Kejang Demam – Penyebab, Gejala, Diagnosa dan Penanganan

Kejang demam atau yang biasa dikenal oleh masyarakat dan dalam dunia kesehatan sebagai step adalah penyakit yang biasa menyerang atau dijumpai pada anak-anak khususnya terjadi pada anak yang meiliki umur kurang dari umur 5 tahun dan bisa dikatakan sebagai penyakit yang sering menjadi gangguan kesehatan pada anak-anak. Penyakit kejang demam ini bisa dikategorikan sebagai penyakit keturunan dikarenakan biasanya penyakit kejang demam terjadi pada anak yang dalam keluarganya ada yang mempunyai riwayat penyakit kejang demam. Penurunan penyakit ini pada anak biasanya dari orang tua si anak tersebut.(Baca Juga: Penyebab Badan Menggigil , Tubuh Menggigil tanpa Demam)

Dalam dunia kesehatan penyakit kejang demam adalah suatu penyakit atau kondisi dimana seseorang mengalami kejang disertai demam dimana orang tersebut kondisi suhu tubuhnya sampai 380 C dan bukan disebabkan oleh kelainan otak melainkan disebabkan oleh proses ekstra Kranium. Kejang demam juga merupakan suatu perubahan fungsi pada otak secara singkat dan mendadak dimana disebabkan oleh aktifitas otak yang abnormal serta adanya pelepasan listrik yang sangat berlebihan,selain itu juga bisa disebabkan oleh malforasi otak congenital, esefalitis, faktor genetis seperti adanya penyakit meningitis,demam yang tinggi dan juga bisa disebabkan oleh adanya suatu awitan hyperthermia yang timbul mendadak pada infeksi bakteri atau virus. Penyakit kejang demam perlu segera ditangani agar tidak mengakibatkan penyakit yang liannya yang akan menyebabkan maslaah yang lebih fatal. (Baca juga: gejala demam berdarah pada anak , penyebab kepala kliyengan)

Seseorang yang mengalami kejang demam pada umunya akan mengalami ketidaksadaran hal ini bisa terjadi dikarenakan adanya keterbebasan sekelompok neuron secara tiba-tiba. Jadi bisa disimpulkan bahwa kejang demam merupakan penyakit ataupun gangguan yang mengakibatkan peningkatan suhu tubuh yang sangat tinggi pada penderita dimana penderitanya pada umunya terjadi pada nak dibawah usia 5 tahun. (baca juga : kejang-kejang saat tidurepilepsi)

Penyebab Kejang Demam

Sepeeti yang telah disampaikan atau diutarakan pada pernyataan diatas bahwa faktor yang mendukung adanya kejang demam ialah derajat demam,umur dan faktor genetic. Derajat yang dimaksutkan adalah peninkatan suhu tubuh pada penderita sehingga terjadi ganguan pada penderita dan menimbulkan ketidaksadaran. Umur yang biasanyaa menyerang juga sekitar anak yang berumur dibawah 5 tahun dan yang terakhir adalah faktor genetik. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa adanya kejang demam biasanya disebabkan oleh faktor keturunan,contohnya jika terdapat orang tua yang memiliki riwayat kesehatan pernah mengalami kejang demam anaknya pun juga memiliki potensi untuk terkena kejang demam juga. (Baca Juga: Gejala demam berdarah ,Makanan Penambah Daya Tahan Tubuh)

Menurut beberapa ahli yaitu Betz & Showden (2002) kejang demam disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan atas,otitis media pneumonia,gastroenteritis,dan infeksi saluran kemih. Walaupun menurut pendapat ini kejang btidak selalu terjadi pada orang yang memiliki suuhu tubuh yang tinggi. Menurut pendapat ahli ini juga kejang demam disebabkan oleh efek produk toksik oleh mikroorganisme,respon alergik atau keadaan umum yang abnormal oleh infeksi,perunahan keseimbangan cairan dan elektrolit,ensefalitis viral atau yang biasa dikenal sebagai radang otak akibat virus yang ringan dimana hal ini tidak diketahui atau enselofati toksik sepintas. (Baca Juga:  ciri-ciri kurang darah , akibat kurang darah)

Gejala Kejang Demam

Untuk mengetahui bagaimana seseorang mengalami kejnag demam atau tidak maka anda harus mengetahui gejala apa sajakah yang biasa terjadi pada seseorang yang mengalami kejang demam. Apalagi jika yang terjadi pada anak-anak,orang tua harus sangat memahami gejala apa saja, hal ini dikarenakan agar orang tua dapat melakukan tindakan pertolongan secara cepat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada penderita khususnya pada anak. Gejala yang tejadi adalah :


