Sponsors Link

Campak pada Orang Dewasa dan Anak – Gejala dan Pengobatan

ads

Penyakit campak yang kita tahu kebanyakan menyerang balita, ternyata juga dapat menyerang orang dewasa (semua orang berpotensi terjangkit campak). Terutama bagi yang belum pernah menderita penyakit ini atau belum divaksinasi campak. Campak merupakan infeksi yang penyebabnya adalah sejenis virus. Penyebab campak yaitu virus campak atau morbili.

Penularan Campak

Virus campak menular melalui udara dan percikan ludah penderita. Orang dengan penyakit campak yang bersin (mengeluarkan percikan ludah), jika bersin/percikan terhisap melalui hidung atau mulut maka akan menjangkiti orang lain. Perlu diketahui bahwa virus campak bisa bertahan selama beberapa jam di luar tubuh. Percikan ludah yang mengandung virus campak yang menempel pada benda, apabila kita pegang kemudian tangan kita menyentuh hidung atau masuk mulut, maka dapat terinfeksi campak.

Tanda

Terdapat sejumlah tanda gejala cacar yang mudah dilihat seperti :

  • Mata memerah dan sensitif ketika melihat cahaya
  • Radang tenggorokan, hidung tersumbat
  • Demam
  • Adanya bercak berwarna putih keabuan dalam mulut juga tenggorokan

Bagaimana Jika Campak Tidak Keluar ??

Ada sebuah pendapat bahwa campak harus seluruhnya keluar. Karena jika tidak, akan membahayakan penderita. Apa anggapan ini benar? Ternyata tidak! Bercak merah yang timbul adalah penanda apakah campak yang diderita ringan atau berat. Semakin banyak timbul bercak merah, sakitnya pun makin berat. Dokter malah akan berusaha supaya bercak merah tak timbul di seluruh tubuh penderita.

Fase-fase penyakit campak :

  • Fase pertama (masa inkubasi) sekitar 10-12 hari. Pada tahapan ini, anak sudah terinfeksi, namun belum muncul tanda bercak-bercak merah.
  • Fase kedua (prodmoral) penderita akan mulai mengalami demam naik-turun, radang tenggorokan, pilek, mata silau dan memerah, diare selama 1-2 hari, timbul bercak putih abu-abu dalam mulut selama kurang lebih 3-4 hari.
  • Fase ketiga (makulopapuler), mulai timbul bercak merah disertai demam tinggi. Bercak merah ini dinamakan makulopapuler. Bercak merah tidak keluar sekaligus, namun secara bertahap. Dengan ukuran bercak yang tidak terlalu besar.
  • Fase Penyembuhan. Jika bercak sudah keluar, biasanya demam akan turun. Bercak merah mulai menjalar ke seluruh badan dalam waktu sekitar satu minggu, tergantung daya tahan tubuh masing-masing. Bercak lama kelamaan akan menghitam dan bersisik. Lalu mengelupas. Masa penyembuhan perlu waktu kira-kira selama dua minggu.

Komplikasi Karena Campak

Jumlah penderita komplikasi akibat campak memang tak banyak, namum perlu tetap waspada. Komplikasi yang terjadi antara lain, bronkitis, infeksi otak, dan pneumonia (radang paru). Biasanya komplikasi terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah atau penderita penyakit kronis, dan bayi di bawah setahun.

Sponsors Link

Pengobatan

Pengobatan campak dilakukan melihat gejalanya. Jika demam, diberikan obat penurun demam. Apabila batuk, diberikan obat batuk. Begitupun bila diare, akan disiapkan obat untuk mengatasi penyebab diare. Tetapi apabila terjadi komplikasi, harus dirawat di rumah sakit. Agar bisa cepat pulih, perlu didukung dengan beberapa tindakan, diantaranya :

  • Hindari dehidrasi dengan banyak minum air putih
  • Perbanyak istirahat
  • Hindari cahaya, jika mata masih silau (sensitif cahaya)

Langkah penanganan penderita campak :

  1. Lihat kondisi campak. Apabila campak tergolong ringan, cukup dirawat di rumah. Tetapi apabila parah hingga menimbulkan komplikasi, perlu perawatan khusus di rumah sakit.
  2. Penderita campak perlu perawatan di tempat terpisah supaya tidak menularkan virus campak pada yang lain, terlebih jika ada bayi yang belum mendapat vaksinasi campak.
  3. Beri makanan dengan kebutuhan nutrisi seimbang untuk memperkuat ketahanan tubuh penderita campak.
  4. Beri makanan yang mudah dicerna, agar tidak timbul infeksi lainnya. Seperti flu atau radang tenggorokan.
  5. Konsultasi pada dokter agar mendapat penanganan/pengobatan tepat.
  6. Banyak beristirahat.
  7. Tetap mandikan anak untuk menghilangkan bakteri yang ada di tubuh. Sebaiknya mandikan dengan air hangat.
  8. Perbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.
  9. Meringankan batuk dengan minum air hangat.
  10. Hindari/kurangi penyinaran dari lampu apabila masih sensitif cahaya.

