Sponsors Link

Hipofosfatemia – Penyebab, Gejala, Cara Mencegah dan Mengatasi

Sponsors Link

Hipofosfatemia adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki kadar fosfat yang sangat rendah pada darahnya. Bukan hanya sekadar rendah biasa, namun hipofosfatemia menunjukkan bahwa konsentrasi fosfat yang ada pada darah tidak lebih dari 2,5 mgr/dL darah dan bahkan kurang dari itu. (Baca Juga: Cara Menurunkan pH Air Minum , Pantangan Gagal Ginjal Kronik)

ads

Manfaat Fosfor

Fosfor tidak diragukan lagi adalah zat yang sangat penting dari seluruh jaringan tubuh manusia karena fosfor merupakan asupan yang diperlukan tubuh agar fungsi sel darah merah dan otot dapat ditingkatkan. Berikut kita akan mengetahui lebih dulu apa saja manfaat dari fosfor bagi kesehatan tubuh manusia sehingga tidak seharusnya tubuh kekurangan zat satu ini.

  1. Membantu Proses Reaksi Kimia

Fosfor memiliki peran sebagai peserta di dalam tubuh ketika terjadi beberapa reaksi kimia. Hal ini menjadi alasan untuk tidak mengalami kekurangan fosfor secara berlebihan. (Baca Juga: Bahaya Bahan Kimia)

  1. Ekstraksi Energi

Fosfor berfungsi membuat proses ekstraksi energi berjalan secara lancar. Caranya adalah dengan membuat proses metabolisme nutrisi yang berbeda dirangsang dan tidak hanya itu, aliran energi juga akan didukung oleh fosfor. (Baca Juga: Efek Bahaya Minuman Energi Sangat Mematikan)

  1. Menyeimbangkan Hormon

Mendapat asupan fosfor yang cukup akan membuat keseimbangan hormon tetap terjaga di dalam tuuh kita. Hal ini sangat penting karena dengan fosfor yang tercukupi, maka hormon yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi juga akan selalu seimbang. (Baca Juga: Penyebab Hormon Prolaktin Tinggi)

  1. Membentuk Protein

Zat fosfor pun amat berguna untuk membentuk protein yang kemudian juga mendukung proses reproduksi. Fosfor akan memberikan fasilitas agar tubuh dapat memanfaatkan protein secara maksimal. Rupanya, fosfor pun dengan cara yang sama bisa memberi bantuan agar lemak dan karbohidrat juga bisa dimanfaatkan dengan optimal. (Baca Juga: Cara Mengatasi Kekurangan Protein)

  1. Membentuk Tulang

Pertumbuhan manusia tidaklah lepas dari peran penting sebuah zat yang bernama fosfor. Fosfor inilah yang memegang peranan penting dalam pembentukan tulang selain dari kalsium di setiap tubuh manusia. Tidak hanya tulang, pertumbuhan gigi pun sangat didukung oleh kandungan fosfor. Dalam menjamin manusia hidup sehat, jenis mineral ini berada di dasar dari kuatnya struktur rangka. (Baac juga: Cara Mengatasi Pengapuran Tulang)

Terlebih lagi, fosfor adalah sebuah zat yang akan senantiasa membuat enamel gigi serta gusi terjaga kesehatannya. Dengan terpenuhinya fosfor, maka seseorang akan otomatis terjauh dari pengeroposan tulang alias osteoporosis. Saling melengkapi dengan kalsium, tentu kita tidak boleh sampai kekurangan kedua zat tersebut.

  1. Mendukung Fungsi Pencernaan

Efektivitas dari kinerja sistem pencernaan kita rupanya mendapat dukungan penuh dari zat fosfor. Bahkan cara kerja dan pergerakan usus pun dibuat lebih baik oleh fosfor. (Baca Juga: Gangguan Pencernaan pada Lambung)

  1. Berperan dalam Perbaikan Sel

Kontribusi fosfor di dalam tubuh dalam memelihara sel-sel tubuh sangat luar biasa. Bahkan ketika tubuh sedang memroses perbaikan sel, fosfor pun turut berperan sehingga pengembangan sel-sel baru akan berjalan normal dan sempurna. Peran fosfor inilah yang akan membuat kondisi kesehatan manusia tetap terjaga baik.

