Sponsors Link

HDL Rendah – Penyebab dan Pencegahan

Sponsors Link

Makanan yang kita konsumsi sehari-hari mengandung berbagai unsur di dalamnya. Salah satu unsur tersebut adalah lemak. Lemak memiliki peran penting sebagai salah satu komposisi yang membentuk hormon dan juga memelihara saraf dalam tubuh kita. Tapi perlu diketahui bahwa konsumsi makanan dengan minyak berlebih bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh. Kandungan kolesterol tinggi dalam lemak bisa berakibat pengapuran dalam dinding pembuluh darah koroner.

ads

Lemak yang berada dalam aliran darah kita memiliki beberapa komponen utama yaitu kolesterol, trigliserida, fosfolipid, dan asam lemak bebas. Kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid berikatan dengan protein tertentu untuk membentuk lipoprotein dan unsur lemak terakhir yang berikatan dengan albumin.

Bagaimana terbentuknya lemak kolesterol ?

Dalam proses pencernaan di usus, lemak yang berasal dari makanan dipecah menjadi asam lemak bebas, trigliserida, fosfolipid, dan kolesterol. Selanjutnya pecahan lemak tersebut berkumpul dan diserap ke dalam darah berbentuk kilomikron. Trigliserida terisimpan dalam jaringan lemak di seluruh tubuh, sedangkan sisa pemecahan kilomikron beredar menuju hati. Di dalam hati, kilomikron-kilomikron tersebut dipilah-pilah menjadi kolesterol. Dalam hati pula trigliserida dan kolesterol disintesis dari makanan yang mengandung karbohidrat. Sebagian kolesterol dibuang ke dalam empedu menjadi asam empedu, sebagian lagi bersama trigliserida akan bergabung dengan apoprotein B kemudian membentuk VLDL (very low density lipoprotein).

Enzim lipoprotein lipase memecah VLDL menjdi IDL (intermediate density lipoprotein). VLDL hanya akan bertahan selama 2-6 jam, selanjutnya IDL akan langsung berubah menjadi LDL (low density lipoprotein). LDL yang ikut mengalir dalam aliran darah akan ditangkap oleh sel reseptor LDL. Sayangnya, apabila kadar LDL terlalu tinggi maka kerja sel reseptor LDL akan terganggu. LDL selanjutnya akan menyebabkan plak pada pembuluh darah.

Namun persekutuan kolesterol dengan protein tertentu tidak selalu berdampak buruk. Persekutuan kolesterol dengan jenis protein apoprotein B dapat berakibat buruk karena menciptakan jenis kolesterol LDL yang dianggap sebagai lipoprotein jahat. Persekutuan kolesterol dengan jenis protein apoprotein A ternyata menghasilkan jenis kolesterol yang berbeda yakni jenis kolesterol HDL (high density lipoprotein) atau sering disebut sebagai lipoprotein baik.

LDL vs HDL

Berbagai jenis lipoprotein yang tercipta dalam tubuh (kilomikron, VLDL, LDL, HDL) didasarkan pada densitas dan ukurannya. Densitas dan ukuran ditentukan oleh banyaknya kandungan trigliserida. Jumlah trigliserida dalam darah totalnya 50-150 mg%. Kilomikron merupakan jenis lipoprotein yang memiliki ukuran paling besar namun sangat rendah densitasnya, selanjutnya VLDL dan LDL, lalu HDL. HDL memiliki ukuran paling kecil namun memiliki nilai densitas tertinggi. Sebagian besar kandungan kolesterol berada dalam LDL, sebagian kecil berada dalam HDL. Nilai ideal kolesterol seseorang adalah 200 mg%.

LDL dan HDL memiliki fungsi yang berlawanan. LDL memiliki sifat aterogenik, maksudnya dapat menyebabkan pengapuran pada dinding pembuluh darah koroner. Sedangkan VLDL dan kilomikron tidak terlalu aterogenik. LDL berpengaruh buruk bagi pembuluh darah koroner karena ia mengirim kolesterol ke jaringan pembuluh darah koroner dan menimbun kolesterol di  sana. Fungsi HDL berlawanan dengan kinerja LDL. Jika LDL menyebabkan pengapuran, maka HDL mencegah pengapuran itu terjadi. HDL menyedot timbunan kolesterol dalam pembuluh darah, kemudian mengirimkannya ke hepar untuk selanjutnya dibuang ke dalam empedu.

Dalam banyak kasus, tingginya trigliserida diikuti dengan tingginya VLDL dan LDL, sedangkan HDL mengalami penurunan. Trigliserida memiliki kaitan yang erat dengan gangguan obesitas. Makin besar jumlah berat badan biasanya makin besar pula kadar trigliserida dalam tubuhnya. Maka tidak jarang pula ditemukan kasus mengenai orang penderita obesitas lebih rentan terkena penyakit yang berkaitan dengan kolesterol, sebut saja jantung koroner. Sebenarnya bukan penderita obesitas saja yang wajib waspada terhadap gangguan kolesterol.

