Diabetes Tipe 1 – Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Cara Mengatasi

Diabetes terbagi menjadi 2 tipe, yaitu tipe 1 dan 2, dan kali ini yang akan diulas lebih detil adalah diabetes tipe 1 di mana tipe 1 ini adalah kondisi penyakit yang sudah pada tahap kronis. Tubuh yang tidak lagi mampu menghasilkan insulin bisa dijadikan penanda bahwa penyakit diabetes tipe 1 telah menyerang Anda dan hal ini dikarenakan oleh adanya kelainan autoimun pada sel beta yang berada pada pankreas sudah rusak. Seringnya, diabetes tipe 1 memang lebih dialami sewaktu masih anak-anak, namun kemudian bisa mengalami perkembangan ketika orang dewasa menginjakkan usia di antara 30 tahun awal dan 40 tahun awal.

Pankreas merupakan salah satu organ di dalam tubuh yang tak dapat menghasilkan insulin ketika menderita diabetes tipe 1, maka tak heran jika akhirnya penderita perlu memperoleh suntikan insulin per harinya. Tak hanya suntikan insulin, kadar gula darah pun perlu dijaga oleh para penderita agar tetap dalam kondisi seimbang Yang paling baru, ada kabar yang menyatakan bahwa ada bukti yang mengaitkan diabetes tipe 1 yang berkembang pada anak-anak yang umurnya 18 tahun ke atas dengan infeksi enterovirus, menurut penelitian nasional dari Taiwan.

(Baca juga: ciri-ciri gula darah tinggi)

Penyebab

Perlu dan sangat penting untuk diketahui bahwa tugas untuk membuat makanan yang masuk ke dalam tubuh sampai hancur sehingga nutrisi dan gizi atau sari-sari makanan bisa tersebar dan tersalur ke dalam darah secara sempurna itu dimiliki oleh sistem pencernaan Anda. Insulin yang diproduksi oleh pankreas yang letaknya ada di belakang lambung sehingga glukosa akan mampu dipindahkan dari darah lalu ke semua sel tubuh. Energi tubuh Anda untuk melakukan segala kegiatan didapat dari hasil pengubahan tersebut.

Itu adalah keadaan normal atau seharusnya, namun karena penderita diabetes tipe 1 memiliki pankreas yang berkurang fungsinya sehingga insulin tidak bisa terproduksi dengan baik, imbasnya adalah kadar gula pada darah tak bisa dikendalikan. Pemindahan glukosa akan terhambat ke bagian sel-sel tubuh dari darah dengan kekurangan insulin tersebut. Autoimun adalah kondisi sebenarnya dari diabetes tipe 1 yang artinya adalah segala hal berbahaya maupun asing bagi tubuh tak dapat dihancurkan maupun dilawan oleh sistem daya tahan tubuh dari penderita diabetes tipe 1.

Kekeliruan bisa terjadi dan bahkan sempat dijumpai di kasus diabetes yang bertipe 1, yaitu pada penyerangan yang dilakukan oleh sistem daya tahan tubuh terhadap sel-sel yang ada pada bagian pankreas di mana insulin akan berhenti diproduksi. Hal ini dapat terjadi ketika sel-sel pankreas dianggap bisa berbahaya bagi tubuh oleh kekebalan tubuh dan belumlah diketahui secara jelas apa yang menyebabkan reaksi dari sistem daya tahan tubuh saat berhadapan dengan organ pankreas, yaitu terutama pada sel-selnya. Diabetes tipe 1 lebih berisiko mengenai orang-orang yang memiliki keluarga inti dan salah satu anggotanya pernah menderita diabetes tipe 1.

Kalau misalnya diabetes tipe 1 tak pernah dikenal dan dialami oleh keluarga Anda, maka otomatis sangat aman karena risiko untuk terserang penyakit ini pun terbilang kecil. Karena diabetes tipe 1 berfokus pada terganggunya autoimun, lalu sebenarnya apa yang membuat risiko autoimun lebih besar?