Makanan dan Minuman yang Baik bagi Penderita Campak

sponsored links
  • Susu – Susu baik bagi penderita campak. Rasa sakit akibat campak yang timbul di tiga hari pertama mengidap campak, akan berkurang jika minum susu.
  • Teh Herbal – Teh yang mengandung antioksidan, baik untuk dikonsumsi tiap hari. Atau untuk penderita campak.
  • Buah yang mengandung Vitamin C – Buah yang bisa dikonsumsi penderita campak adalah lemon atau jeruk. Tiga hari setelah terinfeksi virus, makanlah buah tersebut. Dapat mengurangi rasa nyeri.
  • Makanan Saat Demam – Konsumsi puding, agar-agar, dan makanan lain yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh si penderita.
  • Air Kelapa – Cobalah minum air ini saat campak karena di dalamnya terdapat kandungan tannin yang tinggi sehingga bisa melindungi tubuh dari virus yang akan masuk.
  • Air Putih – Banyak minum air bermanfaat untuk menghindari dehidrasi.

Makanan yang Harus dihindari

  • Makanan Pedas – Bahaya makanan pedas ini penyebab iritasi kulit dan gatal-gatal. Contohnya : Mie goreng pedas, rujak pedas, bakso pedas.
  • Makanan yang Terlalu Asin – Dapat memancing rasa gatal pada penderita campak. Contohnya : ikan dan telur asin.
  • Kecap – Penyebab bekas luka campak jadi hitam. Contoh : kecap pedas dan manis.
  • Gorengan – Menyebabkan lama keringnya ruam di kulit. Jadi harus dihindari. Contohnya : pisang goreng, ayam goreng, bakwan, tahu goreng, dan sebagainya. (baca juga : bahaya mengkonsumsi gorengan)
  • Telur – Membuat ruam kulit bertambah buruk. Contohnya : telur puyuh, telur bebek.

Mencegah Campak

Pencegahan campak dapat dilakukan dengan vaksinasi MMR (Measles, Mumps and Rubella). Atau vaksin untuk campak, gondongan dan campak jerman. Campak tidak mengenal musim, bisa timbul kapan saja. Vaksin campak adalah virus yang dilemahkah, sehingga terkadang timbul efek seperti demam atau diare pada anak. Sebetulnya bayi memperoleh antibodi dari sang ibu ketika hamil, yaitu melalui plasenta.

Namun, antibodi tersebut akan menurun pada usia sembilan bulan. Karena itulah vaksinasi campak diberikan pada usia sembilan bulan. Dan pemberian vaksin ini akan dilakukan lagi pada umur lima belas bulan. Vaksinasi ini dapat meringankan dampak campak. Jadi walaupun terkena campak, tidak sampai mengalami komplikasi (campak parah) karena sudah ada antibodinya di tubuh.

Perbedaan Campak Biasa dan Campak Jerman

Campak jerman atau biasa disebut dengan rubella, karena disebabkan oleh virus rubella yang sering menyerang anak pada rentang usia 5 sampai 14 tahun. Gejala rubella antara lain, demam, batuk, pilek, nafsu makan turun, bercak merah yang cepat hilang (sekitar 3 hari). Akan berbahaya jika rubella menyerang wanita hamil. Hal ini dikarenakan janin yang ada di kandungan pun dapat terinfeksi virus melalui ari-ari atau plasenta. Jika janin yang dikandung terinfeksi, maka kemungkinan ketika lahir akan mengalami keterbelakangan mental, tuli, dan katarak.

Maka dari itu setiap anak perempuan wajib divaksinasi rubella supaya janin yang ia kandung suatu hari nanti bisa terlindung dari virus ini. Begitupun dengan pria, perlu juga divaksinasi rubella. Tujuannya untuk menghindari terjangkit virus campak jerman yang mungkin akan menyerangnya, karena dapat menular pada istri yang sedang mengandung.

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Monday 14th, December 2015 / 04:53 Oleh :
Kategori : Campak