  1. Mendukung Fungsi Otak

Fungsi otak dapat bekerja dengan baik karena adanya dukungan dari fosfor. Jadi, bisa dibilang bahwa fosfor adalah elemen paling penting yang Anda bisa temukan di sekeliling sel-sel otak dan berbagai fungsi penting dapat dijalankan karena kadar fosfor terpenuhi secara cukup. Fungsi otak akan tetap sehat apabila asupan fosfor bagi tubuh sangat terpenuhi dengan baik. (Baca Juga: Makanan yang Baik untuk Otak)

  1. Mengatasi Gangguan Kesehatan Ringan

Fosfor juga tidak lupa sangat berperan dalam mengatasi masalah kesehatan yang ringan-ringan, seperti misalnya kelelahan, mati rasa, dan tubuh yang cepat lemah. Segala kondisi seperti ini akan mampu disembuhkan dengan cepat apabila fosfor di dalam tubuh kadarnya terpenuhi dengan baik. Masalah kesehatan lainnya yang dapat diatasi adalah munculnya kelemahan seksual dan dengan mineral fosfor yang cukup, tubuh akan terjauh dari gangguan kesehatan tersebut. (Baca Juga: Penyebab Cepat Lelah)

  1. Mendukung Proses Ekskresi

Fosfor adalah elemen penting di dalam tubuh yang tidak hanya menjaga keutuhan dan kekuatan tulang serta saraf, bahkan fungsi ginjal juga mendapat dukungan dari fosfor. Fosfor berperan juga di dalam menjaga kesehatan ginjal agar senantiasa normal dan sehat. Proses ekskresi atau pembuangan racun dari ginjal akan selalu lancar apabila asupan fosfor tidak pernah kurang maupun lebih. (Baca Juga: Gangguan Pada Sistem Ekskresi)

Pada dasarnya, dosis fosfor yang disarankan sekaligus dibutuhkan oleh manusia adalah sebagai berikut:

  • Untuk bayi berusia 0-6 bulan 100 mg per hari.
  • Untuk bayi berusia 7-12 bulan 275 mg per hari.
  • Untuk balita berusia 1-3 tahun 460 mg per hari.
  • Untuk anak-anak dengan usia antara 4-8 tahun, 500 mg per hari.
  • Untuk anak-anak dengan usia antara 9-18 tahun, 1.250 mg per hari.
  • Untuk berusia 19 tahun ke atas 700 mg per hari.
  • Untuk wanita hamil dan menyusui berusia 18 tahun ke bawah 1.250 mg per hari.
  • Untuk wanita hamil dan menyusui berusia 19 tahun ke atas 700 mg per hari.

(Baca Juga: Cara Mengatasi Kekurangan Kalsium , Kalsium)

Fosfor diketahui adalah anion utama yang terdapat di dalam cairan intraseluler yang sangat memegang peranan penting dalam membuat fungsi saraf dan otot bekerja dengan normal dan stabil. Bahkan struktural tulang dan gigi manusia juga akan didukung oleh zat fosfor. Seiring bertambahnya usia, maka kadar fosfor di dalam tubuh kita akan menurun dengan sendirinya.

ads

Fosfor untuk Tulang dan Gigi

Gejala hipofosfatemia atau kekurangan asupan fosfor tampak begitu serius dan dapat menyerang tulang. Pada keadaan yang lebih parah, tulang dapat patah atau mengalami fraktur dan untuk itulah perlu diketahui betul apa manfaat fosfor bagi tulang dan gigi serta bagaimana cara kerjanya selama ini. (Baca Juga: Bahaya Fluoride Pada Pasta Gigi , Kandungan Pasta Gigi)

Tidak hanya gigi dan tulang, fosfor sendiri memang dibutuhkan oleh tubuh secara keseluruhan karena fungsi saraf dan performa otot sangat mengandalkan fosfor demi kinerja yang meningkat. Anda mungkin kemudian bingung, apa yang kiranya membedakan antara fosfor dengan kalsium? Kalsium sudah memainkan peran sebagai penguat tulang, lalu bagaimana dengan fosfor?

