15 Terapi Autis Paling Terekomendasi

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Autisme merupakan sebuah jenis gangguan kesehatan di mana fokus gangguan ada pada perkembangan saraf secara kompleks. Seringkali juga autisme ini dianggap menjadi salah satu jenis gangguan mental pada anak. Hal ini pada umumnya terjadi memang pada anak-anak dan salah satu tandanya adalah sang anak yang sulit berinteraksi sosial. Perilaku bocah autisme pun sangat terbatas berikut juga cara mereka berkomunikasi, namun ada terapi autis yang siap membantu agar membuat kondisi lebih baik.

(Baca juga: kelainan kromosom – ciri-ciri penderita sindrom asperger)

1. Terapi Obat

Obat juga bisa diberikan kepada para penderita autisme di mana tujuan pemberian obat adalah supaya autisme bisa disembuhkan. Obat juga diberikan sebagai upaya untuk membuat kondisi gejala autisme bisa diperbaiki secara langsung. Biasanya, obat yang diberikan kepada penderita memiliki manfaat sebagai penurun gejala sampingan yang diderita.

Terapi obat untuk para penderita autisme ada dua macam, tentunya hal ini ditentukan berdasarkan kondisi pasien itu sendiri. Jenis obat yang biasa diberikan antara lain adalah:

  • Obat khusus untuk mengatasi perilaku pasien yang agresif di mana biasanya bisa melakukan hal-hal negatif, seperti tindakan melukai diri sendiri.
  • Obat khusus untuk mengatasi perilaku hiperaktif, kejang, depresi, dan tak mampu untuk konsentrasi.

2. Terapi Makanan

Terapi makanan mungkin masih belum banyak dipahami, namun sebenarnya jenis terapi ini mengutamakan gizi untuk anak-anak penderita autisme. Tak hanya itu, terapi makanan juga diperuntukkan bagi anak yang memiliki alergi makanan. Makanan sangat penting dalam penyembuhan karena ada sejumlah makanan yang membuat gejala autisme bertambah parah.

Pada terapi ini, orang tua yang mempunyai anak autis akan diberi solusi dalam menyediakan menu harian yang terbaik bagi si kecil. Menu yang dipandu nanti akan lebih sesuai dengan kebutuhan sang buah hati karena memang dianjurkan langsung oleh ahli gizi sehingga lebih terpercaya.

(Baca juga: penyebab down syndrome)

3. Terapi Visual

Jenis terapi ini juga merupakan jenis terapi yang mampu membantu penderita autisme menjadi lebih baik nantinya dengan memanfaatkan visual. Seperti kita ketahui, individu penderita autisme pada dasarnya lebih gampang belajar dengan melihat. Maka penting untuk memilih terapi yang tepat sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pada terapi jenis ini, biasanya tujuan dilaksanakannya adalah supaya metode belajar berkomunikasi lewat gambar bisa dikembangkan. Tak hanya gambar-gambar saja yang menjadi media dalam membantu menyembuhkan anak autis, tapi juga sejumlah video games. Ketrampilan komunikasi anak pun akan menjadi berkembang baik berkat sejumlah gambar dan video games tersebut.

4. Terapi Perkembangan

Para orang tua biasanya khawatir karena mengetahui bahwa anaknya yang merupakan penderita autisme akan menjadi sulit berkembang dalam kemampuan sosialnya. Oleh karena itu, terapi perkembangan sangat diperlukan untuk membantu agar anak penderita autisme bisa meningkatkan kemampuan bicara sekaligus interaksi dengan orang lain yang ada di sekitarnya.

Dasar dari terapi ini adalah kondisi anak penderita autisme yang sedikit banyak telah melewatkan kemampuan bersosialisasinya. Terapi perkembangan ini juga disebut dengan istilah Floortime di mana akan membantu anak-anak tersebut untuk lebih berani berinteraksi dengan didukung oleh orang tuanya. Maka dari itu, pada terapi ini pun peran orang tua lebih-lebih dibutuhkan.

(Baca juga: penyebab epilepsi)

5. Terapi Biomedik

Penderita autisme biasanya memiliki fungsi abnormal pada otaknya dan tujuan utama dari pemberlakuan terapi ini pada sang anak adalah untuk membersihkan fungsi-fungsi yang tak sesuai tersebut. Kelompok dokter pada Defeat Autism Now-lah yang mengembangkan metode terapi satu ini dan diharapkan bahwa metode ini bekerja dengan baik dalam membuat performa susunan saraf pusat penderita membaik.

Ketika kesehatan sistem saraf otak atau pusat lebih baik, otomatis gejala autisme yang selama ini Anda lihat pada si kecil pun akan berkurang atau justru menghilang. Pada umumnya, terapi ini ditempuh oleh penderita autisme sebagai pelengkap terapi lainnya sehingga saraf di dalam tubuh penderita dapat diperbaiki.

6. Terapi Musik

Penderita autisme bisa juga disembuhkan dengan jenis terapi musik, di mana musik digunakan supaya integrasi psikologis, emosional dan fisik penderita dapat terjadi lebih baik. Hal tersebut disebutkan pada tahun 2002 oleh Canadian Association for Music Therapy sehingga memang dijamin baik serta efektif bagi penderitanya.