(Baca juga: bahaya diabetes)

  1. Faktor Lingkungan

Autoimun dapat terjadi yang dipicu oleh adanya faktor lingkungan. Contoh yang paling nyata dapat membuat autoimun tersebut muncul adalah adanya paparan bahan berbahaya tertentu, seperti misalnya merkuri.

  1. Faktor Genetik

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bila Anda adalah salah satu dari banyak orang dengan keluarga beriwayat diabetes tipe 1, maka seseorang tersebut akan juga berpeluang memiliki penyakit tersebut. Autoimun pun juga bisa timbul dikarenakan faktor keturunan menurut para ahli. Reaksi kekebalan tubuh terjadi akibat adanya faktor keturunan juga.

(Baca juga: ciri-ciri gula darah rendah)

  1. Infeksi

Autoimun yang timbul sebagai penyebab dari adanya diabetes tipe satu bisa terjadi karena tubuh Anda kemungkinan menderita infeksi tertentu. Karena adanya infeksi itulah, tubuh menjadi mengalami kondisi yang lebih buruk.

  1. Perubahan Hormon

Diabetes tipe 1 juga bisa dipicu oleh adanya perubahan hormon yang menyebabkan autoimun pada jaringan tubuh, bahkan para wanita pasca melahirkan pun bisa saja terserang. Autoimun juga tak luput oleh adanya menopause, proses kelahiran dan juga kehamilan.

  1. Penyakit Kuning dari Lahir
  2. Ibu Menderita Pre-Eclampsia Semasa Hamil
  3. Mengonsumsi Air dengan Kandungan Nitrat
  4. Rendahnya Kadar Vitamin D
  5. Paparan Awal dari Susu Sapi
  6. Paparan oleh Virus Tertentu

(Baca juga: ciri-ciri diabetes kering dan basah)

Gejala

Untuk kasus diabetes tipe 1, sebenarnya ada gejala-gejala yang termasuk umum atau bisa terjadi pada penderita diabetes tipe 1 dan 2 tapi terkadang juga diabetes tipe 1 dan 2 memiliki gejala yang berbeda. Diabetes tipe 1 sendiri akan menunjukkan beberapa gejala khas, seperti di bawah ini:

  • Infeksi pada kulit.
  • Penglihatan mengalami pengaburan yang disebabkan oleh adanya bentuk lensa mata yang berubah.
  • Bagian penis atau vagina akan terkena infeksi ragi sehingga menjadikan penderita terganggu akan rasa gatalnya. (baca juga: infeksi saluran kencing)
  • Berat badan bisa turun, bahkan juga diikuti dengan massa otot yang turun.
  • Cepat dan mudah lapar meski sudah makan; ini yang dinamakan dengan hiperglikemik sebab penderitanya akan cepat lapar dan bahkan gampang haus secara berkelanjutan.

Serangkaian gejala tersebut bisa mengalami perkembangan cepat yang dialami selama beberapa minggu atau bahkan lebih cepat lagi, dalam beberapa hari. Selain dari gejala tersebut, para penderita pun bisa saja mengalami napas berat serta muntah-muntah. Jika sudah ada tanda demikian, Anda layak untuk waspada sebab keadaan diabetes artinya sudah berada di level berbahaya yang sebaiknya menempuh pemeriksaan oleh ahli medis. Sementara itu, untuk gejala umumnya yang bisa diderita oleh penderita diabetes tipe 1 dan 2 adalah:

  • Sering merasa lelah dan bahkan bisa cepat lelah.
  • Sering merasa haus yang jika tak dipenuhi dengan minum air banyak akan dapat mengalami dehidrasi.
  • Di malam hari terlalu sering buah air kecil yang disebabkan oleh sering haus dan sering minum air putih.
  • Suasana hati mudah berubah dan juga mudah tersinggung.