Hubungan Fosfor dan Kalsium

Fosfor pada dasarnya bekerja memang untuk saraf, otot, tulang dan gigi di dalam setiap tubuh manusia dan 85 persen sendiri, fosfor memang ditemukan pada tulang kita, dan terbuktu kadar fosfor adalah yang paling banyak. 15 persen lainnya adalah sisa yang tersebar secara merata di berbagai jaringan tubuh. Fosfor tidaklah bekerja sendirian terkait dengan fungsinya terhadap keempat organ tubuh kita karena ada sejumlah organ dan zat tubuh yang ikut bekerja sama. (Baca Juga: Fosfor , Akibat Kelebihan dan Kekurangan Fosfor)

Vitamin D adalah salah satu vitamin yang mendukung kinerja fosfor di mana vitamin inilah yang membuat penyerapan ion fosfat di usus bisa berjalan dengan baik. Tidak hanya vitamin D, fosfor dapat bekerja dengan baik karena adanya dukungan dari kalsium dalam membuat tulang lebih kuat. Cara kerja yang dilakukan keduanya pun unik karena kadar keduanya dipertahankan untuk tetap stabil dan seimbang. Hanya saja, penyerapan kalsium ke dalam tubuh hanya perlu sedikit saja jika tubuh sudah memiliki cukup fosfor, begitu juga sebaliknya. (Baca Juga: Vitamin D , Bahaya Akibat Kekurangan Vitamin D)

Penyebab Hipofosfatemia

Hipofosfatemia merupakan satu kondisi yang jelas ada penyebabnya, yaitu:

  1. Penggunaan diuretik pada jangka panjang

Diuretik sendiri adalah salah jenis obat yang biasanya digunakan demi membuat laju aliran urin meningkat atau lancar. Hanya saja, obat jenis ini akan memicu terhambatnya penyerapan ion natrium di bagian tertentu dari ginjal. Selain itu pun, diuretik dapat membuat kemampuan ginjal terpengaruh dalam mengatasi ion yang lainnya, seperti fosfat, bikarbonat, klor, magnesium, hidrogen, kalsium dan kalium. Sirkulasi darah pun dapat dipengaruhi oleh diuretik. (Baca Juga: Dampak Akibat Kekurangan Magnesium)

  1. Memburuknya fungsi ginjal

Biasanya, kesehatan ginjal akan menurun ketika Anda mengonsumsi obat-obatan secara berkelanjutan, termasuk diuretik yang disebutkan sebelumnya. Namun, fungsi ginjal juga dapat memburuk akibat terapi herbal dengan proses yang salah. Kurangnya minum air putih juga dapat menyebabkan ginjal kurang bekerja dengan baik, bahkan pola makan sembarangan juga dapat menjadi faktor. (Baca Juga: Tanda Awal Gagal Ginjal Akut)

  1. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme juga sanggup menjadi salah satu penyebab hipofosfatemia dan kondisi ini sendiri sangat mengacu pada simtoma menurunnya sekresi hormon tiroid dan sintesus dari kelenjar tiroid. Sebelum menyebabkan hipofosfatemia, hipotiroidisme dapat muncul dalam tubuh seseorang karena kekurangan gizi, khususnya yodium dan iodina. Kondisi seperti ini juga bisa dianggap sebagai kondisi di mana kelenjar tiroid kurang aktif bekerja. (Baca juga: Pembengkakan Kelenjar Tiroid pada Leher)

  1. Hiperparatiroidisme

Ini adalah sebuah penyakit di mana terdapat hormon paratiroid yang dikeluarkan oleh kelenjar paratiroid terhitung banyak jumlahnya dari keadaan biasa. Kelenjar paratiroid adalah suatu kelenjar yang bisa ditemukan di bagian leher dan lokasinya sangat dekat atau bahkan bisa dibilang menempel dengan bagian belakang dari kelenjar tiroid. Hormon paratiroid kemudian diproduksi oleh kelenjar tersebut. (Baca Juga: Obat Kelenjar Tiroid)

  1. Dosis racun dari teofilin

Jumlah fosfat pada tubuh seseorang juga dapat berkurang akibat dosis racun dari teofilin ini. Ketika Anda mengonsumsi antasid aluminium hidroksida dalam jangka waktu panjang dan dalam dosis yang tinggi, maka kadar fosfat di dalam tubuh dapat berkurang. Hal ini dapat lebih mudah terjadi pada penderita yang tengah melalui proses dialisa ginjal.

