Sponsors Link

Angin Duduk

advertisement

Angin duduk atau yang dalam istilah medis disebut sebagai angina merupakan suatu kondisi dimana jantung mengalami rasa sakit yang lumayan hebat bahkan kesulitan bernafas karena adanya penyempitan di dalam otot jantung sehingga suplai darah menuju jantung terhambat. Suplai darah ini terganggu juga dikarenakan oleh adanya penyempitan di dalam pembuluh darah dan hal ini bisa terjadi secara tiba-tiba.

Penyakit ini tidak boleh diremehkan karena penyakit ini telah menjadi salah satu jenis penyakit yang paling mematikan di dunia. mungkin pada beberapa orang jawa hanya menganggapnya sebagai masuk angin saja dan bisa diobati dengan mudah dengan menggunakan kerokan atau pengobatan lainnya. namun sebenarnya ada bahaya yang sedang mengintai dalam penyakit tersebut.

Gejala Angin Duduk

Gejala angin duduk sendiri mungkin hampir sama dengan gejala penyakit jantung lainnya hanya saja terdapat rasa nyeri dan susah bernafas yang sangat menganggu dan bisa datang secara tiba-tiba. Berikut ini adalah beberapa gejala yang akan dirasakan pada orang yang mengalami angin duduk ini:

  1. Penderita akan merasakan nyeri di bagian dada bahkan bisa sampai merambat ke bagian organ lainnya seperti ke lengan kiri, bagian punggung, leher dan rahang.
  2. Penderitanya juga akan mengalami sesak nafas
  3. Sering merasa lelah dan letih
  4. Mengalami mual dan muntah
  5. Pusing atau sakit kepala
  6. Merasa gelisah dan cemas
  7. Keluarnya keringat yang berlebihan

Jika anda mengalami gejala yang telah disebutkan di atas sebaiknya untuk tidak menyepelekan dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter mengingat bahaya dari penyakit ini. jika memang tidak ada penyakit angin duduk bisa jadi anda menderita penyakit lainnya yang gejalanya hampir sama. Jadi pada intinya anda tidak akan rugi jika memeriksakan diri ke dokter sejak dini supaya dapat di diagnosa jenis penyakit apa yang menyerang anda.

Sejauh ini penyakit angin duduk lebih banyak menyerang orang dewasa terutama pada laki-laki sehingga tidak heran banyak kasus korban berjenis kelamin laki-laki yang waktu pagi hari masih sehat ternyata pada siang hari sudah meninggal. Hal ini diperparah karena penyakit ini bisa datang menyerang kapan saja dan dimana saja tanpa memandang tempat dan situasi yang terjadi.

Penyebab Angin Duduk

Di dalam jantung terdapat organ yang namanya pembuluh koroner dimana pembuluh tersebut merupakan jalur yang digunakan darah untuk masuk ke dalam jantung dan membawa oksigen. Nah, ketika pembuluh koroner di dalam jantung ini mengalami penyempitan maka secara otomatis aliran darah menuju jantung pun akan terganggu dan jantung mengalami kekurangan oksigen. Penyakit angin duduk sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut ini:

  1. Penyakit angin duduk stabil

Penyakit angin duduk stabil ini terjadi karena sesuatu hal yang dapat memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah koroner seperti misalnya ketika penderita melakukan olahraga fisik yang berat. Pada saat aktivitas olahraga yang berat maka jantung akan membutuhkan suplly darah yang lebih banyak di bandingkan ketika beraktivitas biasanya. Nah, karena aktivitas yang cukup berat inilah kemudian pembuluh koroner akan melakukan penyempitan dan menyebabkan penyakit angin duduk. Penyebab lainnya pada penyakit angin duduk stabil adalah karena merokok, stress, cuaca dingin, makan yang berlebihan dan kurang istirahat.

