Sponsors Link

Apakah Berbahaya HDL Tinggi ?

Sponsors Link

Kolesterol yang bersemayam dalam tubuh kita berasal dari berbagai asupan yang biasanya mengandung banyak lemak. Lemak memang penting bagi kinerja tubuh untuk membentuk hormon dan juga sebagai cadangan energi. Sayangnya, seringkali asupan lemak ke dalam tubuh kita tidak dikontrol dengan baik sehingga, menimbulkan efek negatif bagi tubuh, salah satunya meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

ads

Proses Terjadinya Kolesterol dalam Tubuh

  • Sebenarnya unsur yang terdapat dalam lemak bukan hanya kolesterol saja. Lemak terkandung dalam plasma darah kita memiliki empat struktur yaitu kolesterol, trigliserida, fosfolid dan asam lemak bebas.
  • Lemak yang berasal dari makanan yang kita konsumsi akan mengalami pemecahan dalam usus (dibantu oleh enzim).
  • Lemak mengalami pemecahan unsur menjadi asam lemak bebas, trigliserida, fosfolid, dan kolesterol. Keempat unsur tersebut kemudian di-assembling kemudian diserap dalam darah dalam bentuk kilomikron.
  • Trigliserida tersimpan dalam jaringan lemak di seluruh tubuh, sedangkan sisa pemecahan kilomikron beredar menuju hati.
  • Di dalam hati, kilomikron dipilah menjadi kolesterol. Di dalam hati ini, trigliserida dan kolesterol disintesis dari karbohidrat. Sebagian kolesterol yang ada akan dibuang ke dalam empedu kemudian menjadi asam empedu. Sebagian lagi bersama dengan trigliserida akan bergabung bersama apoprotein B dan membentuk very low density lipoprotein (VLDL). VLDL tersebut selanjutnya dipecah oleh enzim lipase menjadi intermediate density lipoprotein (IDL) yang bertahan kurang lebih selama 2-6 jam.
  • Selanjutnya, IDL tersebut akan langsung berubah menjadi low density lipoprotein (LDL), atau oleh sebagian besar orang sering disebut sebagai kolesterol jahat.
  • Jika kadar LDL terlalu tinggi ketika mengalir dalam darah, lama-kelamaan LDL dengan kadar terlalu tinggi akan mengganggu kinerja reseptor LDL, akibatnya LDL akan menimbulkan pengapuran pada dinding pembuluh darah koroner.
  • Dalam jangka pendek, efek dari pengapuran tersebut belum terasa, namun dalam jangka panjang, terutama jika kita tidak menjaga pola makan dan jarang berolahraga, LDL tersebut dapat menimbulkan penyakit jantung koroner.
  • Akan tetapi tidak semua kolesterol merupakan musuh berbahaya bagi tubuh. Kolesterol yang bergabung bersama apoprotein A ternyata mampu membentuk high density lipoprotein (HDL) atau yang sering disebut kolesterol baik.

HDL pada Kolesterol

Kinerja LDL dan HDL saling berlawanan. Jika LDL dapat meningkatkan resiko penyakit jantung koroner, maka HDL justru akan menghambat hal tersebut terjadi.

  • HDL mencegah pengapuran pada dinding pembuluh darah koroner. HDL akan mengambil timbunan LDL dalam jaringan untuk selanjutnya dikirim ke hepar dan dibuang ke empedu.
  • Selain LDL dan HDL, perlu diketahui ada lagi jenis kolesterol yang lain, yaitu trigliserida. Biasanya trigliserida membawa efek buruk dalam tubuh, karena makin meningkat kadar trigliserida diikuti dengan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Sayangnya, kadar kolesterol yang makin meningkat tersebut juga akan diikuti dengan menurunnya kadar HDL dalam darah.
  • Trigliserida memiliki hubungan yang erat dengan obesitas. Biasanya, orang-orang dengan berat badan berlebih akan memiliki kadar trigliserida yang tinggi dalam plasma darahnya.
  • Umumnya, makin gemuk seseorang, kemungkinan kadar trigliserida dalam tubuhnya juga tinggi. Untuk itu, sering disarankan agar seseorang dengan berat badan melebihi berat ideal atau bahkan condong kepada obesitas harus melakukan diet ketat.
  • Namun ada beberapa kasus yang menyebutkan bahwa beberapa orang gemuk memiliki kadar trigliserida yang rendah. Hal tersebut membuktikan bahwa tidak semua orang berbadan gemuk pasti memiliki kadar kolesterol tinggi. Tidak jarang pula, orang-orang dengan badan ideal, bahkan kurus memiliki kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuhnya.
  • Oleh karena itu, langkah terbaik yang harus Anda ambil ialah sesegera mungkin melakukan pemeriksaan terhadap kadar kolesterol Anda. Melalui hasil pemeriksaan, kita tidak perlu ragu atau hanya mengira-ngira kadar kolesterol kita.