  1. Kehilangan kesadaran. Seseorang yang mengalami gejala kejang demam biasanya akan mengalami kehilangan kesadaran atau yang biasa dikenal dengan pingsan. Seseorang yang mengalami kejang demam bisa mengalami kehilangan kesadaran disebabkan oleh keterbebesan sekelompok neuron secara tiba-tiba.
  2. Bola mata terbalik keatas. Mata seserang yang mengalami kejang demam atau step biasanya akan membalik keatas sehingga mata penderita tersebut hanya telihat putihnya saja. Jika hal ini sudah terjadi maka orang tua atau seseorang yang ada disekitar penderita harus segera membawa kerumah sakit karena jika dibiarkan akan ditakutkan terjadinya hal-hal yang tidak diingginkan. (Baca Juga: Khasiat Daun Pepaya)
  3. Bibir terkatup. Terjadinya bibir terkatup ini pada umumnya disertai dengan muntah,seseorang yang mengalami kejang demam akan kesulitan berbicara karena seorang penderita tersebut sudah kehilangan esadarannya sehingga kerja otak penderita akan sulit mengontrol kerja indra tubuh yang lain.
  4. Kulit berubah menjadi pucat. Kulit pada seseorang yang terkena kejang demam akan berubah menjadi kebiruan seperti orang yang mau meninggal hal ini terjadi karena ada gangguan pada siste kerja pada oran tubuh. Perubahan warna kulit menjadi kebiruan ini biasana akan diikuti dengan kakunya tubuh baik tangan ataupun kaki penderita. (baca juga : penyebab tubuh lemah letih lesumakanan yang sehat untuk kulit)
  5. Kepala seperti orang terkejut. Yang dimaksud disini seperti orag terkejut adalah gerakan terkejut ataupun kejang-kejang. Penderita biasanya kan mengalami kejang-kejnag. Dalam hal ini juga harus egera diberi pertolongan. Sehingga keadaan penderita menjadi normal kembali. Karena jika dibiarkan bisa saja mengakibatkan kematian. Karena dalam hal ini seorang penderita mengalami gangguan pernafasan atau mengalami ketidak lancaran dalam bernafas atau bisa saja mengalami keerhentian dalam melakukan pernafasan. Walaupun kejang –kejang ini tidak berjalan lama biasanya hanya sebentar saja dan kejnag demam akan berhenti. Kejang-kejang ini pada beberapa penderita akan diikuti dengan buang air kecil ataupun besar secara tiak terkontrol. (Baca Juga: kepala sering terasa berat pusing dan mual , mata berkunang kepala pusing)

Diagnosa Kejang Demam

Diagnosa ini biasa dilakukan oleh seseorang yang memang berada dibidangnya seperti dokter,dokter akan melakukan diagnosa kepada penderita agar doker dapat mengetahui apakah penderita benar-benar mengalami atau terkena kejang demam. Diagnosa ini dilakukan atas berbagai tahap seperti :

  1. Diagnosa gejala yang terlihat. Gejala yang terlihat ini seperti kejang atau gementar. Gemetar merupakan bentuk klinis kejang pada naka atau penderita tetapi sering membingungkan apa lagi pada orang yang belum berpengalaman.. Gemetar adalah gerakan tremor cepat dengan irama dan amplitude teratur dan sama,kadang-kadang bentuk gerakannya meyerupai klonik. (Baca juga: buah untuk panas dalam)
  2. Apnea. Sleep Apnea ini merupakan terjadinya proses pernafasan secara tidak teratur. Biasanya berhentinya pernafasan ini atau tidak lancarnya pernafasan ini diikuti dengan perubahan denyut jantung,tekanan darah,suhu badan,serta perubahan warna kulit yang akan terlihat kebiruan. Jika dokter telah mengetahui bahwa adanya pernafasan secara tidak teratur bahkan sampai terjadinya pernafasan yang berhenti maka dokter akan segera melakukan pertolongan agar tidak sampai terjadi hal yang lebih buruk apalagi jika sampai terjadinya kematian pada penderita. (Baca Juga:  buah yang mengandung vitamin E tinggi)
  3. Mikoklonus Nokturnal Beginna. Gerakan ini merupakan gerakan terkejut pada anggota tubuh dimana dapat terjadi pada semua orang dan biasanya terjadi pada seseorang yang sedang tidur. Hal ini mungkin bisa dikatakan sebagai hal yang wajar namun jika terjadi secara terus menerus bisa saja dikatakan sebagai bentuk dari kejang demam. (Baca juga: bahaya mandi saat demam)

Selain melihat hal-hal diatas dokter juga akan melukan beberapa diagnosa lain dimana terbagi menjadi dua yaitu terdiri dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium.