  1. Penyakit angin duduk tidak stabil

Tidak seperti pada penyakit angin duduk stabil yang bisa terjadi karena adanya sesuatu hal yang dapat memicu timbulnya penyempitan pembuluh koroner pada penyakit jantung tidak stabil ini bisa terjadi kapan saja dan dimana saja bahkan pada penderita yang sedang beristirahat. Hal ini dikarenakan penyempitan pembuluh darah koroner disebabkan oleh adanya timbunan lemak di dalam pembuluh darah koroner itu sendiri sehingga menyebabkan pembuluh darah koroner mengalami penyempitan. Kondisi ini sangat berbahaya dan harus segera ditangani secepatnya karena jika tidak dapat menyebabkan serangan jantung yang bisa menjadi penyebab kematian.

Saat ini juga telah ditemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang akan mengalami penyakit angin duduk ini, diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Kolesterol tinggi

Kolestrol jahat (LDL) sangat mudah menempel di dalam dinding pembuluh darah jadi apabila seseorang memiliki kadar kolestrol jahat yang banyak di dalam tubuh dapat memiliki resiko kemungkinan terkena penyakit ini lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat kolestrol tinggi. timbunan kolestrol di dalam dinding pembuluh darah yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan penyempitan di dalam pembuluh darah koroner itu sendiri.

Baca : Ciri ciri kolesterol tinggi – Gejala kolesterol tinggi – Jenis penyakit yang disebabkan kolesterol tinggi – Pantangan kolesterol tinggi – Makanan penurun kolesterol tinggi – Makanan yang mengandung kolesterol tinggi

  1. Memiliki riwayat penyakit diabetes

Biasanya orang yang memiliki penyakit diabetes memiliki kadar kolestrol yang tinggi pula di dalam tubuhnya. Tentu saja hal ini sangat berkaitan bukan dengan apa yang sudah dijelaskan diatas? Selain itu, kadar gula yang tinggi di dalam tubuh juga bisa menyebabkan kerusakan pada dinding arteri jadi membuat darah sulit masuk ke dalam jantung.

Baca : Ciri ciri diabetes melitus – Makanan penyebab diabetes melitus – Gejala diabetes – Makanan untuk mencegah diabetes

  1. Tekanan darah tinggi

Pada orang yang menderita tekanan darah tinggi maka jantung akan memompa lebih cepat dibandingkan biasanya. Nah jika ini terjadi secara terus menerus maka bisa menyebabkan dinding ateri rusak karena begitu kerasnya tekanan. Tekanan darah yang tinggi juga bisa menyebabkan pengerasan pada pembuluh darah sehingga kesempatan untuk memiliki penyakit angin duduk ini lumayan tinggi.

Baca : Cara mencegah darah tinggi – Makanan untuk darah tinggi – Pantangan darah tinggi – Penyebab darah tinggi – Cara mengatasi darah tinggi

  1. Stress

Jika tubuh dalam keadaan stress maka tubuh akan memproduksi sejenis hormone yang bisa mempengaruhi kinerja jantung menjadi lebih cepat dan pada kecepatan tertentu bahkan pembuluh darah bisa rusak. Stress juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dimana seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tekanan darah tinggi bisa menjadi salah satu penyebab penyempitan pembuluh darah koroner di jantung.

Baca : Penyebab stres – Cara mengatasi stress

  1. Obesitas

Orang yang memiliki kelebihan berat badan akan memiliki kemungkinan mengalami berbagai jenis penyakit termasuk diantaranya adalah tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, diabetes dan lainnya dimana penyakit tersebut semuanya adalah faktor yang menjadi penyebab dari penyakit angin duduk atau angina ini. jadi, sebaiknya kontrol benar berat badan anda supaya menjadi lebih ideal supaya bahaya penyakit yang mengintai tidak akan sebanyak pada orang yang obesitas.

Baca : Bahaya obesitas

  1. Perokok aktif

Himbauan bahwa merokok itu tidak baik untuk kesehatan tubuh ternyata bukanlah hanya isapan jempol belaka namun memang benar adanya. Orang yang merokok akan memiliki resiko mengalami berbagai penyakit serius diantaranya adalah penyakit angin duduk. Hal ini dikarenakan zat yang ada di dalam rokok dapat membuat kerusakan di dinding arteri dan bisa menimbulkan kolestrol. Jika anda masih merokok sebaiknya perhatikan betul hal ini.

