Sponsors Link

Insomnia

advertisement

Manusia, rata-rata hampir seperempat hingga sepertiga waktu digunakan untuk tidur. Karena tidur merupakan proses yang diperlukan oleh manusia untuk pembentukan sel-sel tubuh baru, perbaikan sel-sel tubuh yang rusak (natural healing mechanism). Memberi waktu organ tubuh untuk istirahat maupun untuk menjaga keseimbangan metaboisme dan biokimiawi tubuh. Dan juga salah satu fungsi utama tidur adalah untuk memungkinkan sistem syaraf pulih setelah digunakan selama satu hari. Tidur dapat memulihkan energi kepada tubuh, khususnya kepada otak dan sistem otak.

Tidur adalah kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi, karenanya akan sangat berbahaya bagi kesehatan bila manusia mengalami kesulitan tidur. Kita mengetahui gangguan tidur yang sering muncul adalah insomnia. Insomnia adalah gangguan tidur, dimana seseorang secara terus menerus mengalami kesulitan tidur atau terbangun di tengah malam dan tidak dapat tidur lagi. Hal ini terjadi bukan karena si penderita sangat sibuk hingga tak punya waktu unntuk tidur, melainkan akibat dari gangguan jiwa terutama depresi, kelelahan badan dengan gejala kecemasan yang memuncak. Bisa juga karena kondisi penyakit tertentu, konsumsi obat-obatan dan juga gaya hidup.

Ada tiga jenis insomnia, Initial Insomnia, yaitu kesulitan tidur saat memasuki waktu tidur pada umumnya. Middle Insomnia, yaitu selalu bangun di tengah malam dan sulit tidur lagi dan Late Insomnia, adalah selalu bangun lebih cepat dari yang diinginkan. Ada cukup banyak orang mengalami salah satu dari jenis insomnia itu, yang terberat adalah kesulitan mengawali tidur dan menjaga keadaan tidur tersebut (Initial Insomnia dan Middle Insomnia), yang dikategorikan sebagai Insomnia Akut.

Gejala-gejala yang dialami penderita insomnia, biasanya selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari dan secara terus-menerus, (lebih dari sepuluh hari) mengalami kesulitan untuk tidur atau selalu terbangun di tengah malam dan tidak dapat tidur lagi dan juga sering kali bangun lebih awal.

Penyebab Insomnia

1. Permasalahan psikologis

Gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan. Adalah gangguan psikologis yang akan mengganggu pola tidur alami dan juga membuat sistem metabolisme menjadi kacau. Juga adanya gangguan mental seperi bipolar, depresi klinis, gannguan stress pasca trauma, skizofrenia, gangguan obesesif komplusif, demensia atau berlebihan asupan alkohol.

2. Gangguan Kesehatan

Beberapa penyakit bisa memicu munculnya insomnia dan sebaliknya insomnia dapat memicu adanya gangguan kesehatan. Penyakit asma adalah salah satu penyakit yang membuat penderitanya susah tidur. Di malam hari biasanya penyakit asma menunjukan gejala sesak napas. Penderita nyeri sendi juga dapat mengalami sulit tidur akibat rasa sakit yang muncul pada sendi. Penderita penyakit jantung dan juga kelenjar getah bening yang terlalu aktif, akan menimbulkan kegelisahan dan membuat penderitanya mengalami masalah susah tidur. Kelainan-kelainan kronis, seperti kelainan tidur ( sleep apnea), yaitu berhenti bernafas pada malam hari yang menyebabkan harus terjaga dari tidur, biasanya ditandai dengan mendengkur keras. Juga penderita diabetes, penyakit ginjal, kram otot, arthritis atau penyakit yang mendadak seringkali menyebabkan kesulitan untuk tidur.

3. Obat-obatan

Mengkonsumsi obat-obatan psikoaktif atau stimulan, termasuk obat-obatan tertentu yang mengandung amfetamin, methylphenidate, MDMA dan modofanil. Seperti obat pengurus badan yang mengandung amfetamin adalah contoh bahan yang mengakibatkan susah tidur.

4. Gaya hidup

Kebiasaan minum kopi, teh di malam hari, mengkonsumsi alkohol, kokain dan nikotin. Kafein dan nikotin adalah zat stimulan. Alkohol dapat mengacaukan pola tidur anda. Juga pola makan yang buruk. Mengkonsumsi makanan berat sesaat sebelum pergi tidur bisa menyulitkan kita untuk tertidur.