1. Pemeriksaan Fisik.

Pemeriksaan fisik ini sendiri dapat terbagi menjadi dua yaitu pemeriksaan pediatric dan pemeriksaan neurologik. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan berbagai hal yang sistematis yang akan dijelaskan dibawah ini.

  • Dokter akan melihat apakah keadaan seseorang mengalami manifestasi kejang seperti yang terdapat dalam kejang multifocal dimana kejnag ini akan melakukan gerakan secara berpinda-pindah dan seperti yang terjadi pada kejang tonik yang biasanya akan menunjukkan adanya kelainan struktur otak sang penderita.
  • Setelah melihat apakah penderita benar-benar mengalami kejang hebat dokter akan memastikan apakah penderita samapai kehilangan kesadaran (koma) atau tidak. Kehilangan kesadaran ini akan diikuti dengan perubahan arah pupil mata terhadap vcahaya negative. Hal ini tentu akan lebih berbahaya bila diikuti dengan pendarahan intraventikular. (Baca Juga: Obat Herbal Penyakit Kuning )
  • Selanjutnya dokter akan melihat atau memeriksa keadaan kepala karena dalam kepala penderita kejang demam sering terjadi fraktur atau depresi (trauma). Ubun-ubun yang membesar dan tegang apalgi jika sampai membenjol menjukkan adanya peningkatan tekanan intracranial yang disebabkan oleh pendarahan sebarakonik atau subdural. Jika terdapat pada bayi apalagi jika bayi tersebut mengalami kehilangan kesadaran walaupun biasanya hanya terjadi penurunan kesadaran dokter perlu mencari bekas tusukan janin padakepala karena bisa saja kejang demam pada bayi tersebut diakibatkan oleh adanya kesalahan pada saat anestesi pada ibu. (Baca Juga: Efek Samping Angkak)
  • Setelah itu dokter biasa akan memastikan apakah terdapat stigma berupa jarak mata yang melebar atau kelainan kraniofasial yang mungkin disertai dengan gangguan perkembangan kortex serebi.
  • Untuk memastikan bahwa terdapat kelainan pendarahan retina atau subhialoid dokter akan melakukan pemeriksaan fundus kopi.
  • Jika terjadi Transluminasi kepala yang positif hal ini bisa disebabkan oleh penimbunan cairan subdural atau kelainan bawaan seperti parensefali atau hidrosefalus.
  • Dokter selalu melakukan pemeriksaan umum dimana hal tersebut bisa digunakan untuk mengetahui apakah terjadi sianosis dan bising jantung dimana hal tersebut dapat membantu diagnosis iskemia otak. (baca Juga: Cara Mempercepat Menstruasi)

2. Pemeriksaan laboratorium.

Penggunaan pemeriksaan laboratorium tidaklain bertujuan untuk menentukan sikap terhadap pengobatan hipoglikemia dan meningitis bakterialisasi. Pemeriksaan laboratorium ini adalah sebagai berikut :

  • Pemeriksaan darah. Untuk pemeriksaan darah ini dilakukan secara rutin dimana hal tersebut bertujuan untuk memantau pendarahan intraventikuler.
  • Dokter biasanya kan mengetes tau memeriksa terkait dengan gula darah ,kalsium,magnesium,kalium,urea,nitrogen,ammonia dan analisis gas darah.
  • Fungsi lumabl. Fungsi lumbal ini merupakan jenis pemeriksaan terhadap penderita dimana bertujuan untuk menentukan pendarahan,peradangan dan pemeriksaan kimia.
  • Pemeriksaan EKG. Pemeriksaan ini beguna untuk mendeteksi adanya hipokalsemia dimana hal tersebut bisa digunakan untuk mendeteksi kejang.
  • Proses lanjut. Jika hal-hal tersebut diatas telah dilakukan dan diketahui terdapat indikasi perlu dilakukan diagnosis yang lebih akurat seperti pemeriksaan urin,biakan darah dan pemeriksaan literkemudian USG.

Baca Juga:

Klasifikasi Kejang Demam

Ternyata kejang demamtidak anya ada sau jenis saja,terdapat beberapa jenis atau klasifikasidari kejang demam. Dibawah ini akan dijelaskan tentang klasifikasi yang ada dalam kejang demam.

