10 Ciri Ciri Keracunan Makanan Yang berbahaya

Ciri ciri keracunan makanan terjadi akibat makanan telah mengandung partikel beracun yang diperoleh dari proses radikal bebas atau ulah manusia. Keracunan makanan dapat menyerang siapa saja tetapi setiap individu memiliki ciri yang tidak beraturan namun memiliki dampak buruk yang sama bagi keseimbangan tubuh.

Ciri ciri keracunan makanan yang paling umum dan mudah dikenali

1.Keluar cairan dari rongga mulut
Seseorang yang keracunan makanan yang mengandung bakteri, Virus atu zaat logam berbahaya biasanya akan memgalami reaksi muntah atau keluarnya cairan busa atau cairan yang tidak normal dari rongga mulut. Wajah nampak pucat dan biasaanya terserang dehidrasi setelahnya.

2. Kejang kejang
Kejang kejang adalah ciri ciri keracunan makanan yang telah masuk kategori parah. Racun telah menyerang otot, Pembuluh darah serta jaringan otak sehingga otak kehilangan koordinasinya. Untuk masyarakat umum Perlu mengetahui dan memahami cara mengatasi keracunan makanan yang bisa dilakukan secara medis dan tradisional agar kejang kejang dapat diatasi dengan cepat.

3. Sakit tenggorokan
Keracunan bisa juga menyebabkan tenggorokan terasa nyerti dan kering. Bakteri pengurai pada makanan basi akan migrasi pad tenggorokan dan menyebabkan iritasi. (Baca juga: Obat sakit tenggorokan)

4, Berkeringat dan menggigil
Jika pembuluh darah dan jaringan tubuh tertentu misalnya jantung, Paru hati atau ginjal mengalami peradngan akibta serangan bakteri dari makanana maka seseorang akan mengalami menggigil dan keringat berlebih.

5. Tubuh lumpuh sementara
Makanan yang telah terkontiminasi dengan zat kimia dari bahan pembuat plastik atau pembungkus makanan dapat menyebabkan kelemahan otot otot yang memicu tubuh menderita kelumpuhan sementara.

6. Kesadaran menurun
Zat bahan pengawet yang telah berkolaborasi dengan bakteri pengurai dalam makanan dapat mencederai pembuluh darah ke otak sehingga merusak simpul simpul memori dan motorik seseorang hingga menyebabkan kesadaran seseorang menurun atau bahkan pingsan.


7. Muntah dan mual
Ciri ciri keracunan makanan yang paling umum dan sering dialami manusia dari berbagai usia adalah muntah dan mual. Kondisi tersebut muncul setelah bahan makanan yang terurai oleh bakteri menjadi bersifat karsinogen yang dapat merusak sel tubuh, Sehingga pemuaian bakteri makanan dapat meningkatkan asam lambung, penekanan terhadap dinding lambung dan mencederai ulu hati.

8. Gangguan penglihatan
Tergabungnya berbagai zat kimia pada makanan justru mempermudah proses pembusukan ketika makanan terkontiminasi dengan udara yang kotor. Jika makanan tersebut masuk dalam tubuh maka akan dilanjutkan mengalir kearah jaringan mata dan menurunkan kualitas penglihatan.

9. Kebingungan dan berhalusinasi
Ciri ciri keracunan makanan yang didalamnya terdapat campuran bahan pengawet makanan berbahaya misalnya borak atau formalin dalam jumlah yang besar maka akan mempengaruhi jaringan otak secara perlahan lahan. Biasanya orang yang tengah menderita keracunan lebih nampak seperti orang bingung, Gelisah yang berlebihan dan mulai berhalusinasi.

10. Sakit kepala
Makanan yang telah tercemar partikel berbahaya dari radikal bebas misalnya masuknya timbal akibat terpapar asap kendaraan atau ulah manusia yang kurang steril ketika mengolah makanannya, Maka bisa dipastikan bahwa makanan tersebut berpotensi menjadi beracun. Apapun jenis makanan jika telah ditunggangi mikroorganisme dari udara hasil radikal bebas lingkungan , Maka dalam hitungan menit makanan yang semula aman akan berubah menjadi makanan yang menyebabkan munculnya sakit kepala. Bahan bahan racun yang bersifat adiktif mampu mencederai saraf kepala dan menyumbat peredaran darah menuju otak.