5. Perubahan Hormon

Adanya pergeseran hormon, seperti haid yang datang lebih cepat atau menopause yang terjadi lebih dini atau bisa juga terjadi pada perempuan yang sedang mensturasi. Juga pada orang yang berusia lanjut karena terjadi perubahan factor biologis dalam dirinya.

6. Kurang aktivitas

Kurangnya melakukan aktivitas olahraga akan menjadi salah satu pencetus penyakit insomnia. Kurang aktivitas membuat otot tidak ada pergerakan hingga tidak menimbulkan rasa “lelah” yang membuatnya ingin tidur.

7. Lingkungan yang kurang nyaman.

Lingkungan yang terlalu bising bisa membuat kita menjadi susah tidur. aplagi jika kita tinggal di lingkungan dekat dengan lintasan pesawat terbang, lintasan kereta api, pabrik dengan mesin yang terus beroperasi setiap malamnya atau juga suara tv yang terlalu keras.

8. Parasomnia

Yang meliputi gangguan tidur seperti mimpi buruk ,dan adanya rasa ketakutan akibat gangguan pada fase tidur REM (rapid eye movement), tubuh bereaksi dalam menanggapi mimpi dan tindihan (sleep paralysis) atau berjalan pada saat tidur (sleepwalking)

9. Gangguan ritme sircadian

Seperti perubahan shift  kerja dan jet lag, bisa menyebabkan tidak bisa tidur beberapa kali dan kantuk yang berlebihan pada waktu yang lain.

Untuk dapat mengatasi gangguan insomnia tersebut, kita terlebih dahulu harus tahu penyebab terjadinya yang membuat kita kesulitan tidur itu (insomnia). Penyebab-penyebab diatas dapat di kelompokan menjadi empat kelompok, yaitu penyebab secara psikologis, medis atau lingkungan dan gaya hidup.

Jika Insomnia disebakan suatu penyakit tertentu, maka harus mengobatinya terlebih dahulu. Jika penyakit insomnia disebabikan karena terjadinya gangguan psikologis seperti stres, depresi, cemas berlebihan, maka cara yang bisa dilakukan adalah dengan menghilangkan terlebih dahulu masalah-masalah berkaitan dengan psikologi itu. Dan setelah itu, insomnia baru bisa disembuhkan dan ditangani.

Jenis Insomnia

Cara menyembuhkan insomnia secara garis besar melingkupi pada dua pendekatan, yakni penggunaan obat-obatan dan juga pendekatan pola perilaku. Maka dari itu kita perlu mengetahui terlebih dahulu penyebab Insomnianya. Dilihat dari gejala yang dirasakan atau psikologis yang dialami, maka kita bisa klasifikasikan insomnia menjadi tiga jenis kondisi :

1. Insomnia temporer

Insomnia temporer adalah tipe insomnia yang biasanya hanya berlangsung tidak begitu lama, yaiitu sekitar kurang dari satu minggu. Insomnia temporer ini biasanya terjadi karena pengaruh lingkungan atau stres.

2. Insomnia akut

Biasanya penderita akan menngalami gangguan tidur selama kurang dari satu bulan. Dan biasnya insomnia akut ditandai dengan penderitanya yang akan tetap mengalami masalah dalam memulai tidur atau dengan mempertahankan tidur, meskipun dengan suatu kondisi yang memungkinkan untuk bisa nyaman tidur.

3. Insomnia kronis

Insomnia jenis ini biasanya akan berlangsung lebih dari satu bulan. Orang yang menderita gangguan insomnia kronis ini biasanya akan mengalami halusinasi yang sangat parah seperti merasa melihat benda-benda yang seolah-olah bergerak lambat secara slow motion dan mengalami masalah penglihatan ganda (double vision), yaitu persepsi penglihatan, melihat suatu benda tunggal seolah-olah terlihat ganda.