Baca : Akibat berhenti merokok – Bahaya merokok bagi remaja – Cara berhenti merokok – Bahaya merokok

  1. Memiliki riwayat penyakit di dalam keluarga

Jika anda memiliki keluarga yang pernah memiliki riwayat penyakit angin duduk maka kemungkinan anda memilikinya juga akan sangat tinggi terutama jika dari keluarga yang darahnya masih sangat dekat seperti orang tua, kakek dan nenek. Jika anda sudah mengetahui bahwa ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit angin duduk maka sebaiknya segera lakukan pemeriksaan yang lebih mendalam kepada dokter untuk mengecek apakah anda terkena penyakit tersebut atau tidak. jika anda sudah terkena maka lebih baik karena sudah dilakukan deteksi dini jadi pengobatannya pun bisa dilakukan sejak dini. Namun jika anda tidak memilikinya maka anda bisa melakukan pencegahan supaya anda tidak terkena penyakit tersebut. Ingat, bahwa anda memiliki resiko tinggi terkena angin duduk.

  1. Kurang olahraga

Kurang olahraga memang bisa menjadi pemicu dari munculnya beberapa jenis penyakit termasuk diantaranya adalah angin duduk atau angina. Olahraga bisa membuat aliran darah menjadi lebih lancar dan kualitas darah menjadi lebih bagus karena kadar oksigen di dalamnya juga bagus. Selain itu jika seseorang kurang berolahraga juga bisa membuat munculnya berbagai penyakit seperti obesitas, tekanan darah tinggi dan lainnya. sebenarnya jenis olahraga yang dilakukan tidak perlu yang berat anda bisa melakukan olahraga ringan saja namun dilakukan secara rutin setiap hari seperti jogging atau senam.

  1. Faktor usia

Tidak bisa dipungkiri bahwa usia seseorang juga mempengaruhi tingkat kesehatan yang dimilikinya. hal ini dikarenakan fungsi organ di dalam tubuh sudah tidak seperti dulu lagi atau dengan kata lain sudah aus apalagi jika tidak pernah melakukan olahraga rutin. Penyakit angin duduk dapat muncul pada usia 45 tahun pada pria sedangkan pada wanita biasanya gejalanya dapat dirasakan sejak memasuki usia 55 tahun.

Diagnosa Penyakit Angin Duduk

sponsored links

Melakukan pemeriksaan sejak merasakan gejala yang timbul seperti angin duduk sangat penting dilakukan terutama karena penyakit ini sangat berbahaya dan jika dibiarkan dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya serangan jantung yang bisa menyebabkan kematian. Ketika anda periksa mungkin anda bisa periksa ke dokter umum terlebih dahulu barulah setelah melakukan pemeriksaan anda akan dirujuk pada dokter ahli jantung jika memang terdapat gejala yang tidak normal di dalam jantung.

Ketika melakukan pemeriksaan ke dokter ahli jantung mungkin anda akan ditanyai perihal gejala yang anda rasakan selama ini dan apakah gejala tersebut sangat menganggu anda ataukah tidak. selain itu dokter juga akan mencari tahu apakah anda memiliki riwayat penyakit angin duduk di keluarga sebelumnya atau tidak serta hal-hal lain yang dapat memicu timbulnya penyakit ini seperti diantaranya kebiasaan merokok, kurang olahraga, minum minuman keras dan lainnya.

Setelah dokter melakukan pemeriksaan tersebut mungkin juga diperlukan pemeriksaan fisik tambaha seperti penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah dan juga melaukan tes darah. tes darah sendiri dilakukan untuk mengetahui kadar kolestrol, kadar gula dan fungsi ginjal di dalam tubuh. deteksi fungsi ginjal ini juga bisa dilakukan dengan tes urin. Mengapa perlu deteksi fungsi ginjal? Hal ini disebabkan oleh karena ada beberapa jenis obat pada angin duduk yang tidak bisa diberikan kepada pasien jika fungsi ginjalnya terganggu.