Gejala-gejala lainnya yang tergolong berbahaya dan harus segera mendapatkan pertolongan dokter antara lain:

  • Mengalamai demam tinggi.
  • Terasa nyeri yang parah di organ lambung atau sederhanaya adalah sakit perut.
  • Nafsu makan menurun dan lama-kelamaan menghilang.
  • Mual yang juga terkadang bisa disertai muntah-muntah.
  • Napas yang keluar aromanya mirip dengan buah-buahan.

(Baca juga: gejala yang dialami penderita diabetes melitus)

Penyakit Komplikasi

Jangan anggap enteng diabetes tipe 1 karena pada dasarnya segala organ vital pada tubuh, termasuk ginjal, mata, saraf, pembuluh darah, serta jantung bisa dipengaruhi oleh diabetes tipe 1. Tingkat gula darah perlu selalu dijaga untuk tetap normal dan stabil agar tidak memicu komplikasi. Ada beberapa gangguan komplikasi kesehatan yang bisa terjadi meski tidak secara langsung dan berkembang secara bertahap; jika tak ditangani segera, komplikasi diabetes tipe 1 dapat menjadi kondisi mengerikan yang bahkan membawa kematian bagi Anda.

Penyakit-penyakit komplikasi seperti apa yang kiranya bisa menyebabkan kondisi parah bagi tubuh? Ini adalah daftarnya komplikasi diabetes tipe 1 yang perlu dicegah sebaik mungkin.

(Baca juga: cara menjaga kadar gula darah agar normal)

  • Kerusakan Saraf/Neuropati

Apabila tidak berhati-hati dan menangani diabetes tipe 1 dengan benar, ada komplikasi yang bisa terjadi seperti kerusakan pada saraf yang bisa memberikan pengaruh buruk pada saluran pencernaan. Masalah sembelit, diare, mual serta muntah-muntah bisa saja disebabkan oleh saluran pencernaan yang terganggu. Sementara pria bisa mengalami yang namanya disfungsi ereksi oleh karena saraf yang rusak.

Kondisi ini bisa terjadi ketika dinding dari pembuluh darah yang kecil kapilernya terluka akibat kelebihan gula. Rasa sakit yang menjalar dari ujung jari kaki hingga ke organ tubuh bagian atas dapat muncul sebagai efek dari neuropati ini selain mulainya tubuh mati rasa dan kesemutan. Meski terjadi secara bertahap, tentu hal ini harus tetap mendapatkan penanganan yang cepat dan benar karena bila dibiarkan terlalu lama, gula darah yang kurang terkendali bisa membuat Anda kehilangan rasa yang lebih serius.

(Baca juga: jenis kelainan saraf)

  • Sakit Jantung dan Pembuluh Darah

Secara dramatis, diabetes bisa membuat risiko masalah kardiovaskular meningkat apabila diabetes tipe 1 ini terus dibiarkan tanpa adanya penanganan serius dan tepat. Waspadalah akan komplikasi seperti tekanan darah tinggi, pembuluh darah yang mengalami penyempitan atau aterosklerosis, stroke, serangan jantung serta nyeri dada atau yang kita biasa sebut dengan istilah angina.

  • Komplikasi Kehamilan

Tingginya kadar gula darah di dalam tubuh akan bisa membahayakan ibu-ibu yang sedang dalam keadaan hamil, tak hanya bagi sang ibu, bayinya pun bisa terpengaruh. Risiko paling besar dan mengerikan adalah keguguran, sedangkan untuk efek lainnya adalah sang bayi bisa lahir dengan kecacatan atau lahir lalu meninggal. Ini bisa terjadi saat Anda tidaklah mengendalikan diabetes dengan baik.

Risiko diabetes ketoacidosis bisa meningkat akibat diabetes tipe 1 ini dan bahkan tak hanya itu. Ibu hamil juga bisa mengalami kondisi retinopati atau masalah mata diabetes yang diikuti juga dengan berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti pre-eklamsia, serta tekanan darah tinggi karena hamil dan bukan karena kolesterol tinggi.