  1. Ketoasidosis diabetikum

Sindrom ini pun mampu memicu hipofosfatemia. Ketoasidosis diabetikum merupakan sebuah sindrom dari sinergi sumtoma hiperglisemia, ketonemia dan asidemia dengan parameter klinis menurut Asosiasi Diabetes Amerika yang menunjukkan rasio anion gap > 10, serum bikarbonat < 18, pH < 7.30 dan juga gula darah kurang dari 250 mg/dL. (Baca Juga: Gejala Penyakit Gula Darah)

  1. Malnutrisi serius

Kekurangan fosfor karena malnutrisi tampaknya sudah begitu jelas dan kondisi seperti ini merupakan masalah medis serius di mana tubuhnya tidaklah mendapat nutrisi penting yang seharusnya diterima. Malnutrisi bisa juga disebut dengan gizi buruk dan hal ini bukan hanya karena Anda tidak makan, bahkan orang yang kebanyakan makan pun tetap bisa mengalami malnutrisi. Seseorang masih bisa terkena malnutrisi walau makan banyak karena makanan yang ia konsumsi tidaklah bergizi. (Baca juga: Penyebab Malnutrisi)

  1. Mengalami luka bakar cukup hebat

Gejala Hipofosfatemia

Saat konsentrasi fosfat di dalam darah seseorang menurun dan menjadi sangat rendah, maka gejala-gejala umum inilah yang akan dirasakan.

  • Lemah otot, hal ini bakal terjadi di awal kekurangan fosfat.
  • Mengalami rakitis.
  • Kerusakan gigi.
  • Sendi terasa nyeri.
  • Otot terasa nyeri.
  • Mudah lelah walau tak banyak aktivitas atau hal yang dilakukan.
  • Tulang menjadi lebih rapuh.
  • Tulang terasa nyeri.
  • Patah tulang atau fraktur.

(Baca Juga: Penyebab Otot Kaku , Penyebab Sakit Tulang Belakang , Obat Sakit Gigi Berlubang)

Jika konsentrasi fosfat semakin rendah dan bahkan tidak sampai 1,5 mgr/dL darah, maka ini bisa membuat otot menjadi lebih lemah dan bahkan memburuk. Sebagai akibatnya, terjadi penurunan kesadaran terhadap penderitanya atau yang dinamakan stupor. Bahkan jika tidak segera ditangani dengan menambah asupan fosfor bagi tubuh, penderita dapat mengalami koma dan meninggal. (Baca Juga: Akibat kelebihan Kalsium , Bahaya Kekurangan Kalsium)

Hipofosfatemia dapat menjadi lebih serius ketika seseorang juga tidak cukup mendapatkan vitamin D dan kalsium. Jika asupan fosfor, vitamin D dan kalsium tidaklah dipenuhi sesegera mungkin dan dibiarkan dalam waktu lama, tulang pun akhirnya menjadi lemah.

Cara Mencegah dan Mengatasi Hipofostatemia

Mencegah maupun mengatasi hipofostatemia adalah dengan menambah asupan fosfor ke dalam tubuh secara teratur.

  1. Minum Banyak Air Putih

Ginjal harus berfungsi dengan baik untuk mengontrol kadar fosfor yang masuk ke dalam tubuh, maka diperlukan banyak air putih yang pasti dapat membantu agar ginjal tetap sehat. Segala asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh akan terserap dengan baik apabila kita sering-sering mengonsumsi air putih. Cobalah untuk memulai hari pertama dengan meminum 8 gelas yang kemudian bisa lebih di hari-hari berikutnya. Hal ini pun sebagai pencegahan racun menumpuk di dalam tubuh. (Baca Juga: Akibat kelebihan air Putih dalam Tubuh , Efek Kekurangan Air Putih)

  1. Mengonsumsi Minuman Ringan

Soft drink merupakan minuman yang sebaiknya dijauhi oleh mereka yang kelebihan fosfor. Hal ini dikarenakan fosfor yang terkandung di dalam soft drink cukup tinggi sehingga bisa berisiko menurunkan atau menghilangkan kalsium pada tubuh. Jadi, jika Anda adalah salah satu penderita hipofosfatemia, cobalah untuk mengonsumsi minuman ringan karena fosfornya yang tinggi akan membantu Anda mendapatkan asupan fosfor lebih. (Baca Juga: Dampak Bahaya Minuman Bersoda Bagi Kesehatan)