Penyebab HBL Rendah

Meskipun kita berusaha maksimal untuk menghindari makanan yang mengandung banyak kolesterol dan memperbanyak konsumsi makanan yang mampu meningkatkan HDL namun sangat disayangkan, peningkatan HDL rendah tersebut tidaklah mudah dan jika meningkat pun sesungguhnya tidak seberapa dapat ditingkatkan. Untuk itu, cara yang paling efektif ialah mengurangi konsumsi makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh kita. HDL yang terkandung dalam kolesterol biasanya sebanyak 25%-30% dari total kolesterol kita. Jumlah yang terbilang sangat sedikit mengingat peranannya yang sangat bermanfaat. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa penurunan 5 angka HDL menaikkan 25% resiko penyakit jantung pada tubuh kita.

Semakin tinggi kadar kolesterol buruk dalam tubuh kita akan menurunkan HDL dalam tubuh kita. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kadar kolesterol buruk dalam tubuk kita? Berikut diantaranya :

1. Faktor Genetik

ads

Beberapa orang mengeluhkan kadar kolesterol dalam tubuh mereka tidak menurun padahal mereka sudah melakukan diet ketat juga mengoknsumsi obat-obatan yang bisa menurunkan kadar kolesterol. Faktor genetik memang memegang peranan dalam sulitnya menurunkan kadar kolesterol. Meskipun demikian, faktor genetik tidak lantas disalahkan apabila kadar kolesterol dalam tubuh tidak mengalami penurunan. Faktor genetik ini dapat terdeteksi ketika berbagai daya dan upaya untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh telah dilakukan dan sama sekali tidak menunjukkan hasil yang memuaskan.

Terkadang faktor genetik sering disalahkan ketika usaha untuk menurunkan kolesterol telah diupayakan. Perlu diketahui bahwa diet kolesterol ternyata perlu dilakukan sejak masa kanak-kanak. Selain karena memang penting untuk menjaga kesehatan, faktor kebiasaan dalam konsumsi asupan makanan ke tubuh bisa menjadi faktor penghambat menurunnya kolesterol. Asupan kolesterol pada masa kanak-kanak tidak lantas dihilangkan sama sekali, melainkan dengan mengurangi asupan yang berkolesterol tinggi dan menambah asupan yang memungkinkan naiknya kadar HDL.

(hal lainnya yang dipengaruhi faktor genetik : diabetes, hemofilia, epilepsi)

2. Merokok

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa bahaya merokok tidak memberikan efek positif bagi tubuh. Studi Framingham menunjukkan bahwa perokok pria 10 kali lebih beresiko dapat meninggal secara mendadak dibandingkan mereka yang tidak merokok. Lalu bagaimana pengaruh rokok terhadap kadar LDL dan HDL? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika kita menghisap rokok, bahaya nikotin akan masuk ke dalam tubuh kita. Ternyata pemberian nikotin yang terkandung dalam rokok tersebut mampu meningkatkan kadar asam lemak bebas dalam plasma darah. Peningkatan ini terjadi akibat meningkatnya pemecahan trigliserida akibat rangsangan katekolamin.

Yang jelas, penelitian telah membuktikan bahwa merokok dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar HDL. Bahkan penelitian yang telah dilakukan oleh Lipid Research Clinics Program Prevelence Study yang dimulai pada tahun 1971 menunjukkan bahwa pria yang merokok lebih dari 20 batang sehari akan menurunkan kadar HDL nya mencapai 11%, sedangkan pada wanita yang merokok lebih dari 20 batang sehari mampu menurunkan kadar HDLnya sebanyak 14%. Padahal menurunnya kadar HDL 5 angka saja mampu menaikkan resiko jenis penyakit jantung sebesar 25%. Perlu ditekankan bahwa mengurangi merokok tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kadar HDL, berhenti merokok merupakan solusi terbaik untuk menjaga kadar HDL dalam tubuh.

3. Stres

Kadang kala stres memang dibutuhkan dalam hidup. Hidup tanpa stres bagaikan sayur tanpa garam. Tetapi perlu diketahui bahwa stres yang berkepanjangan tidak baik untuk kita. Stres yang bersifat kronis dan berkepanjangan dapat merusak keseimbangan fungsi tubuh. Stres yang berkepanjangan akan meningkatkan tekanan darah, hingga berakibat meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Norwegian Study melakukan penelitian terhadap 9 mahasiswa kedokteran berusia 22-30 tahun.

Pemeriksaan kolesterol dilakukan ketika ujian berlangsung dan 48 jam sesudah ujian selesai. Ternyata hasilnya menunjukkan bahwa kadar kolesterol ketika ujian berlangsung 20% lebih tinggi dibandingkan ketika ujian sudah selesai. Hal tersebut menunjukkan peranan stres dalam meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

4. Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan salah satu penyebab tingginya kadar LDL dan kadar HDL rendah dalam tubuh. Secara awam, orang-orang akan berkata “orang gemuk lebih mudah terkena penyakit jantung dan diabetes”. Kita tidak bisa serta merta berkata demikian tanpa adanya bukti konkret. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa orang dengan berat badan berlebih cenderung memiliki kolesterol dan LDL yang lebih tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Tecumseh Ctudy, Michigan, terhadap 4000 orang menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki berat badan berlebih (obesitas) ternyata memiliki kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida yang lebih tinggi dibandingkan orang dengan berat badan normal.