  • Kondisi Mulut dan Kulit

Seriusnya penyakit diabetes tipe 1 sama sekali tak boleh diabaikan karena bisa membuat penderitanya lebih gampang mengalami gangguan kesehatan kulit. Contoh kesehatan kulit yang bisa terganggu adalah jamur dan infeksi bakteri.

  • Kaki Rusak

Diabetes tipe 1 pun rupanya bisa menimbulkan komplikasi yang amat sangat mengganggu bagian kaki, yaitu kerusakan saraf serta sirkulasi darah yang memburuk. Ketika tidak ditangani dan diabaikan begitu saja, maka bila terjadi lecet atau luka pada kaki maka akan menimbulkan infeksi serius. Bila tak disembuhkan secara cepat, luka bisa menyebar dan lebih parahnya lagi, amputasi bisa saja kemudian menjadi satu-satunya jalan untuk menyembuhkannya.

(Baca juga: makanan untuk gula darah tinggi)

  • Penglihatan Rusak

Pembuluh darah retina bisa menjadi rusak di mana keadaan ini lebih populer dengan nama atau istilah diabetik retinopati yang jika tak ditangani serius, bisa memicu kebutaan. Hati-hati bila Anda didiagnosis dengan kondisi penglihatan seperti glaukoma atau katarak karena salah satu maupun keduanya bisa jadi risiko kondisi komplikasi yang meningkat lainnya.

  • Ginjal Rusak

Nefropati adalah sebutan lain untuk gangguan kesehatan tepatnya di bagian ginjal yang padahal ginjal sendiri adalah organ tubuh yang begitu vital untuk menyaring dan membuah limbah berupa racun dan zat berbahaya di dalam tubuh kita. Jika terjadi kerusakan serius, penyakit ginjal stadium akhir serta gagal ginjal bisa menjadi komplikasi kesehatan yang disebabkan. Bila hal ini sampai terjadi, transplantasi ginjal atau dialisis adalah yang akan dokter akan anjurkan sebagai solusinya.

(Baca juga: cara memastikan terkena diabetes atau tidak)

Cara Mengatasi Diabetes Tipe 1

Setelah mengetahui penyebab maupun faktor yang meningkatkan risiko kondisi, gejala dan juga serta penyakit komplikasi, Anda sebaiknya berpikir cepat untuk mendapatkan solusi pengobatan diabetes tipe 1 sesudah menyadari kejanggalan atau gejala pada tubuh Anda. Mungkin memang penyembuhan diabetes tipe 1 sendiri terbilang mustahil untuk bisa total, namun ada cara mengobati yang bisa Anda jalani supaya kadar gula darah dapat terus seimbang. Gejala yang terjadi pun bisa dikendalikan dengan cara pengobatan di bawah ini agar tidak menuju komplikasi.

(Baca juga: cara meningkatkan kadar gula darah)

  1. Insulin Melalui Terapi Pompa

Insulin bisa diperoleh oleh penderita diabetes tipe 1 dengan menggunakan metode pompa, yaitu di mana insulin ditampung di alat ini yang ukurannya terbilang kecil. Ada selang kecil yang dilengkapi dengan jarum di bagian ujung maka akhirnya pompa bisa terhubung ke tubuh pasien. Jarum yang dipakai akan dokter masukkan melalui perut demi bisa ke tubuh Anda, namun untuk alternatifnya, terkadang jarum akan dimasukan lewat lengan, paha, bokong atau pinggul.

Insuln akan tersalurkan dengan pompa tersebut untuk bisa sampai ke sirkulasi darah dan takarannya tidak perlu dikhawatirkan sebab dokter akan dapat mengaturnya, itulah alasan mengapa suntikan insulin sudah tidak diperlukan lagi. Namun, tetap saja kadar gula darah harus dipantau sehingga takaran insulin yang Anda peroleh bisa dipastikan tepat bagi tubuh. Entah untuk anak-anak, remaja atau dewasa, insulin dengan metode pompa akan sangat gampang dan terbilang lebih praktis untuk para penderita diabetes tipe 1.