1. Kejang demam sederhana.

Suseai dengan namanya kejang demam sederhana ini merpakan kejang demam yang tidak terlalu parah. Secara umum waktu terjadinya kejang demam ini hanya sekitar 15 menit saja. Untuk mengetahui terjadinya kejang demam ini kita dapat mengetahinya dari berbagai tanda seperti :

  • Umur yang secara umum mengalami kejang ini antara umur 6 bulan sampai 4 tahun.
  • Seperti yang telah dijelaskan diatas baha terjadinya kejang demam jenis ini hanya sekitar 15 menit saja. Kejang demam jenis ini terjadi 16 jam pertama setelah seseorang mengalami demam.
  • Untuk mengetahui hal yang lebih lanjut dokter akan melakukan tes saraf baik sebelum atau setelah kejang demam.
  • Pemerksaan EEG. Pemeriksaan ini sedikitnya dibuat 1 minggu sesudah suhu normal tidak menunjukkan kelainan.
  • Frekuensi kejang bangkitan dalam 1 tahun dimana tidak melebihi selama 4 kali.

Baca Juga:

2. Kejang kompleks.

Kejang ini merupakan kejang yang berlawanan dengan kejang demam sederhana karena dalam kejang ini waktu terjadinya lebih dari 15 menit.Dalam kejang kompleks seseorang atau seorang anak bisa mengalami kejang tanpa ada riwayat penyakit kejang dalam keluarganya. Didalam kejang ini masih terbagi lagi menjadi 3 jenis kejang yaitu :

  • Kejang Tonik – Didalam kejang jenis ini biasanya terjadi pada seorang bayi dimana bayi tersebut merupakan bayi yang masih baru lahir dimana bayi tersebut memiliki kondisi berat badan yang rendah dengan masa kehamilan ibu sekitar 34 minggu,selain kondisi tersebut bayi yang bisa mengalami kejang adalah bayi yang memiliki kondisi komplikasi prenatal dengan kadar cukup berat. Untuk bentuk dari kejang ini berupa pergerakan tonik satu ekstrimitas atau pergerakan tonil umum dengan eksistensi tungkai dan fleksi lengan bawah dengan bentuk dekortikasi. Selain hal tersebut bentuk lain dari kejang ini adalh menyerupai bentuk deserebrasi. Untuk bentuk kejang yang menyerupai deserabrasi harus dibedakan dengan sikap epistotonus dimana hal tersebut bisa disebabkan dengan rangsang yang meningkat dikarenakan adanya infeksi selaput otak atau kernikterus. (Baca Juga: Cara Mengatasi Keracunan Obat)
  • Kejang klonik – Bentuk dari kejang klonik ini dala hal watu terjadinya berangsur selam 1 sampai 3 detik,terlokalisasi dengan baik tanpa diserati dengan gangguan kesadaran selain itu biasanya dalam kejang jenis ini tidak diikuti dengan fase tonik. Penyebab dari kejang klonik ini sendiri dari kontusio cerebri dimana merupakan suatu akibat dari trauma fokal pada bayi yang sudah mulai besar dan sudah cukup bulan atau oleh ensepalopati metabolic. (Baca Juga: Gejala Keracunan Makanan)
  • Kejang Mioklonik – Dalam kejang jenis mioklonis terdapat gambaran yang dapat telihat yaitu terdapat gerakan ekstensi dan fleksi lengan atau keempat amggota gerak yang terjadi secara berulang atau bisa juga terjadi secara cepat. Gerakan yang terjadi secara berulang dan dalam waktu yang cepat ini merupakan gerakan yang menyerupai gerakan reflek moro. Kejang mioklonik merupakan kejang yang termasuk kedalam pertanda dari kerusakan susunan saraf pusat yang luas dan hebat. Jika dilihat gambaran EEG yang terjadi pada seseorang yang mengalami kejang mioklonis terlihat tidak spesifik.(Baca Juga: Ciri Ciri Keracunan Makanan)

Penanganan Kejang Demam

Jika anda termasuk atau suatu saat menjadi seseorang yang berada paling dekat atau menjumpai seseorang yang mengalami kejang demam anda harus benar-benar meningat hal-hal yang akan dipaparkan dibawah ini agar nantinya peruatan atau tindakan pertolongan yang akan anda lakukan sesuai dengan kesehatan dan tidak membahayakan kepada penderita.

