Dilaserasi – Penyebab, Gejala, Efek Samping, Pengobatan dan Pencegahan

Dilaserasi merupakan kelainan atau penyimpangan bentuk gigi dimana strukturnya mengalami perubahan berupa lengkungan yang tajam pada mahkota atau akarnya. Dilaserasi dapat menyerang pria wanita dan menimbulkan masalah ketika pencabutan gigi dilakukan, Kondisi ini disebabkan deviasi angulasinya yang terlalu tajam, Nyaris tegak lurus dan memanjang tak beraturan.

Baca Juga:

Penyebab

Pada dasarnya munculnya dilaserasi akibat cedera selama gigi sedang mengalami pertumbuhan, Namun cedera yang dimaksud dapat terbagi menjadi :

1. Trauma fisik dan psikologi

Trauma terjadi ketika sedang masa pertumbuhan yaitu pada usia 2 sampai 5 tahun , Dimana ketika trauma terjadi maka saat itulah mahkota gigi mengalami pergeseran dan akarnya bergerak memutar dengan sendirinya secara bertahap. Trauma terjadi akibat luka fisik atau secara psikis yang terjadi akibat terjatuh, Terpeleset ketika sedang berlari, Berolahraga atau sedang melakukan aktivitas bermain.

Baca Juga:

2. Adanya Kista

Walaupun sangat jarang terjadi dilaserasi karena adanya pertumbuhan kista atau tumor (akibat tumbuhnya sel abnormal diarea akar gigi) Namun perlu diwaspadai jika kista atau tumor adalah salah satu penyebab munculnya dilaserasi. Tumbuhnya tumor pada jaringan pertumbuhan gifi lebih sering muncul akibat perubahan sel baik menjadi abnormal yang baisanya disebabkan karena pola makan buruk jangka panjang atau karena faktor kerturunan. (Baca juga : cara mengobati kista)

3. Infeksi pada saluran akar

Infeksi bisa terjadi akibat luka yang disebabkan oleh makanan yang tajam, terlalu keras yang dipaksakan untuk tetap dikunyah lalu kondisi tersebut rentan menggores lapisan pembungkus akar kemudian menembus saluran akar sehingga terjadi luka yang menyebabkan kelainan jaringan akar gigi.

Baca Juga:

4. Pembentukan benih ektopik

Pembentukan bakal tumbuh gigi yang berlebihan dan abnormal sehingga mempermudah kelainan dilaserasi pada anak anak pada usia 6 tahun.

5. Kelainan laring oskopi

Laring oskopi adalah prosedur yang dilakukan untuk menganalisa dan memeriksa kondisi tenggorokan beserta organ lain yang dekat dengannya misalnya pita suara, Agar ditemukan penyebab dari munculnya suara parau sampai kasus kehilangan suara. Kelainan pada fungsi laring dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan akar gigi.

6. Congenital inchthyosis

Kelompok heterogen gangguan dari macam macam pola resesif autosomal penurunan gen pada generasi berikutnya, Perkembangan membram kolodion dan mutasi gen yang tumbuh abnormal. Kondisi ini adalah kelainan langka yang telah menyerang 1 dari 200.000 kelahiran dimana kondisi itu dapat mempengaruhi kesehatan akar gigi atau menyebabkan kelainan pertumbuhan gigi. Pada kasus congenital inchthyosis ketika bayi dilahirkan maka akan memiliki karakter kulit yang seperti ditarik (kencang) dan Cenderung berwarna gelap.

Baca Juga:

7. Transplatasi gigi

Transplatasi gigi yang tidak benar sesuai prosedur atau tidak sesuai dengan akar gigi dan struktur tempat pertumbuhan gigi maka akan menyebabkan luka dan menimbulkan kerusakan jaringan yang menyebabkan munculnya masalah pada pertumbuhan gigi yang abnormal termasuk dilaserasi.