Solusi
Tips sederhana cara menghindari keracunan makanan

1.Membiasakan mencuci tangan
• Membiasakan diri sejak usia kanak kanak untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan agar ketika dewasa nanti mereka telah memahami dengan benar bagaimana cara mencegah munculnya ciri ciri keracunan makanan dengan mudah.

2. Air harus mengalir
• Mencuci sayuran terlebih dahulu baru dipotong potong dan bukan sebaliknya.Mencuci sayuran mentah lebih baik pada air yang mengalir agar kotoran yang terselip diantara sayuran yang tidak terlihat dapat ikut terbuang bersama aliran air.

3. Menghangatkan makanan kembali
• Hangatkan terlebih dahulu jika ada makanan yang lebih dari 10 jam belum dimakan. Menghangatkan atau memasak kembali makanan yang belum dihabiskan boleh saja dilakukan selama kondisi makanan tersebut masih layak untuk dimakan. Tujuan dari pengolahan ulang tersebut untuk memblokir aktivitas bakteri dan mensterilkan kembali makanan dari paparan debu yang mungkin saja sempat singgah.

4. Pilih tempat jajanan yang aman
• Membeli makan pada kedai yang bersih dan tertutup lebih baik daripada harus jajan di pinggir jalan atau lokasi yang masih bisa di jangkau oleh debu debu atau asap kendaraan yang mengandung timbal. Ciri ciri keracunan makanan yang paling mudah dilihat ketika tubuh terpapar radikal bebas dari jajanan pinggir jalan adalah sakit perut, Mual dan muntah muntah.

5. Hindari penggunaan kardus pembungkus dan plastik
• Menyimpan makanan tidak dengan dibungkus kardus pembungkus dari busa, Kardus kertas biasa atau plastik. Apaun jenis kardus dan plastik yang digunakan lebih banyak terbuat dari bahan dasar polimer yang jika masuk dalam tubuh lalu terakumulasi dengan enzim enzim pencernaan maka akan mengiritasi dan merusak jaringan perut serta organ tubuh lain.

6. Hindari makanan kadaluarsa
• Teliti membaca aturan, Tentang tanggal, bulan, tahun atau usia layak penggunaan dari makanan yang akan kita konsumsi. Baca dengan baik baik aturan dan saran yang tentera pada pada kemasan luar makanan. Hindari makan yang telah memiliki usia batas layak dikonsumsi tinggal seminggu atau dua minggu lagi, Karena dikhawatirkan telah terjadi proses lambat dari pertumbuhan jamur didalam makanan tersebut yang belum terlihat oleh mata biasa. Jamur yang tidak terlihat itulah bisa mengiritasi organ pencernaan bahkan memicu lebih cepat munculnya ciri ciri keracunan makanan pada anak anak .

7. Waspada dengan lantai yang terlihat bersih
• Tidak meletakan makanan apapun diatas lantai yang terlihat bersih tanpa alas, Karena lantai yang baru saja selesai dibersihkan cenderung masih memiliki kuman yang kasat mata yang mudah bermigrasi pada makanan karena ada bantuan dari pergerakan udara dan angin disekitar lantai tersebut. Hindari lantai apapun alasannya, Gunakan meja sebagai tameng atau perlindungan dari penyebaran bakteri terhadap makanan sehingga munculnya ciri ciri keracunan makanan dapat dicegah lebih awal.

8. Disiplin menutup makanan
• Tetap menutup rapat makanan apapun meskipun berada didalam rumah dan jauh dari jangkauan lalu lalang kendaraan. Bakteri ada dimana mana, Hanya saja pergerakan dan perkembangbiakan bakteri lebih bisa dikendalikan atau dinetralisir ketika makanan berada didalam rumah daripada berada diluaran.

9. Lemari pendingin
• Simpan makanan atau buah buahan didalam lemari pendingin untuk menghindari munculnya ciri ciri keracunan makanan yang tidak diinginkan. Suhu sejuk pendingin mampu menekan pertumbuhan bakteri dan menjaga kondisi makanan menjadi tetap segar dan baik sehingga bisa terhindar dari gejala dan ciri ciri keracunan makanan yang merugikan kesehatan.

10. Amati kondisi makanan
• Jangan mengkonsumsi makanan yang berasal dari toko atau supermarket dari jenis makanan apapun yang telah mengalami perubahan warna, Perubahan bau menjadi tidak sedap dan memiliki struktur permukaan makanan menjadi lebih lunak, Mudah hancur, Berlendir dan berjamur.

, , ,
Post Date: Tuesday 29th, November 2016 / 02:35 Oleh :
Kategori : Makanan Berbahaya