Cara Meningkatkan HDL dalam Tubuh

Kadar HDL tinggi dalam tubuh, akan makin baik untuk kesehatan kita. HDL mampu melawan LDL yang sifatnya merugikan tubuh kita.

ads

Namun sangat disayangkan, meningkatkan kadar HDL dalam tubuh bukan perkara yang mudah. Dibutuhkan usaha yang optimal dan rutin bagi seseorang yang ingin menaikkan HDL. Terkadang, usaha untuk menaikkan HDL sudah maksimal, namun kadar HDL tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan. Kalaupun kadar HDL meningkat, biasanya peningkatan HDL ini tidaklah seberapa. Solusi yang paling tepat untuk menjaga kesehatan ialah berusaha menekan kadar kolesterol dalam tubuh. Tentu saja usaha tersebut diimbangi dengan berbagai aktivitas yang dimungkinkan dapat meningkatkan kadar HDL.

  • Kadar kolesterol total yang dianggap normal adalah < 200 mg/dl. Kadar LDL yang normal ialah < 130 mg/dl, sedangkan kadar trigliserida yang baik ialah < 150 mg/dl. Jika Anda memeriksakan kadar profil lipid (lemak) dan menunjukkan hasil yang melebihi kadar normal tersebut, maka Anda harus segera melakukan diet ketat, menjaga pola makan, berolah raga secara rutin, dan meninggalkan kebiasaan merokok atau lingkungan perokok.
  • Kadar HDL yang dianggap baik bagi kesehatan adalah > 60 mg/dl. Makin rendah kadar HDL dalam tubuh, maka makin rentan tubuh akan terkena berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kolesterol jahat, sebut saja jantung koroner. Sebaliknya, semakin tinggi kadar HDL, maka akan semakin baik bagi kesehatan tubuh.
  • Karena menaikkan kadar HDL bukan perkara mudah, maka lakukanlah upaya untuk menekan kadar kolesterol dalam tubuh. Tatanan diet yang baik dapat menekan kadar kolesterol dalam darah.

Cara Diet Rendah Kolesterol

1. Karbohidrat

Berbagai sumber makanan yang mengandung karbohidrat sangat beragam. Karbohidrat sangat penting untuk tubuh karena merupakan sumber energi utama. Tanpa asupan karbohidrat yang cukup, kinerja tubuh akan terganggu karena tidak memiliki energi yang cukup.

  • Untuk asupan karbohidrat sehari-hari, dianjurkan mengkonsumsi padi-padian, biji-bijian, dan makanan yang mengandung serat. Hindari konsumsi makanan hasil olahan ubi rambat dan tepung.
  • Hindari juga mengkonsumsi gula berlebih, roti, biskuit, mi instan, coklat, dan es krim. Hampir sebagian besar makanan yang harusnya dihindari untuk dikonsumsi tersebut adalah berbagai jenis jajanan yang kita temukan dalam keseharian. Maka, mulailah menahan godaan dan mulailah untuk hidup sehat.

2. Daging

Jika Anda salah satu penggemar olahan daging, sedangkan kadar kolesterol LDL Anda tinggi, maka dianjurkan Anda mengurangi asupan daging merah.

  • Jika kadar kolesterol total dalam tubuh Anda ternyata tergolong tinggi, maka dianjurkan agar Anda mengganti asupan daging merah dengan daging putih.
  • Sebaiknya mengkonsumsi olahan daging putih yang meliputi daging ayam, daging itik, ikan, serta daging kelinci. Meskipun daging tersebut bisa menjadi alternatif sebagai pengganti daging merah, namun konsumsinya harus tetap pada jumlah yang wajar dan dianjurkan.
  • Selain itu, jika gemar mengkonsumsi telur, maka konsumsi bagian putih telurnya saja. Bagian kuning telur mengandung asam lemak jenuh yang tinggi. Asam lemak jenuh berpotensi meningkatkan jumlah total kolesterol dalam tubuh. (Baca juga : bahaya telur bagi penderita diabetes – bahaya telur mentah)
  • Selain asupan daging merah yang dibatasi (seperti daging sapi, daging babi, daging kambing dan daging kerbau), Anda juga harus menghindari beberapa bagian binatang untuk dikonsumsi. Bagian-bagian tersebut meliputi lemak, liver, limpa, jeroan, otak jantung, dan ginjal. Hindari pula mengonsumsi kuning telur, udang, dan kulit binatang. Kuning telur, udang, dan kulit binatang kaya akan kandungan kolesterol.