8. Sindrom Smith magenis

Sindrom smith magenis merupakan cacat kromoson yang langka yang dapat mempengaruhi perkembangan bagian tubuh termasuk pada rongga mulut (gigi) yang meliputi ketidakmampuan bicara, Gnagguan tidur, Gnagguan psikologis sampai bentuk wajah ayang tidak simetris. Sindrom ini dapat menyerang gigin geligi akaibat proses kelengkunagn tukang dan gigi yang berjalan abnormal.

Baca Juga:

9. Axenteld-Rieger Syndrome

Axenteld rieger syndrome merupakan gangguan mata yang dapat menyebabkan masalah pada jaringan marta dan bagian tubuh lain termasuk jaringan akar dan benih gigi, Diantaranya gigi tumbuh dengan ukuran yang kecil dan jumlah yang tidak normal (oligodontia) yang jika tidak segera diobati dapat menyebabkan munculnya dilaserasi.
proses terbentuknya jaringan gigi untuk pertama kalinya, Jika terjadi hambatan akibat cedera atau kerusakan akar dan gangguan pada benih gigi maka akan mempengaruhi struktur gigi atau memicu munculnya gejala dilaserasi.

10. Kondisi gusi

Penyebab gusi bengkak dan sakit atau kelainan jaringan lunak diarea rongga gigi dapat menyebabkan munculnya masalah dilaserasi . Kerusakan gusi tersebut disebabkan:

  • karena Laserasi atau luka terbuka pada gusi akibat benda tajam yang merobek jaringan epitel/subepitel,
  • Akibat Kontusio atau fraktur traumatik yaitu luka yang memar yang terjadi tiba tiba akibat pukulan atau hantaman berat benda tumpul yang memicu munculnya pendarahan, Pembengkakan dan peradangan akibat goresan pada lapisan kulit yang terluka
  • Akibat luka abrasi yaitu luka yang terjadi pada area superfisial yaitu goresan yang terdapat pada lapisan kulit yang telah mengalami luka akibat benda tajam ataupun tumpul.

Baca Juga:

11. Herediter

Herediter adalah penyakit genetika dimana sifat yang diturunkan pada pewaris selanjutnya akan bersifat sama misalnya berupa penyakit atau gejala salah satu jenis penyakit gigi dan mulut untuk diwaspadai termasuk pada kasus dilaserasi yaitu mudahnya muncul kelainan akar gigi akibat gangguan pertumbuhan gigi sejak anak anak.

Gejala Dilaserasi

  • Bentuk gigi bengkok
  • Tidak adanya kesejajaran antara satu gigi dengan gigi yang lain (tidak rata)
  • Sudut atas gigi cenderung runcing tumpul
  • Adanya lengkungan yang berbentuk secara acak yang dapat tumbuh pada ujung akar gigi, Sepanjang antara mahkota dan akar, Pada bagian tengah gigi atau terjadi pada leher gigi.

Baca Juga:

Efek samping dari kasus dilaserasi pada anak anak

  • Mengalami masalah ketika pengunyahan dan Kesulitan bicara
  • Terganggunya penampilan bentuk gigi secara estetika (terlihat asimetris dan nampak buruk)
  • Mengalami kemunduran fungsi rahang yang diawali dengan bentuk yang tidak simetris
  • Kondisi kesehatan gusi yang rendah yang menyebabkan mudahnya terserang luka
  • Mengalami erupsi gigi tetap yang akhirnya dapat mengganggu pertumbuhan gigi serta rahang secara bersamaan.