  1. Mengonsumsi Telur

Telur adalah sumber makanan kaya akan fosfor dan juga selenium serta kalsium yang tentunya akan sangat baik untuk tubuh. Bagi Anda yang kekurangan fosfor, konsumsilah telur untuk mendapatkan asupan lebih. Untuk mendapatkan nutrisi yang utuh, cobalah untuk menikmati telur rebus ketimbang telur yang digoreng menjadi mata sapi. (Baca Juga: Bahaya Telur Puyuh , Bahaya Makan Telur Setiap Hari)

  1. Mengonsumsi Nasi

Seseorang dapat mengalami hipofostatemia karena kurang makan atau justru kurang mengonsumsi makanan penuh gizi. Walau beberapa orang di provinsi tertentu tidak menjadikan nasi sebagai makanan pokok, bagi Anda yang masih menganggap nasi sebagai makanan pokok, konsumsilah secara teratur. Nasi penuh dengan fosfor dan karbohidrat yang tentu baik untuk kesehatan organ tubuh. (Baca Juga: Bahaya Sering Makan Nasi , Bahaya Nasi Goreng)

Jangan sampai terlewat untuk makan nasi, apapun lauknya karena selain fosfor yang bisa dijumpai pada nasi, magnesium, potasium, dan zinc juga terkandung di dalamnya sehingga akan memenuhi kebutuhan mineral dalam tubuh. Selain dapat mengatasi dan mencegah hipofosfatemia, pergerakan usus akan mampu dilancarkan bila mengonsumsi nasi. Nasi juga berfungsi membuat proses penuaan melambat dan memberikan energi untuk tubuh agar tidak lemah.

Sponsors Link

  1. Mengonsumsi Oatmeal

Oatmeal adalah pilihan tepat tidak hanya bagi para penderita jantung, namun juga untuk para penderita hipofosfatemia. Oatmeal adalah salah satu sumber serat yang sangat kaya sehingga tidak salah lagi akan sangat baik untuk mendukung program diet Anda. Kerap dijadikan menu sarapan oleh banyak orang, oatmeal memang sangat kaya akan nutrisi, salah satunya adalah kandungan fosfor yang cukup tinggi berikut potasium dan zat besi. (Baca Juga: Bahaya Oatmeal Instant , Cara Mengatasi Kekurangan Zat Besi)

  1. Mengonsumsi Bawang Putih

Kekurangan fosfor dan menderita hipofosfatemia sebenarnya bisa dicegah dengan mengonsumsi bawang putih sesering mungkin, entah itu setelah dimasak atau dimakan mentah-mentah. Kandungan fosfor di dalam bawang putih sangat tinggi dan karena itulah bumbu dapur ini diyakini dapat menjaga kesehatan tulang dan gigi. Tidak hanya gigi dan tulang saja, bawang putih dapat membersihkan paru-paru dengan sifat antioksidannya. (Baca juga: Efek Samping Bawang Putih)

  1. Mengonsumsi Biji Bunga Matahari

Seperti yang ada di film kartun Jepang, hamster sangat menyukai biji bunga matahari. Kabar baiknya, biji bunga matahari tidak hanya bisa dikonsumsi oleh para hamster, karena manusia yang menderita kekurangan fosfor pun bisa mendapatkan khasiat baik dari sumber makanan satu ini. Selain fosfornya yang tinggi, biji bunga matahari juga akan memenuhi kebutuhan tubuh Anda akan vitamin E serta zat besi. Hal ini tentu menjadi alasan yang baik untuk menjadikan makanan ini sebagai camilan di kala lapar. (Baca Juga: Efek Samping Vitamin E)

  1. Mengonsumsi Brokoli

Begitu banyak orang tidak menyukai sayuran, apalagi anak-anak yang pada umumnya membenci brokoli. Padahal kenyataannya, brokoli adalah jenis sayuran yang tidak boleh dianggap enteng karena kandungan fosforya cukup tinggi yang baik dikonsumsi oleh siapa saja. Tak hanya fosfor, brokoli sangat direkomendasikan untuk Anda yang ingin memenuhi kebutuhan gizi di dalam tubuh, seperti vitamin, protein nabati, mineral serta antioksidan yang akan membantu agar tubuh jauh dari penyakit. (Baca juga: Bolehkah Brokoli Untuk Penderita Asam Urat )