3. Minyak

Minyak merupakan bahan baku penting dalam pengolahan makanan. Sayangnya, sebagian jenis minyak yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari mengandung lemak jenuh. Meskipun beberapa jenis minyak mengandung lemak tak jenuh, namun ketika dipanaskan dalam suhu yang tinggi, lemak tak jenuh tersebut terpecah menjadi lemak jenuh, apalagi jika minyak tersebut dipakai berulang kali. Lemak jenuh merupakan dalang utama tingginya kandungan kolesterol total dalam tubuh. Jika Anda ingin mengolah makanan menggunakan minyak, maka gunakan berbagai jenis minyak yang rendah LDL.

  • Berbagai jenis minyak yang aman digunakan untuk dikonsumsi meliputi minyak sayur, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak ikan, minyak biji kapas, dan margarin.
  • Beberapa jenis minyak yang perlu Anda batasi penggunaannya meliputi minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak babi.

4. Susu

Selama ini susu dianggap sebagai salah satu minuman yang kaya akan mineral dan vitamin yang baik untuk tubuh. Namun beberapa jenis susu juga mengandung potensi untuk menambah kadar kolesterol dalam tubuh Anda.

  • Bagi Anda yang mengkonsumsi susu hampir setiap hari hindarilah jenis susu penuh (susu murni). Selain itu, hindari pula konsumsi berbagai jenis makanan hasil olahan susu seperti keju, krim, dan mentega.
  • Jenis susu ataupun olahan susu yang baik bagi kesehatan Anda adalah susu skim dan yogurt.

5. Sayur dan Buah

Sponsors Link

Sayur dan buah merupakan bahan makanan yang harus kita konsumsi setiap hari. Kurang mengkonsumsi sayur dan buah bisa mengakibatkan tubuh Anda kekurangan serat. Sayangnya, tidak semua jenis buah dapat Anda konsumsi jika kadar kolesterol dalam tubuh Anda tinggi.

  • Buah kelapa dan buah durian berpotensi meningkatkan kolesterol. Kandungan lemak yang tinggi pada buah kelapa akan meningkatkan kolesterol tubuh. Sedangkan durian, buah ini memang tidak mengandung kolesterol. Akan tetapi, buah durian yang terlalu matang akan mengakibatkan adanya proses fermentasi dalam buah durian, sehingga kadar alkoholnya juga meningkat. Seseorang dengan kadar kolesterol tinggi dalam tubuhnya tidak dianjurkan mengkonsumsi sesuatu yang mengandung bahaya alkohol.
  • Beberapa jenis sayur dan buah yang baik untuk Anda konsumsi saat diet rendah kolesterol meliputi kacang-kacangan (kedelai, kacang tanah, kacang panjang), kol, wortel, sayur, tomat, jagung, asparagus, mentimun, jeruk, mangga, melon, pisang, alpukat, dan buah zaitun.

6. Minuman

Berbagai jenis minuman yang baik untuk kesehatan meliputi jus buah-buahan, jus sayuran, teh, dan air mineral.

  • Jika Anda suka mengkonsumsi jus buah, maka pertahankan sikap tersebut, terutama jus buah yang kaya akan vitamin C.
  • Hasil penelitian yang dilakukan oleh Myasnikov (ilmuwan Rusia) menunjukkan bahwa asupan makanan yang mengandung vitamin C dalam dosis tinggi, dapat menekan kadar kolesterol secara signifikan. Selain itu, vitamin C juga memiliki keutamaan dalam menjaga elastisitas membran sel.
  • Namun ada beberapa jenis minuman yang perlu Anda hindari ketika melakukan diet rendah kolesterol, diantaranya minuman kaleng, kopi, dan alkohol. Ketiganya, secara umum selain memang tidak baik untuk kesehatan, juga tidak baik untuk menjaga kadar kolesterol Anda tetap normal.

Itulah beberapa anjuran diet rendah kolesterol yang baik untuk Anda. meskipun kadar kolesterol total dalam tubuh Anda terbilang normal, namun semakin menekan kadar kolesterol akan makin baik untuk Anda. Dengan menurunnya kadar kolesterol, akan berimbas pada naiknya kadar HDL. Jika Kadar HDL tinggi, makin baik untuk tubuh. Beberapa jenis asupan yang harusnya dibatasi, tetap bisa dikonsumsi. Hanya saja, konsumsinya terbatas pada saat-saat tertentu, misalkan satu kali seminggu.

Kendati anjuran-anjuran di atas adalah diet ketat, namun bentuk diet seperti apapun harus dilakukan dengan cara yang benar. Tatanan diet yang hendaknya mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Semua unsur mineral tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh kita agar tetap berfungsi dengan baik. Selain tatanan diet yang baik, Anda juga bisa berolah raga secara rutin untuk menjaga agar kadar kolesterol total Anda rendah. Juga tentu saja agar kadar HDL dalam tubuh Anda tinggi.

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Monday 01st, February 2016 / 05:19 Oleh :
Kategori : Kolesterol Tinggi