Cara Mengatasi Insomnia

Penyebab insomnia dan cara mengatasinya harus dianalisa dengan benar dan tepat, agar penanganan tepat dan tidak membuat insmonia ini datang lagi. Jika setelah melakukan konsultasi ke dokter dan dokter meresepkan obat-obatan, maka harus dikombinasikan dengan beberapa cara berikut ini, agar tidak mengalami ketergantungan pada obat dan cepat mengatasi kesulitan tidur (insomnia) :

ads
  1. Buatlah suasana kamar tidur terasa nyaman.
  2. Berbaringlah diatas tempat tidur disaat benar-benar ingin tidur.
  3. Melatih kebiasaan tidur yang baik. Dengan cara mempertahankan waktu mulai tidur dengan teratur.
  4. Melakukan hubungan seksual sebelum tidur. Hubungan seksual suami istri besar sekali pengaruhnya terhadap mendapatkan tidur yang baik.
  5. sebaiknya gunakanlah tempat tidur hanya untuk tidur dan berhubungan sex, jangan membaca atau nonton televisi di tempat tidur.
  6. Jagalah agar ruangan tetap gelap, dingin, dan juga tenang.
  7. Bangunlah dengan waktu yang sama di setiap pagi hari.
  8. Melakukan olahraga dengan teratur di pagi hari
  9. sebaiknya jangan makan berlebihan menjelang tidur.
  10. Hindarilah aktivitas mental yang memicu emosional berlebih disaat malam hari datang.
  11. Makanlah makanan yang mengandung protein tinggi sebelum tidur seperti susu hangat dan keju. Kandungan yang merupakan salah satu unsur senyawa asam amino yang berasal dari protein bisa dicerna yang membantu Anda agar bisa tidur dengan mudah.
  12. Memenuhi asupan makanan yang mengandung magnesium dan kalsium (Baca : makanan yang mengandung kalsium). Makanan jenis ini sangat penting untuk dipenuhi kebutuhannya di dalam tubuh. Karena jika tubuh kurang mengonsumsi jenis makanan ini, maka akan membuat tidur menjadi kurang nyenyak. Selain itu, magnesium dapat membantu untuk membuat tubuh menjadi lebih rileks dan juga membuat otot tidak tegang dan kalsium yang mempunyai efek baik untuk membantu menenangkan pikiran
  13. Melakukan meditasi (seperti yoga) dan latihan pernapasan. Meditasi untuk kesehatan dapat digunakan untuk membuat tubuh kita menjadi lebih rileks.
  14. Selama proses penyembuhan insomnia, sebaiknya usahakan untuk menghindari tidur siang agar bisa mendapatkan tidur yang berkualitas di waktu malam hari.
  15. Jangan minum alkohol, minuman yang mengandung kafein, dan juga nikotin. Karena zat jenis ini malah akan membuat menjadi gelisah
  16. Jangan mengonsumsi minuman seperti kopi dan juga obat-obatan jenis tertentu yang malah memicu terjadinya insomnia.

Makanan Yang Harus Di Hindari

Berikut adalah jenis-jenis makanan dan minuman yang seharusnya dihindari menjelang tidur

  1. Minum Kopi Kafein yang terkandung dalam kopi bisa menstimulasi pergerakan syaraf sehingga menimbulkan energy ekstra. (baca : bahaya kopibahaya kafein)
  2. Makanan Pedas. Walaupun makanan pedas bermanfaat untuk proses penyembuhan, namun bila dimakan menjelang tidur takut membuat perut panas, sehingga membuat kita terjaga saat tidur (bahaya makanan pedas)
  3. Makanan yang mengandung kolesterol tinggi / berlemak. Makanan berlemak tinggi bisa membuat pencernaan bekerja ekstra menjelang tidur dan terjadi peningkatan risiko heartburn, yaitu asam lambung yang naik kembali ke kerongkongan.
  4. Makanan manis. Cookies, cake coklat dan makanan manis lainnya akan meningkatkan gula darah sehingga tubuh menjadi lebih berenergi
  5. Coklat hitam. Kandungan senyawa teobromin, feniletilamin dan anadamin dalam coklat hitam bisa memacu jantung berdetak lebih kencang sehingga wajib dihindari menjelang tidur.
  6. Alkohol. Mengkonsumsi alkohol dapat mengganggu tidur dan menyebabkan terjaga ketika tidur dan tidur tidak berkualitas. (Baca : bahaya alkohol)
  7. Es krim. Es krim dapat meningkatkan kadar gula darah yang merangsang otak untuk tetap terjaga.
  8. Oat. Kandungan senyawa melatonin pada oat sebenarnya baik buat tidur, tetapi serat larut yang tinggi dalam oat justru efek yang berlawanan.
  9. Daging merah. Daging merah dapat membuat pencernaan bekerja lebih ekstra.
  10. Sayuran. sayur – sayuran berdaun hijau bersifat diuretik yang merangsang tubuh untuk buang air.

Nah itulah informasi mengenai insomnia yang harus menjadi pelajaran berharga bagi kita bersama karena dmapak dari kelainan ini sangat mematikan untuk jangka panjang.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!