Terapi ini juga diketahui mempunyai sifat terapeutik yang memang sangat berguna dalam menjadi peningkat fungsi sosial, perilaku, fisik, psikologis, kognitif, sensorik motorik serta komunikasi dari pasien. Seperti kita tahu, musik banyak membantu sebagai cara mengatasi stres dan cara menenangkan pikiran seseorang, jadi boleh juga dicoba untuk menyembuhkan sistem saraf penderita autisme.

(Baca juga: penyebab epilepsi pada orang dewasa)

7. Terapi Wicara

Tak hanya terapi musik dan obat, terapi wicara pun termasuk salah satu jenis terapi yang banyak digunakan dan diandalkan oleh para orang tua yang mempunyai anak autis. Autisme adalah kondisi pada anak yang akan membuat penderitanya mengalami sulit berbahasa sehingga tak lancar dalam berbicara meski memang tak terjadi pada semua anak.

Namun apabila anak Anda adalah salah satu yang mengalami kesulitan tersebut, terapi wicara ini dibutuhkan supaya cara bicaranya bisa berkembang. Ketika kemampuan bicara berkembang pada si anak, tentunya interaksi dengan orang lain pun menjadi lebih baik dan mudah. Dengan demikian, kehidupan sosialnya tak lagi terbatas.

8. Terapi Bermain

Memanfaatkan pola permainan dalam menyembuhkan autisme pada anak juga adalah terapi yang baik dan bisa diandalkan. Media pola permainan adalah suatu terapi yang juga menawarkan efektivitas tinggi di mana anak penderita autisme akan secara otomatis diberikan kebebasan dalam mengekspresikan dirinya. Pada terapi ini, anak Anda akan diminta untuk bereksplorasi.

Akan ada ahli atau terapis yang membantu anak Anda dalam menjalani terapi ini dengan baik di mana kekuatan terapeutik permainan adalah yang digunakan. Hal tersebut dilakukan sebagai sebuah metode penyelesaian kesulitan-kesulitan psikososial dan dari situ akhirnya penderita pun menjadi lebih berkembang secara lebih optimal.

(Baca juga: terapi syaraf kejepit)

9. Terapi Fisik

Penderita autisme juga membutuhkan terapi fisik karena pada dasarnya pada kondisi autisme, penderitanya mengalami gangguan pada motorik kasarnya sehingga tak mampu untuk berkembang. Bahkan mungkin kita sendiri pernah melihat ada beberapa kasus penderita autisme yang ketika berjalan seperti tidak kuat. Hal tersebut pada dasarnya disebabkan oleh tonus otot yang sedang lembek.

Tubuh pun memiliki keseimbangan yang kurang baik pada penderita sehingga memang terapi fisik adalah solusi yang paling membantu nantinya. Otot-otot penderita akan menjadi lebih kuat dengan bantuan terapi fisik yang tepat dan ada 2 jenis metode terapi yang paling direkomendasikan. Dengan 2 terapi inilah tubuh anak dapat lebih seimbang dan kuat:

  • Terapi Integrasi Sensoris
  • Fisioterapi

10. Terapi Perilaku

Jenis terapi ini berfokus pada bagaimana memberikan reinforcement pada anak penderita autisme secara positif ketika ia merespon instruksi yang diberikan dengan tepat. Terapi ini tidak akan memberlakukan hukuman, namun apabila misalnya anak menjawab salah, reinforcement positif itulah yang akan diberikan sesuai dengan yang disukai oleh sang anak.

Tujuan dari terapi ini adalah sebagai peningkat pemahaman anak dan membuatnya lebih mudah patuh pada aturan yang telah dibuat. Hasilnya terbilang cukup efektif dan sangat signifikan jika menempuh terapi ini secara intensif. Jadi supaya hasilnya memuaskan, tentu penerapan intensiflah yang perlu dilakukan.

(Baca juga: terapi sakit jiwa)

11. Terapi Okupasi

Otot-otot halus pada anak penderita autisme juga sangatlah dibutuhkan karena perkembangan motorik halus mereka yang terlambat dan ini terjadi pada hampir seluruh kasus autisme pada anak. Terapi inilah yang membantu anak agar lebih baik pada bagian ototnya sehingga berfungsi secara tepat, seperti ketika memegang benda atau menyuapkan makanannya sendiri.

12. Terapi Integrasi Sensoris

Untuk mematangkan susunan saraf pusat anak penderita autisme, maka diperlukanlah penempuhan terapu ini. Dengan terapi ini, anak pun akan terbantu dalam membuat struktur susunan saraf pusat beserta fungsinya menjadi jauh lebih baik. Koneksi sinaptik pun akan dirangsang secara lebih kompleks sehingga kapasitas belajar anak jauh lebih besar dari sebelumnya.

13. Terapi Pengobatan Alternatif

Pengobatan alternatif pun dapat menjadi solusi bagi anak-anak yang menderita autisme. Memang dokter atau ahli medis tidaklah menyarankan terapi pengobatan alternatif, namun banyak orang tua yang menempuh jalan demikian. Karena cukup kontroversial, maka memang lebih berisiko, tapi juga bukan berarti sama sekali dilarang. Anda bisa konsultasikan lebih dulu dengan dokter agar lebih aman.

(Baca juga: terapi susah tidur – jenis-jenis penyakit saraf)

Itulah sejumlah terapi autis yang dianggap paling ampuh dalam memerangi gejala autisme pada anak. Bila buah hati Anda mengalami gejala autisme, maka bersiaplah untuk membawanya menempuh beberapa terapi tersebut sesuai dengan kondisinya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn