Sponsors Link

Hemofilia

advertisement

Ketika anda mengalami luka pada bagian tubuh anda, berapa lama kah luka tersebut dapat mongering? 1 hari, 2 hari, seminggu, atau bahkan sebulan? Pada umumnya, secara normal luka kecil seperti sayatan dapat mongering dengan cepat dalam waktu beberapa jam atau dalam satu hari. Luka yang sedang hingga parah, seperti luka kerena terparut aspal, pecahan kaca, terbakar atau pun karena kecelakaan lalu lintas membutuhkan waktu lebih lama untuk mongering, antara beberapa hari hingga kurang lebih satu minggu. Namun apa yang terjadi ketika luka tersebut sulit mengering, bahkan setelah lebih dari seminggu, atau bahkan sebulan lebih? Mungkin itu adalah tanda – tanda bahwa anda mengalami hemofilia.

Apa itu hemofilia?

hemophiliaHemophilia merupakan suatu kelainan pada tubuh yang mengganggu fungsi dari pembekuan darah. Hemophilia sendiri berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari 2 kata, yaitu Haima dan Philia. Penyakit ini menyebabkan darah akan sulit mengalami pembekuan, dapat dapat terlihat dari begitu lamanya proses pengeringan luka.

Bagaimana Hemofilia bisa terjadi?

Hemofilia terjadi karena seseorang kekurangan faktor – faktor yang dapat membentuk pembekuan darah. Hampir dipastikan, seseorang memiliiki bakat menderita hemophilia karena faktor keturunan. Pembawa penyakit hemophilia adalah keturunan dari orang tua, yang diturunkan ke anaknya. Hampir sulit menemukan kasus terjadinya hemophilia yang disebabkan oleh faktor lain, selain faktor keturunan atau bawaan.

Apa saja Jenis Hemofilia ?

Secara umum, hemophilia terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Hemofilia A dan Hemofilia B. Berikut ini penjelasannya :

  1. Hemofilia A

Hemofilia A sering disebut dengan istilah Hemofilia klasik. Hal ini disebabkan karena hemophilia A merupakan jenis hemophilia yang banyak terjadi pada manusia. Merupakan jenis hemophilia yang muncul karena faktor keturunan, dan banyak terjadi kasusnya di dalam dunia medis.

Hemophilia A lebih banyak terjadi pada laki – laki dibandingkan wanita. Wanita biasanya hanya bersifat membawakan hemophilia, dan jarang menderita hemophilia A. Namun, apabila ada seorang wanita yang mengalami hemophilia, biasanya disebabkan oleh dua hal, yaitu sang ibu yang sudah membawa bakat hemophilia, dan ayahnya yang juga seorang penderita hemophilia.

  1. Hemofilia B

Hemofilia B merupakan kelainan dalam pemebekuan darah yang disebabkan oleh faktor kurangnya protein pembeku darah. Hemofilia B juga sering disebut dengan Christmas Disease, yang merupakan nama dari penemu hemophilia B ini, yaitu Steve Christmas.

Pada dasarnya, secara umum penyakit hemophilia, baik hemophilia A maupun hemophilia B adalah jenis penyakit yang jarang ditemui. Beberapa statistic menunjukkan bahwa penyakit hemophilia A terjadi pada 1 orang di antara 10.000 orang. Sedangkan statistic untuk hemophilia B menyatakan bahwa penderita hemophilia B lebih jarang ditemui, yaitu sekitar 1 orang dari 50.000 orang.

Tingkatan Hemofilia

Baik hemophilia A dan hemophilia B memiliki 3 tahap tingkatan yang menunjukkan seberapa parahnya kelainan tubuh dalam melakukan pembekuan darah. Ke – 3 tingkatan tersebut adalah :

  1. Ringan

Hemophilia ringan jarang sekali mengalami pendarahan. Biasanya penderita hemophilia ringan masih memiliki kemampuan pembekuan darah yang hampir sama dengan orang normal, namun memanga sedikit lebih lambat mengalami pengeringan luka. Namun demikian, penderita hemophilia ringan juga dapat mengalami pendarahan yang tidak biasa dan berbeda dengan orang normal, yaitu ketika :

  • Melakukan Operasi
  • Mencabut Gigi
  • Luka serius ( terbakar, terjatuh, dsb )
  • Kemungkinan terjadi pendarahan lebih banyak pada wanita ketika mengalami menstruasi.
  1. Sedang

