiasaan gaya hidup yang buruk bisa menyebabkan obesitas. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai hal seperti teman, keluarga atau lingkungan tempat tinggal. Namun faktor ini masih bisa dikendalikan secara alami.

Obesitas memang salah satu masalah yang sangat umum. Namun bukan berarti kondisi ini tidak bisa dipecahkan. Salah satu hal yang penting untuk mencegah obesitas adalah menyadari resiko kesehatan akibat obesitas. Jadi cara mencegah obesitas ini akan mendorong kita untuk memilih gaya hidup yang sehat.

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Thursday 28th, January 2016 / 03:46 Oleh :
Kategori : Obesitas