Sponsors Link
     Sponsors Link

12 Bahaya Epilepsi Pada Anak dan Dewasa

ads

Epilepsi adalah salah satu jenis penyakit yang menyebabkan gangguan pada bagian sistem syaraf pusat. Kondisi ini kemudian akan menyebabkan kejang, kehilangan kesadaran dan tingkah laku yang aneh ketika serangan terjadi. Gejala ketika serangan akan terjadi adalah seperti kehilangan fokus pandangan dan kemudian diikuti oleh gerakan tangan dan kaki yang tidak terkontrol. Serangan ini akan membuat penderita epilepsi juga kehilangan kesadaran sehingga tidak mengetahui apa yang terjadi.

Bagian yang paling berbahaya dari epilepsi adalah kondisi kejang dan serangan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Berikut ini adalah resiko bahaya yang bisa mengancam penderita epilepsi.

  1. Cedera

Penderita epilepsi ketika terjadi serangan kejang biasanya terjadi dalam waktu yang sangat mendadak. Resiko cedera berhubungan dengan kondisi mengenai kapan dan dimana kejang itu terjadi. Jika seorang penderita epilepsi sedang sendiri dan kemudian terjatuh ke tempat dengan permukaan keras maka bisa menyebabkan cedera. Resiko cedera yang bisa terjadi adalah seperti memar, luka pada kepala, mulut, cedera gigi dan bagian tubuh lain.

  1. Kecelakaan

Biasanya penderita epilepsi memang tidak diberikan ijin untuk bisa mengendarai kendaraan sendiri. Namun beberapa orang yang ingin tetap hidup normal dengan epilepsi bisa tetap mengendarai kendaraan dengan pengawasan yang ketat. Keadaan ini akan meningkatkan resiko kecelakaan yang bisa melukai diri mereka sendiri atau orang lain, terutama ketika terjadi serangan kejang saat mengendarai kendaraan.

  1. Kerusakan Otak

Serangan ketika epilepsi menyebabkan beberapa sistem sel syaraf dalam otak juga terganggu. kondisi ini bisa menyebabkan bagian beberapa sel dalam otak tidak berfungsi selama serangan. Kemudian sel-sel saraf akan kembali normal setelah serangan kejang berhenti dan penderita mulai sadar sendiri. Tapi akibat serangan kejang yang terlalu sering maka bisa menyebabkan fungsi sel syaraf dalam otak mengalami penurunan fungsi. Hal ini kemudian bisa mempengaruhi keadaan otak secara signifikan seperti melemahnya kemampuan kecerdasan dan fisik secara umum.

Baca juga : Bahaya alkoholbahaya merokokbahaya narkobaefek bahaya ganjabahaya morfin

  1. Epileptikus (Kejang Panjang)

Epileptikus adalah sebuah kondisi yang menggambarkan ketika penderita epilepsi mengalami kejang kemudian kejang yang seharusnya bisa berhenti sendiri namun tidak terjadi. Kejang yang sangat panjang berarti membuat penderita mengalami epileptikus. Kondisi ini bisa menjadi sangat berbahaya hingga mengancam nyawa. Biasanya penderita epilepsi membutuhkan obat untuk menghentikan kejang jika kejang terjadi selama lebih dari 10 menit. Hal kondisi ini bisa menyebabkan kematian.

Sponsors Link

  1. Luka Bakar (Terjatuh dalam Media Api)

Serangan epilepsi yang bisa terjadi dimana saja dan kapan saja memang sangat berbahaya. Salah satu hal yang berbahaya adalah jika terjatuh ke dalam api atau media api. Kondisi ini kemudian akan menyebabkan anak-anak dan orang dewasa bisa terkena luka bakar. Bahkan jika posisi terjatuh ke dalam api mengenai organ vital maka bisa menyebabkan kematian (Baca : Penanganan luka bakar).

  1. Tenggelam

Penderita epilepsi yang terjatuh ke dalam air juga bisa mengalami resiko bahaya yang sangat berat.Tenggelam ketika terjatuh ke dalam air bisa menyebabkan penderita kehilangan kesadaran, kerusakan otak yang sangat parah dan kematian. Karena ketika penderita epilepsi mengalami kejang dalam air maka tubuh tidak mendapatkan oksigen. Kematian menjadi resiko yang paling besar jika penderita tenggelam ke dalam air.

  1. Kematian Mendadak

Penyebab Kematian mendadak dari penyakit epilepsi adalah sindrom yang mengancam semua penderita epilepsi untuk anak-anak maupun orang dewasa. Sindrom ini terjadi ketika serangan epilepsi muncul dalam waktu yang tidak terduga dimana orang di sekitarnya tidak sempat melihat gejala yang menyerang penderita. Kejang akan berlangsung sangat singkat namun semua sistem syaraf dalam otak ternyata sudah tidak bisa bekerja. Bahkan tidak ada aliran oksigen dalam tubuh. Akibatnya berbagai fungsi organ akan gagal seperti jantung, ginjal, otak dan organ lain.