Baca Juga:

Diagnosa dan pengobatan

  •  Dilakukan pemeriksaan awal pada struktur gigi geligi secara keselurihan
  • Menganalisa dan bertanya apakah penderita pernah mengalami sakit gigi sebelumnya
  • Pengobatan dengan menggunakan radiografik (pengambilan foto dengan dari berbagai sudut sesuai dengan prosedur pemeriksaan) setelah itu akan ditentukan apa dan bagaimana waktu yang tepat untuk dilakukan pencabutan dan pelaksanaan perawatan sekitar akar gigi. Penggunaan radiografik bertujuan agar analisa dan hasil pemeriksaan akurat tentang kerusakan jaringan periodontal pada sekitar akar gigi.
  • Jika saluran akar mengalami gangguan maka akan dilakukan pengangkatan jaringan pulpa yang sudsah mengalami infeksi dari area pulpa dan saluran akar lalu akan diisi penuh dengan penadat 9pengisi) saluran akar supaya terhindar dari kelainan yang lebih luas serta tidak mengalami infeksi ulang.

Baca Juga:


Pencegahan

  • Agar gejala dilaserasi tidak menyerang anak anak, Sebaiknya memeriksakan kondisi rongga mulut yang meliputi, Gigi, Akar gigi, Gusi dan lain lain agar dapat diketahui apakah ada tanda tanda anak terserang kelainan mahkota dan akarnya. (Baca Juga: Obat Alami Sakit Gigi)
  • Memperbaiki dan menjalani pola makan dan gaya hidup sehat yang berkaitan dengan kesehatan rongga mulut misalnya menghindari merokok, Mengkonsumsi obat obatan terlarang atau obat warung tanpa resep dokter, Membiasakan diri memeriksaan gigi secara berkala dan meningkatkan kualitas nutrisi makanan setiap harinya.
  • Segera hubungi dokter yang terkait ketika ditemukan gejala awal munculnya dilaserasi pada anak anak agar bentuk gigi yang tumbuh dapat segera diperbaiki dan tidak mengalami pembengkokan yang tajam (Yang membentuk sudut atau kurve) serta tidak mempengaruhi kondisi saluran akar gigi. (Baca Juga: Obat Sakit Gigi Sangat Ampuh)
  • Berkonsultasi pada dokter dan tim kesehatan ibu dan anak yang terkait ketika sedang hamil untuk pencegahan munculnya dilaserasi pada bayi sebelum dilahirkan, Apalagi jika ibu hamil memiliki riwayat penyakit keturunan yang cenderung mempermudah muncuknya kelainan pada rongga mulut termasuk jaringan gigi yang didapat dari kedua atau salah satu orangtuanya.
  • Menghindari pukulan, Hantaman, Terjatuh, Terpeleset atau terpental atau kurangi aktivitas apapun yang dapat mencederai rongga mulut termasuk gigi dan rahang seperti berlari, Panjat memanjat, Melompat dari tempat ketinggian dan lain lain yang biasanya dilakukan pada anak anak. (Baca Juga:Penyebab Gusi Sering Berdarah)
  • Ketika anak anak telah mengalami jatuh dan mengalami cedera pada dagu, Rahang atau gigi depan sebaiknya segeralah berobat pada dokter yang terkait agar secepatnya dapat dilakuakn perawatan dan pencegahan munculnya kerusakan pada akar gigi atau saluran akar.
  • Jika ada pertumbuhan gigi yang terlalu aktif dan berjumlah lebih banyak dari kondisi normal sebaiknya segera konsultasikan pada ahli gigi agar sesegera mungkin dapat diatasi untuk mencegah pertumbuhan akar dan bagian tengah gigi supaya tidak ikut menjadi abnormal. (Baca Juga: Penyebab Gigi Ngilu)
  • Jika pada orang dewasa ingin memutuskan untuk memakai gigi tanam atau metode transplatasi gigi sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter ahli dental and ortopedi terpercaya yang awalnya akan dilakukan peneriksaan pada rongga mulut secara keseluruhan agar didapat cara paling tepat untuk dilakukan transplatasi gigi dan terhindar dari munculnya gejala dilaserasi setelah penanaman gigi selesai.

, , ,
Post Date: Tuesday 13th, June 2017 / 22:05 Oleh :
Kategori : Dilaserasi