(Baca juga pemicu obesitas yaitu : bahaya makanan cepat saji, bahaya junk food dan bahaya minuman bersoda)

5. Kopi

Polemik mengenai konsumsi kopi dapat meningkatkan kadar kolesterol memang masih bergulir. Perlu Anda tahu bahwa meskipun kadar kolesterol Anda normal, meminum kopi bukanlah hal yang disarankan. Meski antara konsumsi kopi dengan kadar kolesterol masih belum dipastikan korelasinya, namun banyak juga penelitian yang menunjukkan bahwa bahaya minum kopi dapat meningkatkan kadar kolesterol dan LDL dalam tubuh. Salah satu penelitian yang menunjukkan korelasi mengani kopi dan kolesterol adalah penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Stanford.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa laki-laki yang kurang beraktivitas dan meminum 2 cangkir kopi setiap harinya cenderung mempunyai kadar kolesterol total dan LDL yang lebih tinggi dibandingkan yang meminum kopi di bawah 2 cangkir per hari atau tidak meminum kopi sama sekali. Akan tetapi ada pula penelitian yang menyatakan bahwa bukan saja meminum kopi yang membuat kadar LDL meningkat. Meminum kopi tanpa disaring mampu menaikkan kadar kolesterol secara signifikan, sedangkan meminum kopi yang disaring ternyata tidak memberikan pengaruh yang bermakna. (baca juga : akibat kebanyakan minum kopi)

Sponsors Link

Cara Pencegahan

Beberapa hal yang mungkin bisa menjadi faktor naiknya kadar kolesterol tubuh Anda telah dijelaskan di atas. Mengingat pentingnya HDl dalam tubuh perlu anda perhatikan asupan serta gaya hidup sehat dalam keseharian Anda. Berikut ini diantaranya :

1. Memilih Asupan yang Tepat

Beberapa makan yang mungkin bisa meningkatkan kadar HDL Anda meliputi jus jeruk, makanan rendah lemak, juga kedelai. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa mengkonsumsi beberapa makanan tersebut dapat meningkatkan kadar HDL. Selain makanan tersebut, anda juga bisa menggunakan minyak zaitun dalam kehidupan sehari-hari. Lemak zaitun tidak memiliki kandungan kolesterol berbahaya sehingga sangat aman untuk dikonsumsi.

2. Berhenti Merokok

Dalam penjelasan yang telah dipaparkan dalam faktor penyebab rendahnya HDL salah satunya adalah merokok. Merokok dapat menyebabkan naiknya kolesterol yang disertai dengan naiknya kadar LDL dalam tubuh. Tentunya hal tersebut mengakibatkan menurunnya kadar HDL dalam tubuh. Untuk itu, berhenti merokok merupakan solusi terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol total dan juga LDL dalam tubuh, serta menaikkan kadar HDL dalam tubuh.

(baca juga : cara berhenti merokok yang ampuh dan akibat berhenti merokok mendadak secara tiba-tiba)

3. Olahraga

Olahraga dilakukan bukan saja untuk menurunkan berat badan. Olahraga juga mampu menurunkan kadar kolesterol dan kadar LDL dalam tubuh. Study yang dilakukan oleh G. Harley Hartung menunjukkan bahwa seseorang yang joging 11 km selama satu minggu berturut-turut ternyata mampu meningkatkan kadar HDL sebanyak 35%. Tetapi perlu diketahui, olahraga terlalu berat justru tidak akan maksimal menambah kadar HDL dalam tubuh Anda. Olah raga yang sifatnya sedang-sedang saja justru akan meningkatkan kadar HDL secara signifikan.

4. Konsumsi Alkohol Secara Terkontrol

Solusi ini sebenarnya tidak dianjurkan dikarenakan bahaya alkohol bersifat aditif. Seseorang yang mungkin hanya bermaksud mencoba alkohol sebagai pengobatan lama-kelamaan akan merasa ketagihan dan tidak bisa melepaskan diri dari alkohol. Untuk itu, jika masih ada solusi lain untuk meningkatkan kadar HDL dalam darah maka sebaiknya Anda menghindari konsumsi alkohol.

(Baca juga tentang : pengaruh alkohol terhadap sistem syaraf dan bahaya minuman keras)

Meskipun kita jarang mengalami gangguan yang menunjukkan tanda tingginya kolesterol, akan lebih baik jika kita memeriksakan kadar kolesterol dalam tubuh kita, sebelum kolesterol tinggi menjadi membahayakan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan total rasio kolesterol kita tinggi maka lakukanlah diet dengan mengkonsumsi makanan-makanan rendah kolesterol.

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

,
Post Date: Monday 04th, January 2016 / 05:14 Oleh :
Kategori : Kolesterol Tinggi