Jika sudah dilakukan prosedur pemeriksaan tersebut dan ternyata memang terdapat gejala anda memiliki penyakit angin duduk, maka selanjutnya anda bisa akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk lebih memastikannya, jenis prosedur pemeriksaannya dapat dilakukan menurut berbagau cara berikut ini:

  1. Prosedur pengobatan ekokardiogram

Prosedur pengobatan ini dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan melalui gelomang suara. Pada pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah jantung memiliki suplai darah yang cukup, apakah terjadi penyempitan atau kelainan lainnya di dalam jantung dan pembuluh darahnya atau gejala lainnya yang terdapat pada angin duduk.

  1. Prosedur pengobatan elektrokardiogram (EKG)

Prosedur pengobatan EKG ini menggunakan alat khusus yang dihubungkan dengan elektroda untuk merekam aktivitas elektrik dan ritme di dalam jantung. Pada pemeriksaan ini juga akan didapatkan hasil apakah terjadi gangguan pada aliran darah di dalam jantung ataukah tidak ataukah memang ada kondisi lainnya di dalam jantung.

  1. Prosedur pengobatan tes kesehatan jantung

Tes ini digunakan untuk melihat kinerja di dalam jantung pada sebelum dan sesudah melakukan sebuah aktivitas fisik. Tujuanny adalah untuk melihat apakah ada gejala angin duduk di dalam jantung. Cara diagnose ini dengan menggunakan alat treadmill dimana pasien akan berjalan dan berlari menggunakan treadmill hingga ditemukan suatu gejala tertentu. Tes ini juga bisa dikombinasikan dengan tes ekokardiogram untuk mengukur ritme jantung pada saat melakukan aktivitas fisik.

  1. Prosedur pengobatan CT scan

Cara diagnonsa dengan menggunakan CT scan ini adalah dengan cara pasien masuk ke dalam tabung yang sudah dilengkapi dengan x ray. X ray ini dapat memindai bagian tubuh termasuk jantung dan melihat apakah ada penyempitan di dalamnya atau tidak.

  1. MRI scan

Cara ini menggunakan bantuan dari alat yang terdapat medan magnet dan gelombang radio. Prosedurnya sebenarnya hampir sama dengan cara CT scan yaitu dengan memindai bagian organ jantung untuk bisa melihat apakah terjadi penyempitan di dalam pembuluh darah koroner atau gejala lainnya yang berbahaya bagi jantung.

  1. Skintigrafi jantung

Pasien akan menjalani prosedur pemeriksaan ini jika sudah dilakukan pemeriksaan ekokardiogram namun hasilnya masih diragukan. Pada tes ini, pembuluh darah pasien akan disuntikan sejenis zat yang bewarna dan setelah itu akan diketahui melalui alat khusus apakah zat tersebut masuk ke dalam pembuluh darah dengan lancar atau tersumbat. Zat yang digunakan aman bagi tubuh.

  1. Angiografi jantung

Pada tes ini pasien akan melakukan pemeriksaan dengan cara dimasuki selang khusus ke dalam pembuluh darah. hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat sumbatan dalam pembuluh darah tersebut selama selang bergerak dan jika ada sudah seberapa parah tingkat penyumbatannya. Cara ini dilakukan jika semua prosedur tes sudah dilakukan namun belum mendapatkan hasil yang meyakinkan serta ketika sudah dilakukan pengobatan namun tidak berdampak apapun pada perkembangan kesehatan pasien. Namun tes ini memiliki beberapa efek samping dan bisa memicu timbulnya beberapa penyakit lainnya seperti penyakit jantung dan stroke. Jadi, tes ini benar-benar dilakukan jika sudah tidak ada pilihan lain alias menjadi pilihan terakhir.

Prosedur tes pemeriksaan angin duduk atau angina ini sebenarnya tergantung pada pasien namun dokter selalu memberikan pertimbangan untuk melakukan tes tertentu. Tes pemeriksaan ini penting dilakukan supaya dapat mengetahui apakah memang ada gejala angin duduk di jantung atau hanya penyakit lain yang memiliki gejala penyakit yang sama dengan penyakit angin duduk.