  • Jangan panik. Bentuk tindakan ini merupakan bentuk tindakan yang paling penting . Jika anda panic atau bahkan anda mengalami panic yang sangat berlebihan anda benar-benar kan membahayakan keadaan dari penderita itu sendiri. Karena dalam keadaan panic seseorang biasanya akanmenlakukan tindakan diluar akal analrnya. Jika hal ini terjadi tentu akan benar-benar membahayakan pada penderita kejang demam ini. (baca juga : cara menghilangkan rasa gelisah)
  • Jangan memasukkan hal apapun pada mulut. Seseorang yang melihat keadaan ini secara naluri biasanya akan timbul perasaan untuk menolong sehingga biasanya penolong tersebut melakukan hal apapun yang dianggap bisa menolong seperti memasukkan jari atau bahkan sendok. Terkadang seorang yang mengalami kejang demam akan kehilangan kesadaran sehingga penolong biasanya akan mempunyai keinginan memberikan minum supaya seorang penderitatersebut dapat sadar. Pemberian minum tersebut biasa menggunakan sendok namun memasukkan benda apapun kedalam mulut penderita kejang demam ternyata sangat tidak dianjurkan karena ditakutkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Jangan memberikan obat. Dibanding melakukan pemberian obat hal yang harus dilakukan adalahb meletakkan anak dalam posisi miring dan membuka celananya kemudian diberikan diazepam melalui anus dengan dosis yang sama. Jika hal ini masih berlanjut maka bisa diberi diazepam lagi dalam seling waktu 5 menit sambil membawa anak ke rumah sakit.

  • kompres. Bentuk tindakan mengompres ini bertujuan untuk menurukan suhu tubuh pada anak lalu jika anak sudah sadar dapat diberikan obat penurun panas. Salah satu obat penurun panas yang dapat diberikan pada anak adalah paracetamol, karena paracetamol memiliki dosis yang lebih rendah dari pada obat lainnya sehingga cukup aman jika ingin digunakan. (baca juga : cara kompres yang benar untuk demam tinggi)
  • Jangan menahan gerakan. Yang dimasud dengan menahan gerakan disini ialah mencoba menahan gerakan-gerakan pada saat anak mengalami kejang. Sebagai orang yang ingin menyelamatkan keadaan sang penerita atau anak anda hatus tetap tenang dan tidak gelisah. Karena dalam penyakit kejang demam ini tidak aka terjadi selam berjam-jam. Kejang lama kelamaan akan berenti dengan sendirinya. Walaupun anda harus tetap tenang ini berarti anda tidak melakukan hal apapun,anda tetap harus mengawasi keadaan penderita dan harus mengamati berapa lama seorang penderita tersebut megalami kejang.
  • ukur suhu. Setelah itu anda harus mengukur berapakah suhu pada seorang yang mengalami kejang demam. Karena hal-hal tersebut bisa digunakan sebagai pegangan anda untuk mengetahui pada suhu berapakah seorang penderita tersebut mengalami kejang.
  • Hubungi petugas kesehatan. Jika kejang yang dialami oleh penderita terjadi lebih dari 10 menit anda harus segera menguhubungi petugas kesehatan.Atau segera mengubungi dokter dan membawanya kerumah sakit ataupun puskemas dan lembaga kesehatan yang lain.
  • Hubungi dokter. Jika kejang yang dialami oleh penderita sudah berangsur berhenti anda harus meminta dokter ataupun petugas kesehatan yang lain untuk mencari tahu penyebab. Apakah sehingga penderita tersebut dapat mengalami kejang demam.
  • Memastiakan kelancaran pernafasan. Seseorang yang mengalami kejang dalam pernafasannya kan terganggu bahkan terkadang pernafasannya bisa saja berhenti

Baca Juga:

maka dari itu harus benar-benar ada pemastian bahwa tidak ada yang menyubat jalan atau saluran pernafasan tersebut karena jika benar-benar ada yang menyubat akan benar-benar membahayakan. Dengan adanya ketidak lancaran dalam bernafas maka harus diberikan oksigen. Dalam keadaan ini harus terdapat pengawasan apalagi jika terdapat tanda-tanda seperti depresi pernafasan.

Tindakan yang dilakukan pada seorang penderita yang mengalami kejang secara tidak berhenti-henti maka harus dilakukan pemeriksaan terhadap keadaan gula darah sang penderita. Namun menurut beberapa pandangan pemeriksaan ini dilakukan hanya setelah kejang pada penderita sudah berhenti.

Baca juga:

apa yang telah dijelaskan diatas adalah penjelasan tentang kejang demam dimana penyakit atau gangugan ini merupaka hal yang luamyan sering terjadi falam masyarakat kita ini. Sehingga diharapkan setelah anda membaca artikel ini and adapt lebih berhati-hati dan menjaga pola hidup agar isa terhindar dari penyakit ini dan jika anda manjadi seorang yang berada pada pemderita anda dapat melakukan tindakan pertolongan yang sesuai. Sekian. Terima kasih

, ,
Post Date: Monday 19th, June 2017 / 03:50 Oleh :
Kategori : Demam