  1. Mengonsumsi Jagung

Kebanyakan orang hanya tahu bahwa jagung mengandung karbohidrat, tapi tidak banyak yang tahu bahwa hipofosfatemia dapat dicegah atau diatasi dengan mengonsumsi jagung. Ini karena jagung juga memiliki kandungan fosfor yang besar. Tidak hanya fosfor, mineral lainnya yang terdapat di dalam jagunga dalah kalium. Untuk membuat cairan tubuh normal dan stabil, ada baiknya untuk mendapatkan asupan fosfor dari jagung. (Baca Juga: Kandungan Gizi Jagung)

  1. Mengonsumsi Kalkun

Daging ini mungkin memang lebih familiar di luar negeri, namun Anda yang bisa menemukan jenis daging ini tidak ada salahnya untuk mengonsumsinya. Sumber mineral di dalam daging kalkun begitu tinggi karena selain fosfor, diketahui kalkun pun memiliki kandungan fosfor yang akan menyelamatkan Anda dari hipofosfatemia. (Baca Juga: Bahaya Makan Ceker Ayam)

  1. Mengonsumsi Kacang-kacangan

Fosfor juga bisa didapatkan ketika Anda memilih untuk mengonsumsi kacang-kacangan. Tentu tidak semua jenis kacang menyediakan asupan fosfor secara lebih untuk Anda. Jenis kacang yang dapat dipilih dan dimakan untuk mendapatkan fosfor, antara lain adalah kacang almond, kacang brazil dan kacang mete di mana rata-rata sangat mudah ditemukan dan dibeli. (Baca Juga: Bahaya Kacang Tanah , Manfaat Kacang Hijau bagi Penderita Kista)

  1. Mengonsumsi Keju

Sudah sangat jelas bahwa keju merupakan salah satu produk susu yang tidak hanya akan memberikan asupan kalsium bagi tubuh. Fosfor pun sangat tinggi di dalam keju sehingga dapat mencegah maupun mengatasi kekurangan fosfor berlebih. Anda dapat memilih untuk memakan keju begitu saja atau menambahkannya ke hidangan lain karena keju begitu serbaguna, bergizi dan sudah pasti lezat mengguggah selera. Tak hanya kalsium dan fosfor, zinc juga termasuk di dalam jenis mineral yang Anda bisa dapatkan dari keju.

  1. Mengonsumsi Ubi Jalar

Karena kandungan fosfornya yang tinggi, begitu juga kalium, maka ubi jalan dapat menjadi solusi bagi Anda yang ingin menambah asupan fosfor ke dalam tubuh. Mangan juga adalah jenis mineral yang bisa didapat dari ubi jalar ini. (Baca Juga: Makanan yang Rendah Kalori dan Mengenyangkan)

  1. Mengonsumsi Zucchini

Zucchini juga sangat penting dalam memenuhi kebutuhan fosfor di dalam tubuh. Dikenal juga sebagai sumber makanan yang jenisnya seperti labu kecil, zucchini adalah sayuran yang akan mencegah maupun mengatasi para penderita kekurangan fosfor. Tidak hanya fosfor, kandungan mineral lain di dalam zucchini adalah magnesium, mangan serta tembaga yang sama tingginya. (Baca Juga: Bahaya Tidak Rutin Makan Sayur)

  1. Mengonsumsi Suplemen Fosfor

Kini banyak beredar suplemen yang akan membantu memenuhi segala kebutuhan nutrisi dalam tubuh Anda sehingga akan mampu mencegah kekurangan mineral dan vitamin. Produk suplemen fosfor pun dapat diandalkan. Asalkan dosisnya diperhatikan dengan baik, maka tentu suplemen ini akan membantu Anda mendapatkan asupan fosfor cukup untuk kesehatan tubuh. (Baca Juga: Buah yang Mengandung Kalsium)

Itulah beberapa informasi penting tentang kondisi hipofosfatemia. Agar lebih aman, cobalah untuk menemui dokter untuk mengonsultasikan dosis fosfor yang tepat untuk dapat mengatasi kurangnya fosfor di dalam tubuh Anda. Jika kalsium sudah sangat terpenuhi dengan baik, cobalah untuk menghindari makanan mengandung kalsium dan berfokus pada makanan dengan kandungan fosfor tinggi.

 

Sponsored Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , ,
Post Date: Wednesday 01st, February 2017 / 07:10 Oleh :
Kategori : Panduan Gizi