  1. Depresi

Penderita epilepsi bisa mengalami rasa cemas yang berlebihan. Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Mereka merasa sulit untuk masuk ke dalam kehidupan secara umum. Mereka sangat takut jika serangan terjadi ketika mereka sedang bermain atau berkumpul dengan teman. Kemudian rasa cemas ini akan memaksa mereka untuk terus memikirkan kondisi yang terjadi. Akibatnya maka bisa menyebabkan depresi dan mereka hanya ingin tinggal sendiri.

sponsored links
  1. Gangguan Mental

Gangguan mental adalah efek yang sangat berat akibat depresi dan gangguan kecemasan jangka panjang. Kondisi ini bisa terjadi ketika ada banyak penderita yang menyadari bahwa kondisi epilepsi bisa bertahan dalam tubuh mereka seumur hidup. Bahkan konsumsi obat belum tentu bisa mengatasi keadaan. Kerusakan syaraf yang terjadi setelah serangan kejang berulang juga bisa menganggu kemampuan fisik dan mental. Akibatnya maka penderita bisa mengalami gangguan mental yang berat.

  1. Resiko Cacat Bayi

Orang wanita dewasa penderita epilepsi yang ingin menjalani kehamilan bisa mengalami resiko bahaya melahirkan bayi yang cacat. Hal ini terjadi ketika kehamilan pada penderita epilepsi memang harus mendapatkan pengawan ketat. Serangan kejang untuk wanita hamil akan lebih sering terjadi karena faktor perubahan hormon dan kondisi tubuh. Dokter sering memberikan obat untuk mengontrol serangan kejang. Namun efeknya adalah obat ini bisa masuk ke dalam janin yang akan membuat resiko cacat bayi.

  1. Terjatuh dari Ketinggian

Resiko bahaya terjatuh dari ketinggian paling sering terjadi pada anak-anak dan orang  dewasa. Kondisi ini memang sangat sulit untuk diatasi. Serangan kejang yang terjadi ketika sedang berada dalam ketinggian akan menyebabkan penderita epilepsi terjatuh. Keadaan ini kemudian bisa menyebabkan resiko lain seperti cedera kepala, cedera fisik, cacat dan kematian. Karena itu penderita epilepsi hendaknya tidak berada dalam ketinggian seorang diri.

  1. Kehilangan Memori

Penderita epilepsi juga bisa mengalami kehilangan memori jangka pendek dan jangka panjang. Kondisi ini terjadi ketika serangan epilepsi menyebabkan fungsi memori dalam otak tidak bekerja dengan baik. Gejala dari kondisi ini adalah kehilangan kemampuan untuk mengingat nama-nama benda, nama orang dan semua kata yang bersifat pendek. Namun jika tidak diatasi maka bisa menyebabkan kehilangan memori jangka panjang atau amnesia.

Baca juga : Ciri ciri epilepsiPenyebab epilepsiPenyebab epilepsi pada orang dewasa

Cara Mencegah Bahaya untuk Penderita Epilepsi

Bahaya penderita epilepsi bisa terjadi kapan saja. Ada beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan sesuai dengan kondisi yang terjadi. Berikut ini cara mencegah bahaya yang bisa terjadi pada epilepsi.

  1. Menggunakan perlengkapan untuk melindung tubuh yang vital seperti kepala ketika sedang bepergian.
  2. Menggunakan pelindung untuk beberapa bagian tubuh yang penting seperti untuk lengan dan kaki.
  3. Memberi tahu kepada teman atau orang lain dalam lingkungan sehingga ketika serangan kejang terjadi maka bisa diberi pertolongan.
  4. Selalu mengamati gejala serangan kejang dan ketika akan kejang maka bisa diam dalam posisi yang sama.
  5. Tidak melakukan beberapa kegiatan yang berbahaya sendiri seperti menyetir kendaraan, berenang, atau memasak.
  6. Minum obat secara teratur sesuai petunjuk dokter dan melakukan pemeriksaan secara teratur.
  7. Anak-anak harus mendapatkan pengawasan orang tua ketika melakukan aktivitas sendiri.

Bahaya epilepsi memang sangat wajar terjadi dan selalu menjadi resiko untuk semua penderita epilepsi. Salah satu cara terbaik untuk mengelola agar bahaya tidak terjadi adalah menghindari semua tempat yang bisa menyebabkan bahaya resiko. Anak-anak harus mendapatkan pengawasan penuh dari orang tua dan orang dewasa bisa mengelola resiko dari kebiasaan.

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Saturday 14th, November 2015 / 12:06 Oleh :
Kategori : Epilepsi