Walau memang tak semua pasien akan senang memilih metode pengobatan diabetes tipe 1 dengan pompa insulin, pompa ini tetap bisa menjadi pilihan jika Anda tidak ingin melakukan suntikan. Penderita diabetes yang kerap mengalami kondisi kadar gula darah yang rendah atau hipoglikemia biasakan akan dianjurkan untuk menggunakan cara pengobatan satu ini. Harganya yang mahal menjadi salah satu alasan mengapa di Indonesia cara ini masih terlampau jarang dipilih.

(Baca juga: diabetes kering)

  1. Insulin Melalui Suntikan

Insulin dengan cara disuntikkan memang adalah pengobatan diabetes tipe 1 yang paling umum dilakukan dan dipilih oleh para pasien. Biasanya alasan mengapa pasien memilih cara ini adalah disebabkan oleh sulitnya insulin untuk dicerna apabila meminumnya yang dalam bentuk tablet. Seperti halnya makanan, insulin yang dalam bentuk tablet bila diminum akan sulit untuk terserap ke dalam darah dan keuntungan dari cara ini adalah pasien bisa melakukannya sendiri setelah mendapat panduan dari dokter.

Di awal pemakaian, mungkin Anda masih bingung dan takut-takut untuk menyuntikkan sendiri insulin ke tubuh Anda, dan dokter pada masa awal akan sangat membantu. Dokter akan mengajari bagaimana cara menyuntik yang benar, membuat insulin tersimpan dan bagaimana jarum harus dibuang secara aman. Metode penyuntikan ada dua, yaitu lewat pena atau alat suntik jarum dan pasien bisa memperoleh 2 suntikan setiap harinya.

(Baca juga: bahaya telur bagi penderita diabetes)

  • Transplantasi Islet

Para penderita dari diabetes, khususnya yang tipe 1, bisa ditolong juga dengan metode transplantasi islet. Sebagian orang mungkin masih terlalu belum familiar dengan sel islet yang merupakan salah satu jenis sel pankreas yang mampu memroduksi insulin. Sel islet sendiri akan bisa didapat dari pendonor yang telah meninggal untuk proses transplantasi, lalu baru setelah itu sel islet ini akan ditransplantasikan ke pankreas pasien dengan diabetes tipe 1.

(Baca juga: bahaya mie instan bagi penderita diabetes)


  • Memeriksakan Kadar Gula Darah Rutin

Untuk memantau naik turunnya kadar gula darah, memeriksakannya secara teratur dengan pergi ke dokter bisa dianggap termasuk dalam cara pengobatan diabetes tipe 1. Pemeriksaan kadar gula darah dianjurkan untuk ditempuh setiap 2-6 bulan sekali di mana ada keseimbangan kadar gula darah yang ditunjukkan oleh proses ini berikut juga ada jenis obat yang efektif untuk penyakit ini. Pemeriksaan lainnya yang bisa dijalani adalah HbA1c di mana tes glukosa puasa bisa dilakukan karena setelah Anda makan, konsentrasi glukosa darah biasanya bisa ditunjukkan ketika pengukuran.

Melalui tes ini, pengendalian konsentrasi glukosa darah  akan digambarkan, terutama selama 3 atau paling tidak 2 bulan terakhir. Saat glukosa diproses oleh tubuh anda, glukosa pada darah ini akan menempel di hemoglobin dan intinya, ada makin banyak hemoglobin jika kadar gula darah makin tinggi; HbA1c inilah yang disebut dengan hemoglobin. Jumlah hemoglobin dengan kandungan glukosa akan diukur dengan baik melalui tes HbA1c dan bila hasilnya tinggi pada angkanya, ini menjadi indikator bahwa Anda memiliki kadar gula darah tinggi sehingga pengobatan yang ditempuh bisa diganti.