Pengobatan Angin Duduk (Angina)

Penyakit angin duduk sendiri sebenarnya sangat sulit disembuhkan apalagi jika keadaan pembuluh darah koroner sudah mengalami kerusakan. Namun, pengobatan bisa dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit angin duduk dan supaya angin duduk tidak berpotensi menjadi penyakit lainnya yang lebih serius seperti penyakit jantung. Pada orang yang baru mengalami gejala ringan hingga sedang sebenarnya bisa dilakukan dengan pengobatan tanpa obat-obatan yaitu dengan melakukan olahraga dan menerapkan gaya hidup yang sehat serta menghindari hal-hal yang membuat angin duduk melanda. Berikut ini adalah beberapa gaya hidup sehat yang perlu dilakukan, diantaranya adalah:

  1. Konsumsilah makanan dan minuman yang sehat. perbanyak makan buah, sayur, serat, dan makanan yang mengandung gizi seimbang. Sebaiknya jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak garam
  2. Makanlah pada porsi yang pas artinya tidak terlalu kenyang namun juga tidak terlalu sedikit
  3. Lakukanlah kegiatan istirahat dan olahraga yang seimbang setiap harinya. Jika anda masih bingung harus melakukan jenis olahraga apa yang sesuai dengan kondisi kesehatan, anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter untuk pemilihan jenis olahraga tersebut
  4. Jika anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas sebaiknya segera lakukan program penurunan berat badan supaya tubuh menjadi lebih sehat.
  5. Sebaiknya hindari hal yang membuat anda stress atau jika anda stress akan lebih baik anda mampu menanganinya
  6. Jangan merokok bagi perokok aktif dan hindari terpapar asap rokok bagi perokok pasif
  7. Hindari minum minuman alkohol
  8. Jika anda mengalami diabetes sebaiknya selalu rutin melakukan tes gula darah

Namun pada beberapa kasus penyakit angin duduka atau angina ini ternyata tidak bisa diatasi hanya dengan menerapkan gaya hidup sehat saja namun juga dikombinasikan dengan pemberian beberapa jenis obat. Berikut ini adalah jenis obat yang akan diberikan oleh dokter pada penderita angina.

  1. Obat yang bisa mencegah pembekuan darah

Salah dua dari jenis obat ini adalah clopidrogel dan ticagrelor yang berfungsi untuk memisahkan kepingan darah sehingga darah tidak membeku.

  1. Aspirin

Aspirin merupakan salah satu obat yang juga bisa mengurangi pembekuan darah sehingga darah bisa mengalir bahkan pada pembuluh yang sempit. Selain bisa mengobati angina juga bisa mencegah terjadinya penyakit jantung. Namun efek samping yang akan terjadi adalah rasa mual, muntah demam dan menggigil. (Baca : efek samping aspirin)

  1. Statin

Pasien akan diberikan jenis obat ini jika memiliki kadar kolestrol tinggi di dalam pembuluh darah karena fungsi dari obat ini adalah untuk menghilangkan kolestrol yang ada di dalam tubuh. selain itu obat ini juga bisa mengurangi terkena resiko penyakit stroke dan jantung. Obat ini bekerja dengan memblokade produksi kolestrol di dalam hati. Efek samping yang mungkin akan dialami oleh pasien adalah rasa mulas, diare dan sakit perut.

  1. Obat nitrat

Obat ini sudah sering diberikan kepada para penderita angin duduk karena selain bisa meredakan juga bisa menghambat terjadinya angin duduk ketika hendak melakukan kegiatan tertentu yang berpotensi memunculkan angina seperti sebelum olahraga. Sasaran dari obat ini adalah dengan melemaskan pembuluh darah yang kaku sehingga darah bisa mengalir lebih lancar ke dalam jantung.

  1. Obat yang bisa menghambat saluran kalsium

Seperti obat sebelumnya, obat ini juga berfungsi untuk melemaskan bagian pembuluh darah yang kaku. Obat ini cukup efektif dalam meredakan dan mencegah penyakit angin duduk.

Demikian informasi mengenai penyakit angin duduk, gejala yang ditimbulkan mungkin hampir seperti penyakit biasa yang tidak berbahaya namun penyakit ini sebenarnya sangat ganas jika dibiarkan. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. selanjutnya lakukan gaya hidup sehat untuk mencegah adanya angin duduk atau angina.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!