Penderita hemophilia sedang memiliki potensi mengalami pendarahan yang lebih buruk daripada penderita hemophilia ringan. Namun demikian, gejala yang dialami oleh penderita hemophilia sedang tidaklah separah hemophilia berat. penderita hemophilia ringan akan mengalami pendarahan ketika :

  • Aktivitas tubuh yang terlalu berat
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Olahraga yang berlebihan
  • Perjalanan jarak jauh yang melelahkan
  1. Berat

Hemophilia berat adalah jenis hemophilia yang paling parah dan berbahaya. Mengapa? Hal ini disebabkan oleh penderita hemophilia berat akan mengalami pendarahan dalam intensitas waktu yang sangat sering. Pendarahan dapat terjadi, mungkin beberapa kali dalam waktu 1 bulan. Selain itu, pendarahan juga terjadi secara tiba – tiba tanpa sebab yang jelas. Hal ini sangat berbahaya, karena :

  • Menyebabkan penderita kehabisan darah
  • Anemia atau kekurangan darah
  • Infeksi
  • Tubuh menjadi sangat lemas
  • Memiliki keterbatasan untuk melakukan aktivitas sehari – hari
  • Yang paling parah adalah kematian, karena pendarahan akan terjadi dengan sangat hebat, dan sulit terjadi proses pembekuan darah.

Ciri Ciri Hemofilia

Secara umum, terdapat beberapa tanda – tanda atau ciri tertentu yang dapat dirasakan pada penderita hemophilia. Tanda – tanda tersebut antara lain :

  1. Warna kulit kebiruan

Warna kulit kebiruan, atau biasa disebut dengan lebam – lebam pada kulit merupakan salah satu tanda terjadinya pendarahan pada bagian bawah kulit anda. pada orang normal, kondisi lebam ini akan bertahan dalam waktu singkat. Namun, pada penderita hemophilia, hal ini akan bertahan sangat lama, seakan tidak akan hilang lebamnya. Selain itu, lebam – lebam pada tubuh ini juga disertai oleh :

  • Bengkak pada sekujur tubuh
  • Area lebam yang meluas
  • Bengkak dengan warna kemerahan
  1. Luka yang sulit atau lambat mongering

Apabila anda mengalami luka yang sangat lama sembh dan mongering, itu adalah satu gejala hemophilia yang paling umum terjadi. Luka yang sulit mongering ini trjadi karena tubuh sulit melakukan pembekuan darah, karena hemophilia.

  1. Sering atau mudah mengalami pendarahan

Sering mengalami pendarahan yan cukup parah, dan terus menerus juga merupakan suatu tanda bahwa tubuh anda memiliki penyakit hemophilia. Sama seperti luka yang sulit mongering, pendarahan ini terjadi karena tubuh sulit untuk melakukan proses pembekuan darah, sehingga menyebabkan pendarahan, bahkan pada penderita hemophilia berat, pendarahan dapat terjadi tanpa sebab yang jelas.

Cara Mengatasi Hemofilia

Untuk mencegah hemophilia, mungkin merupakan hal yang sulit untuk dilakukan, namun untuk mengatasi hemophilia, anda dapat melakukan beberapa pendekatan medis dan terapi – terapi untuk memaksimalkan proses pembekuan darah anda, yaitu :

  1. Replacement Therapy. Merpakan terapi ‘penggantian’ dan penambahan dari faktor yang menyebabkan terjadinya hemofilia
  2. Desmopressin. Merupakan hormone buatan manusia yang digunakan untuk mengatasi hemofilia yang masih berada dalam tahap ringan.
  3. Antifibrinolytic Medicines. Merupakan jenis obat – obatan atau pil yang dikonsumsi bersamaan dengan replacement therapy. Pil ini berfungsi untuk mencegah terjadinya pendarahan pada tubuh penderita hemofilia.
  4. Terapi spesifik pada titik pendarahan. Menggunakan obat – obatan pada titik pendarahan, yang berguna untuk mengurangi rasa sakit dan pendarahan pada bagian tertentu dalam tubuh.

Itulah beberapa informasi mengenai apa itu hemophilia, dan bagaiman gejala serta cara mengatasi nya. Semoga bermanfaat.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!