(Baca juga: pantangan diabetes)

  • Menjaga Keseimbangan Kadar Gula Darah

Cara untuk mengatasi diabetes tipe 1 lainnya adalah dengan membuat keseimbangan kadar gula darah tetap seimbang dan dengan pola makan yang benar disertai dengan pengobatan insulin akan dapat mendukung. Memeriksakannya adalah jalan yang terbaik sebelum Anda berusaha untuk menjaga keseimbangannya; dan kadar gula darah biasanya dipengaruhi oleh:

  • Jumlah hormon yang berubah dalam masa menstruasi.
  • Konsumsi minuman mengandung alkohol tinggi.
  • Konsumsi obat lain selain untuk diabetes.
  • Sakit batuk atau pilek.
  • Intensitas maupun frekuensi olahraga.
  • Stres

(Baca juga: kadar gula darah di atas 200)

Tes darah adalah salah satu cara untuk mengetahui kadar gula darah Anda dan penderita diabetes akan sangat dianjurkan untuk melakukan hal ini. Paling tidak, dalam sehari ada 4 kali tes yang bisa dilakukan namun pada dasarnya frekuensi tes yang Anda perlukan akan dipengaruhi oleh tipe pengobatan insulin. Untuk mendapatkan penjelasan rinci dan benar, dokter Anda akan memberikannya, termasuk tentang idealnya kadar gula darah.

Normalnya takaran gula darah adalah sebagai berikut:

  • 80 hingga 144 miligram/dL setelah makan di mana ini bisa Anda periksa tepat 2 jam sehabis makan.
  • 80 hingga 100 miligram/dL sebelum Anda menikmati makan pagi/siang/malam.

Mg/dL adalah Milligrams/deciliter yang menjadi satuan paling umum digunakan di Indonesia untuk kadar gula darah. Maka penting untuk memastikan satuannya sebelum Anda ingin menggunakan dan membeli sendiri alat untuk mengetes gula darah. Berhati-hatilah dengan mencari tahu dulu supaya terhindar dari kesalahan.

(Baca juga: jeruk bagi penderita diabetes)

  • Memberi Perhatian Lebih pada Kaki

Perhatikan kondisi kaki Anda dan jaga kesehatannya dengan membersihkannya dengan menggunakan air yang hangatnya suam-suam kuku, lalu keringkan sampai sempurna, termasuk juga antar jari. Kaki Anda juga sebaiknya diberi lotion untuk senantiasa lembut jauh dari kekeringan yang bisa membuat gampang lecet. Setiap saat cek bagian kaki Anda apakah di sana ada luka, kemerahan, pembengkakan atau lecet-lecet yang mungkin Anda tidak sadari. Segera temui dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan atau luka di kaki yang tak kunjung sembuh.

(Baca juga: kopi bagi penderita diabetes)

  • Membatasi Minuman Beralkohol

Sebenarnya yang paling baik adalah menghindari minuman keras sama sekali, namun jika Anda belum bisa, mulai membatasinya adalah yang paling baik. Ingat bahwa alkohol bisa menyebabkan gula darah tinggi dan naik maupun turun tergantung apa yang Anda makan dan seberapa banyak Anda meminum minuman ini.

(Baca juga: cara mudah mencegah diabetes sejak dini)

  • Berhenti Merokok

Komplikasi diabetes bisa disebabkan oleh kegiatan dan kebiasaan merokok yang terus-terusan dan berlebihan, termasuk gangguan ginjal, kerusakan saraf, stroke dan penyakit serangan jantung. Mereka yang merokok secara aktif memiliki risiko untuk mati 3 kali lebih awal dari mereka yang tidak memiliki kebiasaan merokok namun sama-sama penderita diabetes menurut American Diabetes Association. Kalaupun dirasa sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok, mintalah bantuan dokter untuk bisa berhenti merokok.

, , ,
Post Date: Thursday 05th, May 2016 / 14:04 Oleh :
Kategori : Diabetes